• No products in the cart.
View Cart
Subtotal: Rp0

Latest News

Aneka Pilihan Jajanan dan Cemilan untuk Bayi Bernutrisi Tinggi dan Lezat

Saat bayi menginjak usia 6 bulan, ia dapat mulai mencoba makanan padat pertamanya sebagai MPASI atau ASI Makanan padat bayi. Selain makanan pendamping, perkenalkan camilan atau camilan sehat cemilan untuk bayi.

Nggak perlu bingung mau ngemil apa yang harus dia penuhi kebutuhan nutrisi bayi. Silahkan simak berbagai jajanan bayi inspiratif yang dijamin sehat untuk Si Kecil.

Kapan bayi bisa mulai makan camilan?

Makanan bayi 10 bulan

Camilan alias camilan (camilan) adalah makanan bayi diberikan di antara waktu makan utama. Frekuensi makannya yaitu tiga kali sehari dengan jadwal makanan padat bayi pada pagi, siang, dan sore hari.

Sesuai dengan namanya, snack akan di sela-sela tiga jadwal makan yaitu dari pagi hingga siang dan sekitar sore hari.

Di sisi lain, Anda juga bayi yang hanya ingin makan jajan sekali dalam sehari atau terkadang tidak sama sekali.

Frekuensi dan porsi camilan untuk setiap bayi tidak bisa disamakan. Ada bayi yang sangat bahagia ngemilNamun ada juga yang hanya akan makan snack sekali dalam sehari atau bahkan jarang.

Sedangkan untuk usia yang ideal mengenalkan buah hati pada camilan, sebenarnya Anda bisa melakukannya sejak pertama kali ia belajar makan makanan padat.

Seperti yang dijelaskan oleh WHO Sebagai badan kesehatan dunia, ada dua jadwal makan yang bisa digunakan mulai dari usia enam bulan atau saat belajar makan MP-ASI.

Yang pertama adalah makanan utama dan yang kedua adalah camilan atau snack sehat untuk bayi. Selama masa MPASI ini, pemberian makanan intermiten untuk bayi bisa berupa makanan padat atau ASI.

Ya, itulah mengapa pemberian makan saat ini disebut MPASI.

Meski tidak lagi mendapatkan ASI Eksklusif karena sudah dibantu dengan makanan dan minuman lain, bayi pada usia ini tetap akan menyusu.

Jika menyusui sudah tidak memungkinkan lagi bagi bayi, bayi bisa terus menyusu tetapi dengan formula bayi.

Jadi singkatnya, tidak apa-apa mengenalkan bayi pada camilan atau kudapan (camilan) sejak awal perkenalannya dengan makanan padat.

Lakukan camilan dan cemilan sayang apakah sama?

bagaimana cara menyimpan mpasi

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, snack atau camilan adalah makanan yang dimakan di antara makanan utama bayi.

Sementara cemilan untuk bayi adalah makanan kecil. Sesuai dengan namanya, size cemilan atau camilan ini sebesar jari bayi jadi mudah untuk digenggam.

Snack atau camilan dan cemilan untuk bayi tidak sama. Camilan atau camilan bayi bisa berupa makanan apa saja dan dalam bentuk apa pun asalkan dimakan di antara waktu makan utama.

Snack atau camilan ini bisa jadi bubur, bubur buah, menjadi potongan buah berbentuk cemilan. Begitu pula cemilan Bagi bayi, makanan tersebut tidak bisa diklasifikasikan seluruhnya menjadi camilan.

Hal ini karena cemilan bisa dimakan sebagai makanan utama dan sebagai a camilan bayi. Cemilan atau makanan jari bisa membantu melatih bayi untuk menyusu sendiri karena mudah untuk digenggam.

Cemilan tidak seperti camilan atau camilan yang bisa diberikan sejak bayi belajar makan makanan padat atau pada usia 6 bulan.

Biasanya, cemilan untuk bayi baru diberikan saat bayi berusia 9-12 bulan atau saat gigi sudah mulai tumbuh.

Apa saja pilihan kudapan untuk bayi?

Ada berbagai macam pilihan snack sehat yang bisa dijadikan santapan di sela-sela waktu makan utama bayi. Berikut ragam snack sehat dan mengenyangkan untuk bayi:

1. Buah camilan bayi

bayi makan buah

Buah untuk bayi menjadi salah satu pilihan jajanan yang pasti menyehatkan dan juga praktis. Untuk buah pilihan pertama, coba beri buah naga, pisang pepaya, alpukat, atau mangga.

Hal ini dikarenakan buah ini memiliki tekstur yang halus, empuk, dan empuk sehingga mudah digigit dan dikunyah pada gigi bayi yang masih berkembang.

Jika si kecil masih berumur 6-8 bulan, sebaiknya terlebih dahulu memblender buah menjadi bubur halus (bubur). Namun, jika bayi Anda berusia 9 bulan ke atas, boleh saja memberinya buah segar yang dipotong kecil-kecil agar ia bisa belajar memegangnya sendiri.

Bahkan Anda juga bisa mengolah buah selain dengan menyajikannya secara langsung. Anda bisa berkreasi, misalnya dengan memanggang pisang dan menambahkan keju parut di atasnya.

2. Biskuit

biskuit bayi
Sumber: Super Healthy Kids

Biskuit bayi yang banyak dijual di pasaran juga cocok untuk Anda berikan pada si kecil camilan sambil menunggu waktu makan berikutnya.

Pilih biskuit lembut yang banyak mengandung karbohidrat, lemak, protein, mineral, dan vitamin untuk bayi. Pastikan juga biskuitnya cukup kecil sehingga bayi bisa menggendongnya.

Sesekali, tidak ada salahnya bereksperimen membuat biskuit sendiri di rumah. Anda bisa menyiapkan oat kering, buah, tepung, dan sedikit minyak sayur.

Selanjutnya proses semua bahan menjadi satu dengan membuatnya menjadi adonan yang halus dan bentuk sesuai selera. Terakhir, yang harus Anda lakukan adalah memanggang bentuk biskuit yang hampir jadi di atas loyang anti lengket.

Jika buah hati Anda tidak bisa makan biskuit utuh, campurkan biskuit dengan sedikit air atau susu sampai lumat seperti bubur.

Sebaliknya, bagi si kecil yang sudah mahir menggigit dan mengunyah, boleh saja menyajikan biskuit utuh. Dengan catatan, biskuit memiliki ukuran yang kecil dan tekstur yang agak empuk.

3. Telur rebus

Jika ingin menyajikan jajanan yang cepat dan mudah, salah satu pilihan yang bisa diberikan adalah telur untuk anak.

Telur bisa direbus sebagai camilan biasa untuk dibawa saat Anda dan keluarga berada di luar rumah.

Tapi ingat, jangan lupa kupas kulitnya dan potong telurnya kecil-kecil agar mudah disantap bayi.

4. Yogurt

manfaat yogurt

Pilihan snack sehat lainnya yaitu yogurt untuk bayi. Selain kandungan proteinnya yang tinggi, yogurt juga kaya akan kalsium yang baik untuk menunjang pertumbuhan tulang si kecil.

Padahal, yogurt juga dilengkapi dengan bakteri hidup yang baik untuk menunjang kerja sistem pencernaan. Namun, Anda disarankan untuk lebih berhati-hati dalam memilih yogurt untuk bayi.

Sebaiknya pilih yogurt plain atau plain yang tidak mengandung banyak gula. Anda bisa menambahkan irisan buah dan beberapa sendok makan madu untuk menambah rasa pada yogurt.

5. Kentang

Kentang merupakan salah satu makanan pokok yang kaya akan karbohidrat. Biasanya kentang dibuat menjadi makanan olahan utama untuk menyumbangkan energi bagi tubuh.

Namun tidak apa-apa mengolah kentang menjadi pilihan jajanan atau jajanan bayi. Caranya tidak sulit, Anda bisa membuat kentang tumbuk (kentang tumbuk) untuk bayi usia 6-8 bulan yang masih harus makan makanan yang dihancurkan.

Sedangkan saat bayi semakin besar, misalnya saat berusia 9 bulan ke atas, Anda bisa mengolah snack kentang dengan tekstur lain.

Anda bisa membuat kentang goreng sendiri di rumah seukuran tangan si kecil agar mudah digenggam. Pilihan lainnya adalah membuat jajanan berupa kue dengan campuran wortel dan daging ayam.

Jika ingin yang lebih mudah, Anda juga bisa mengukus kentang cincang hingga teksturnya mudah digigit bayi.

Lagipula boleh tambah gula, garam untuk makanan bayi, demikian juga micin untuk bayi ke dalam olahan kentang yang Anda buat.

Berdasarkan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), rasa ekstra biasanya akan membuat bayi tidak susah makan dan bahkan lebih heboh karena rasanya yang enak.

Kebiasaan bayi yang sulit dan sering menolak makan bisa menjadi penyebabnya masalah gizi pada bayi.

Apa saja pilihannya cemilan untuk bayi?

Jika Anda ingin memberi cemilan Sebagai makanan utama atau snack untuk bayi, berikut beberapa pilihan yang bisa Anda coba:

1. Sayuran rebus

obat diabetes alami brokoli

Sayuran bisa cemilan untuk bayi yang sangat dianjurkan. Pasalnya, sayur mayur mengandung banyak nutrisi yang menunjang tumbuh kembang bayi.

Kamu bisa memilih sayuran untuk bayi seperti wortel, kentang, ubi jalar, atau brokoli. Potong sayuran menjadi ukuran yang lebih kecil agar mudah digendong bayi Anda.

Kemudian rebus sayuran hingga empuk agar mudah dikunyah.

2. Buah dengan tekstur halus

Buah yang matang memiliki daging buah yang lembut. Ini adalah makanan yang sangat cocok untuk dimakan bayi dengan tangan mereka sendiri.

Anda bisa menyiapkan pisang, semangka, pepaya, mangga, atau alpukat.

Buah-buahan ini tidak hanya memperkenalkan berbagai rasa makanan kepada anak-anak, tetapi juga memenuhi kebutuhan gizinya.

Sebelumnya, cuci buah dengan air bersih mengalir dan kupas kulitnya. Kemudian, buang bijinya dan potong menjadi ukuran yang mudah digenggam anak.

3. Telur orak-arik

asparagus dan telur

Telur juga bisa menjadi sumber protein yang baik jari makanan direkomendasikan untuk bayi.

Anda bisa menggoreng telur dengan sedikit minyak lalu memotongnya menjadi potongan-potongan kecil. Cara lainnya, Anda bisa langsung mengaduk telur saat memasak. Sajikan di piring tanpa tambahan garam.

Meski bergizi banyak, Anda harus memastikan bahwa anak terbebas dari alergi telur. Jika anak Anda menunjukkan reaksi alergi, seperti ruam pada kulit setelah makan telur, segera temui dokter.

4. Pasta

Sumber: 1000 hari pertama

Tak hanya untuk bayi yang sudah lebih besar, pasta juga cocok untuk anak yang belum punya gigi.

Pasalnya, tekstur pasta tersebut kenyal dan lembut sehingga cocok digunakan cemilan untuk bayi. Namun khusus untuk bayi yang belum memiliki gigi disarankan pasta fusilli atau makaroni.

Anda bisa menyajikan pasta rebus tanpa bumbu tambahan. Jika anak diperkenalkan dengan lebih banyak rasa, Anda bisa menambahkan sedikit minyak zaitun dan saus tomat rendah garam.

5. Tahu

resep tahu

Selain telur, tahu bisa menjadi sumber protein yang baik untuk bayi. Cemilan untuk bayi yang satu ini teksturnya empuk jadi gampang dimakan.

Namun, pastikan untuk tidak memiliki tahu yang mudah rapuh karena akan hancur saat dipegang oleh anak. Hal ini dapat membuat anak sulit makan.

Tekstur camilan bayi berbeda menurut usianya

beri makan bayi selama 6 bulan pertama

Sama seperti tekstur makanan utama, tekstur snack (camilan) bayi juga harus disesuaikan dengan usianya saat ini.

Untuk bayi usia 6-8 bulan tekstur jajanan yang pas adalah lembut dan empuk seperti bubur. Tekstur camilan sehat untuk bayi kemudian akan bertambah menjadi cincang halus, cincang kasar, hingga cemilan pada usia 9-11 bulan.

Hingga Anda tiba di usia 12 bulan ke atas, jajanan yang Anda sediakan sudah memiliki tekstur yang mirip dengan makanan orang dewasa.

Dengan kata lain, tekstur jajanan bayi usia 12 bulan atau 1 tahun ke atas tidak lagi terlalu lumat, terlalu halus, atau dicincang.

Pasalnya, pada usia 12 bulan atau 1 tahun, bayi biasanya mulai belajar makan seperti yang dimakan anggota keluarga lainnya.

Pos Aneka Pilihan Jajanan dan Cemilan untuk Bayi Bergizi dan Lezat muncul pertama kali Halo Sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top