Latest News

5 Gejala Neuropati yang Sering Diabaikan

Tidak sedikit orang yang sadar ketika sistem sarafnya terganggu. Gejala yang muncul terkadang hanya dianggap salah satu sisi mata sebagai efek kelelahan atau bukan hal yang berbahaya. Misalnya, tanda-tanda seperti kesemutan atau berkeringat.

Mungkin Anda sering mengalami gejala-gejala ini. Padahal ini bisa menjadi pertanda gangguan neuropati atau sistem saraf. Nah, ketahuilah beberapa gejala neuropati di bawah ini yang sering diabaikan.

Gejala neuropati sering diabaikan

gejala neuropati

Sakit saraf adalah disfungsi atau gangguan sistem saraf, menyebabkan sensasi kesemutan, mati rasa, hingga kelemahan di daerah tersebut. Kerusakan saraf ini memiliki berbagai gejala, tergantung pada lokasi dan sistem saraf terpengaruh.

Kerusakan dapat terjadi pada saraf otak dan tulang belakang. Keduanya adalah sistem saraf pusat. Namun, kerusakan dapat mempengaruhi saraf perifer (neuropati perifer) terletak di seluruh tubuh, di luar jaringan otak, dan tulang belakang.

Sistem saraf tepi ini adalah jalur yang terhubung ke sistem saraf pusat untuk menyampaikan informasi. Ketika neuropati terjadi, sel-sel saraf mengalami kerusakan. Menghasilkan gangguan komunikasi antara saraf dan sistem saraf pusat.

Secara umum, ada tanda-tanda yang muncul ketika seseorang mengalami neuropati. Gejala yang muncul mungkin sering dianggap bukan masalah serius. Boleh, coba untuk melihat apakah Anda memiliki gejala yang berkaitan dengan neuropati.

1. Mati rasa

Mati rasa, hilangnya sensasi di area tubuh tentunya. Ini adalah salah satu gejala neuropati yang tidak boleh diabaikan. Terkadang orang tidak menyadari bahwa bagian tubuh yang mati rasa memiliki luka. Karena mereka tidak merasakan sakit di bagian itu.

Meski mati rasa tidak diklasifikasikan sebagai masalah serius, tetapi Anda harus memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui kondisi tubuh. Mengalami neuropati atau gejala kondisi medis tertentu.

2. Kesemutan

Seberapa sering kamu sensasi kesemutan dan abaikan ini? Kesemutan mungkin biasa terjadi ketika Anda menekan kaki terlalu lama dalam posisi duduk tertentu, yang mencegah aliran darah. Untuk gejala neuropati, kesemutan terjadi di tangan dan kaki.

Sensasi pin dan jarum ini seperti ditusuk oleh jarum di area kaki. Sensasi menyebar dari tangan ke lengan dan dari kaki ke seluruh kaki. Terkadang sensasi yang muncul seperti terkejut bahkan seperti sensasi terbakar.

3. Otot yang lemah

Gejala neuropati yang sering diabaikan adalah kelemahan otot. Kelemahan otot ini dirasakan saat Anda mencoba mengangkat atau memindahkan suatu objek dengan tangan, tetapi malah jatuh dari tangan.

Selain itu, otot terasa lemas saat menggerakkan kaki atau tangan. Sensasi ini lebih terasa saat Anda berjalan. Untuk beberapa orang yang kehilangan koordinasi, mereka mungkin jatuh saat berjalan. Gejala kelemahan otot tidak bisa dianggap remeh.

4. Tekanan darah rendah

Gejala awal neuropati lainnya adalah tekanan darah rendah diikuti oleh detak jantung yang tidak normal. Misalnya, pusing atau kliyengan ketika berdiri, pingsan, hingga kepala terasa kendur.

5. Gangguan pada sistem pencernaan dan kandung kemih

Tanda-tanda kerusakan pada sistem saraf juga mempengaruhi organ lain. Mungkin bagi orang yang berisiko neuropati mengalami gangguan saluran kemih dan sistem pencernaan.

Ada beberapa gangguan lain yang dialami sebagai gejala neuropati, termasuk diare, sembelit, kembung, mual dan muntah. Bahkan dalam beberapa kasus dapat menyebabkan penurunan berat badan tanpa menyadarinya.

Kurangi gejala neuropati dengan mengonsumsi vitamin B

mencegah infeksi virus

Gangguan sistem saraf atau neuropati dapat dialami oleh siapa saja. Tidak ada salahnya menemui dokter jika mengalami gejala-gejala di atas.

Gejala terkait dapat menghambat pekerjaan atau kegiatan. Anda dapat merawat kesehatan sistem saraf melalui suplemen vitamin B1, B6 dan B12. Ketiganya mampu melindungi sistem saraf dari kerusakan dan mengurangi gejala neuropati.

Sebuah studi dalam jurnal Vitamin & Mineral juga menunjukkan suplemen vitamin B dapat mendukung perbaikan sistem saraf yang rusak, dan mempercepat regenerasi jaringan. Vitamin B juga berguna untuk mengurangi rasa sakit dan perdagangan.

Nah, agar kegiatan tidak terganggu karena gejala kerusakan sistem saraf, selalu mengonsumsi suplemen vitamin B dan jangan lupa membaca aturan pakai.

Pos 5 Gejala Neuropati yang Sering Diabaikan muncul pertama kali Halo sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top