Latest News

3 Tanda Ketika Sistem Kekebalan Anak Menurun

Menemukan anak yang sakit dapat menjadi peringatan bagi orang tua bahwa ada sesuatu yang salah dalam tubuh mereka. Sebenarnya, tubuh memiliki sistem pertahanan yang bisa mencegah terjadinya suatu penyakit. Namun, ketika fungsi sistem kekebalan tubuh menurun, efeknya akan segera terasa. Untuk alasan ini, penting untuk mengetahui tanda-tanda atau karakteristik ketika sistem kekebalan tubuh tidak dalam kondisi normal, terutama pada anak-anak.

Apa saja gejala atau tanda-tandanya ketika sistem kekebalan anak menurun?

Ketika sistem kekebalan berfungsi normal dan sebagaimana mestinya, kesehatan anak biasanya dijamin. Namun, terkadang sistem pertahanan tubuh memiliki masalah.

Setidaknya ada 80 jenis penyakit yang disebabkan oleh masalah pada sistem kekebalan tubuh manusia. Untuk mengetahui penyebab pastinya, Anda disarankan berkonsultasi dengan dokter.

Untuk mengenali penurunan sistem kekebalan pada anak-anak, berikut adalah beberapa tanda atau karakteristik yang dapat dipertimbangkan oleh Anda.

Sering terserang penyakit atau infeksi

penurunan sistem kekebalan tubuh

Karakteristik pertama ketika sistem kekebalan menurun adalah bahwa anak-anak sering sakit atau mengalami infeksi berulang. Jika anak Anda membutuhkan lebih dari antibiotik empat kali setahun, artinya tubuh tidak mampu melawan bakteri atau virus.

Contoh penyakit yang sering dialami anak berulang kali atau yang sering menyerang anak-anak, mis., seperti pilek, demam, dan flu.

Merasa lelah atau cepat lelah

penurunan sistem kekebalan tubuh

Ketika anak Anda terlihat selalu lelah atau lemah seperti pilek, itu bisa menjadi tanda bahwa ada sesuatu yang terjadi di dalam sistem pertahanan tubuh.

Ketika sistem kekebalan memiliki masalah, tingkat energi juga terganggu. Kelelahan terjadi karena tubuh berusaha untuk meninggalkan energi sehingga sistem kekebalan tubuh terus bekerja melawan bakteri.

Memiliki masalah pencernaan

penurunan sistem kekebalan tubuh

Jika anak mengalami masalah pencernaan seperti sering diare, gas, atau sembelit, tanda bahwa sistem kekebalan tubuh terganggu.

Hampir 70% dari sistem kekebalan berada di saluran pencernaan. Bakteri dan mikroorganisme sehat yang hidup di dalamnya melindungi usus dari infeksi dan mendukung sistem kekebalan tubuh.

Ketika jumlah bakteri baik berkurang, anak-anak akan rentan terhadap virus, peradangan kronis, dan bahkan gangguan autoimun.

Lalu bagaimana cara mengembalikan sistem kekebalan anak agar kembali normal?

Orang tua harus khawatir ketika mereka menemukan seorang anak mengalami beberapa gejala di atas yang mengindikasikan terjadi masalah dengan sistem kekebalan tubuh.

Untuk membantu sistem kekebalan tubuh kembali bekerja dan melindungi bayi, perubahan gaya hidup dan kebiasaan secara alami dapat mengatasinya.

  • Makan makanan yang seimbang, seperti protein, sayuran, dan buah
  • Durasi tidur yang cukup
  • Dorong atau dorong anak untuk bergerak aktif dan berolahraga
  • Vaksinasi sesuai dengan perintah dokter
  • Pertahankan berat badan agar tetap ideal

Selain asupan gizi dari makanan sehari-hari, Anda dapat memberikan suplemen tambahan yang tentunya bermanfaat bagi sistem kekebalan tubuh anak. Contohnya adalah Susu formula yang memiliki bahan prebiotik, beta-glukan, dan PDX / GOS.

Semua bahan ini dapat membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di usus sehingga sistem kekebalan tubuh terus bekerja aktif melawan bakteri dan virus penyebab penyakit.

Sistem kekebalan adalah benteng utama dalam tubuh anak untuk melawan berbagai jenis penyakit. Ketika sistem kekebalan tubuh menurun, anak-anak menjadi rentan terhadap penyakit.

Karenanya, kenali tanda-tanda atau karakteristik ketika ada masalah dengan sistem kekebalan anak sebagai bagian dari upaya untuk menjaga kesehatan anak-anak.

Pos 3 Tanda Ketika Sistem Kekebalan Anak Menurun muncul pertama kali Halo sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top