Latest News

5 Tips untuk Menghindari Masalah atau Kerusakan Penggunaan Kondom

Pasangan yang sudah menikah harus tahu bagaimana mencegah kondom bocor atau rusak. Kondom adalah alat kontrasepsi yang efektif untuk pencegahan kehamilan dan infeksi menular seksual. Namun, penggunaan dan penyimpanan kondom yang tidak tepat dapat menyebabkan risiko kondom rusak.

Agar kondom berfungsi secara optimal sebagai alat kontrasepsi tanpa kerusakan dan masalah, lihat tips berikut.

Tidak ada lagi kecemasan, tips ini mencegah kerusakan atau kebocoran kondom

1. Simpan kondom di tempat yang tepat

Temperatur, pencahayaan, termasuk sinar matahari mempengaruhi ketahanan kondom itu sendiri. Kondom termasuk pelumasan dalam kemasan untuk mencegah pengeringan kondom.

Kondom dapat mengering saat terpapar sinar matahari, pencahayaan langsung, atau disimpan dalam suhu yang hangat. Hindari pula penyimpanan di kamar mandi karena suhunya bisa berubah. Kondom dapat disimpan dalam suhu ruangan untuk mencegah bocornya kondom, misalnya di laci kamar, lemari, atau di tempat yang teduh (tidak terpapar sinar matahari atau pencahayaan langsung).

Kondom juga dapat disimpan di pemegang kondom atau kantong dibuat khusus agar kondom tidak rusak saat Anda bepergian.

2. Lihat tanggal kedaluwarsa

Sebelum membeli dan menggunakan kondom, periksa kembali tanggal kedaluwarsa. Kondom memiliki waktu terbaik untuk digunakan sebelum berakhir. Namun, dari waktu ke waktu fungsi kondom akan melemah ketika melebihi batas waktu.

Untuk mencegah kebocoran atau masalah dengan kondom, baca kembali batas periode penggunaan. Jika waktu telah berlalu, jangan gunakan itu.

3. Cegah agar kondom tidak bocor dengan memastikan ukurannya

Anda dapat memeriksa ukuran kondom yang tepat untuk membuatnya lebih nyaman digunakan. Karena setiap penis memiliki ukuran yang berbeda saat ereksi, kondom juga menawarkan berbagai ukuran.

Karena itu, pastikan ukuran kondom yang Anda kenakan benar. Menggunakan kondom terlepas dari ukurannya, dapat menyebabkan kondom robek dan rusak. Sehingga tidak lagi berfungsi optimal saat digunakan.

Ada berbagai kondom yang menyesuaikan ukuran penis. Ukuran kondom yang tersedia dapat dilihat sebagai berikut.

  • Ukuran tutup pas, dengan lebar 49 mm
  • Ukuran nyaman, dengan lebar lebih atau kurang 52,5 mm
  • Ukuran besar, dengan lebar 56 mm

4. Gunakan kondom sebelum penetrasi

Tidak sedikit pasangan yang mengenakan kondom tepat sebelum klimaks dan bukan dari awal sebelum penetrasi. Penggunaan kondom seperti ini dapat mengurangi fungsinya sebagai kontrasepsi dan perlindungan diri dari penyakit menular seksual.

Alangkah baiknya jika kondom digunakan saat ereksi dan sebelum penetrasi terjadi. Dengan begitu Anda dan pasangan bisa merasakan manfaat kondom secara optimal, dan mencegah kondom bocor atau rusak.

5. Pakailah kondom dengan benar

Anda harus mendaftar cara yang tepat untuk menggunakan kondom. Saat memasang kondom, selalu ingat untuk memberi jeda di akhir sebagai tempat menyimpan semen cair. Jangan lupa membuang udara yang terjebak di dalam kondom sehingga tidak ada ruang bagi semen untuk keluar melalui celah udara.

Setelah seks selesai, lepaskan penis dari vagina dengan hati-hati sehingga tidak ada air mani yang tumpah. Kemudian tarik kondom, ikat, dan buang di tempatnya. Mengenakan kondom dengan tepat dapat meminimalkan risiko bocornya kondom.

Tidak hanya itu, pastikan juga kuku dan pasangan Anda dipotong pendek. Karena kondom juga bisa rusak ketika kuku tergores saat mengenakan atau ketika handjob di sela-sela penetrasi.

Sekarang, Anda sudah tahu tips mencegah kondom agar tidak rusak dan bocor. Seks dapat terjadi dengan aman dan asyik dengan melakukan tips di atas. Bagikan artikel ini dengan pasangan Anda untuk mengetahui cara menggunakan dan menyimpan kondom dengan benar.

Pos 5 Tips untuk Menghindari Masalah atau Kerusakan Penggunaan Kondom muncul pertama kali Halo sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top