• No products in the cart.
View Cart
Subtotal: Rp0

Latest News

3 Cara Mengatasi Intoleransi Gluten

Intoleransi gluten adalah gangguan pencernaan yang terjadi karena tubuh tidak mampu mencerna gluten. Gluten yang tidak dapat dicerna kemudian memicu tubuh untuk bereaksi negatif. Beberapa gejala intoleransi gluten Yang umum dapat termasuk diare atau sembelit, perut kembung, mual dan muntah, dan bahkan sakit kepala. Lalu, bagaimana cara mengatasi intoleransi gluten agar gejalanya tidak berulang berulang?

Cara mengatasi intoleransi gluten

Orang yang mengalami kondisi ini tidak mengalami kesulitan menyerap nutrisi lain dari makanan. Intoleransi gluten juga tidak berisiko komplikasi serius, seperti cedera usus. Meski begitu, gejala yang ditimbulkan tentu dapat mengganggu aktivitas sehari-hari jika dibiarkan.

Nah, cara termudah untuk mengatasi gejala intoleransi gluten adalah dengan menghindari asupan gluten dari makanan. Perekat sendiri adalah jenis protein yang terkandung dalam gandum.

Namun terkadang, memang sulit untuk sepenuhnya menghindari gandum karena sumber makanan ini sering diolah menjadi berbagai macam sesaji. Beberapa contoh makanan olahan gandum adalah myaitu dan pasta, kue dan kue kering, sereal gandum, untuk berbagai jenis roti dan kue-kue.

Berikut adalah beberapa cara untuk mengobati intoleransi gluten yang mungkin dapat Anda praktikkan mulai sekarang:

1. Konsultasikan dengan dokter

Jika Anda mencurigai intoleransi gluten karena mengalami gejala setelah makan produk gandum, Anda harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Setelah memeriksa kondisi fisik dan riwayat medis Anda, dokter Anda biasanya akan merekomendasikan Anda untuk sementara membatasi atau mengurangi asupan gluten. Biasanya ada sebulan atau lebih dari 3 bulan. Selama waktu ini, coba kurangi makanan bebas gluten sedikit demi sedikit dan perhatikan kondisi tubuh Anda.

Jika sudah melewati periode ini, dokter biasanya akan meminta Anda untuk mengonsumsi gluten lagi seperti biasa untuk memantau perkembangan kondisinya.

Jika gejala tampaknya membaik atau bahkan hilang selama "pantang" tetapi muncul kembali setelah itu, dokter dapat memformalkan diagnosis Anda sebagai intoleransi gluten.

2 Hindari itu perekat

Setelah dokter mengkonfirmasi kondisi Anda, dokter akan memberi tahu Anda menghindari makanan tertentu sebagai cara untuk mengatasi gejala intoleransi gluten.

Seperti disebutkan di atas, gandum dan produk gandum adalah makanan pemicu utama. Namun, beberapa makanan lain, terutama makanan olahan pabrik, dapat ditambahkan ke gluten selama proses pembuatan.

Sebagai cara untuk mengatasi intoleransi gluten, berikut adalah beberapa makanan lain yang harus dihindari:

  • Sereal
  • Kecap, atau saus lain yang terbuat dari kedelai
  • Bir
  • Biskuit
  • Jelai
  • granola

Jadi, baca dengan cermat label komposisi dan nilai gizi makanan yang tercantum dalam kemasan produk.

Selain itu, Anda juga harus mengimbanginya dengan mengonsumsi makanan segar yang sehat, karena sebagian besar sumber makanan asli bebas gluten.

3. Mengambil vitamin dan suplemen dari dokter

Intoleransi gluten mengharuskan Anda menghindari makanan yang mengandung gluten. Itulah sebabnya Anda cenderung berisiko kekurangan asupan nutrisi penting dari makanan.

Menurut beberapa penelitian, orang yang harus menghindari gluten cenderung kekurangan vitamin B6 dan folat. Vitamin B ketika penting untuk membantu tubuh melawan infeksi, menjaga fungsi saraf, dan membawa oksigen ke seluruh tubuh Anda.

Sebagai cara untuk mencegah dan mengatasi kekurangan gizi akibat intoleransi gluten, mintalah dokter Anda untuk merekomendasikan suplemen makanan khusus. Terutama suplemen vitamin B kompleks yang dilengkapi dengan asam folat dan vitamin B6.

Pos 3 Cara Mengatasi Intoleransi Gluten muncul pertama kali Halo sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top