• No products in the cart.
View Cart
Subtotal: Rp0

Latest News

3 Efek Samping Pelumas Vagina dan Cara Mengatasinya

Apakah kehidupan seks Anda akhir-akhir ini memudar karena vagina kering? Tenang, ada solusi sederhana biar bercinta dengan pasangan tetap terasa nikmat yaitu menggunakan pelumas vagina. Saat ini, terdapat banyak produk pelumas (pelumas) untuk membantu membuat penetrasi lebih lancar dan tidak terlalu menyakitkan.

Meskipun pelumas vagina tampak seperti solusi instan, bukan berarti pelumas vagina untuk seks benar-benar bebas dari risiko kesehatan. Anda harus mewaspadai berbagai masalah yang mungkin muncul akibat penggunaan pelumas berikut untuk bercinta.

Resiko kesehatan menggunakan pelumas vagina untuk seks

Pada dasarnya penggunaan pelumas vagina aman jika Anda cukup cermat dalam memilih produk pelumas. Namun, seperti bahan kimia lainnya, pelumas dapat memicu efek samping.

Apalagi jika kondisi vagina Anda kurang baik, misalnya karena Anda mengalami infeksi bakteri setelah haid. Inilah risiko yang mungkin terjadi jika Anda menggunakan pelumas untuk bercinta.

1. Infeksi bakteri pada vagina

Infeksi bakteri vagina, sering juga disebut vaginosis bakteri, terjadi ketika keseimbangan flora (yaitu koloni bakteri baik dan bakteri jahat) di vagina terganggu.

Jika ada lebih banyak bakteri jahat, bakteri baik di vagina Anda hilang dan Anda terkena infeksi. Gejala berupa vagina gatal, bau, dan keputihan yang tidak normal.

Penyakit ini bisa terjadi karena bahan kimia pada pelumas memiliki pH yang tidak sesuai dengan tingkat pH vagina. Padahal level pH normal dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan flora vagina.

Alhasil, pelumas kimiawi justru membunuh bakteri baik yang bertugas melindungi organ intim Anda. Ini dibuktikan dengan tim ahli yang mempublikasikan penelitiannya di jurnal PLoS One.

2. Infeksi jamur

Jamur atau ragi juga bisa menyerang area kewanitaan Anda. Seperti vaginosis bakterial, infeksi jamur juga terjadi karena ketidakseimbangan flora vagina.

Pasalnya, bakteri baik berperan penting dalam mencegah pertumbuhan jamur. Tanpa bakteri baik, Anda lebih rentan terhadap kontak infeksi jamur.

Gejala infeksi jamur pada vagina yang perlu diwaspadai antara lain vagina gatal dan benjolan putih yang muncul di area intim Anda.

Terlepas dari kenyataan bahwa pelumas dapat mengubah tingkat pH normal vagina, Kandungan gliserin pada pelumas vagina tertentu justru memicu tumbuhnya jamur.

Meski demikian, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk membuktikan bahaya gliserin bagi vagina.

3. Penularan penyakit kelamin

Hati-hati, pelumas bisa meningkatkan risiko tertular berbagai jenis penyakit kelamin seperti klamidia, gonorea, bahkan HIV / AIDS.

Menurut penelitian di jurnal Penyakit menular seksual Pada tahun 2012 ini, hal ini dikarenakan beberapa produk pelumas dapat menyebabkan kerusakan sel-sel di dinding vagina sehingga membuat Anda lebih mudah terserang penyakit.

Untungnya, kejadian penyakit menular seksual akibat penggunaan pelumas sangat jarang terjadi.

Apalagi jika melakukan hubungan seks yang aman, misalnya tetap menggunakan kondom dan tidak berganti pasangan.

Pelumas seks pelumas membuat Anda sulit hamil

Bagaimana Anda menghadapi risiko yang disebabkan oleh pelumas vagina?

Tenang saja, kebanyakan kasus infeksi akibat penggunaan pelumas seks bisa diatasi dengan cukup mudah. Simak tipsnya di bawah ini.

Jaga kebersihan vagina

Gejala infeksi vagina seperti vagina gatal dan bau tak sedap tentunya sangat mengganggu. Untuk itu, Anda harus rutin membersihkan vagina setiap hari dengan air hangat.

Agar lebih cepat sembuh, Anda juga bisa menggunakan pembersih vagina antiseptik saat mencuci area kewanitaan Anda.

Produk antiseptik untuk vagina dapat membantu membersihkan bakteri, kuman, dan organisme penyebab infeksi lainnya karena mengandung bahan aktif yang aman yaitu povidone-iodine.

Biarkan vagina Anda "bernapas"

Saat Anda memulihkan diri, pastikan area kewanitaan Anda memiliki ventilasi yang baik. Masalahnya, vagina yang lembab atau hangat bisa menjadi tempat yang ideal bagi bakteri atau jamur untuk berkembang biak.

Untuk itu, pilih celana dalam berbahan katun dan ukuran yang pas, jangan terlalu ketat. Hindari juga pakaian atau celana yang terlalu ketat, ketat, atau tebal.

Jika Anda kebetulan haid, Anda harus rutin mengganti pembalut agar vagina tidak lembap dan menjadi sarang bakteri.

Periksa ke dokter

Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter kandungan atau spesialis kulit dan genital jika muncul gejala yang mengganggu Anda. Ikuti anjuran dokter dan minum obat yang diresepkan sesuai petunjuk.

Pos 3 Efek Samping Pelumas Vagina dan Cara Mengatasinya muncul pertama kali Halo Sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top