• No products in the cart.
View Cart
Subtotal: Rp0

Latest News

5 Gangguan Jiwa Ini Dapat Membuat Penderita Tidur Lebih Banyak

Masalah dengan kondisi kejiwaan dapat memengaruhi banyak aspek kesehatan, termasuk pola tidur. Beberapa jenis gangguan kejiwaan dapat membuat Anda terjaga sepanjang malam. Sebaliknya, ada juga gangguan mental yang justru membuat Anda tidur berlebihan dan selalu merasa lelah setiap saat. Apa saja contohnya?

Berbagai gangguan kejiwaan itu menyebabkan tidur berlebihan

Hipersomnia adalah suatu kondisi ketika seseorang selalu mengantuk di siang hari atau tidur terlalu lama dalam sehari. Orang dengan hipersomnia dapat tidur kapan saja meskipun mereka sedang bepergian.

Kondisi ini tentu saja bisa pengaruh suasana hatienergi dan kondisi mental keseluruhan. Hipersomnia sering terjadi pada orang dengan gangguan mental seperti:

1. Depresi

kerusakan otak akibat depresi

Depresi dapat menyebabkan penderitanya mengalami insomnia, hipersomnia, atau keduanya.

Sebuah angka penelitian juga menemukan bahwa penderita yang menghadapi keduanya sekaligus cenderung mengalami depresi berat dan berkepanjangan.

Hipersomnia pada orang dengan depresi biasanya dimulai dari insomnia jangka panjang.

Insomnia membuat Anda sulit tidur di malam hari sehingga Anda sering mengantuk di siang hari. Rasa kantuk inilah yang akhirnya membuat Anda ketiduran.

2. Gangguan bipolar

bagaimana berurusan dengan mitra bipolar

Gangguan bipolar ditandai dengan perubahan suasana hati ke ekstrim. Seperti halnya depresi, gangguan mental ini dapat menyebabkan insomnia serta tidur berlebihan.

Perbedaannya, berubah suasana hati memiliki pengaruh besar dalam memicu gangguan tidur.

Mengacu pada hasil sejumlah studi pada halaman Kesehatan Harvard, sebanyak 69-99 persen orang dengan gangguan bipolar mengalami insomnia selama episode manik (fase suasana hati baik).

Saat memasuki episode depresi, sebanyak 23-78 persen penderita mengalami hipersomnia.

3 Gangguan afektif musiman (SEDIH)

gangguan kepribadian bipolar dan batas

Gangguan afektif musiman (SEDIH) adalah jenis depresi yang dipicu oleh perubahan musim.

SAD umumnya terjadi di empat negara musim. Gejala depresi biasanya mulai muncul pada akhir musim gugur dan mencapai puncaknya selama musim dingin.

Gejala awal SAD termasuk munculnya kesedihan yang berkepanjangan, nafsu makan berkurang, kurangnya energi, dan kesulitan berkonsentrasi.

Begitu Anda memasuki musim dingin, kelainan mental ini bisa membuat Anda merasa lelah dan tertidur.

4. Skizofrenia

perbedaan skizofrenia dan gangguan bipolar

Insomnia, rasa kantuk berlebihan di siang hari, hingga hypersomnia adalah segelintir gangguan tidur yang sering ditemukan pada pasien skizofrenia.

Gangguan tidur ini bisa muncul sebagai gejala, efek samping pengobatan, atau karena masalah saraf yang dialami penderita.

Berdasarkan studi di PT Jurnal Penelitian Klinis dan Diagnostik, sebanyak 83 persen pasien skizofrenia memiliki kualitas tidur yang buruk.

Dari total pasien yang diteliti, 32 persen mengalami rasa kantuk yang berlebihan di siang hari. Akibatnya, pasien dengan gangguan mental yang satu ini akan tidur berlebihan.

5 Gangguan stres pasca-trauma (PTSD)

Gangguan mental lain yang bisa menyebabkan tidur berlebihan adalah gangguan stres pasca-trauma (PTSD).

Keinginan untuk tidur berlebihan biasanya timbul karena faktor fisik dan psikologis yang membuat penderita PTSD merasa mudah lelah.

Faktor-faktor ini termasuk:

  • Stres berkepanjangan
  • Gejala depresi
  • Ketakutan berlebihan yang membuat pasien merasa mereka harus selalu waspada
  • Penderita mencoba baik-baik saja di depan orang lain
  • Menghadapi pemicu trauma

Meski tidak selalu disebabkan oleh gangguan mental, tidur yang berlebihan jangan dianggap remeh.

Jika tidak ditangani dengan benar, masalah kejiwaan dan gangguan tidur yang berkepanjangan dapat memperburuk kondisi satu sama lain.

Cobalah berkonsultasi dengan dokter jika Anda mengalami gangguan tidur ini untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Pos 5 Gangguan Jiwa Ini Dapat Membuat Penderita Tidur Lebih Banyak muncul pertama kali Halo sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top