Latest News

4 Cara untuk Menghilangkan Gangguan Kecemasan

Anda merasa gelisah hingga dampak fisik seperti jerawat, sulit tidur dan takut sepanjang waktu? Bisa jadi mereka adalah tanda-tanda gangguan kecemasan. Berikut sejumlah cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi gangguan kecemasan.

Kenali gejala-gejala gangguan kecemasan

kurang tidur menyebabkan gangguan kecemasan

Sebelum menyimpulkan sendiri yang Anda alami gangguan kecemasan, ini membantu Anda mengenalinya terlebih dahulu gejalanya.

Mengacu pada Pedoman Klasifikasi Diagnosis Gangguan Mental di Indonesia III, seseorang disebut menderita gangguan kecemasan jika:

  • Sulit berkonsentrasi
  • Selalu merasa gelisah
  • Sakit kepala
  • Gemetar
  • Berkeringat
  • Palpitasi jantung
  • Sakit perut
  • Mulut kering

Dalam gangguan kecemasan kondisi ini dapat berlangsung hampir setiap hari selama beberapa minggu hingga bulan. Gejala bahkan dapat muncul kapan saja tanpa pemicu khusus.

Berbagai cara untuk mengatasi gangguan kecemasan

Ada banyak cara untuk mengatasi gangguan kecemasan. Anda dapat menggunakan pendekatan medis untuk non-medis. Tidak hanya itu, gangguan kecemasan juga bisa diatasi dengan pendekatan psikologis.

Lalu, perawatan mana yang terbaik untuk Anda? Tentu saja ini harus disesuaikan dengan kondisi gangguan kecemasan yang Anda alami.

Dalam kondisi ringan, perawatan non-medis bisa dilakukan. Namun, jika semakin memburuk, dokter Anda mungkin akan merekomendasikan Anda minum obat-obatan tertentu.

Berikut adalah beberapa pilihan cara untuk mengatasi gangguan kecemasan seperti yang dilaporkan WebMD:

1. Obat-obatan

Prohiper 10

Untuk gangguan kecemasan yang memerlukan perawatan medis, dokter biasanya menyarankan Anda minum obat antidepresan.

Contoh, escitalopram, fluoxetine dan beberapa jenis obat yang biasanya digunakan untuk epilepsi.

Selain itu, obat antipsikotik dosis rendah juga dapat digunakan untuk membantu mengobati gangguan kecemasan.

Sebagai tambahannya, alprazolam dan clonazepam juga terkadang diresepkan oleh dokter untuk mengurangi tingkat kecemasan.

Namun perlu diingat, pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat ini, terutama obat antidepresan.

Dalam beberapa kasus, di antara orang muda di bawah usia 25 tahun, obat ini dapat meningkatkan kecenderungan bunuh diri. Oleh karena itu, pasien harus dipantau secara ketat.

Memilih obat yang tepat dan dosis yang tepat adalah penting dalam kasus ini. Karena ada kemungkinan dokter akan mencoba beberapa obat sampai menemukan yang tepat.

2. Terapi

Ada dua opsi terapi untuk mengatasi gangguan kecemasan, yaitu:

Terapi psikologis

Terapi psikologis atau psikoterapi adalah cara untuk mengatasi gangguan kecemasan melalui diskusi dengan para ahli kesehatan mental.

Melalui terapi ini, Anda akan diajak mencari penyebab, pemicu dan cara mengatasi masalah mental yang Anda alami.

Tentu saja, pendekatan konselor akan lebih personal dan disesuaikan dengan kebutuhan Anda.

Misalnya, Anda selalu mengalami gangguan kecemasan ketika Anda melakukan presentasi di kantor. Dalam sesi terapi, terapis akan menemukan solusi untuk mengatasi hal ini.

Mampu mempersiapkan presentasi yang lebih baik, latihan pernapasan atau mungkin dengan relaksasi melalui musik atau meditasi.

Terapi Perilaku

Pendekatan terapi yang dapat Anda ambil selain psikologis adalah terapi perilaku. Melalui terapi ini, konselor akan membantu mengenali dan mengubah pola perilaku yang dapat memicu gangguan kecemasan.

Misalnya, Anda sering mengalami gangguan kecemasan ketika berada di jalur komuter Jabodetabek.

Di dalam kereta, ruangan sempit dan penuh penumpang membuat Anda terkadang merasa pusing, sesak, hingga sulit bernapas.

Sekarang, untuk kasus di atas, terapis akan membantu Anda menemukan solusi yang berkaitan dengan masalah tersebut. Bisa jadi cara relaksasi atau hal lain yang mungkin bisa membantu Anda.

3. Bergabunglah dengan grup berbagi

berbagi kelompok
Sumber: Mengejar Cure Live

Berbagi kelompok adalah salah satu alat untuk membantu mengatasi gangguan kecemasan yang mungkin efektif untuk Anda.

Dalam kelompok ini, mereka dapat saling bercerita tentang masalah yang dihadapi dan berbagai cara untuk mengatasinya sejauh ini.

Yang paling penting, Anda tidak akan lagi merasa sendirian karena bertemu dengan orang-orang dengan masalah kejiwaan yang sama.

Biasanya ada pakar yang menemani memantau Di kota-kota besar di Indonesia, saat ini ada sejumlah komunitas dan grup berbagi yang dapat Anda kunjungi.

Ada tempat untuk meditasi dan konseling untuk psikiatri, ada juga komunitas yang bisa menyatukan penderita gangguan kecemasan lainnya.

Kelompok obrolan di internet juga bisa menjadi tempat berbagi. Namun yang perlu diperhatikan, setiap saran yang muncul di internet haruslahpemeriksaan kembali lagi kebenarannya dengan dokter.

4. Mengubah gaya hidup

Intensitas vs Durasi, mana yang lebih penting saat berolahraga?

Tidak hanya perawatan, Anda juga harus memikirkan pencegahan, bukan? Nah, ada beberapa cara untuk mencegah gangguan kecemasan berulang.

Intinya, hidup Anda harus lebih santai dan fokus pada kebahagiaan Anda sendiri dengan melakukan hal-hal seperti:

  • Belajar meditasi
  • Rendam dalam air hangat
  • Berolahraga secara teratur
  • Menjalankan hobi favorit
  • Lebih sering mengobrol dengan orang-orang terdekat

Jadi, perawatan untuk mengatasi gangguan kecemasan disesuaikan dengan kondisi Anda. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter Anda untuk mendapatkan solusi terbaik.

Pos 4 Cara untuk Menghilangkan Gangguan Kecemasan muncul pertama kali Halo sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top