Latest News

5 Tips Mencegah Dehidrasi Selama Haji

Kebutuhan cairan tubuh tetap harus dipenuhi setiap hari. Permintaan tubuh ini tidak melihat aktivitas atau aktivitas yang Anda lakukan, bahkan jika Anda melakukan aktivitas berat seperti ziarah sekalipun. Wajar, karena kapan kekurangan cairan, fungsi tubuh akan terganggu dan tidak berjalan sebagaimana mestinya. Untuk alasan ini, penting untuk mencegah dehidrasi selama ziarah.

Mengapa peziarah rentan terhadap dehidrasi?

Cuaca adalah faktor utama seseorang mengalami dehidrasi selama ziarah. Suhu tinggi yang dapat menyentuh level 40 derajat C menyebabkan tubuh kehilangan lebih banyak cairan, terutama bagi orang-orang yang tidak dapat dengan cepat menyesuaikan diri dengan iklim tempat baru atau jarang berolahraga.

Mencegah dehidrasi selama ziarah penting karena lebih dari 5 liter air dan 20 gram garam dalam tubuh hilang dalam satu hari. Meski kebanyakan kasus dehidrasi relatif ringan, gejala-gejala yang mungkin timbul adalah seperti lesu, pusing, dan kram pada otot dan dapat segera diobati dengan mengistirahatkan, menurunkan suhu tubuh, dan memulihkan kadar air dan garam dalam tubuh. Namun, jika dibiarkan, ini dapat menyebabkan stroke panas.

Bagaimana mencegah dehidrasi selama haji?

Para peziarah akan menjalani kewajiban dengan berjalan lebih dari 15 km dalam 24-48 jam atau dua hari. Dengan demikian, masalah dehidrasi dan kesehatan yang disebabkan oleh suhu panas cenderung terjadi.

Karena itu, mencegah dehidrasi adalah salah satu hal utama yang harus dilakukan agar ziarah berjalan optimal. Apa yang dapat Anda lakukan untuk menghindari dehidrasi? Berikut ini beberapa tipsnya.

Mengantisipasi hilangnya cairan tubuh

Hal pertama untuk mencegah dehidrasi saat berziarah adalah dengan mengetahui kebutuhan cairan harian Anda. Pria dan wanita rata-rata membutuhkan cairan sebanyak dua hingga tiga liter sehari plus cairan yang hilang karena berkeringat atau karena diare dan muntah.

Berjalan di bawah terik matahari dapat dengan mudah menyebabkan tubuh kehilangan 2-3 liter air. Anda hanya perlu menambahkannya, 3 liter pertama adalah kebutuhan sehari-hari ditambah 3 liter cairan yang hilang, jadi Anda membutuhkan 6 liter cairan. Memang, tidak semua orang membutuhkan asupan cairan sebanyak itu, tetapi yang perlu ditekankan adalah selalu mengisi dengan cairan tubuh.

Perhatikan semua gejala dehidrasi

Dehidrasi adalah gangguan kesehatan pasti memicu gejala, termasuk saat Anda melakukan ziarah. Ada tanda-tanda fisik yang merupakan sinyal dari tubuh Anda bahwa Anda mulai kekurangan cairan, termasuk:

  • Haus
  • Sakit kepala
  • Kelelahan
  • Muntah
  • Kulit wajah kemerahan

Anda juga mungkin merasa lebih mudah tersinggung atau energi Anda akan berkurang dengan cepat. Saat Anda merasakan beberapa gejala ini, kemungkinan tingkat cairan tubuh Anda perlu segera ditingkatkan. Peka terhadap gejala, mencegah dehidrasi selama haji dapat dengan mudah dilakukan.

Periksa warna urin

Warna urin atau urin dapat menjadi tanda apakah tubuh mengalami dehidrasi atau tidak. Jika Anda menemukan bahwa warna urin berwarna kuning gelap atau bahkan coklat tua, Anda kekurangan cairan.

Mencegah dehidrasi saat berziarah dengan cara ini cukup mudah. Segera penuhi kebutuhan cairan Anda sampai urin Anda jernih atau kuning muda.

Lupakan standar minum 8 gelas air sehari

Standar dalam minum 8 gelas air sehari sebenarnya adalah panduan umum. Setiap orang berada di lingkungan atau situasi yang berbeda sehingga kebutuhan akan asupan cairan tidak sama. Apalagi jika Anda sedang melaksanakan ibadah haji.

Anda bisa melihat gejala dehidrasi seperti yang dijelaskan sebelumnya. Segera penuhi kebutuhan cairan harian sesuai dengan kondisi masing-masing.

Selalu bawa cairan dalam bentuk apa pun

Air memang jenis minuman terbaik. Namun, minuman lain seperti jus buah juga bisa memberikan manfaat sebagai cairan bagi tubuh. Karena itu, tidak perlu membatasi minuman terlalu ketat. Selama Anda memperhatikan isinya, minuman apa pun terutama yang alami dapat memulihkan kebutuhan cairan tubuh.

Selain itu, Anda harus memilih suplemen yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh. mengandung vitamin C, vitamin D, dan Zinc dalam format effervescent (tablet yang larut dalam air) yang lebih cepat diserap oleh tubuh. Selain secara efektif meningkatkan daya tahan tubuh, pada saat bersamaan juga kebutuhan cairan dalam tubuh terpenuhi sehingga Anda terhindar dari dehidrasi.

Anda perlu mencegah dehidrasi selama haji untuk ibadah yang lancar dan khusyuk. Perlu diingat, pencegahan selalu lebih baik daripada mengobati. Jangan menunggu gejala dehidrasi muncul dan selalu siap minum atau minum selama ziarah.

Pos 5 Tips Mencegah Dehidrasi Selama Haji muncul pertama kali Halo sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top