Latest News

10 Masalah Ibu Menyusui dan Cara Yang Tepat Mengatasinya

Menyusui harus menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi ibu dan bayi karena ada banyak pengalaman manfaat menyusui, termasuk memberi ASI Eksklusif. Namun terkadang berbagai masalah muncul saat menyusui baik ibu maupun bayinya, sehingga menyulitkan prosesnya. Apa masalah yang umum dialami ibu dan bayi selama menyusui dan bagaimana mengatasinya?

Berbagai masalah menyusui pada ibu dan bayi

Menyusui bukanlah masalah mitos ibu menyusui dan tantangan menyusui semata-mata, tapi bisa juga dialami ibu sebagai pemberi ASI. Terkadang, proses menyusui bayi tidak selalu mudah dan lancar.

Maka, agar proses menyusui bisa lebih optimal, cari tahu berbagai masalah menyusui yang bisa dialami ibu dan bayi serta cara menanganinya dengan tepat.

Berikut beberapa masalah menyusui yang mungkin dialami ibu dan bayi:

1. Masalah puting lecet saat ibu menyusui

mengatasi puting lecet

Bagi Anda yang baru pertama kali, wajar jika puting lecet atau perih saat menyusui. Ini memang salah satu dari sekian banyak masalah ibu dan bayi selama menyusui.

Namun, jangan anggap remeh ketika lecet atau luka pada puting tampak lebih buruk atau terasa lebih buruk saat menyusui.

Penyebab puting nyeri saat menyusui bisa bermacam-macam.

Meluncurkan dari halaman NHSNamun, kesulitan bayi untuk menempelkan mulut pada puting ibu biasanya merupakan penyebab paling umum dari puting lecet atau luka saat menyusui.

Jika mulut bayi tidak menempel dengan benar, bayi akan menghisap atau menarik puting terlalu dalam sehingga bisa melukai puting Anda.

Posisi menyusui Kulit yang tidak tepat juga bisa menyebabkan puting sakit, perih, pecah-pecah dan berdarah saat menyusui. Puting susu bisa tersangkut di antara lidah dan langit-langit bayi atau bahkan tergigit.

Itulah sebabnya sebagian ibu menyusui merasa putingnya perih dan memerah setelah menyusui.

Ini mungkin pertanda bahwa posisi menyusui Anda tidak benar sehingga mulut dan payudara bayi tidak “terkunci” dengan baik.

Saat posisi menyusui dilakukan dengan benar, bayi dapat mencapai puting susu dengan baik dan dapat menyusu dengan lancar.

Tips mengatasi puting lecet atau lecet saat menyusui

Berikut cara mengatasi puting lecet atau lecet saat menyusui agar lebih mudah bagi ibu dan bayi:

  • Pastikan bayi mengisap seluruh bagian puting dan areola payudara saat menyusu.
  • Saat ingin melepas puting susu dari hisapan bayi, pisahkan mulut bayi dengan putingnya secara perlahan dengan cara menekan payudara di dekat mulut bayi menggunakan jari telunjuk.
  • Biarkan puting mengering sebelum dibalut kembali.
  • Hindari penggunaan sabun pada puting susu karena dapat mengeringkan kulit Anda.
  • Beri kompres hangat pada puting.
  • Biasakan untuk mulai menyusui dari bagian payudara yang tidak terasa sakit dulu.
  • Sebaiknya kenakan bra yang terbuat dari bahan katun agar sirkulasi udara di payudara baik, bahkan lebih baik lagi jika memakai bra menyusui.
  • Oleskan sedikit ASI Anda pada area puting yang terluka, ini berguna untuk mempercepat penyembuhan pada puting lecet Anda. Pasalnya, kandungan antibodi pada ASI membuat puting tetap sehat.

Bergantung pada kondisi Anda, dokter Anda mungkin juga meresepkan obat untuk puting yang sakit. Ambil contoh salep lanolin sebagai pelembab pada puting susu Anda dan antibiotik topikal untuk mengobati luka pada puting saat menyusui akibat infeksi bakteri.

Pilihan obat lain untuk meredakan luka pada puting atau luka saat menyusui adalah antibiotik sistemik. Obat ini biasanya dianjurkan bila keluarnya cairan atau nanah muncul akibat infeksi bakteri.

Selain itu, obat antijamur juga dapat digunakan untuk mengatasi luka pada puting atau luka saat menyusui yang disebabkan oleh infeksi jamur.

Sebelum menyusui, pastikan puting susu bersih dari krim lecet atau luka lecet agar bayi tidak mau memakannya.

Anda juga bisa mengonsumsi pereda nyeri untuk meredakan keluhan nyeri pada puting atau sariawan saat menyusui, misalnya parasetamol (Tylenol) dan ibuprofen (Advil).

2. Masalah payudara bengkak saat menyusui

kanker payudara stadium 2

Payudara bengkak adalah salah satu dari beberapa masalah ibu dan bayi saat menyusui. Hal ini bisa disebabkan karena adanya penumpukan ASI di payudara sehingga terasa besar, penuh, dan keras.

Kutip halamannya Kantor Kesehatan WanitaPenumpukan ASI disebabkan oleh saluran yang bertanggung jawab untuk mengalirkan ASI dari kelenjar payudara ke puting yang tersumbat.

Saluran yang tersumbat inilah yang membuat Anda merasakan nyeri pada payudara yang disertai dengan pembengkakan.

Penyumbatan saluran susu ini biasanya tidak terjadi langsung di kedua sisi payudara sekaligus, melainkan hanya salah satunya.

Periode payudara bengkak ini biasanya berlangsung selama beberapa hari atau minggu pertama saat menyusui.

Saat tubuh Anda mencoba beradaptasi dengan menyusui, Anda dapat menghilangkan rasa sakit dan tekanan pada payudara Anda.

Tips mengatasi payudara bengkak saat menyusui

Berikut cara mengatasi payudara bengkak saat menyusui agar lebih mudah bagi ibu dan bayi:

  • Menyusui sesering mungkin sesuai keinginan bayi dan tidak boleh dihentikan jika kurang puas.
  • Jika bayi sudah kenyang, tetapi ASI masih cukup, Anda dapat mengeluarkannya dengan cara memompanya. Bisa dengan pompa ASI listrik atau manual.
  • Berikan kompres hangat atau dingin pada payudara untuk mengurangi nyeri.
  • Pijat payudara dengan lembut, misalnya saat mandi, saat payudara dialiri air panas atau dingin.
  • Cobalah semua posisi menyusui sampai Anda dan bayi menemukan posisi yang paling nyaman.
  • Gunakan bra yang tidak terlalu ketat karena bisa membatasi aliran ASI.
  • Pastikan Anda mendapatkan cukup cairan dan istirahat.

Jika tidak ditangani dengan benar, pembengkakan dapat berkembang menjadi mastitis atau peradangan payudara yang menyakitkan.

3. Masalah mastitis pada ibu menyusui

mastitis adalah

Mastitis adalah masalah menyusui pada ibu dan bayi yang ditandai dengan peradangan pada payudara.

Saat payudara yang bengkak meradang, ada kemungkinan untuk berkembang menjadi infeksi. Artinya ada pertumbuhan bakteri di jaringan payudara yang meradang.

Mastitis dapat ditandai dengan payudara merah, keras, perih, panas, dan bengkak. Anda juga bisa mengalami gejala seperti menggigil, sakit kepala, suhu tubuh tinggi, dan kelelahan sebagai tanda mastitis.

Mastitis juga bisa disebabkan oleh penumpukan ASI di payudara, misalnya karena saluran ASI tersumbat. Kondisi ini menyebabkan ASI menumpuk di payudara sehingga jaringan payudara menjadi meradang.

Tips mengatasi mastitis saat menyusui

Berikut cara mengatasi mastitis saat menyusui agar lebih mudah bagi ibu dan bayi:

  • Segera hubungi dokter jika merasakan gejala mastitis agar diberikan penanganan yang tepat.
  • Cobalah untuk banyak istirahat dan minum banyak cairan.
  • Oleskan kompres hangat untuk meredakan peradangan.
  • Bayi masih bisa menyusu pada payudara dengan mastitis.
  • Anda dapat menyusui bayi Anda dari payudara dengan mastitis atau dari payudara yang sehat.
  • Memompa ASI ke payudara bisa dilakukan jika terasa sakit saat bayi langsung menyusu.
  • Pastikan bayi menyusu dengan benar.
  • Cobalah berbagai posisi menyusui untuk menemukan posisi terbaik bagi bayi agar dapat menempel pada payudara Anda.
  • Menyusui sesering yang diinginkan bayi.
  • Memerah ASI dengan tangan atau pompa setelah menyusui, terutama jika menurut Anda bayi Anda tidak menyusu dengan baik.
  • Hindari mengenakan pakaian atau bra yang ketat sampai mastitis membaik.
  • Cobalah memijat payudara Anda dengan sangat lembut saat bayi menyusu untuk membantu aliran ASI dengan lancar.
  • Minum pereda nyeri, seperti ibuprofen atau parasetamol untuk membantu meredakan nyeri.

Masalah mastitis bisa terjadi kapan saja selama masa menyusui, membuat ibu dan bayi tidak nyaman.

Namun, paling sering terjadi pada tiga bulan pertama, terutama pada minggu kedua atau ketiga. Masalah menyusui ini biasanya hilang begitu ibu dan bayi terbiasa dengan prosesnya.

4. Masalah infeksi jamur pada ibu menyusui

bintik merah di payudara

Infeksi jamur yang terjadi selama menyusui bisa muncul di mulut bayi atau di payudara Anda, terutama di area puting susu.

Gejala masalah payudara yang satu ini saat menyusui biasanya berupa nyeri, kemerahan, dan gatal dengan atau tanpa adanya ruam pada payudara.

Puting susu yang pecah-pecah, terkelupas, bahkan melepuh juga bisa menjadi tanda infeksi jamur. Semua tanda masalah ini bisa dirasakan selama atau saat ibu tidak menyusui.

Sedangkan pada bayi, infeksi jamur bisa menyebabkan bercak putih atau kemerahan di sekitar mulut.

Meski tidak selalu dialami setiap ibu dan bayi, infeksi jamur merupakan salah satu masalah menyusui yang tidak boleh dianggap remeh.

Jika Anda merasa Anda atau bayi Anda mengalami infeksi jamur, segera konsultasikan dengan dokter Anda untuk perawatan segera.

Tips mengatasi infeksi jamur saat menyusui

Dokter mungkin akan memberikan obat antijamur yang dapat dioleskan langsung ke payudara dalam jangka waktu tertentu.

Selain diberikan obat antijamur, bayi Anda juga diberikan obat antijamur yang cocok untuk bayi.

Hal ini penting dilakukan untuk mencegah penularan dari puting susu ke mulut bayi dan sebaliknya serta untuk meredakan gejala infeksi jamur, termasuk rasa gatal pada payudara saat menyusui.

Selama masa penyembuhan ini, penting untuk memperhatikan beberapa cara mengatasi masalah infeksi jamur saat menyusui agar lebih mudah baik bagi ibu maupun bayi:

  • Cuci dan sterilkan semua botol dot, mainan bayi, pompa payudara, atau peralatan lain yang bersentuhan langsung dengan payudara dan mulut bayi Anda.
  • Biasakan untuk selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah menyusui, atau saat akan menyentuh bayi.
  • Cuci tangan bayi secara rutin, terutama setelah bayi menghisap jari.
  • Cuci handuk, bra, dan pakaian bayi Anda dengan air panas.
  • Gantilah bra secara rutin setiap hari.

Pastikan anggota keluarga lain tidak terkena infeksi jamur. Jika Anda memiliki satu atau lebih gejala yang berhubungan dengan infeksi jamur, hindari keluar untuk merawat dan menyentuh bayi.

5. Payudara besar saat menyusui

perubahan puting

Ukuran payudara atau ASI bisa berubah menjadi satu sisi saat menyusui.

Penyebab payudara besar satu sisi saat menyusui bisa karena produksi ASI lebih lancar di salah satu payudara atau bayi lebih suka menyusu di bagian payudara tersebut.

Hal lain yang menyebabkan payudara satu sisi saat menyusui juga karena ukuran payudara memang bisa satu sisi.

Sisi payudara yang besar ini berpotensi menghasilkan lebih banyak ASI saat menyusui.

Ya, sisi payudara yang besar saat menyusui mungkin tidak bisa menghasilkan ASI yang cukup.

Akibatnya, ukuran payudara bisa terlihat lebih besar dari satu sisi saat menyusui.

Tips mengatasi payudara besar saat menyusui

Berikut cara mengatasi masalah payudara saat menyusui agar menyusui lebih lancar:

  • Menyusui terlebih dahulu di sisi payudara yang lebih kecil
  • Gunakan pompa payudara untuk memperlancar keluarnya ASI di payudara yang lebih kecil
  • Menyusui secara bergantian di sisi kanan dan kiri payudara

6. Produksi ASI terlalu sedikit

puting bingung

Produksi ASI yang terlalu rendah atau terlalu sedikit dapat menimbulkan kecemasan dan kekhawatiran bagi ibu. Apalagi jika ini pertama kalinya Anda punya bayi dan mulai menyusui.

Itulah mengapa ini juga merupakan salah satu dari banyak masalah menyusui pada ibu. Namun, jangan langsung khawatir karena salah satu masalah menyusui pada ibu dan bayi.

Kabar baiknya, sebenarnya produksi ASI yang rendah ini bisa diatasi asalkan bunda tahu kapan bayinya mau menyusu.

Semakin sering bayi menyusu maka semakin cepat ASI pada payudara yang kosong sehingga masalah menyusui baik bagi ibu maupun bayi dapat teratasi.

Tips mengatasi produksi ASI yang terlalu sedikit

Berikut cara mengatasi masalah rendahnya produksi ASI saat menyusui untuk memudahkan ibu dan bayi:

  • Periksa penempelan mulut bayi ke puting dengan memastikan bayi benar-benar mengisap puting dan areola.
  • Jika kaitnya benar tetapi bayi tidak menempel dengan baik, cobalah untuk memeriksakan bayi.
  • Beberapa bayi dapat mengalami kesulitan menyusu jika memiliki beberapa kondisi, misalnya pengikat lidah.
  • Bayi harus bisa menyusu dengan kedua payudara. Pastikan si kecil selalu aktif menghisap dan tidak tertidur saat menyusui.
  • Berikan ASI pada bayi sesering mungkin atau sesuai permintaan bayi.
  • Hindari stres dan banyak makan makanan yang dapat meningkatkan produksi ASI.
  • Gunakan pompa payudara untuk mengeluarkan ASI yang tersisa di payudara untuk membantu meningkatkan suplai ASI.
  • Usahakan untuk cukup istirahat, makan dan minum.
  • Hindari memberikan bayi susu formula, air putih, sereal, serta makanan dan minuman lain yang dapat menggagalkan pemberian ASI eksklusif pada usia 6 bulan pertama.

Pastikan Anda juga rutin memberikan ASI sesuai kebutuhan jadwal menyusui sayang dan terapkan bagaimana cara menyimpan ASI tepat setelah memompa.

Jika solusi ini tidak membantu, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui kemungkinan masalah kesehatan.

7. Produksi ASI terlalu banyak

mencampur ASI yang diperah pada waktu yang berbeda merupakan masalah bagi ibu menyusui

Berbeda dengan produksi ASI yang rendah, terlalu banyak ASI dapat mempersulit proses menyusui.

Kondisi ini bisa menjadi tantangan sekaligus masalah menyusui bagi ibu dan bayi.

Alasannya adalah, produksi susu terlalu banyak dapat menyebabkan penyumbatan saluran payudara, pembengkakan payudara, dan mastitis.

Selain itu, masalah menyusui yang satu ini juga bisa menyulitkan ibu dan bayi karena menimbulkan tekanan pada payudara.

Hasil dari, menurunkan refleks selama menyusui bisa tidak terkontrol yang menyebabkan aliran ASI sangat mudah keluar dari payudara.

Bagi bayi, kondisi ini bisa membuat mereka mengalami kelebihan gas di perut, rewel, gumoh, dan muntah setelah menyusui.

Tips mengatasi produksi ASI yang terlalu banyak

Berikut cara mengatasi masalah produksi ASI yang terlalu banyak saat menyusui untuk memudahkan ibu dan bayi:

  • Usahakan menawarkan hanya satu sisi payudara kepada bayi setiap kali menyusui dan kemudian berikan sisi lainnya hanya beberapa menit kemudian.
  • Coba posisi menyusui sambil berbaring atau bersandar di kursi. Posisi yang menentang gravitasi ini setidaknya dapat membantu memperlambat aliran ASI.
  • Pompa payudara untuk mengurangi jumlah ASI.
  • Usahakan untuk menyusui bayi Anda sebelum dia benar-benar lapar agar dia tidak mengisap terlalu banyak.

8. Nyeri payudara saat menyusui

Kanker payudara BSE

Sakit payudara yang terasa sakit saat menyusui sebenarnya adalah kondisi normal yang terjadi sejak awal.

Hal tersebut mungkin karena Anda belum sepenuhnya memahami cara menyusui, posisi menyusui, hingga teknik menempelkan mulut bayi ke puting (mengunci) benar.

Kesalahan penerapan teknik menyusui inilah yang menyebabkan nyeri pada payudara saat ini.

Hanya saja biasanya keluhan tersebut akan sirna setelah Anda terbiasa melakukannya.

Namun jika keluhan ini tidak kunjung hilang, itu tandanya ada masalah. Penyebab nyeri payudara saat menyusui bisa karena pelekatan yang tidak tepat dari bayi atau bayi yang mengalaminya ikatan lidah.

Selain itu, luka akibat penggunaan pompa payudara, adanya lepuh pada payudara, dan infeksi jamur juga menyebabkan nyeri payudara saat menyusui.

Tips mengatasi nyeri payudara saat menyusui

Berikut cara mengatasi payudara pegal saat ibu menyusui:

  • Pastikan bayi menyusu dengan benar
  • Jaga payudara tetap kering
  • Hindari menunda-nunda waktu menyusui
  • Hindari menyabuni area payudara terlebih dahulu
  • Gunakan kompres dingin
  • Kenakan bra dengan ukuran yang tepat

9. Masalah saluran yang tersumbat pada ibu menyusui

mitos ibu menyusui

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, saluran yang tersumbat pada ibu menyusui dapat menimbulkan berbagai masalah.

Saat menyusui kurang lengkap bisa menumpuk di saluran payudara sehingga tidak lancar pingsan.

Nah, salah satu kunci agar saluran ASI tidak tersumbat adalah dengan menyusui secara bergantian pada kedua sisi payudara hingga benar-benar habis.

Sebagai pilihan lain, Anda dapat menggunakan pompa ASI jika si kecil tidak dapat menyusu hingga selesai.

Tips mengatasi saluran ASI yang tersumbat saat menyusui

Berikut cara mengatasi masalah saluran ASI yang tersumbat pada ibu menyusui:

  • Oleskan kompres hangat selama kurang lebih 20 menit pada bagian payudara yang tersumbat.
  • Ubah posisi menyusui dengan mengarahkan dagu dan mulut bayi ke samping payudara yang terkena agar proses menyusui selesai.
  • Menyusui bayi Anda dengan posisi Anda di atas si kecil. Posisi payudara yang mengarah ke bawah akan membantu memperlancar keluarnya ASI.
  • Berikan pijatan pada payudara saat Anda menyusui bayi.
  • Oleskan kompres hangat beberapa menit sebelum menyusui bayi Anda, agar ASI lebih mudah keluar.

10. Bayi sulit menyusu karena ukuran payudara ibu

mencampur ASI yang diperah pada waktu yang berbeda merupakan masalah bagi ibu menyusui

Jika ukuran payudara Anda besar, maka ukuran putingnya juga lebih besar. Ini mungkin membuat bayi sulit untuk menempel (menempel).

Ukuran payudara yang besar juga akan membuat Anda kesulitan untuk memegangnya.

Tips menangani bayi yang susah menyusu karena ukuran payudara ibu yang besar

Anda dapat menggunakan alat hisap pompa payudara untuk membuat puting Anda lebih panjang dan tipis sebelum bayi menyusu.

Saat bayi Anda tumbuh, payudara dan puting Anda yang lebih besar tidak akan menjadi masalah lagi saat Anda menyusui.

Jika berbagai masalah menyusui yang dialami ibu menghalangi proses menyusui, jangan tunda lagi ke dokter.

Dokter akan mencari tahu penyebabnya dan memberikan pengobatan yang sesuai dengan kondisinya.

Pos 10 Masalah Ibu Menyusui dan Cara Yang Tepat Mengatasinya muncul pertama kali Halo Sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top