• No products in the cart.
View Cart
Subtotal: £0.00

Latest News

6 Gejala Yang Menunjukkan Osteoporosis Dini

Seiring bertambahnya usia, tulang akan mengalami penurunan fungsi dan kekuatan. Tulang rapuh yang mudah patah pada akhirnya bisa memicu osteoporosis. Sayangnya, ada berbagai gejala osteoporosis dini yang sering tidak jelas sehingga sering diabaikan. Ayo, saatnya untuk lebih memperhatikan kondisi tubuh Anda!

Berbagai gejala osteoporosis dini

osteoporosis pada orang tua

Pada awal kemunculannya, osteoporosis jarang menunjukkan tanda-tanda yang jelas. Penyakit ini biasanya hanya terlihat ketika sudah lanjut. Namun, jika Anda bisa lebih peka terhadap tubuh Anda sendiri, ada sejumlah gejala yang mengindikasikan mengalami osteoporosis dini.

1. Gusi menyusut

Gigi dan gusi didukung oleh tulang rahang. Jadi ketika osteoporosis menyerang, tulang rahang akan kehilangan kepadatannya sehingga garis gusi terlihat menyusut.

Apalagi jika gejala awal osteoporosis menyerang tulang belakang lumbar. Tulang rahang yang rapuh berkaitan erat dengan gejala keropos tulang di daerah ini.

Jika Anda melihat ada perubahan pada gusi, tanyakan kepada dokter gigi Anda untuk melihat kondisinya lebih jelas. Dokter biasanya akan melakukan rontgen gigi untuk melihat keropos tulang yang terjadi.

Dari hasil rontgen, dokter dapat menyimpulkan masalah yang Anda alami. Tetapi jika ternyata hasil rontgen oral kurang jelas, dokter akan melakukan berbagai tes lebih lanjut.

2. Kekuatan pegangan yang lemah

Sebuah studi dalam jurnal Bedah Ortopedi menemukan bukti bahwa kekuatan genggaman yang melemah terkait dengan keropos tulang.

Ketika Anda mengalami gejala ini, jangan dianggap mudah. Satu atau dua kali mungkin masih cukup masuk akal. Namun, jika ini terjadi terus menerus Anda juga perlu waspada dan pergi ke dokter.

Kondisi ini dapat menjadi gejala osteoporosis dini yang perlu diwaspadai dan sering diabaikan, terutama pada wanita pascamenopause.

Kekuatan genggaman yang melemah bisa membawa masalah yang lebih besar, yaitu patah tulang. Alasannya adalah, ketika cengkeraman seseorang melemah, ia akan kesulitan mempertahankan keseimbangannya.

Pegangan yang kuat dan cengkeraman adalah cara yang bagus untuk mencegah jatuh. Karena itu, segera konsultasikan dengan dokter untuk memastikan kondisi dan mencegah keparahan osteoporosis jika memang menyerang Anda.

3. Kram, nyeri otot, dan nyeri tulang

Kram, nyeri otot, dan sakit tulang sebenarnya menjadi hal yang sering muncul dan hilang dengan sendirinya seiring bertambahnya usia. Namun, ketika Anda merasakan berbagai keluhan ini terus menerus dan semakin menyakitkan, ini bisa menjadi peringatan.

Sakit otot dan tulang menjadi gejala yang sering diabaikan. Menurut para ahli, kekurangan vitamin D dikaitkan dengan rasa sakit pada otot dan tulang.

Selain itu, kram itu juga bisa menjadi tanda atau sinyal bahwa kadar kalsium, magnesium, dan kalium dalam darah terlalu rendah.

Jika ini dibiarkan terlalu lama, tulang bisa menjadi keropos terlalu lama. Karena itu, ketika rasa sakit sering menyerang, jangan abaikan dan segera konsultasikan dengan dokter karena ini bisa menjadi gejala awal osteoporosis.

4. Tinggi badan menurun

Tinggi badan menurun sering terjadi seiring bertambahnya usia. Namun, ini juga bisa menjadi pertanda postur tubuh yang buruk dan fraktur tulang belakang.

Postur yang buruk tidak selalu merupakan tanda keropos tulang. Namun, ini bisa menunjukkan kelemahan otot di sekitar tulang belakang.

Otot dan tulang adalah sistem yang terpadu. Dengan demikian, otot yang melemah juga akan menyebabkan melemahnya kekuatan tulang.

5. Kuku mudah patah

Tahukah Anda bahwa kuku rapuh dapat menjadi tanda osteoporosis dini? Susan E. Brown Ph.D., ahli gizi klinis yang berspesialisasi dalam osteoporosis dan masalah tulang lainnya menyatakan demikian.

Dari pengamatannya, ketika seorang wanita osteoporosis memulai program perawatan, kekuatan kukunya meningkat. Kuku cenderung lebih kuat dan lebih sehat daripada kekuatan tulang. Dari yang sebelumnya mudah patah, kuku menjadi lebih kuat dan lebih tahan terhadap masalah.

Karena itu kapan kuku Anda jauh lebih rapuh daripada sebelumnya, Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter. Minta dokter Anda untuk melakukan pemeriksaan tulang lengkap.

Namun, Anda juga tidak perlu terlalu khawatir sebelum hasil pemeriksaan keluar. Karena, bisa jadi kuku Anda lebih rapuh karena terkena bahan kimia pembersih yang keras atau hal-hal lain yang melemahkan kuku.

6. Kebugaran berkurang

Osteoporosis dikaitkan dengan penurunan kebugaran fisik secara keseluruhan. Biasanya ini diukur dengan kekuatan otot, keseimbangan, dan intensitas latihan aerobik.

Jika kebugaran tubuh menurun, kemungkinan massa tulang juga akan berkurang. Alasannya adalah massa atau kepadatan tulang sering meningkat ketika seseorang aktif bergerak.

Kapan harus ke dokter?

Anemia apa ke dokter

Banyak orang meremehkan pergi ke dokter hanya karena mereka malas atau tidak siap mendengar kabar buruk jika ternyata ada masalah kesehatan tertentu. Padahal, ketika berbagai gejala awal osteoporosis telah muncul, Anda perlu segera memeriksakan diri ke dokter. Jangan menunda sampai kondisinya parah bahkan hingga fraktur.

Alasannya, osteoporosis masih sangat bisa diobati asalkan diobati sejak awal kemunculannya. Ketika kerusakan parah, apalagi patah tulang, perawatan akan semakin sulit.

Dokter biasanya akan melakukannya tes kepadatan tulang untuk memastikan kondisinya. Kepadatan tulang biasanya diukur dengan mesin yang menggunakan sinar-X dosis rendah untuk menentukan kandungan mineral tulang.

Dari hasil pemeriksaan, maka Anda bisa mengetahui kondisi tulang Anda apakah Anda mengalami kehilangan atau tidak. Tanyakan juga tentang hal-hal apa yang harus Anda lakukan selain minum obat agar tulang kembali kuat.

Pos 6 Gejala Yang Menunjukkan Osteoporosis Dini muncul pertama kali Halo sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top