Ono Ambulance | Jasa Sewa Ambulance, Kargo Jenazah Murah, Berkualitas, Lengkap

Latest News

7 Cara Mengatasi Gejala Alergi Berulang

Alergi terjadi karena sistem kekebalan tubuh Anda mengira zat yang pada dasarnya tidak berbahaya sebagai ancaman bagi tubuh. Zat berbahaya ini disebut alergen. Pada kebanyakan orang, paparan alergen melalui inhalasi, konsumsi, atau kontak kulit tidak akan menimbulkan dampak negatif. Tetapi pada orang yang sangat sensitif, paparan alergen dapat memicu tubuh untuk melepaskan antibodi yang menghasilkan reaksi negatif. Lantas, bagaimana cara mengatasi alergi agar tidak berakibat fatal?

Cara mengatasi dan mengobati gejala alergi

Gejala alergi umumnya ringan, berupa kulit gatal, mata berair, atau bersin. Namun pada kasus tertentu, reaksi alergi bisa berubah menjadi syok anafilaksis yang membahayakan nyawa.

Jika Anda atau orang lain mengalami reaksi alergi, ikuti langkah-langkah di bawah ini untuk mengobati gejalanya sampai mereda:

1. Hindari alergen segera

Segera setelah gejala alergi muncul, Anda harus segera mengenali dan menghindari sumber pemicunya. Pemicu alergi umumnya di sekitar Anda, bisa berupa makanan, debu polusi, bulu hewan, hingga obat-obatan tertentu.

Jika alergen Anda adalah makanan, segera hentikan makan. Sementara itu, jika alergi Anda dipicu oleh debu atau bulu hewan, segera pindah ke ruangan lain yang tidak "tercemar".

Selama ini, Anda juga harus tenang. Merasa panik atau cemas sebenarnya dapat memperburuk reaksi alergi Anda.

2. Minum obat

Minumlah segera obat alergi Setelah gejala pertama muncul untuk segera mengobati kondisi Anda. Obat alergi umumnya dapat digunakan sebagai cara pertama untuk mengatasi gejala alergi umum seperti gatal, bersin, dan pembengkakan di bibir.

Obat-obatan berikut dapat dibeli di apotek terdekat:

  • Obat antihistamin berfungsi untuk memblokir reseptor histamin yang keluar sehingga tubuh Anda tidak bereaksi terhadap alergen.
  • Obat steroid umumnya akan diresepkan oleh apoteker untuk mengobati gejala alergi yang disertai dengan pembengkakan, kemerahan, dan gatal-gatal pada kulit. Ada obat steroid yang diminum, ada pula yang berupa salep dan krim untuk dioleskan ke kulit.
  • Obat dekongestan dapat dikonsumsi jika gejala alergi yang muncul menyebabkan hidung menjadi berair dan tersumbat. Mengobati gejala alergi menggunakan obat dekongestan tidak boleh terlalu lama, maksimal 72 jam setelah alergi.

3. Oleskan krim alergi

Bentik dan gatal karena alergi jangan sampai tergores. Kebiasaan ini dapat menyebabkan lecet dan gejalanya bertambah buruk.

Sebagai cara untuk mengobati dan mengobati gejala alergi ini, Anda dapat mengeringkan dan mengganti pakaian terlebih dahulu. Gunakan pakaian lengan panjang yang terbuat dari katun lembut sebagai cara untuk mengobati gatal karena alergi. Hindari mengenakan pakaian ketat karena dapat menyebabkan gejala alergi, seperti gatal dan sesak napas, semakin parah.

Untuk mengurangi rasa gatal, Anda dapat mencoba salah satu dari dua cara berikut:

  • Menerapkan krim kortikosteroid topikal. Kortikosteroid mengandung steroid yang mengurangi peradangan dan gatal-gatal.
  • Oleskan lotion kalamin. Losion kalamin dapat menenangkan kulit yang meradang karena gatal.

4. Rendam air hangat dicampur dengan oatmeal koloid

Anda juga bisa mengatasi gatal-gatal akibat alergi dengan berendam di air hangat dan dicampur dengan oatmeal koloid. Ini adalah oatmeal yang ditumbuk halus menjadi bubuk.

Mengobati gatal dengan merendam oatmeal koloid dapat menenangkan kulit yang meradang karena alergi.

Pastikan Anda menggunakan campuran air yang benar-benar hangat. Alasannya, jika Anda menggunakan air panas, ini bisa mengiritasi dan membuat kulit Anda yang terkena gejala alergi menjadi kering.

5. Paket es

Anda juga bisa mengobati gatal atau bengkak karena gejala alergi dengan mengompres es.

Isi kantong plastik dengan beberapa balok es. Bungkus dengan waslap tipis dan letakkan langsung di bagian tubuh yang gatal atau bengkak. Kompres selama 10 hingga 15 menit.

Metode ini dapat digunakan berulang kali hingga gejalanya mereda, tetapi berikan jarak antara sesi kompresi per 15 menit.

6 Gunakan semprotan saline untuk meredakan hidung tersumbat

Anda dapat menggunakan semprotan hidung sebagai cara untuk mengobati serta meredakan hidung tersumbat saat alergi.

Karena itu Akademi Alergi, Asma & Imunologi Amerika (AAAAI) merekomendasikan agar Anda mengobati kondisi menggunakan air garam. Membilas dengan air garam dapat menghilangkan alergen dan membersihkan saluran udara.

Pasokan air garam dan semprotan dapat dibeli di apotek. Namun, Anda juga bisa membuat semprotan garam sendiri di rumah sebagai cara untuk mengobati masalah sinus karena alergi:

  • Aduk 3 sendok teh garam (tanpa iodida) dan 1 sendok teh soda kue dalam wadah.
  • Ambil 1 sendok teh campuran, lalu tambahkan ke gelas (235 ml) air matang.
  • Masuk ke neti pot yang dapat dibeli di apotek, dan semprotkan ke hidung Anda

Pertolongan pertama dalam mengatasi syok anafilaksis karena alergi

Reaksi alergi tidak hanya gatal, bersin, dan bengkak. Alergi yang parah juga dapat menyebabkan anafilaksis. Ini adalah kondisi yang fatal, karena dapat menyebabkan kematian.

Reaksi ini umumnya terjadi beberapa menit setelah Anda terpapar alergen parah dan tidak diobati. Akibatnya, tubuh yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan hilangnya kesadaran, gangguan pernapasan, dan detak jantung berhenti.

Sebelum mengetahui cara mengobati gejala alergi parah ini, pertama-tama ketahui tanda-tanda anafilaksis yang harus diperhatikan:

  • Reaksi kulit seperti gatal, gatal atau warna kulit pucat
  • Kesulitan bernafas sampai mengi
  • Pusing dan pingsan
  • Memiliki pembengkakan di wajah
  • Mual
  • Lemah dan detak jantung cepat

Jika Anda melihat atau bersama seseorang yang menderita anafilaksis, Anda harus mengambil langkah-langkah untuk menghadapi alergi yang mengancam jiwa dengan langkah-langkah berikut:

  • Hubungi rumah sakit atau departemen darurat segera
  • Ketahui apakah orang tersebut mendapat suntikan epinefrin (EpiPen) atau tidak. Semakin cepat Anda mengobati anafilaksis dengan suntikan epinefrin, semakin baik untuk kondisi orang tersebut.
  • Jika ada suntikan epinefrin, bantu mereka menyuntikkan atau menyuntikkan obat alergi ke lengan
  • Cobalah untuk tetap tenang anafilaksis.
  • Bantu orang yang mengalami kondisi ini untuk berbaring telentang.
  • Angkat kaki sekitar 30 cm dan tutup dengan selimut.
  • Balikkan jika mereka muntah.
  • Pastikan mereka mengenakan pakaian longgar agar mereka bisa bernapas.
  • Hindari memberikan obat-obatan, minuman, atau mengangkat kepala Anda, terutama jika mereka mengalami kesulitan bernafas.
  • Hubungi segera dan bawa ke rumah sakit jika Anda atau seseorang yang Anda kenal menderita anafilaksis, bahkan jika gejalanya mulai membaik.

Jika orang yang menderita anafilaksis tidak bernapas, batuk, atau bergerak, Anda mungkin perlu melakukan CPR (Cardiopulmonary resuscitation). Ini adalah cara untuk mengatasi gejala alergi anafilaksis dengan menekan dada korban 100 kali per menit sampai petugas medis datang.

Pos 7 Cara Mengatasi Gejala Alergi Berulang muncul pertama kali Halo sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top