• No products in the cart.
View Cart
Subtotal: Rp0

Latest News

4 Cara untuk Memecah Anak yang Berargumentasi dengan Temannya

Anak-anak sangat suka bermain. Namun, anak kecil juga rentan terhadap pertempuran dengan sesama teman. Jika Anda menangkap anak Anda dan temannya berkelahi, bagaimana cara yang tepat untuk memecah seorang anak yang sedang berkelahi? Ayo, simak ulasannya berikut ini.

Anak-anak berkelahi, apakah lebih baik segera diceraikan?

Putus memang salah satu cara bagi orang tua untuk menghentikan perkelahian anak-anak yang semakin buruk. Namun, metode ini tidak selalu menjadi andalan dalam berbagai situasi. Metode ini cocok untuk Anda lakukan ketika anak sudah mulai menjadi agresif dan serangan timbal balik fisik.

Tujuannya, tentu saja, untuk menghentikan perkelahian sambil mencegah cedera. Entah anak atau temannya mendorong dan jauh, digigit, atau dipukul.

Nah, dalam beberapa kasus, Anda tidak perlu ikut campur secara langsung. Jangan hancurkan pertengkaran anak, biarkan anak Anda menyelesaikan masalahnya sendiri.

Metode ini dapat Anda terapkan ketika anak baru akan memulai perkelahian atau jika Anda melihat perkelahian tidak memiliki potensi untuk membuat anak melakukan serangan fisik, hanya saling menatap atau mengejek.

Dalam situasi itu, Anda hanya perlu memantau dan mencegah pertengkaran verbal. Anda dapat menenangkan keduanya, "Jangan bertarung, ya, mari kita ganti mainan dan menjadi lebih baik."

Cara yang tepat untuk memecah anak yang sedang berkelahi

kakak dan adik berkelahi anak berkelahi

Dalam beberapa kasus, metode di atas sudah cukup untuk membantu memadamkan pertarungan. Namun, jika gagal dan anak Anda terus berjuang ke atmosfer yang lebih buruk, Anda dapat melakukan ini.

1. Pisahkan keduanya

Menurut halaman Rumah Sakit Anak Pittsburgh, jika ada serangan fisik, orangtua harus segera turun tangan. Jadikan diri Anda mediator, jika tidak memungkinkan, jauhkan anak dari teman-teman Anda. Memindahkan salah satu dari mereka ke tempat yang lebih jauh, dapat mencegah mereka saling menyakiti.

2. Tetap tenang dan jangan memihak

Setelah memisahkan anak-anak, Anda harus tetap tenang. Ya, cara selanjutnya untuk memecah seorang anak yang berkelahi adalah dengan mengendalikan diri. Jangan dinyalakan oleh api emosi, berpihak pada anak, dan memarahi temannya.

Dalam mendukung anak, itu sama dengan mengasumsikan bahwa anak membenarkan apa yang dilakukan anak. Ini akan membuat anak lebih percaya diri, tidak mau disalahkan, atau tidak meminta maaf terlebih dahulu.

Apalagi jika Anda bisa berteriak atau mengatakan kata-kata keras kepada teman si anak. Tindakan ini akan menjadi contoh bagi anak-anak ketika berhadapan dengan hal yang sama.

Teman si anak juga akan merasa tidak bahagia dan lebih marah, ia mungkin membuat serangan fisik lagi dan lebih sulit dipisahkan. Lebih buruk lagi, persahabatan seorang anak dan temannya akan semakin buruk.

3. Diskusi untuk menyelesaikan masalah

Bagi anak-anak, berkelahi adalah hal yang rumit untuk diselesaikan. Walaupun masalahnya hanya karena salah satunya tidak mau meminjamkan mainan secara bergantian.

Nah, cara untuk memecah anak yang sedang bertarung berikutnya adalah dengan mengajak keduanya untuk berdiskusi ketika suasananya cukup tenang.

Tanyakan alasan mengapa mereka berkelahi. Alih-alih menyalahkan salah satu dari mereka, cobalah untuk menjelaskan solusi untuk menyelesaikan masalah mereka. Jelaskan kepada mereka bahwa berteriak, menangis, memukul, gigitan, atau saling menjelekkan bukanlah solusi.

Anda mungkin perlu menjelaskan dengan lambat bagaimana mereka menyelesaikan masalah. "Jika kamu memperebutkan mainan, kamu bisa meminjam satu sama lain. Adit bisa bermain dan Budi bisa bermain, benar. Jadi, tidak perlu bertarung ya."

4. Minta keduanya untuk berbaikan

Cara memecah seorang anak yang sedang berdebat tidak hanya dilakukan pada tahap diskusi menyelesaikan masalah. Anda harus memastikan keduanya saling memaafkan dan kembali bermain.

Mintalah keduanya untuk berdiri berhadapan. Kemudian, mintalah mereka untuk saling menjangkau sebagai simbol pengampunan. Kemudian, mintalah anak itu dan temannya untuk mengakui kesalahan mereka dan meminta maaf.

Setelah ini, anak mungkin masih menarik diri karena tidak ingin bermain bersama. Namun, situasi ini akan hilang dengan sendirinya dan Anda tidak perlu khawatir karena tak lama lagi si kecil akan melakukannya kembali bermain bahagia dengan temannya.

Pos 4 Cara untuk Memecah Anak yang Berargumentasi dengan Temannya muncul pertama kali Halo sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top