Ono Ambulance | Jasa Sewa Ambulance, Kargo Jenazah Murah, Berkualitas, Lengkap

Latest News

7 Tips Aman Untuk Pasien Epilepsi yang Hidup Sendiri

Gejala epilepsi memang bisa muncul kapan saja. Namun, bukan berarti penderita epilepsi tidak bisa hidup sendiri. Dengan beberapa modifikasi dan persiapan yang memadai, penderita epilepsi masih bisa hidup mandiri dan menjaga kesehatannya agar selalu fit.

Epilepsi adalah kelainan pada sistem saraf pusat karena aktivitas listrik yang abnormal di otak. Orang yang hidup dengan epilepsi biasanya mengalami keluhan dalam bentuk kejang, perilaku atau sensasi yang tidak biasa, sampai kehilangan kesadaran.

Kiat hidup mandiri untuk penderita epilepsi

8 Mitos Epilepsi Yang Ternyata Salah

Setiap orang dengan epilepsi dapat mengalami kejang dalam berbagai bentuk dan keparahan. Hanya ada diam dan menatap kosong selama beberapa detik, tetapi ada juga yang mengalami berkedut di otot tangan dan kaki.

Epilepsi juga kadang-kadang dapat menyebabkan kejang parah. Ini berisiko menyebabkan kecelakaan, terutama jika penderita epilepsi hidup sendiri. Padahal, faktor yang menjadi bahaya epilepsi bukanlah penyakit itu sendiri, melainkan kecelakaan yang terjadi saat seseorang mengalami kejang.

Menurut sebuah studi yang dirangkum dalam Masyarakat Epilepsi, lebih dari 1.000 kecelakaan terjadi pada penderita epilepsi setiap tahun. Sebagian besar kecelakaan ini sebenarnya dapat dicegah jika penderita epilepsi hidup di lingkungan yang aman.

Untuk penderita epilepsi yang hidup sendiri, berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu Anda:

1. Mengetahui pemicu kejang

Setiap orang dengan epilepsi memiliki pemicu kejang berbeda. Mulai dari kurang tidur, stres, konsumsi alkohol, demam, gula darah rendah, hingga siklus menstruasi. Kejang juga dapat terjadi pada waktu-waktu tertentu, misalnya siang hari.

Orang yang hidup secara mandiri dengan epilepsi perlu mengetahui pemicu ini mengurangi risiko kejang. Juga beri tahu anggota keluarga lain agar Anda dapat melakukan kegiatan sehari-hari dengan lebih aman.

2. Kembangkan rencana respons kejang

Rencana respons kejang akan memandu orang-orang di sekitar Anda yang menginginkannya membantu ketika kejang terjadi. Melalui informasi ini, mereka dapat mengetahui apa yang memicu kejang, bagaimana posisi tubuh Anda, dan nomor darurat yang perlu dihubungi.

Persiapkan informasi yang dibutuhkan di selembar kertas. Tempatkan di tempat yang mudah terlihat seperti kulkas atau meja. Berikan salinan kepada keluarga dan pasangan Anda, dan bawa bersama Anda setiap kali Anda bepergian.

3. Memodifikasi tempat tinggal agar lebih aman

Kasus kematian akibat epilepsi biasanya terjadi karena pasien jatuh, tenggelam, atau mengalami kecelakaan lain yang fatal ketika kejang terjadi. Karena itu, orang yang hidup secara mandiri dengan epilepsi perlu memastikan rumah mereka cukup aman.

Rumah Anda dikelilingi oleh dinding beton yang keras, lantai yang licin, dan tepi furnitur yang tajam. Untuk mengurangi risiko bahaya selama kejang, berikut adalah beberapa modifikasi yang dapat Anda lakukan:

  • Tutupi ujung-ujung furnitur runcing dengan kain.
  • Rapikan kabel-kabel yang tersebar di lantai.
  • Letakkan karpet di lantai yang licin.
  • Memasang gagang dinding dan keset di kamar mandi.
  • Duduk di bangku sambil mandi dan tidak berendam.
  • Pastikan pintu dan jendela selalu tertutup, tetapi tidak dikunci untuk memfasilitasi bantuan jika terjadi kejang.
  • Letakkan penghalang di sekitar kolam jika ada.

4. Amankan lingkungan dapur

Ingin dapur bersih? pertama pertimbangkan ini

Selain kamar mandi yang licin, penderita epilepsi yang tinggal sendiri juga harus hati-hati saat berada di dapur. Sebab, di dapur ada beragam furnitur, benda tajam, dan sumber api.

Setelah kejang, epilepsi dapat mengalami kebingungan. Pada saat kebingungan Anda paling berisiko mengalami kecelakaan.

Untuk mencegah kecelakaan di dapur, penderita epilepsi dapat melakukan upaya berikut:

  • Jika memungkinkan, gunakan saja kompor listrik sehingga tidak ada sumber api yang terbuka.
  • Memasak dengan metode yang lebih aman, misalnya menggunakan microwave.
  • Kenakan sarung tangan saat memasak dalam oven.
  • Jika memungkinkan, gunakan panggangan tertutup.
  • Sediakan troli di dapur untuk membantu Anda membawa makanan panas dengan aman.

5. Melakukan aktivitas fisik yang aman untuk orang yang hidup dengan epilepsi

Setiap aktivitas fisik memiliki risiko sendiri untuk orang yang hidup secara mandiri dengan epilepsi. Anda dapat mengurangi risiko ini dengan mengunjungi dokter sebelum memulai rutinitas baru aktivitas fisik.

Jika kejang sering muncul pada waktu-waktu tertentu, seperti pagi atau sore hari, cobalah melakukan aktivitas fisik di luar waktu itu. Hindari juga panas berlebihan selama aktivitas fisik dan minum cukup air agar Anda tidak mengalami dehidrasi.

6. Atur penanda alarm atau darurat

Ketakutan terbesar bagi orang yang hidup mandiri dengan epilepsi adalah gejala yang dapat muncul kapan saja. Alarm dan spidol darurat akan membantu mempercepat kedatangan bantuan dampak kejang bisa dikurangi.

Anda dapat menggunakan alarm khusus yang terhubung ke kontak darurat saat dihidupkan. Atau, mintalah bantuan tetangga dan keluarga untuk menelepon Anda pada waktu-waktu tertentu untuk memastikan Anda baik-baik saja.

7. Jalani pola hidup sehat penderita epilepsi

Gaya hidup sehat dapat membantu Anda mengurangi risiko kejang. Mulailah dengan memenuhi kebutuhan nutrisi Anda dan minum setiap hari. Sebisa mungkin, cobalah tidur dan berolahraga cukup untuk menjaga tubuh Anda tetap bugar.

Orang yang hidup mandiri dengan epilepsi juga harus didisiplinkan minum obat. Periksa juga diri Anda secara teratur jika disarankan. Jika perlu, cobalah berpartisipasi grup pendukung bagi penderita epilepsi untuk berbagi informasi.

Hidup sendiri mungkin tidak mudah jika Anda menderita epilepsi. Namun, ini bukan tidak mungkin selama Anda dapat merencanakan, berkomunikasi dengan keluarga dan tetangga, dan mengurangi risiko bahaya di lingkungan.

Pos 7 Tips Aman Untuk Pasien Epilepsi yang Hidup Sendiri muncul pertama kali Halo sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top