Latest News

6 Hal yang Menyebabkan Dermatitis, dan 3 Faktor yang Memicu Kambuhnya Gejala

Penyebab peradangan kulit bersisik kering dan menimbulkan ruam gatal merah yang merupakan tanda infeksi kulit. Penyebab munculnya dermatitis itu sendiri didasarkan pada banyak faktor, baik dari tubuh (internal) maupun dari lingkungan luar (eksternal) seperti paparan alergen.

Lihatlah diskusi lengkap di bawah ini.

Apa yang menyebabkan dermatitis?

Penyebab utama dermatitis sebenarnya belum diketahui secara pasti. Namun sejauh ini, bukti penelitian medis menunjukkan bahwa faktor genetik, lingkungan, dan imunologis sama-sama bertanggung jawab atas peradangan kulit yang merujuk pada dermatitis.

Berikut ini adalah beberapa faktor pemicu untuk dermatitis yang berasal dari tubuh (internal):

1. Sejarah keluarga

Warisan genetik dalam silsilah keluarga merupakan faktor pemicu munculnya dermatitis dari generasi ke generasi. Penelitian melaporkan bahwa anak-anak yang menderita dermatitis atopik (eksim) biasanya diturunkan dari orang tua yang memiliki satu jenis dermatitis (termasuk eksim), asma, atau rinitis alergi.

Jika hanya satu orangtua yang memiliki salah satu dari kondisi ini, maka keturunannya memiliki peluang 50% untuk mengalami setidaknya satu dari tiga penyakit. Ketika kedua orang tua memiliki salah satu pemicu, risiko anak terkena dermatitis akan semakin tinggi.

Namun, mekanisme penurunan dermatitis dari orang tua ke anak-anak mereka menyebabkan dermatitis masih belum jelas.

2. Sistem kekebalan tubuh sensitif

Selain itu, sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif mungkin memiliki peran tertentu sebagai penyebab dermatitis. Penderita dermatitis umumnya memiliki kekebalan yang sangat sensitif.

Sistem kekebalan tubuh mereka bereaksi berlebihan saat merespons alergen atau iritasi yang dapat memicu reaksi alergi. Padahal, zat atau zat itu tidak membahayakan tubuh

Sistem kekebalan yang sensitif kemudian akan meneruskan sinyal ke kulit sebagai reaksi stimulus dan peradangan terjadi. Peradangan ini merupakan penyebab munculnya ruam kemerahan pada kulit dan gejala dermatitis lainnya. Ruam kemerahan menunjukkan kerusakan pada lapisan kulit pelindung.

Secara umum, sistem kekebalan tubuh akan meningkat seiring bertambahnya usia sehingga kulit tidak lagi rentan terhadap peradangan.

3. Mutasi sel kulit

Mengurangi jumlah protein tertentu juga bisa menjadi penyebab dermatitis. Penyebab dugaan atau hipotesis dari dermatitis atopik atau eksim ini dikenal sebagai The Skin Barrier Hypothesis.

Seperti disebutkan dalam salah satu laporan Departemen Kedokteran di University of Dundee di Inggris, orang yang terinfeksi dermatitis atopik memiliki mutasi gen yang menghasilkan filaggrin.

Filaggrin adalah sejenis protein yang berfungsi melindungi lapisan atas kulit dan menghindari lapisan kulit. Tanpa cukup filaggrin, kulit akan kehilangan fungsinya untuk menyerap air sehingga seiring waktu kelembaban berkurang dan menjadi kering.

Dalam kondisi iritasi kulit kering dan peradangan berisiko tinggi. Selain itu, mikroorganisme seperti bakteri, virus, alergen, dan iritan lebih mudah masuk ke kulit dan menginfeksi. Kondisi kulit yang meradang dan terinfeksi adalah komplikasi dermatitis.

4. Kondisi kulit kering

Peradangan seperti dermatitis lebih mudah pada kondisi kulit kering. Pada orang yang menderita dermatitis, kulit kering dapat menjadi penyebab yang memperburuk kondisi gejalanya. Ruam pada kulit bisa menjadi kemerahan dan peradangan dapat membuat kulit pecah-pecah.

Untuk mengatasi faktor pemicu dermatitis ini, cobalah menerapkannya pelembab kulit Secara rutin pada bagian kulit yang mengalami eksim.

Selain menjaga kelembaban, pastikan kebersihan kulit dijaga dengan baik untuk mengurangi paparan kuman yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Namun, waspadai kondisi kulit yang terlalu higienis juga bisa menjadi pemicu dermatitis yang lebih parah.

5. Hormon

Jumlah hormon dalam tubuh dapat memengaruhi peradangan kulit. Ketika hormon diproduksi berlebihan atau berkurang, gejala dermatitis lebih berisiko muncul. Perubahan kadar hormon juga bisa memicu gejala dermatitis yang semakin parah.

6. Stres

Kondisi internal lain yang terkait dengan penyebab munculnya dermatitis adalah stres. Penurunan kondisi psikologis atau terjadinya perubahan emosional bahkan berkontribusi pada gejala peradangan.

Namun, penjelasan mengapa stres dapat memicu dermatitis belum ditemukan.

Berbagai pemicu eksternal untuk dermatitis

Setiap orang dapat mengalami dermatitis dengan berbagai cara. Berbagai faktor eksternal atau hal-hal yang berasal dari luar tubuh dan kondisi yang berkaitan dengan lingkungan juga bisa menjadi faktor risiko dermatitis.

Pengaruh faktor eksternal dalam menyebabkan munculnya gejala dermatitis tetap terkait dengan faktor internal terkait penyebab dermatitis.

Beberapa hal yang berkaitan dengan gaya hidup sehari-hari yang bisa menjadi pemicu penyebab dermatitis adalah:

1. Iritan

Ruam merah disertai dengan rasa gatal dan nyeri tekan biasanya akan muncul ketika ada kontak antara kulit dan iritasi. Iritan yang dapat menyebabkan gejala dermatitis biasanya berasal dari produk kimia bahan logam.

Produk yang dapat menyebabkan iritasi adalah yang mengandung wewangian dan pembersih, seperti deterjen, sampo, dan sabun mandi. Beberapa bahan kimia yang menyebabkan peradangan pada kulit, seperti:

  • Minyak antibakteri yang mengandung neomycin dan bacitracin
  • Formaldehida terkandung dalam produk pembersih rumah tangga
  • Isothiazolinones yang ada dalam produk perawatan dan membersihkan tisu untuk bayi
  • Cocamidopropyl betaine terkandung dalam sampo dan lotion
  • Paraphenylene-diamine yang digunakan sebagai zat pewarna kulit untuk tato

Sedangkan untuk logam yang bisa bertindak sebagai iritan yang menyebabkan dermatitis adalah nikel. Selain itu, beberapa jenis kain sintetis, atau kain yang kasar dan gatal, seperti wol, dapat mengiritasi kulit dan menyebabkan dermatitis menjadi lebih buruk. Iritan adalah pemicu utama untuk ini dermatitis kontak mengiritasi.

2. Alergen

Kontak kulit dengan bahan lain juga bisa memicu reaksi alergi dalam tubuh. Kondisi ini dapat memicu peradangan pada kulit. Dalam beberapa kondisi, kontak dengan alergen dapat memicu gejala dermatitis dan bahkan dapat terus menjadi lebih serius.

Karena itu, penderita dermatitis yang memiliki alergi sebisa mungkin menghindari kontak dengan alergen.

Beberapa jenis alergen yang paling umum adalah:

3. Suhu

Peningkatan suhu tubuh dan keringat biasanya merupakan pemicu umum dermatitis.

Tubuh yang berkeringat dapat membuat bagian-bagian kulit yang terkena dermatitis lebih gatal atau sakit. Lingkungan dengan udara sejuk adalah kondisi paling ideal bagi penderita dermatitis. Kondisi yang hangat dan lembab dapat menjadi sarang infeksi karena bakteri hidup pada suhu yang lebih tinggi.

Selain itu, penurunan kelembaban yang tiba-tiba juga bisa menjadi penyebab kulit kering yang merupakan pemicu utama dermatitis.

Penyebab dermatitis yang tidak diketahui mempengaruhi proses perawatan penyakit ini. Hingga saat ini belum ada obat dermatitis yang tersedia yang dapat menyembuhkannya sepenuhnya. Gejala-gejala dermatitis hanya dapat dikontrol dengan perawatan rutin, tetapi kemungkinan kekambuhan penyakit ini tetap tinggi.

Pos 6 Hal yang Menyebabkan Dermatitis, dan 3 Faktor yang Memicu Kambuhnya Gejala muncul pertama kali Halo sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top