Latest News

3 Makanan Manis Yang Aman Dimakan Tanpa Diagnosis Prediabetes

Ada batasan untuk makan makanan manis setiap hari. Terutama bagi Anda yang telah terdiagnosis prediabetes, Anda tidak boleh melebihi rekomendasi untuk makan makanan manis. Namun jangan khawatir, Anda masih bisa memuaskan hasrat makan makanan manis dengan memperhitungkan asupannya. Beberapa makanan manis ini untuk prediabetes mungkin menjadi pilihan Anda.

Makanan manis yang ramah untuk prediabetes

Mengatur asupan makanan untuk pradiabetes tidak berarti berhenti memakan makanan yang Anda sukai. Anda lebih baik disarankan mengurangi beberapa makanan. Aturan pertama adalah mengurangi asupan karbohidrat sederhana seperti gula.

Makanan manis berikut untuk prediabetes masih diperbolehkan selama konsumsinya tidak berlebihan.

1. Ubi Jalar

Anda bisa memilih ubi jalar sebagai makanan manis untuk pradiabetes. Meski tinggi karbohidrat, ubi masih aman dikonsumsi dengan prediabetes asalkan jumlahnya tidak berlebihan.

Ubi jalar mengandung berbagai nutrisi yang dapat mempengaruhi untuk mengurangi risiko terjadinya diabetes tipe 2. Berikut adalah beberapa nutrisi penting yang ditemukan dalam ubi jalar:

  • Vitamin A dalam bentuk beta karoten
  • Protein
  • Serat
  • Kalsium
  • Besi
  • Fosfor
  • Vitamin C
  • Folat

Ubi jalar sebenarnya bisa meningkatkan kadar gula darah. Tetapi karena mengandung serat tinggi, proses penyerapan gula oleh darah bisa terhambat. Selama tidak berlebihan, Anda masih bisa menikmati manisnya ubi sambil mendapatkan manfaat kesehatan.

2. Stroberi

Perlu diingat, kandungan gula dalam buah-buahan dan makanan seperti kue atau cokelat memengaruhi kadar glukosa dalam tubuh secara berbeda. Jadi, jika stroberi adalah salah satu buah favorit Anda, Anda masih bisa mengkonsumsinya meskipun Anda menderita pradiabetes. Selain itu, stroberi rendah kalori dan tinggi serat, antioksidan, vitamin, dan mineral.

3. Apple

Makanan manis untuk pradiabetes berikutnya adalah apel. Apel mengandung serat larut yang bisa membuat Anda kenyang lebih lama, memperlambat penyerapan nutrisi (seperti gula) dalam aliran darah, dan bisa mengurangi kolesterol.

Serat larut dalam apel juga bisa anti-inflamasi. Ini dapat membantu pemulihan dari infeksi.

Anda bisa melampiaskan hasrat Anda dengan mengonsumsi makanan manis untuk pradiabetes. Tetapi sekali lagi, jumlah yang dikonsumsi tidak boleh berlebihan.

Apakah prediabetes berbahaya?

Ketika mendapatkan diagnosis prediabetes, Anda harus membuat peringatan ini untuk segera meningkatkan gaya hidup Anda, terutama diet Anda.

Prediabetes ditandai dengan kadar gula darah tinggi, tetapi tidak dapat didiagnosis dengan diabetes mellitus tipe 2. Prediabetes adalah tanda atau awal diabetes mellitus tipe 2. Tidak hanya itu, jika Anda memiliki prediabetes, risikonya penyakit kardiovaskular dan stroke juga bisa meningkat.

Namun, seseorang yang menderita prediabetes tidak pasti menderita diabetes tipe 2. Ahli gizi dari Klinik Cleveland, Julia Zumpano, RD, LD, menyatakan bahwa mengubah gaya hidup sebenarnya dapat mencegah atau menghambat terjadinya diabetes tipe 2.

Kuncinya adalah pengobatan dini, yang berarti menurunkan kadar gula darah untuk menghindari pradiabetes. Konsumsi makanan untuk pradiabetes penting untuk diperhatikan. Anda perlu tahu jenis makanan apa yang diperbolehkan atau perlu dihindari.

Bagaimana Anda mengetahui kadar gula darah?

Beberapa makanan manis untuk prediabetes masih aman untuk dikonsumsi. Namun, Anda perlu mengetahui kadar gula darah Anda sendiri sehingga Anda dapat mengontrol diet Anda.

Anda dapat melakukan tes Anda sendiri untuk mengetahui kadar gula dengan alat. Alat untuk mendeteksi diabetes secara mandiri mudah digunakan. Pendeteksi gula darah memberikan informasi penting untuk mencegah prediabetes atau diabetes tipe 2.

Namun, lebih baik untuk memeriksa dengan pasti sehingga hasilnya lebih akurat dengan menggunakan plasma darah vena atau berkonsultasi dengan dokter jika ada gejala diabetes.

Tingkat kadar gula darah ideal saat diuji adalah:

  • <100 mg / dL saat puasa (gula darah puasa)
  • Kurang dari 140 mg / dL dua jam setelah makan

Selain melakukan tes independen, Anda dapat mengunjungi dokter untuk memeriksa kadar gula darah melalui tes laboratorium. Jika seseorang berusia lebih dari 45 tahun, tes diabetes perlu dilakukan setiap tiga tahun.

Menurut konsensus dari PERKENI (Masyarakat Endokrinologi Indonesia), tingkat tes laboratorium darah untuk diagnosis diabetes dan prediabetes adalah:

Diabetes:

  • HbA1c lebih dari 6,5%
  • Glukosa darah puasa lebih dari 126 mg / dL
  • Glukosa plasma 2 jam setelah TTGO (Oral Glucose Tolerance Test) lebih dari 200 mg / dL

Prediabetes:

  • HbA1c berkisar dari 5,7-6,4%
  • Glukosa darah puasa berkisar antara 100-125 mg / dL
  • Glukosa plasma 2 jam setelah TTGO (Oral Glucose Tolerance Test) berkisar 140-199 mg / dL

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Untuk itu, disarankan agar Anda peka terhadap diabetes dan selalu menjaga asupan makanan, terutama untuk prediabetes. Lebih baik lagi jika Anda melakukan kadar gula darah secara teratur.

Pos 3 Makanan Manis Yang Aman Dimakan Tanpa Diagnosis Prediabetes muncul pertama kali Halo sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top