Latest News

7 Cara Mencegah Anemia Yang Perlu Anda Lakukan

Anemia adalah sebuah kondisi yang terjadi ketika tubuh kekurangan sel darah merah. Sel darah merah berperan penting dalam menjaga suplai nutrisi dan oksigen ke setiap sel, jaringan dan organ tubuh agar selalu berfungsi dengan baik. Bila Anda kekurangan darah merah, Anda bisa berisiko gejala anemia kondisi umum seperti kelelahan dan kelemahan, kulit pucat, dan kesulitan bernapas dengan mudah. Lantas, apa saja langkah preventif yang tepat agar terhindar dari anemia?

Apa saja langkah-langkah untuk mencegah anemia?

jenis anemia

Kapan didiagnosis dengan anemia, tubuh Anda tidak mendapatkan cukup darah kaya oksigen. Akibatnya, Anda mungkin cepat merasa lelah atau lemas, dan mudah pusing atau pusing.

Setiap jenis anemia memiliki gejala yang dapat melemahkan dan mengganggu aktivitas sehari-hari, bahkan penyebabnya komplikasi anemia.

Meski ada beberapa opsi pilihan pengobatan kekurangan darahMencegah anemia tentu jauh lebih baik daripada harus mengatasinya. Berikut beberapa langkah pencegahan anemia yang bisa Anda lakukan:

1. Makan makanan kaya zat besi

Zat besi dibutuhkan tubuh untuk memproduksi hemoglobin dalam sel darah merah. Hemoglobin adalah zat yang memberi warna merah dan memungkinkan sel darah membawa oksigen ke seluruh tubuh Anda.

Karena itu, makanlah lebih banyak makanan tinggi zat besi bisa menjadi cara mudah untuk mencegah anemia. Beberapa makanan yang mengandung zat besi antara lain:

  • Daging tanpa lemak
  • telur
  • Sayuran hijau, seperti bayam dan sawi
  • Sereal yang diperkaya zat besi

Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) dari Kementerian Kesehatan Indonesia, orang dewasa membutuhkan setidaknya 26 mg zat besi per hari untuk mencegah anemia berulang.

2. Makan makanan yang mengandung vitamin B12

Cara lain untuk mencegah anemia adalah dengan mengonsumsi makanan tinggi vitamin B12. Vitamin B12 merupakan nutrisi penting yang dapat membantu menjaga kesehatan saraf, membuat DNA, dan berperan penting dalam pembentukan sel darah merah yang sehat.

Masih mengutip tabel RDA milik Kementerian Kesehatan, orang dewasa disarankan untuk memenuhi kebutuhan vitamin B12 2,6 mcg setiap hari sebagai langkah pencegahan anemia.

Sumber vitamin B12 bisa Anda dapatkan dari makanan, seperti:

  • Hati hewan, seperti daging sapi dan ayam
  • Kerang laut
  • Ikan
  • Daging
  • Unggas
  • telur
  • Susu dan produk olahannya yang mengandung vitamin B12

3. Makan makanan yang mengandung asam folat

Asam folat (vitamin B9) membantu tubuh membuat sel baru, termasuk sel darah merah baru untuk menggantikan sel darah merah mati. Itu sebabnya asam folat merupakan salah satu nutrisi penting untuk mencegah anemia.

Anda bisa mendapatkan makanan yang mengandung asam folat dari:

  • Sayuran berdaun hijau, seperti bayam
  • buah jeruk
  • Kacang polong
  • Roti
  • Sereal
  • Nasi
  • Semacam spageti

4. Makan makanan yang mengandung vitamin C

Sering mengonsumsi makanan atau buah-buahan yang mengandung vitamin C bisa menjadi cara mencegah anemia secara alami. Orang dewasa membutuhkan setidaknya 75 mg vitamin C sehari untuk menjaga sel darah tetap sehat dan fungsi tubuh lainnya tetap sehat.

Vitamin C berperan dalam penyerapan zat besi di usus halus. Inilah alasan mengapa orang yang kekurangan vitamin C berisiko mengalami anemia.

5. Berikan susu sapi untuk anak usia 1 tahun ke atas

Berdasarkan American Academy of Pediatrics (AAP), Pemberian susu sapi pada bayi bisa menjadi salah satu upaya pencegahan anemia sejak dini. Namun, pastikan Anda memberikan susu sapi kepada anak Anda di usia – minimal – mulai satu tahun dan seterusnya.

Ini karena susu formula yang berbahan dasar sapi memiliki kandungan zat besi yang rendah. Masih dari AAP, susu sapi juga bisa mengiritasi selaput usus bayi sehingga memicu pendarahan dan hilangnya zat besi di tubuh anak.

Meski risikonya kecil, bayi yang mengonsumsi susu sapi terlalu cepat bisa berisiko kekurangan zat besi. ASI masih menjadi asupan gizi terbaik untuk bayi di bawah satu tahun.

Namun jika karena kondisi tertentu Anda harus memberikan susu formula kepada bayi yang belum genap berusia 1 tahun, usahakan memberikan susu kedelai untuk mencegah anemia. Anda mungkin juga perlu berkonsultasi dengan dokter Anda untuk menemukan pengganti ASI yang tepat sesuai dengan kebutuhan nutrisi bayi Anda.

6. Berhenti minum alkohol

Berdasarkan alcohol.orgMinuman yang memabukkan bisa menurunkan produksi sel darah merah di sumsum tulang. Ini karena alkohol menyebabkan nutrisi dari makanan lain tidak bisa diserap dengan baik oleh tubuh. Nutrisi yang sebagian besar berkurang karena minum alkohol umumnya adalah vitamin B12 dan folat.

Padahal, vitamin B12 dan asam folat sangat bermanfaat untuk memproduksi sel darah merah. Itu sebabnya, segera hentikan minum alkohol sebagai cara mencegah anemia.

Menguak Segudang Efek Buruk Alkohol bagi Tubuh

7. Masak menggunakan peralatan yang terbuat dari besi

Pencegahan anemia juga bisa dilakukan dengan cara memasak menggunakan alat-alat besi (besi datar). Panci dan wajan besi akan membantu memasukkan kadar zat besi ke dalam masakan Anda.

Meski belum diketahui pasti apa hubungannya, beberapa penelitian menemukan bahwa wajan atau wajan besi dapat melepaskan zat besi dari makanan yang dimasak.

Namun, tidak semua bahan masakan bisa melepaskan zat besi saat dimasak dengan wajan besi. Cara mencegah anemia hanya bisa dilakukan pada makanan yang berasa asam, misalnya sambal tomat dan masakan yang sudah disiapkan jus cuka, lemon, atau jeruk nipis.

Upaya pencegahan anemia akan berdampak optimal jika bahan yang diberi rasa asam ditambahkan terakhir, sesaat sebelum makanan dimasak, dan segera disajikan.

8. Menggunakan kontrasepsi hormonal

Ketidakseimbangan hormon dapat menyebabkan rahim menebal secara berlebihan. Akibatnya, Anda mengalami pendarahan menstruasi yang lebih parah. Kehilangan banyak darah selama menstruasi dapat membuat Anda rentan mengalami anemia.

Kontrol kelahiran hormonal membantu mencegah anemia menstruasi dengan menyeimbangkan hormon dalam tubuh Anda. Dikutip dari Klinik Mayo, alat kontrasepsi yang Anda gunakan berisi hormon yang bisa mengencerkan rahim supaya tidak terjadi pendarahan yang berlebihan.

9. Mengatasi masalah kesehatan yang menyebabkannya

Pendarahan hebat saat haid bisa menyebabkan anemia. Karena itu, atasi penyebab perdarahan hebat, seperti tumor rahim, polip, gangguan fungsi ovarium, penggunaan alat kontrasepsi non-hormonal, dan kanker dapat mencegah anemia datang kembali.

Kunci mencegah anemia saat haid adalah menjaga kecukupan zat besi dan mengatasi faktor penyebab haid yang berat.

Meski beberapa upaya pencegahan anemia di atas cukup mudah dilakukan, ada beberapa jenis anemia sayangnya tidak bisa dicegah. Anemia karena kelainan genetik, seperti anemia sel sabit dan talasemia adalah contohnya.

Namun, jangan berkecil hati dulu. Cara-cara mencegah anemia di atas juga bisa membantu agar gejala yang Anda rasakan tidak kambuh atau bertambah parah. Cobalah berkonsultasi ke dokter terkait keluhan Anda agar mendapat penanganan yang tepat.

Pos 7 Cara Mencegah Anemia Yang Perlu Anda Lakukan muncul pertama kali Halo Sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top