Ono Ambulance | Jasa Sewa Ambulance, Kargo Jenazah Murah, Berkualitas, Lengkap

Latest News

5 Cara Menangani Anak-Anak yang Tertunda mengerjakan Tugas

Wajar bagi orang tua untuk merasa kesal ketika melihat seorang anak yang belum mengerjakan tugas sekolah dan lebih suka bermain permainan.

Terkadang kebiasaan menunda pekerjaan juga dilakukan ketika orangtua menyuruh anak-anak melakukan hal-hal lain seperti merapikan mainan atau membersihkan piring setelah makan. Jika seperti ini, lalu bagaimana menghadapinya?

Mengapa anak-anak sering menunda pekerjaan atau tugas?

anak-anak menunda pekerjaan

Banyak psikolog mengatakan, menunda pekerjaan benar-benar cara untuk hindari seseorang dari stres. Ada juga yang menggunakan alasan seperti mencari inspirasi, sehingga ketika mereka melakukannya nanti mereka bisa menghasilkan sesuatu yang lebih baik.

Namun, sebagian besar anak akan cenderung mengabaikan sesuatu yang dirasakan tidak menarik atau tidak disukai. Mereka hanya akan melakukannya jika ada tenggat waktu atau ketika tugas itu harus dilakukan. Tidak hanya anak-anak, orang dewasa juga sering melakukan hal yang sama.

Kemungkinan lain adalah tanggung jawab yang diberikan dianggap terlalu sulit untuk anak-anak sehingga mereka tidak tahu harus mulai dari mana. Belum lagi jika anak memiliki masalah dalam mempertahankan fokusnya, semakin banyak waktu yang akan dia habiskan untuk tetap diam dan tidak pernah memulai.

Cara menghadapi kebiasaan anak-anak yang suka menunda tugas

Untungnya, kebiasaan bukanlah bagian dari sifat atau karakteristik anak yang telah terbentuk sejak kecil. Kebiasaan bisa diubah agar tidak terus terjadi, termasuk jika anak mulai menunda pekerjaannya lagi.

Belakangan, kebiasaan yang dilakukan ketika dia berurusan dengan tugasnya mungkin membuat prestasinya di sekolah menurun. Jadi, bantu anak Anda dengan langkah-langkah berikut.

1. Berikan aturan ketat untuk anak-anak agar tidak menunda pekerjaan

Seringkali, anak-anak menunda tanggung jawab yang mereka rasa tidak penting bagi mereka. Namun, tidak penting untuk anak bukan berarti itu tidak penting untuk hidupnya. Cobalah untuk mulai mendisiplinkan anak-anak dengan menetapkan aturan yang ketat.

Misalnya, Anda bisa atur beberapa jam diperlukan bagi anak-anak untuk melakukan pekerjaan mereka, mungkin sekitar satu jam atau 90 menit.

Selama masa ini, anak harus berusaha menyelesaikan tanggung jawabnya. Setelah itu, Anda bisa memberikan hadiah kecil seperti waktu bermain permainan favoritnya atau menonton film favoritnya.

2. Bimbing anak dalam tugas

Seperti disebutkan, salah satu hal yang dapat menjadi alasan di balik penundaan adalah tugas yang sulit. Terkadang alasan ini juga disertai oleh rasa takut atau keengganan untuk bertanya.

Jika ini masalahnya, tanyakan kepada anak tentang hal-hal yang menjadi penghalang. Jika tanggung jawab dalam bentuk penugasan dari sekolah, membimbing anak-anak tentang beberapa materi yang tidak dia mengerti.

Sementara itu, jika tanggung jawab terkait dengan tugas rumah tangga, berikan contoh kepada anak-anak cara melakukannya dan jelaskan beberapa hal yang bisa dilakukan untuk memudahkan pekerjaan mereka.

3. Bagilah tugas menjadi beberapa bagian kecil

Akhir pekan biasanya digunakan sebagai jadwal untuk membersihkan semua sudut rumah, kamu juga mintalah bantuan anak-anak untuk mulai merapikan kamarnya sendiri.

Menghadapi kamar yang berantakan mungkin membuat anak bingung dan kewalahan tidak tahu harus mulai dari mana. Untuk mengatasinya, Anda dapat membagi tugas menjadi beberapa pekerjaan kecil.

Misalnya, Anda dapat meminta anak Anda untuk membersihkan pakaian di lemarinya terlebih dahulu. Setelah selesai, minta anak untuk merapikan dan menyortir barang-barang yang tidak digunakan dari mejanya. Lanjutkan perlahan sampai semua pekerjaan selesai.

4. Mengajar anak-anak dalam memilih prioritas

Bantu anak untuk memprioritaskan tugas dan menetapkan tujuan untuk dicapai dari tanggung jawab ini. Bantu juga dalam memperkirakan berapa banyak waktu yang dibutuhkan serta hal-hal lain yang mereka butuhkan untuk menyelesaikan tanggung jawab mereka.

5. Biarkan anak menerima konsekuensinya

Terkadang, membiarkan anak-anak menjadi pilihan terakhir jika dia masih tidak mau mengubah kebiasaan menunda pekerjaan. Jangan panik jika Anda mendapati anak-anak masih sibuk bermain atau bersantai dan tidak melakukan tugasnya larut malam, terutama untuk melakukan pekerjaan anak-anak.

Biarkan anak menerima konsekuensinya. Memang, nantinya mereka akan mengeluh betapa lelahnya mereka mengejar waktu dan mengorbankan waktu cuti hanya untuk melakukan pekerjaan. Mereka mungkin juga mengeluh tentang dihukum atau dimarahi oleh guru sekolah mereka.

Dengan konsekuensi yang tidak menyenangkan ini, anak-anak memahami bagaimana menunda pekerjaan tidak akan membuat hidup mereka lebih mudah.

Pos 5 Cara Menangani Anak-Anak yang Tertunda mengerjakan Tugas muncul pertama kali Halo sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top