Latest News

4 Penyakit yang menyebabkan benjolan kecil di kulit bayi

Bayi memiliki kulit sensitif sangat rentan terhadap masalah. Mungkin belakangan ini Anda khawatir karena Anda melihat benjolan berair muncul di kulit bayi. Halaman Membesarkan anak menyebutkan, munculnya benjolan berair umumnya disebabkan oleh gesekan yang membuat kulit lecet dan lecet. Apa lagi yang bisa menyebabkan benjolan berair di kulit bayi? Lalu, bagaimana cara menyembuhkannya? Ayo, simak ulasannya berikut ini.

Menyebabkan benjolan berair di kulit bayi dan cara mengobatinya

Benjolan berair yang disebabkan oleh gesekan biasanya dapat menyembuhkan dirinya sendiri dalam beberapa hari tanpa meninggalkan bekas luka. Namun, Anda perlu tahu bahwa tidak semua benjolan disebabkan oleh iritasi dan gesekan. Masalah ini juga dapat disebabkan oleh infeksi dari virus atau bakteri.

Jadi untuk cara yang tepat mengobatinya, Anda juga perlu tahu dulu apa penyebab pastinya. Berikut ini adalah berbagai masalah kesehatan yang dapat menyebabkan elastis berair gatal kulit bayi:

1. Cacar Air

bintik-bintik cacar air

Penampilan elastis berair yang terasa gatal pada kulit bayi dapat disebabkan oleh cacar air. Penyakit ini terjadi karena infeksi virus Varicella.

Cacar air biasanya didahului dengan gejala lain, seperti demam tinggi beberapa hari sebelum gatal muncul. Demam lebih cenderung muncul pada bayi di atas 3 bulan. Demam jarang atau bahkan tidak terjadi pada bayi yang usianya lebih muda dari itu.

Benjolan berair dari cacar awalnya muncul di leher, dada, atau area wajah yang perlahan menyebar ke seluruh tubuh. Selain itu, anak-anak mungkin kehilangan nafsu makan dan terlihat sangat lemah.

Benjolan berair pada kulit bayi yang disebabkan oleh cacar tidak harus diselesaikan agar tidak meninggalkan bekas pada kulit, menyebar ke seluruh tubuh, atau menular ke orang lain.

Cara mengobati cacar air pada bayi:

Jika Anda mengamati munculnya benjolan pada kulit bayi yang merujuk pada cacar, segera bawa ke dokter. Jangan memeras ulet dan jangan biarkan anak Anda menggaruknya. Virus yang menyebabkan cacar dapat ditularkan melalui lendir dari ketahanan yang pecah, air liur, atau cairan tubuh lainnya dari orang yang terinfeksi.

Dokter dapat memberikan perawatan yang tepat untuk melawan dan menghentikan infeksi virus. Dokter juga dapat meresepkan obat lain untuk meringankan gejala cacar airMisalnya, penghilang rasa gatal yang dioleskan ke kulit.

Umumnya bayi dapat pulih dari cacar air dalam waktu seminggu. Namun, kasus infeksi yang parah dapat memakan waktu lebih dari dua minggu hingga anak kembali sehat.

Jika anak Anda belum pernah menderita cacar air, segera lakukan vaksin cacar. Selain itu, jauhi anak Anda dari anggota keluarga yang benar-benar sakit cacar. Menjadi dekat dengan cacar dapat meningkatkan kemungkinan bayi tertular penyakit serupa.

2. Impetigo

impetigo pada bayi

Dinamakan penyakit kulit impetigo dapat menjadi penyebab munculnya benjolan berair pada kulit bayi.

Penyakit ini terjadi karena infeksi bakteri Streptokokus atau Staphylococcus aureus pada area kulit yang rusak, misalnya lecet, luka yang disebabkan oleh cacar atau benjolan kecil gigitan serangga.

Ketahanan akibat impetigo umumnya lebih besar, lebih keras, dan lebih padat daripada ketahanan cacar. Ketika rusak, ketahanan impetigo akan memancarkan cairan coklat kekuningan yang akan berubah menjadi kerak.

Benjolan ini dapat menyebabkan gatal pada kulit bayi. Namun, benjolan tidak boleh disentuh atau dipecahkan dengan sengaja karena dapat memperburuk atau memperbesar area infeksi.

Cara menangani impetigo pada bayi:

Jika Anda mencurigai adanya benjolan di kulit bayi yang disebabkan oleh impetigo, bawalah anak Anda ke dokter.

Impetigo adalah penyakit infeksi bakteri, jadi pengobatannya akan dalam bentuk antibiotik yang diresepkan dokter. Pertama-tama, dokter akan meresepkan obat antibiotik topikal terlebih dahulu.

Maka jika tidak efektif, maka antibiotik minum dalam bentuk cair. Pemberian minum antibiotik bisa ditambah dengan obat lain yang bisa meredakan rasa gatal yang ditimbulkan gejala impetigoterutama gatal.

Langkah paling penting untuk mendukung pemulihan kulit sambil mencegah infeksi berulang adalah menjaga kebersihan kulit bayi, terutama di daerah yang terluka. Luka ini perlu ditutup dengan perban dan kain kasa dan rajin dibersihkan.

3. Kudis

penyakit kulit pada bayi

Anda mungkin berpikir bahwa scabies hanya dapat dialami oleh orang dewasa. Bahkan, bayi juga bisa terkena skabies.

Penyakit kulit ini disebabkan oleh gigitan kutu yang disebut Sarcoptes scabiei pada kulit bayi, yang kemudian menimbulkan benjolan berair.

Penyebab kutu kudis dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi atau melalui penggunaan barang yang sama, seperti selimut, handuk atau pakaian.

Selain benjolan berair, kudis juga menyebabkan gejala seperti kulit menebal, bersisik, keropeng, dan gatal-gatal. Benjolan dapat muncul di bagian tubuh mana pun, tetapi paling sering di area tangan dan kaki.

Cara menangani kudis pada bayi:

Dokter akan mengobati kudis dengan memberikan krim atau lotion yang bisa membunuh kutu. Obat ini harus diterapkan ke seluruh tubuh, tidak hanya di daerah dengan benjolan berair.

Anak Anda perlu menggunakan obat ini dalam waktu 8 hingga 12 jam, setelah itu kulit harus dibersihkan sehingga obat ini lebih efektif digunakan sebelum tidur.

Pada benjolan berair pada kulit bayi yang besar, dokter akan meresepkan obat oral dan obat lain untuk mengurangi rasa gatal. Untuk mencegah hal ini, hindari kontak yang intens atau penggunaan barang yang sama dengan orang yang terinfeksi.

4. Eksim

gejala impetigo

Kulit yang memiliki benjolan berair bisa disebabkan oleh eksim, terutama pada bayi berusia 6 bulan.

Penyebab eksim tidak diketahui dengan pasti. Namun, para peneliti percaya paparan beberapa zat di lingkungan dapat mengiritasi kulit dan memicu sistem kekebalan tubuh untuk bereaksi negatif

Selain ketahanan berair, gejala lain yang meliputi kulit menebal, kemerahan, kerak, bengkak, dan gatal-gatal. Ini juga dapat menyebabkan luka terbuka jika bayi menggaruk area kulit yang terkena.

Cara menangani eksim pada bayi:

Penyakit ini tidak bisa disembuhkan.

Namun, perawatan yang tepat dapat meredakan dan mencegah kekambuhan gejala di kemudian hari.

Dokter akan memberikan obat khusus untuk mengurangi ruam, gatal, dan menjaga kelembaban. Anda juga perlu menghindari anak dari pelatuk.

Pos 4 Penyakit yang menyebabkan benjolan kecil di kulit bayi muncul pertama kali Halo sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top