Latest News

3 Hal Yang Harus Diperhatikan Saat Lansia Saat Sahur dan Buka Puasa

Puasa dapat memberikan manfaat kesehatan, termasuk untuk orang tua. Dikutip dari Kesehatan Harvard puasa dapat membantu mengurangi kadar gula darah tinggi. Ini terjadi karena tubuh menggunakan lemak sebagai pengganti glukosa sumber energi.

Namun, haluasa Ramadhan untuk lansia dapat menjadi tantangan tersendiri sehingga dibutuhkan persiapan. Salah satu caranya adalah memanfaatkan waktu setelah pembukaan dan saat sahur. Lansia dapat memperhatikan berbagai faktor untuk mendukung puasa.

Kondisi kesehatan dan tubuh orang tua tidak dapat dibandingkan dengan orang yang lebih muda. Karena itu, coba lakukan hal berikut di waktu terbuka dan subuh.

Apa persiapan untuk puasa bagi lansia yang perlu dilakukan?

Selain mempertimbangkan kondisi kesehatan, para lansia juga harus memperhatikan makanan mereka saat berpuasa. Berikut adalah beberapa faktor yang harus dipertimbangkan:

Makanlah berbagai sumber makanan sehat

diet lansia saat puasa

Semakin bervariasi makanan yang dikonsumsi, berbagai jenis nutrisi semakin mudah diperoleh. Kebutuhan asupan nutrisi untuk lansia selama puasa perlu dipertimbangkan dan membutuhkan persiapan mengingat mayoritas hari yang dihabiskan tanpa mendapatkan asupan gizi, termasuk cairan.

Untuk itu, cobalah mengonsumsi makanan dengan porsi seimbang. Beberapa tips yang bisa diterapkan seperti:

  • Perbanyak makan buah dan sayuran. Vitamin dan mineral yang berasal dari buah-buahan dan sayuran dengan kandungan seperti vitamin B6, B12, D, dan folat sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk dapat bekerja secara normal, terutama saat puasa.
  • Makan olahan gandum utuh, seperti roti atau oatmeal. Memilih sumber karbohidrat sehat dapat mengurangi asupan kalori dan gula yang rentan menyebabkan masalah kesehatan pada lansia, misalnya diabetes.
  • Pilih sumber protein lain selain daging, seperti ikan dan kacang-kacangan (contoh: kedelai). Meskipun daging adalah sumber protein terbaik, orang tua harus membatasi asupannya untuk mencegah jenis penyakit tertentu seperti tekanan darah tinggi atau kolesterol.
  • Tambahkan suplemen jika perlu. Seringkali makanan saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi lansia. Untuk alasan ini, lansia perlu mempertimbangkan untuk mengambil suplemen atau makanan pengganti untuk mengatasi kekurangan vitamin dan mineral.

Suplemen yang dimaksud bisa dalam bentuk susu. Tidak hanya sebagai sumber protein, suplemen susu juga dapat menjadi sumber vitamin dan mineral yang bermanfaat seperti meningkatkan daya tahan untuk lansia selama puasa, termasuk kalsium, vitamin D, E, B6, dan B12.

Perhatikan juga porsi makan. Butuh tubuh sekitar 20 menit untuk mengirim sinyal apakah Anda penuh atau tidak. Karena itu, tidak makan berlebihan saat berbuka puasa.

Minum banyak air

orang tua minum air putih

Level air dalam tubuh saat puasa akan cepat berkurang. Namun, semua yang melakukan ibadah ini, termasuk orang tua, hanya bisa minum setelah waktu puasa selesai.

Oleh karena itu, lebih baik minum banyak cairan selama waktu berbuka puasa dan sebelum masa Hukum jangan merasa haus. Pastikan untuk minum air saat berbuka puasa dan berkala sampai sebelum tidur. Anda dapat mengikuti rekomendasi minum delapan gelas sehari dari Kementerian Kesehatan RI yaitu, satu gelas setelah bangun pagi, setelah fajar, ketika berbuka puasa, setelah shalat malam, isya dan tarawih, setelah makan malam, dan sebelum tidur.

Hindari minuman berkafein, seperti kopi, karena dapat membuat tubuh kehilangan cairan lebih cepat. Selain itu, jika lansia memiliki masalah kandung kemih dalam mengontrol pengeluaran urin, konsultasikan dengan dokter Anda bagaimana, kapan, dan jenis cairan apa yang harus Anda minum.

Puasa dapat dengan mudah membuat Anda dehidrasi jika Anda tidak siap dengan minum banyak cairan pada malam sebelumnya.

Pada suatu artikel ilmiah yang diterbitkan pada 2017, lansia meminum cairan dalam jumlah yang cukup untuk mendapatkan manfaat kesehatan seperti memiliki suhu tubuh yang lebih rendah, melancarkan metabolisme, dan mempertahankan berbagai sirkulasi dalam tubuh.

Air tentunya merupakan pilihan terbaik untuk memulihkan cairan tubuh yang hilang. Selain itu, minuman lain seperti jus buah juga baik sekaligus sebagai sumber vitamin. Di sisi lain, hindari minuman yang mengandung kafein tinggi karena dapat mempercepat dehidrasi saat puasa.

Pastikan untuk tetap aktif

tips-puasa-aman-lansia

Aktivitas fisik apakah itu hanya bergerak aktif atau berolahraga sangat baik untuk kesehatan bagi semua usia. Namun, setiap tahun setelah melewati usia 40, metabolisme tubuh akan menurun, dan seringkali menjadi kurang optimal untuk aktivitas fisik.

Ini dia peran mereka yang terdekat dengan kami dalam memberikan dorongan dan dukungan agar lansia tetap aktif, termasuk di bulan puasa.

Untuk mengakali waktu karena sulit berolahraga di siang hari selama olahraga, memanfaatkan waktu terbuka dan fajar adalah solusinya.

Aktivitas fisik pada saat setelah berbuka puasa mungkin lebih sering dilakukan oleh beberapa orang karena jeda waktu yang lebih lama. Tidak perlu terlalu berat, berjalan-jalan di sekitar kompleks atau berolahraga di rumah, misalnya yoga, membersihkan, dan merapikan rumah juga cukup.

Lansia yang masih kuat dalam puasa perlu memperhatikan beberapa hal atas sehingga puasa tetap lancar dan dapat bermanfaat bagi kesehatan. Para lansia juga disarankan untuk menambah nutrisi tubuh tidak hanya melalui makanan, tetapi juga dengan mengonsumsi asupan tambahan seperti susu formula sehingga kebutuhan nutrisi harian tetap terpenuhi walaupun hari tidak makan dan minum karena puasa. .

Misalnya, pilih susu yang mengandung protein whey, vitamin, dan mineral yang mampu mempertahankan fungsi dan meningkatkan daya tahan sehingga puasa tetap lancar dan tidak terputus. Apalagi jika lansia memilih susu yang mengandung probiotik dan prebiotik yang berguna untuk saluran pencernaan.

Asupan tambahan ini tidak boleh diabaikan hanya dengan mengingat mengkonsumsi makanan dan minuman saja seringkali tidak cukup karena waktu makan yang terbatas.

Pos 3 Hal Yang Harus Diperhatikan Saat Lansia Saat Sahur dan Buka Puasa muncul pertama kali Halo sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top