Latest News

3 Cara Mengukur Intensitas Olahraga, Berlebihan atau Tidak?

Lakukan kegiatan Olah raga dengan intensitas yang tepat dapat membantu Anda mendapatkan manfaat maksimal. Tapi, tidak semua orang tahu caranya. Padahal, intensitas kebutuhan setiap orang berbeda. tergantung kondisi fisik masing-masing.

Lalu bagaimana caranya ukur intensitas olahraga untuk melakukannya dengan benar?

3 cara untuk mengukur intensitas latihan

Ada tiga cara berbeda yang bisa Anda pilih untuk diukur intensitas latihan. Saat melakukan ini, Anda mungkin memerlukan beberapa percobaan atau percobaan untuk mengetahui metode mana yang paling tepat untuk kegiatan olahraga yang Anda lakukan.

Tes bicara

Cara pertama yang dapat Anda gunakan untuk mengukur intensitas olahraga adalah tes bicara. Metode ini termasuk yang paling banyak sederhana atau mudah untuk menentukan seberapa tinggi Anda melakukan intensitas. Anda dapat mengukurnya berdasarkan poin-poin berikut.

Anda dianggap melakukan aktivitas olahraga intensitas sedang jika Anda masih bisa berbicara, tetapi tidak bisa bernyanyi saat berolahraga. Sementara itu, jika Anda hanya bisa mengucapkan beberapa patah kata saat berolahraga, maka Anda dianggap telah melakukan aktivitas olahraga yang memuaskan.

Namun, jika Anda tidak dapat berbicara sama sekali saat melakukan kegiatan olahraga, Anda mungkin melakukan olahraga di luar kemampuan Anda. Sementara itu, Anda dihitung tidak melakukan olahraga sebagaimana mestinya jika Anda masih bisa bernyanyi saat berolahraga.

Target detak jantung

Cara kedua Anda dapat memilih untuk mengukur intensitas latihan yang Anda lakukan disebut target detak jantung. Sebelum menggunakan metode ini, Anda harus mengukur detak jantung maksimal yang bisa Anda raih saat melakukan aktivitas fisik.

Anda juga dapat mengukur detak jantung menggunakan fitur ini kalkulator detak jantung hellosehat

Menghitung detak jantung bukanlah hal yang sulit. Anda dapat melakukan ini dengan mengurangi angka 220 ke usia Anda saat ini. Misalnya, Anda berusia 30 tahun. Kemudian, kurangi 220 dengan 30, menghasilkan 190. Angka yang Anda dapatkan kemudian adalah tingkat rata-rata maksimum denyut jantung per menit saat Anda berolahraga.

Setelah mengetahui berapa detak jantung maksimum yang bisa Anda capai, Anda bisa mengukur jumlah target intensitas detak jantung Anda selama berolahraga. Artinya, angka target ini menunjukkan bahwa Anda sudah berolahraga dengan intensitas yang cukup baik, tetapi itu tidak membuat Anda bekerja terlalu keras.

Berdasarkan Asosiasi Jantung Amerika, umumnya angka yang direkomendasikan untuk target detak jantung selama latihan adalah sebagai berikut:

  • Latihan intensitas sedang adalah 50-70 persen dari denyut jantung maksimum
  • Olahraga dengan intensitas yang cukup baik adalah 70-80 persen dari denyut jantung maksimal

Namun, rekomendasi ini masih harus disesuaikan dengan kondisi kesehatan Anda. Jika Anda merasa tidak sehat dan baru memulai latihan rutin, cobalah untuk menargetkan angka yang lebih rendah dari yang seharusnya. Kemudian, tingkatkan target-target ini sedikit demi sedikit seiring dengan intensitas latihan yang Anda lakukan.

Skala peringkat aktivitas

manfaat berkeringat

Cara terakhir yang dapat Anda gunakan untuk mengukur intensitas Anda selama berolahraga adalah skala peringkat pengerahan tenaga. Metode ini menunjukkan intensitas Anda dalam berolahraga melalui tanda-tanda yang muncul dari dalam tubuh Anda.

Misalnya, jika intensitas latihan yang Anda lakukan masih relatif moderat, tubuh Anda akan menunjukkan tanda-tanda seperti deru napas Anda menjadi lebih cepat tetapi Anda masih bisa bernapas dengan cukup baik. Selain itu, Anda mulai berkeringat setelah berolahraga sekitar 10 menit. Anda masih dapat berbicara meskipun Anda tidak bisa bernyanyi.

Sementara itu, jika Anda telah melakukan olahraga dengan intensitas yang cukup baik, pernapasan Anda akan lebih cepat hingga Anda mulai kesulitan berbicara. Pada saat itu, Anda hanya dapat mengucapkan satu atau dua kata. Keringatmu juga sudah mulai mengalir Padahal saya hanya berolahraga selama beberapa menit.

Jika Anda berolahraga berlebihan atau di luar batas kemampuan Anda, tubuh Anda akan menunjukkan gejala seperti Anda kehabisan napas. Kemudian, Anda sudah merasakan sakit dan tidak bisa berolahraga untuk waktu yang lama, atau setidaknya sesuai dengan target waktu yang telah Anda tentukan sebelumnya.

Pada saat itu, intensitas latihan yang Anda lakukan mungkin lebih tinggi dari kemampuan tubuh Anda. Jika demikian, cobalah untuk beristirahat dan tingkatkan intensitas latihan Anda secara perlahan saja.

Pos 3 Cara Mengukur Intensitas Olahraga, Berlebihan atau Tidak? muncul pertama kali Halo sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top