Latest News

5 Kesalahan yang Dapat Memperburuk Epidemi COVID-19

Setiap negara di berbagai belahan dunia kini sedang mengusahakannya menghentikan penyebaran wabah COVID-19 yang semakin meluas. Namun, di tengah ketidakpastian dan kecemasan tentang COVID-19, beberapa mungkin membuat kesalahan yang memperburuk wabah dan menciptakan ketakutan baru.

COVID-19 adalah penyakit baru belum ada vaksin yang ditemukan dan obat-obatan. Virus yang menyebabkannya adalah tipe baru coronavirus yang belum pernah dikenali. Dengan kurangnya informasi mengenai COVID-19, tidak mengherankan bahwa banyak rumor yang beredar tentang wabah ini.

Lalu, kesalahan apa yang perlu dihindari agar tidak memperburuk wabah COVID-19?

Daftar kesalahan yang dapat memperburuk wabah COVID-19

1. Jangan mengkarantina diri Anda saat sakit

karantina adalah

Semua orang yang mengalami gejala COVID-19 disarankan untuk mengkarantina diri mereka sendiri, seperti dilansir situs web resmi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC). Gejala yang dimaksud termasuk demam ringanbatuk dan sakit tenggorokan.

Sementara itu, orang yang mengalami gejala lebih parah seperti demam tinggi, lesu atau lemas, dan sesak napas harus segera pergi ke rumah sakit segera. Pasien perlu menjalani perawatan isolasi sampai kondisinya membaik.

Meskipun telah disarankan oleh CDC, tampaknya tidak semua orang mengerti pentingnya karantina saat sakit. Ini sangat disayangkan, karena pasien COVID-19 yang belum menunjukkan gejala dapat menularkan infeksi kepada orang sehat.

Ini adalah salah satu kesalahan umum yang dapat memperburuk wabah COVID-19 dan memperluas penyebarannya. Bahkan, langkah karantina sederhana akan memainkan peran utama dalam mencegah penularan COVID-19.

2. Tidak menjalani gaya hidup bersih dan sehat

cuci tangan Anda terlalu sering

Kesalahan lain yang dapat memperburuk pecahnya COVID-19 adalah meremehkan gaya hidup bersih dan sehat. Sebenarnya, ini adalah langkah paling penting yang perlu Anda ambil untuk melindungi diri dari transmisi COVID-19.

CDC merekomendasikan beberapa kebiasaan sederhana yang akan membantu mengurangi risiko penularan COVID-19, yaitu:

  • Cuci tangan Anda secara teratur dengan sabun dan air setidaknya selama 20 detik, atau gunakan pembersih tangan yang mengandung setidaknya 60 persen alkohol.
  • Secara rutin membersihkan barang yang sering disentuh menggunakan cairan pembersih.
  • Jangan menyentuh mata, hidung dan mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.
  • Tutup mulut dan hidung saat bersin menggunakan tisu, atau dengan lengan jika tisu tidak tersedia.
  • Pakai topeng jika Anda mengalami gejala COVID-19, atau jika Anda merawat pasien dengan COVID-19.
  • Hindari kontak dengan orang sakit.
  • Jangan bepergian ke luar rumah saat sakit.

COVID-19 ditransmisikan melalui tetesan kecil (percikan cairan yang mengandung virus) yang masuk ke tubuh secara langsung atau berada di permukaan barang. Karena itu, cara terbaik untuk menghindarinya adalah dengan menjaga diri dan lingkungan tetap bersih.

3. Percaya pada teori konspirasi, tetapi tidak profesional kesehatan

berita bohong

Internet dan media sosial juga penuh dengan informasi yang salah teori konspirasi terkait dengan COVID-19. Sebagai contoh, beberapa teori konspirasi menyatakan bahwa wabah COVID-19 sebenarnya tidak ada dan bukan ancaman kesehatan yang serius.

Jika seseorang percaya bahwa COVID-19 hanyalah tipuan, maka akan mengalami gejala, ia pasti akan mengabaikan gejala-gejala ini dan berisiko menginfeksi banyak orang. Ini adalah kesalahan yang kemudian memperburuk wabah COVID-19 dan menghambat pencegahan.

Keadaan bisa menjadi lebih buruk jika pasien tidak mempercayai saran dari tenaga medis profesional dan lebih percaya pada saran yang belum tentu benar. Alih-alih disembuhkan, kondisi pasien justru dapat memburuk dan penyakit ini dapat menyebar lebih luas.

4. Menimbun topeng untuk keuntungan pribadi

topeng

Banyak orang telah berbondong-bondong untuk membeli topeng sejak munculnya COVID-19. Ini adalah kesalahan lain yang dapat memperburuk wabah COVID-19, karena penggunaan masker untuk orang sehat tidak efektif dalam mencegah penularan.

Masker bedah biasa tidak dapat melindungi Anda dari virus korona yang menyebabkan COVID-19. Karena topeng longgar di mulut dan hidung. Filter juga tidak cukup ketat untuk menangkal virus yang sangat kecil.

Fungsi topeng akan lebih efektif bila digunakan oleh orang yang sakit, tenaga medis yang berisiko, atau mereka yang merawat anggota keluarga yang sakit di rumah. Jika ada banyak orang sehat yang membeli masker, mereka yang benar-benar membutuhkannya akan kesulitan mendapatkan masker sehingga mereka berisiko tinggi terkena penyakit.

5. Cari pengobatan alternatif

bahan herbal untuk batuk berdahak

Jika orang-orang yang menunjukkan gejala COVID-19 tidak mengkarantina diri mereka sendiri dan bukannya mencari pengobatan alternatif, kondisi ini sebenarnya dapat menjadi lebih buruk. Selain itu, ia juga lebih berisiko menularkan COVID-19 kepada orang lain.

Saat ini, tidak ada vaksin atau obat yang ditemukan untuk COVID-19. Beberapa bahan alami diklaim mampu meredakan gejala dan mencegah penularan COVID-19, tetapi klaim ini masih perlu dibuktikan dengan penelitian lebih lanjut.

COVID-19 sejauh ini telah dirawat dengan perawatan yang bertujuan memulihkan kesehatan pasien sehingga tubuhnya mampu melawan virus itu sendiri. Jadi, waspadalah terhadap klaim yang menyatakan bahwa metode tertentu dapat mengatasi COVID-19.

Dalam situasi kritis seperti pecahnya COVID-19, beberapa orang mungkin membuat kesalahan yang dapat memperburuk penyebaran epidemi. Meski lazim, kesalahan seperti ini perlu dibendung untuk menghindari kepanikan dan ketakutan.

Anda dapat memainkan peran aktif dengan mengambil beberapa langkah sederhana. Langkahnya adalah mengenali gejala umum COVID-19, menerapkan gaya hidup bersih dan sehat, dan memilah-milah informasi yang beredar di sekitar Anda.

Pos 5 Kesalahan yang Dapat Memperburuk Epidemi COVID-19 muncul pertama kali Halo sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top