Latest News

5 Kondisi Medis Yang Dapat Menyebabkan Batuk

Jarang Anda menemukan orang yang belum pernah Anda alami batuk. Kondisi ini cukup umum dan seringkali bukan merupakan pertanda adanya masalah kesehatan yang serius. Di sisi lain, batuk juga bisa menjadi gejala suatu penyakit.

Lantas apa saja penyakit yang biasanya memicu atau menimbulkan gejala batuk? Cari tahu jawabannya dengan membaca ulasan batuk berikut ini.

Apa yang terjadi di tubuh saat Anda batuk?

Batuk adalah proses alami tubuh untuk membantu membersihkan atau menghilangkan iritan (penyebab infeksi) di saluran pernapasan. Iritan yang sering menyebabkan batuk dan mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya asap (polusi), lendir, atau alergen (alergen) seperti debu.

Batuk dibedakan menjadi dua jenis, dari batuk akut hingga batuk kronis. Keduanya bisa sangat mengganggu, terutama saat melakukan aktivitas dan juga istirahat.

Batuk akut atau kronis dapat disebabkan oleh suatu kondisi medis. Berikut beberapa masalah kesehatan yang menjadi pemicu batuk sebagai salah satu gejalanya.

Penyakit yang bisa menyebabkan batuk

Teknik batuk efektif untuk mencegah mual

Kadang tidak mudah tentukan apa penyebabnya batuk yang Anda alami. Wajar saja karena batuk bisa hilang dengan sendirinya tanpa perlu perawatan atau pengobatan khusus.

Namun, jika batuk Anda akut atau kronis, bisa berlangsung kurang dari tiga minggu hingga berlanjut hingga delapan minggu. Sangat menyebalkan, bukan?

Tambahkan lebih banyak, batuk juga dibedakan menjadi beberapa jenis. Jenis yang paling mudah dikenali adalah batuk kering dan dahak. Anda perlu mengetahui penyakit atau kondisi medis apa yang sebenarnya menyebabkan batuk. Sebagaimana dilaporkan health.harvard.edu dan beberapa sumber lainnya, berikut beberapa di antaranya:

Tetesan postanal (sindrom batuk pernapasan atas)

Kondisi medis pertama ini bisa menyebabkan Anda batuk karena lendir memenuhi tenggorokan Anda. Hal ini dapat terjadi akibat reaksi alergi, iritasi pada udara yang dihirup, masuk angin, atau infeksi sinusitis.

Saat lendir memenuhi tenggorokan, tubuh bereaksi terhadap batuk dan mengeluarkan lendir sehingga tidak masuk ke paru-paru. Jika lendir masuk ke paru-paru dalam waktu yang lama, hal itu bisa memicunya radang paru-paru.

Asma

Penyakit selanjutnya yang bisa memicu atau menyebabkan batuk adalah asma. Gejala umum yang biasanya dialami penderita asma adalah sesak napas atau mengi. Namun, bagi sebagian orang gejalanya bisa berupa batuk.

Asma yang memiliki gejala batuk biasanya disertai dengan mengi, sesak di dada, dan sesak napas. Batuk akibat asma biasanya merupakan jenis yang kering dan cukup mengganggu, saat berolahraga atau menghirup udara dingin secara tiba-tiba.

Penyakit refluks gastroesofagus atau GERD

GERD terjadi ketika asam di lambung naik lagi. Hal ini disebabkan karena otot yang biasanya berfungsi menutup saluran antara esofagus dan lambung tidak dapat menutup dengan sempurna. Cairan asam dapat mengiritasi dinding dan struktur esofagus di tenggorokan, menyebabkan batuk.

Bronkitis kronis dan bronkiektasis

Bronkitis kronis adalah peradangan kronis pada saluran bronkial yang menyebabkan saluran udara menyempit dan meningkatkan produksi lendir. Penyakit ini biasanya dialami oleh perokok aktif atau terpapar polusi udara industri dalam waktu yang lama.

Bronkiektasis juga terjadi karena peradangan yang merusak dinding saluran bronkial. Kedua penyakit ini bisa menyebabkan batuk kronis.

Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)

Kondisi medis terakhir yang bisa menyebabkan batuk adalah penyakit yang disebabkan oleh peradangan paru-paru kronis. Hal ini menyebabkan terhambatnya aliran udara dari paru-paru.

Tanda atau gejala COPD lainnya selain batuk termasuk sesak nafas dan mengi. Kebanyakan penderita COPD termasuk mantan perokok atau mereka yang masih aktif.

Mengatasi batuk yang disebabkan oleh kondisi medis

menyebabkan penyakit batuk

Pertama, pengobatan batuk karena kondisi medis harus mengatasi penyebabnya.

Bila batuk Anda disertai gejala lain seperti demam, sesak napas, nyeri dada, dll, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

Dr. Jessica McCannon, seorang ahli paru di Rumah Sakit Mount Auburn Berafiliasi dengan Harvard, menyatakan bahwa mengatasi batuk membutuhkan kesabaran. Sebelum sembuh total, terkadang untuk mengobati batuk dibutuhkan beberapa jenis percobaan. Anda mungkin hanya perlu minum obat batuk over-the-counter untuk meredakan batuk yang mengganggu atau memerlukan perawatan khusus dari tenaga medis.

Selain itu, jangan lupa untuk menjaga asupan makanan, terutama hindari minuman pedas, goreng, berlemak, atau dingin, serta makanan dan minuman pemicu GERD.

Pos 5 Kondisi Medis Yang Dapat Menyebabkan Batuk muncul pertama kali Halo Sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top