Latest News

7 Pilihan Obat untuk Meredakan Gejala Alergi Asma

Asma karena alergi tidak boleh diremehkan karena gejalanya tentu menghambat aktivitas Anda sehari-hari. Kondisi ini juga dapat memicu serangan asma yang parah bahkan jika Anda belum pernah memiliki riwayat asma sebelumnya. Karena itu, penting untuk mengetahui obat apa yang dapat digunakan untuk mengobati asma alergi.

Daftar obat asma alergi umum

Pengobatan asma karena alergi biasanya kombinasi obat asma dan alergi. Beberapa pilihan obat ini dapat dibeli secara bebas, dan beberapa perlu menggunakan resep dokter.

Tetapi sebelum memutuskan untuk minum obat apa pun, Anda harus tetap berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk memastikan itu cocok dan aman atau tidak untuk kondisi Anda.

Berikut ini adalah berbagai obat yang dapat digunakan untuk mengobati asma alergi.

1. Bronkodilator bekerja dengan cepat

gejala asma

Bronkodilator adalah perawatan yang bertujuan meningkatkan kapasitas paru-paru untuk menyerap oksigen sehingga Anda bisa bernafas lebih lancar dan bebas.

Obat ini dapat meredakan gejala asma dengan cepat ketika kambuh karena alergi. Efek obat ini bisa bertahan sekitar 4-6 jam.

Jenis obat asma alergi yang diklasifikasikan sebagai bronkodilator kerja cepat adalah albuterol (Proair, Proventil, Ventolin), levalbuterol (Xopenex), dan pirbuterol (Maxair).

2. Tarik napas kortikosteroid

cara mengatasi kambuhnya asma

Kortikosteroid inhalasi digunakan untuk mengurangi frekuensi kekambuhan asma, jadi Anda harus menggunakannya setiap hari. Dengan begitu, Anda bisa bernafas lebih bebas dan nyaman. Untuk mendapatkan manfaat dari obat ini, Anda harus menghirupnya inhaler atau nebulizer.

Obat asma alergi termasuk kortikosteroid inhalasi jangka panjang termasuk lutikason, budesonide, flunisolide, ciclesonide, beklometason, mometason, dan flutikason furoate.

3. Kortikosteroid oral

Obat batuk untuk ibu menyusui dilarang

Jika gejala asma alergi tidak bekerja dengan obat yang dihirup, minum obat kortikosteroid mungkin menjadi solusi untuk Anda.

Obat kortikosteroid bekerja dengan cepat untuk mengurangi peradangan di saluran udara, sehingga mereka dapat membantu meringankan serangan asma yang parah.

Pastikan Anda minum obat ini sesuai pesanan dokter. Baik dari segi dosis, berapa kali harus dipakai dalam sehari, sampai berapa lama obat ini harus digunakan. Karena penggunaan jangka panjang kortikosteroid itu sebenarnya tidak perlu meningkatkan risiko efek samping berbahaya.

4. Pengubah Leukotriene

wanita minum obat batuk

Pengubah Leukotriene dapat membantu meringankan gejala alergi dan asma. Obat asma alergi ini bekerja melawan leukotrien, zat yang dilepaskan oleh sel darah putih di paru-paru yang menyebabkan penyempitan saluran napas.

Beberapa jenis pengubah leukotrien yang paling umum termasuk montelukast (Singulair), zafirlukast (Accolate), dan zileuton (Zyflo).

Obat ini harus diperoleh dengan resep dokter dan diminum di bawah pengawasan ketat dokter. Karena obat asma alergi ini dapat meningkatkan risiko efek samping psikologis, dalam bentuk halusinasi dan kecemasan berlebihan. Dalam kasus yang serius, obat ini juga dapat mempengaruhi pikiran penderita untuk bunuh diri.

Konsultasikan dengan dokter segera jika Anda merasakan reaksi yang tidak biasa atau mengganggu.

5. Obat antihistamin

minum obat batuk

Asma alergi juga bisa dihilangkan dengan minum obat antihistamin. Obat ini efektif untuk menghilangkan gejala alergi seperti gatal, batuk, bersin, dan hidung tersumbat.

Obat antihistamin dibagi menjadi dua jenis, yaitu generasi pertama dan generasi kedua. Dibandingkan dengan obat generasi kedua, obat generasi pertama umumnya harus diminum berulang kali, sifat-sifatnya kurang tahan lama, dan memiliki potensi efek samping yang lebih banyak.

Diphenhydramine dan chlorpheniramine adalah contoh obat antihistamin generasi pertama. Sedangkan obat antihistamin kedua yang paling umum adalah cetrizine, loratadine, dan ferofexadine.

Obat antihistamin generasi pertama dan kedua harus diminum sesuai arahan dokter atau seperti yang dijelaskan dalam kemasan obat.

6. Dekongestan

cara menggunakan semprotan hidung

Dekongestan membantu meringankan hidung tersumbat yang dapat memperburuk gejala asma karena alergi. Obat ini berfungsi mengurangi pembuluh darah untuk mengurangi pembengkakan dan penyumbatan pada saluran pernapasan. Dengan begitu, Anda bisa bernafas lebih bebas dan nyaman.

Dekongestan tersedia dalam banyak jenis, dari pil hingga tablet hingga semprotan hidung. Pseudoephedrine (Sudafed, Sudogest) adalah jenis pil dekongestan yang paling umum. Sedangkan obat dekongestan dalam bentuk semprotan hidung biasanya fenilefrin (Sinex) dan oxymetazoline (Afrin).

Penggunaan dekongestan jangka panjang dapat memicu efek samping berbahaya. Karena itu, obat ini umumnya tidak boleh digunakan selama lebih dari tiga hari. Pastikan Anda membaca aturan penggunaan yang tercantum pada kemasan kemasan dengan hati-hati sebelum menggunakannya. Jangan ragu untuk bertanya kepada dokter atau apoteker Anda jika Anda tidak mengerti dengan baik tentang cara menggunakan dekongestan.

Bagi Anda yang memiliki riwayat penyakit kronis, lebih baik berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum meminum obat ini untuk mengobati asma alergi.

7. Imunoterapi

Gaster

Asma dapat terjadi karena sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap alergen yang sebenarnya tidak berbahaya. Zat berbahaya ini disebut alergen. Pada orang normal, alergen tidak akan menimbulkan gejala apa pun. Sedangkan pada orang yang alergi, alergen dapat memicu serangkaian gejala seperti bersin, mata berair, gatal, dan gejala asma.

Selain mengonsumsi obat-obatan yang disebutkan di atas, orang yang menderita asma alergi juga bisa melakukannya imunoterapi. Imunoterapi adalah metode pengobatan alergi yang bertujuan untuk "melatih" sistem kekebalan tubuh sehingga tidak terlalu sensitif terhadap alergen, sehingga tidak menimbulkan reaksi abnormal.

Sayangnya, tidak semua dokter dapat melakukan imunoterapi. Hanya dokter yang berspesialisasi dalam bidang alergi dan imunologi (imunologi) yang dapat melakukannya.

Pos 7 Pilihan Obat untuk Meredakan Gejala Alergi Asma muncul pertama kali Halo sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top