Latest News

7 Gejala Alergi mulai dari ringan hingga berat

Alergi adalah reaksi abnormal dari sistem kekebalan tubuh ketika melawan zat asing yang pada dasarnya tidak berbahaya. Zat ini dikenal sebagai alergen. Pada orang dengan sistem kekebalan normal, paparan alergen melalui inhalasi, konsumsi atau kontak kulit langsung tidak akan memicu reaksi apa pun. Jadi, aApa saja gejala alergi yang perlu diketahui? Lihatlah ulasan berikut.

Gejala alergi umum

Alergi memiliki banyak jenis. Ada alergi yang terhirup, seperti alergi debu atau alergi rambut hewan, alergi kulit seperti alergi lateks atau alergi logam, dan ada juga alergi makanan, seperti alergi kacang, alergi telur, atau alergi makanan laut.

Karena ada banyak penyebab alergi dan banyak memicu jalur, gejalanya yang muncul bisa beragam. Setiap orang dapat mengalami reaksi alergi yang berbeda satu sama lain.

Berikut sejumlah gejala umum:

1. Bersin

Bersin adalah salah satu cara tubuh mengeluarkan zat asing atau kotoran melalui hidung.

Benda asing seperti partikel debu yang masuk ke hidung bisa membuat lapisan dalam teriritasi. Terjadinya iritasi ini memicu sistem kekebalan tubuh aktif karena mereka berpikir ada bahaya yang masuk yang akan merusak tubuh.

Kemudian, sistem kekebalan tubuh Anda akan segera melepaskan antibodi dan histamin sebagai cara untuk mempertahankan diri. Pelepasan histamin akan memberi sinyal ke otak bahwa hidung perlu bersin sebagai gejala untuk menghilangkan debu alergi.

2. Mata berair dan bengkak

Mata berair adalah salah satu gejala paling umum ketika alergen bersentuhan dengan mata.

Ketika kontak dengan alergen, sel mast di mata Anda akan melepaskan histamin dan zat lain untuk melawannya. Reaksi terhadap pelepasan histamin ini menyebabkan mata Anda menjadi merah, gatal, dan berair.

Pelepasan histamin dalam jumlah besar juga dapat menyebabkan pembuluh darah di mata melebar. Peradangan dan kelebihan cairan di sekitar jaringan mata akan menyebabkan kelopak mata menjadi bengkak, meskipun tidak sakit.

3. Napas pendek dan mengi

Sesak nafas dan mengi adalah gejala alergi yang sering disebabkan karena menghirup serbuk sari, bulu hewan, atau bahkan dari makan makanan tertentu seperti kacang.

Saat mendeteksi alergen yang telah memasuki tenggorokan, tubuh akan menganggap zat ini sebagai zat asing dan mencoba menghilangkannya.

Cara melepaskannya dengan memproduksi antibodi dan histamin untuk menyerang alergen. Histamin yang keluar dapat menyebabkan saluran udara seseorang meradang dan menghasilkan lendir.

Saluran udara yang meradang umumnya akan membengkak dan menjadi lebih sempit. Nah, inilah yang menyebabkan udara menjadi sulit masuk dan keluar secara normal.

Saat bernafas di saluran udara sempit, udara secara tidak langsung dipaksa masuk dan keluar melalui ruang yang lebih kecil. Ini dapat menyebabkan gejala alergi yang terdengar seperti peluit atau disebut mengi.

4. Batuk

Batuk terjadi ketika tubuh mencoba mengeluarkan sesuatu yang dianggap alergen berbahaya di saluran udara. Alergen akan mengiritasi serat sensorik di saluran udara yang kemudian merangsang batuk.

Batuk juga dapat terjadi dengan gejala sesak napas karena alergi. Napas pendek terjadi ketika saluran napas membengkak dan mengeluarkan lendir. Limpa ini harus menghilangkan alergen di saluran pernapasan.

Lendir yang keluar karena alergen akan muncul lebih banyak daripada lendir yang keluar saat tubuh dalam kondisi normal. Lendir ini bisa naik ke tenggorokan dan menyebabkan gejala batuk.

5. Kulit gatal

Ketika ada alergen yang melekat pada tubuh Anda, kulit akan melepaskan antibodi yang melindungi bagian dalam tubuh. Antibodi ini bertujuan untuk melindungi tubuh dan kulit dari alergen. Setelah tubuh mendeteksi alergen yang mencurigakan, kulit akan memicu reaksi peradangan gatal.

Terkadang alergen tidak akan menyebabkan reaksi merah atau ruam, kecuali kulit Anda terkena sinar matahari. Kondisi ruam kulit alergi akibat paparan sinar matahari disebut dermatitis kontak fotoalergi. Ini bisa terjadi pada orang yang alergi akan produk tertentu seperti lotion, parfum, atau bahkan tabir surya.

6. Muntah

Mual dan muntah adalah gejala alergi yang umumnya terjadi karena makan makanan seperti kacang atau telur. Makanan ini mengandung protein yang disalahartikan oleh sistem kekebalan tubuh Anda sebagai alergen.

Ketika Anda makan makanan ini, sistem kekebalan tubuh Anda akan melepaskan antibodi khusus untuk menyerang protein makanan. Pada saat yang sama, otak juga akan menangkap sinyal bahwa ada sesuatu yang salah dalam tubuh Anda.

Sebagai cara untuk menyelamatkan diri dari zat asing yang dianggap berbahaya, tubuh akan berusaha mengeluarkan makanan dengan muntah.

7 Angiodema

Angioedema adalah gejala atau reaksi alergi yang menyebabkan kulit bengkak. Kondisi ini terjadi ketika zat yang pada dasarnya tidak berbahaya masuk ke dalam tubuh. Tubuhnya akan melepaskan zat kimia ke dalam tubuh untuk menyerang zat-zat, yang menyebabkan kulit membengkak.

Angioedema dapat dipicu oleh reaksi alergi terhadap jenis makanan tertentu, terutama kacang-kacangan, kerang, susu, dan telur. Beberapa jenis obat termasuk antibiotik, dan aspirin juga dapat menyebabkan gejala alergi ini terjadi.

Gigitan serangga seperti tawon dan lebah, atau interaksi bahan lateks (kondom misalnya) dengan kulit juga dapat menyebabkan tubuh mengalami angioedema.

Gejala alergi parah (syok anafilaksis)

Gejala alergi biasanya tidak mengancam jiwa. Namun, jika reaksi alergi parah dan tidak cepat diobati, risikonya dapat menyebabkan syok anafilaksis. Anafilaksis sering disebabkan karena alergi makanan, seperti kacang-kacangan, ikan, kerang dan susu, serta karena sengatan lebah.

Anafilaksis terjadi ketika sistem kekebalan tubuh melepaskan jumlah antihistamin yang berlebihan. Kelebihan bahan kimia ini dapat menyebabkan syok, yang ditandai dengan penurunan dramatis dalam tekanan darah dan penyempitan saluran udara.

Tanda-tanda fisik yang dapat diwujudkan dalam gejala alergi ini adalah ketika denyut nadi melemah, ruam muncul pada kulit, kadang-kadang diikuti oleh mual dan muntah. Jika Anda merasakan ini atau melihat orang lain mengalami anafilaksis, segera bawa ke rumah sakit untuk bantuan lebih lanjut.

Pos 7 Gejala Alergi mulai dari ringan hingga berat muncul pertama kali Halo sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top