• No products in the cart.
View Cart
Subtotal: Rp0

Latest News

4 Bahaya Komplikasi Infeksi Cacing Pita pada Tubuh, Ditambah Cara Menghindarinya

Cacing pita bisa masuk ke tubuh dan menyebabkan penyakit. Dalam bahasa kedokteran, infeksi cacing pita disebut dengan Taeniasis. Lantas, apa akibatnya saat cacing pita masuk ke tubuh? Sejauh mana bahayanya bagi tubuh?

Bagaimana cacing pita masuk ke tubuh manusia?

Ada dua jenis parasit utama yang menyebabkan infeksi cacing pita: Taenia Saginata yang berasal dari sapi dan Taenia solium yang berasal dari babi. Parasit ini bisa masuk ke tubuh manusia melalui daging yang terkontaminasi atau daging yang tidak dimasak dengan benar.

Setelah makanan dicerna, kepala cacing pita akan menempel kuat padanya dinding usus kecil manusia. Cacing ini kemudian tumbuh dan berkembang biak dengan menyerap nutrisi dari makanan yang Anda makan sehari-hari. Parasit ini kemudian mengeluarkan telur dan ditumpahkan untuk dikeluarkan bersama feses.

Penderita taeniasis biasanya tidak merasakan gejala apapun. Makanya banyak yang sudah sakit tapi tidak menyadarinya. Namun, gejala awal yang mungkin muncul dari taeniasis adalah mual, lemah, nafsu makan menurun, dan diare. Jenis gejala dan tingkat keparahannya akan bergantung pada berapa lama infeksi telah terjadi di dalam tubuh.

Waspadai 4 bahaya infeksi cacing pita pada tubuh

Karena taeniasis umumnya tidak menimbulkan gejala, infeksi ini harus diwaspadai. Pasalnya, larva cacing tersebut dapat bertahan hidup di dalam tubuh manusia hingga 30 tahun.

Semakin banyak infeksi dibiarkan, risiko komplikasi bisa terjadi kapan saja. Jika larva keluar dari usus dan membentuk kista di jaringan lain, infeksi ini dapat menyebabkan kerusakan organ dan jaringan.

1. Alergi

Kista cacing pita bisa pecah dan melepaskan lebih banyak larva di dalam tubuh. Larva ini dapat berpindah dari satu organ ke organ lainnya, membentuk kista tambahan. Kista yang pecah atau bocor dapat menyebabkan reaksi yang mudah dikenali oleh tubuh, seperti alergi, gatal-gatal, bengkak, dan sulit bernafas.

2. Gangguan sistem saraf pusat

Neurocysticercosis adalah komplikasi taeniasis yang terjadi ketika larva berhasil menginfeksi otak. Neurocysticercosis adalah kelainan sistem saraf pusat yang disebabkan oleh kista cacing di otak dan ssumsum tulang belakang. Akibatnya, penderitanya akan mengalami kejang dan merasakan gejala yang mirip tumor otak.

Sedangkan kista tulang belakang dapat menyebabkan penurunan kelemahan umum sehingga penderitanya kesulitan berjalan. Lebih parah lagi, komplikasi infeksi ini bisa menyebabkan meningitis, hidrosefalus, demensia, bahkan kematian.

3. Komplikasi fungsi organ

Selain menginfeksi organ pencernaan, infeksi parasit ini juga dapat keluar dari usus dan menyerang organ tubuh lainnya. Bisa menyebabkan larva parasit yang mencapai jantung aritmia jantung atau mungkin gagal jantung. Sedangkan pada kasus yang jarang terjadi, cacing pita yang menginfeksi mata dapat membentuk lesi mata dan menyebabkan hilangnya penglihatan atau kebutaan.

Tanpa disadari, kista bisa tumbuh dan menyebar ke seluruh tubuh. Akibatnya tekanan pada pembuluh darah menjadi tersumbat dan menyumbat sirkulasi darah. Inilah mengapa pembuluh darah bisa pecah, membutuhkan operasi darurat atau transplantasi organ yang terinfeksi.

4. Terjadinya penyumbatan pada organ pencernaan

Cacing yang terus menerus menginfeksi tubuh akan berkembang dan berkembang. Jika cacing pita tumbuh terlalu besar, bisa menyebabkan penyumbatan, biasanya di usus, saluran empedu, usus buntu, atau pankreas.

Lantas, bagaimana cara mengetahui jika terdapat cacing pita di dalam tubuh?

Karena infeksi cacing pita cenderung tidak menimbulkan gejala, sangat sulit untuk mendeteksi keberadaan cacing pita di dalam tubuh. Namun, Anda bisa berkonsultasi ke dokter dan melakukan pemeriksaan feses untuk melihat kemungkinan adanya parasit jenis ini di tubuh Anda.

Sebelum jatuh sakit, pastikan Anda telah melakukan berbagai tindakan pencegahan untuk menghindari Taeniasis. Caranya mudah dan simpel. Berikut tipsnya:

  • Mencuci tangan gunakan sabun dan air mengalir sebelum makan atau menangani makanan dan setelah ke toilet.
  • Cuci setiap makanan dengan air mengalir sampai benar-benar bersih.
  • Masak daging dengan suhu minimal 63 derajat Celcius untuk membunuh telur atau larva cacing pita.
  • Bekukan daging selama 7 hingga 10 hari dan ikan setidaknya selama 24 jam di dalam freezer dengan suhu -35 derajat celcius dapat membunuh telur dan larva cacing.
  • Hindari makan daging mentah, baik itu daging babi, sapi, atau ikan.

Pos 4 Bahaya Komplikasi Infeksi Cacing Pita pada Tubuh, Ditambah Cara Menghindarinya muncul pertama kali Halo Sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top