• No products in the cart.
View Cart
Subtotal: Rp0

Latest News

7 Penyebab puting payudara sakit, yang normal dan perlu diperiksa oleh dokter

Nyeri puting paling sering dialami oleh wanita. Selalu menjadi pertanda gejala kanker payudara? Belum tentu. Ada banyak kemungkinan penyebab puting nyeri yang lebih alami dari itu, namun bukan berarti Anda meremehkan keluhan tersebut. Simak ulasan lengkapnya di sini.

Berbagai penyebab puting lecet, dari yang alami hingga yang berbahaya

1. Gesekan dengan bra

Mengenakan bra yang sempit atau terlalu besar dapat menyebabkan gesekan antara kain dan kulit puting susu selama Anda beraktivitas.

Hal ini kemudian menyebabkan iritasi dan membuat puting perih. Faktanya, kulit puting susu bisa menjadi kering dan pecah-pecah.

Jadi, pastikan Anda menggunakan bra dengan ukuran yang pas dan terbuat dari bahan penyerap yang lembut. Itu termasuk bra olahraga Anda. Untuk mengurangi risiko gesekan pada puting susu saat berolahraga, Anda bisa menempelkan selotip bedah atau selotip bedah.

2. Alergi atau dermatitis atopik

Baik reaksi alergi kulit maupun gejala eksim atopik biasanya ditandai dengan ruam kulit kemerahan, gatal-gatal, dan iritasi lecet. Jika hal ini memengaruhi area payudara Anda, maka puting juga bisa terasa perih.

Ada berbagai produk perawatan tubuh yang dapat memicu reaksi iritasi pada puting, seperti:

  • Lotion badan
  • Deterjen
  • Sabun mandi
  • Pelunak
  • Parfum
  • Kain (misalnya wol)

Untuk pengobatan reaksi kulit ini, biasanya menggunakan krim anti inflamasi yang banyak dijual bebas di apotek. Namun, jika iritasi semakin meluas dan ruam semakin banyak muncul setelah diberi obat, selebih baik berkonsultasi dengan dokter.

3. Perubahan hormonal

Perubahan hormonal selama PMS dapat menyebabkan puting nyeri dan bengkak beberapa hari sebelum menstruasi Anda dimulai. Hal ini disebabkan oleh peningkatan kadar estrogen dan progesteron yang lebih terkonsentrasi di payudara.

Setelah menstruasi Anda dimulai, keluhan ini biasanya akan mereda. Namun, jika sampai beberapa hari sampai menstruasi selesai puting masih terasa sakit, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

4. Stimulasi seksual yang berlebihan

Terkadang, rangsangan seksual yang berlebihan bisa pada area payudara menyebabkan puting lecet karena menjadi terlalu sensitif.

Ini biasanya bersifat sementara dan akan hilang dengan sendirinya setelah rangsangan dihentikan. Sebaiknya kurangi dulu "fokus" pada area puting dan pindahkan rangsangan ke area lain.

Selain itu, untuk mencegah puting yang perih kembali lagi, gunakan pelembab yang sesuai dan tidak menyebabkan iritasi pada kulit Anda.

5. Infeksi

Luka yang terjadi akibat gesekan, garukan, alergi alergi, bahkan akibat iritasi pada puting susu akibat menyusui bisa berkembang menjadi infeksi jika dibiarkan.

Selain menyebabkan puting lecet, infeksi juga bisa meningkatkan risikonya Infeksi jamur kandidiasis yang disebabkan oleh Candida albicans.

Menimbulkan infeksi kandidiasis rasa sakit seperti terbakar, dan tidak hilang bahkan setelah mengurangi gesekan.

Gejala lain termasuk puting merah muda cerah dan areola kemerahan. Untuk mencegah infeksi semakin parah, Anda harus berkonsultasi dengan dokter.

6. Hamil dan menyusui

Puting yang sakit juga bisa terjadi selama kehamilan dan menyusui, sekali lagi karena dipengaruhi oleh perubahan hormonal.

Apalagi jika teknik menyusui atau posisi bayi saat menyusu kurang tepat, sehingga bayi terus menggigit puting daripada menghisap. Menyusui bayi yang sedang tumbuh gigi juga bisa menyebabkan hal yang sama.

7. Kanker payudara

Beberapa kasus luka pada puting juga bisa disebabkan oleh penyakit payudara Paget.

Dilaporkan di halaman Institut Kanker Nasional, Penyakit payudara Paget adalah bentuk dari kanker payudara jarang, di mana sel-sel kanker berkumpul di sekitar puting susu.

Biasanya kanker ini menyerang saluran di dalam puting, kemudian menyebar ke permukaan puting, lalu menyebar ke areola hingga menimbulkan lingkaran hitam di sekitar puting.

Seringkali, kanker ini akan menyebabkan nyeri pada salah satu puting susu tergantung pada bagian payudara mana yang terkena.

Selain nyeri, ada gejala lain yang mengikutinya, yaitu:

  • Puting datar atau tumbuh ke dalam
  • Dari puting keluar zat kekuningan atau darah
  • Rasa gatal dan kesemutan
  • Kulit kemerahan, keriput, berkerak, atau bersisik di sekitar puting dan areola

Jika Anda mengalami kondisi ini, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.

Pos 7 Penyebab luka pada puting payudara yang normal dan perlu diperiksa oleh dokter muncul pertama kali Halo Sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top