Latest News

4 Masalah Utama Yang Sering Diributkan Menuju Pernikahan

Hampir selalu ada masalah yang sedang diperdebatkan sebelum pernikahan. Perdebatan ini tidak jarang menguras energi dan membuat otak yang sudah penuh jadi nyaris meledak. Memang, apa masalah yang sering datang sebelum pernikahan?

Daftar masalah yang sering datang sebelum pernikahan

komunikasi dalam pernikahan

Pernikahan adalah salah satu perayaan besar dalam hidup. Ini karena pernikahan tidak hanya melibatkan Anda dan pasangan, tetapi juga kedua belah pihak keluarga.

Menjelang pernikahan, ada begitu banyak hal besar dan kecil yang perlu dijaga agar energi dan pikiran perlu dikeluarkan secara maksimal. Namun Anda dan pasangan perlu terus saling memperkuat karena biasanya ada berbagai masalah yang sering menjadi perdebatan sebelum pernikahan:

1. Campur tangan keluarga

Sejak awal perencanaan, pernikahan selalu melibatkan keluarga. Ini membuat intervensi keluarga seringkali sulit dihindari sehingga sering menjadi sumber masalah. Padahal niatnya memang Anda dan pasangan yang direncanakan.

Misalnya, Anda dan pasangan memilih dekorasi yang sesuai dengan impian Anda tentang tema modern. Tapi tiba-tiba di tengah jalan, orang tua atau calon mertua Anda bersikeras pada tema tradisional dan adat.

Jika kedua belah pihak sama-sama keras dan tetap pada keinginan mereka, perdebatan tidak bisa dihindari. Terutama jika pasangan misalnya menegaskan keinginan orang tuanya tanpa konfirmasi sebelumnya kepada Anda.

Sebenarnya perselisihan ini bisa dihindari selama Anda, pasangan, dan orang tua merespons dengan kepala dingin. Sebagai jalan tengah, tidak ada salahnya mengakomodasi keinginan kedua belah pihak.

Anda dan pasangan Anda bisa menyerah dengan menggunakan tema khusus pada kontrak pernikahan atau berkat dan tema modern di resepsi. Dengan begitu, perdebatan dengan keluarga bisa diminimalisir dan kedua belah pihak mendapat manfaat yang sama.

2. Biaya pernikahan

Uang selalu merupakan hal yang sangat sensitif untuk dibicarakan termasuk sebelum menikah. Pernikahan terutama yang disertai dengan resepsi menghabiskan banyak uang. Apalagi jika tiba-tiba ada banyak hal tambahan yang harus dibayar dan melebihi anggaran yang direncanakan.

Biasanya, salah satu masalah yang sering menjadi perdebatan sebelum menikah adalah perbedaan pandangan tentang biaya pernikahan. Artinya, siapa yang harus mengeluarkan uang dan berbagi anggaran dua keluarga.

Padahal, masalah ini bisa dicegah jika sejak awal Anda dan pasangan sudah menyetujui anggaran dan distribusinya. Bisa jadi sejak awal Anda dan pasangan sudah sepakat bahwa keluarga perempuan misalnya hanya membayar uang gedung dan katering. Sementara para lelaki membayar kebutuhan lain di luar kedua hal itu.

Apakah distribusi ini didasarkan pada kesepakatan antara Anda dan orang tua Anda. Dengan begitu, risiko munculnya debat masalah keuangan bisa dihindari.

3. Diskusikan masa lalu

Persiapan yang melelahkan ditambah tanggung jawab pekerjaan yang tidak mudah membuat perselisihan antara pasangan sebelum menikah.

Kelelahan, pikiran mumet, dan sikap pasangan yang tidak sesuai harapan seringkali memicu api amarah. Ketika Anda marah, semuanya bisa dibahas dari awal yang sepele seperti waktu yang lama obrolan sampai masalah masa lalu.

Masalah masa lalu, terutama yang memiliki jejak seperti itu ketidaksetiaan sangat rentan memicu dendam sebelum menikah.

Menjelang pernikahan, bahkan kesalahan terkecil pun dapat memicu ketidakpercayaan yang akan dikaitkan dengan sejarah perselingkuhan pasangan itu. Jika Anda memiliki ini, amarah seringkali di luar kendali dan merusak suasana hati Anda harus mengurus pernikahan yang tinggal sebentar lagi.

Lalu bagaimana cara mengatasinya? Komunikasikan apa pun yang Anda rasakan secara terbuka untuk pasangan. Jika ada yang dicurigai, tanyakan pasangan tersebut dengan seksama dan asal usul tuduhan tersebut.

4. Harapan terlalu tinggi

Anda dan pasangan Anda harus memiliki impian dan standar sendiri untuk merancang pernikahan yang menyenangkan. Namun, tidak jarang harapan tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Inilah akhir sering masalah dengan pasangan sebelum pernikahan.

Misalnya, harapan Anda adalah bahwa pasangan Anda akan selalu siap untuk mengurus semua kebutuhan pernikahan Anda baik pada hari kerja maupun hari libur. Namun faktanya, pada hari libur pasangan justru memilih untuk tidur sepanjang hari di rumah daripada mengatakan ya atas undangan Anda ke pameran pernikahan.

Karena Anda benar-benar ingin pergi ke pameran dengan harapan mendapatkan vendor yang cocok, Anda kemudian marah dengan pasangan Anda. Di sisi lain, pasangan merasa mereka ingin pergi dari pernikahan dan meminta Anda untuk pergi hanya dengan teman. Akhirnya, debat tidak terhindarkan.

Hal-hal seperti ini sebenarnya bisa dihindari dengan membuat perjanjian terlebih dahulu dari jari yang jauh. Misalnya "Sabtu kita akan datang ke pameran pernikahan. Saya akan mendapatkannya nanti tidak itu akan mengganggu istirahatmu. "

Juga beri tahu pasangan bahwa datang ke pameran pernikahan bisa sangat menghemat anggaran karena ada banyak diskon yang ditawarkan. Ketika Anda bertanya dengan baik dan memberikan alasan logis mengapa Anda harus datang ke pameran, pasangan Anda tidak akan tega menolaknya.

Kebisingan bukanlah akhir dari segalanya

Jangan langsung takut dan berpikiran negatif terlebih dahulu jika Anda dan pasangan menjadi sering ribut sebelum hari H. Menurut Shauna Springer, Ph.D., berdebat sebelum menikah itu bagus asalkan Anda bersama-sama bisa menemukan solusinya.

Jadi, jangan stres ketika ada masalah yang diperdebatkan sebelum menikah. Nikmati saja prosesnya dan anggap pembelajaran ini dapat menyelesaikan konflik tanpa melemahkan ikatan Anda.

Pos 4 Masalah Utama Yang Sering Diributkan Menuju Pernikahan muncul pertama kali Halo sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top