Latest News

Apa Penyebab Rasisme yang Masih Terjadi di Sekitar Kita?

Amerika Serikat berada di tengah-tengah kerusuhan besar sebagai protes terhadap rasisme terhadap orang kulit hitam. Tidak hanya di AS, rasisme juga masih sering ditemukan dalam kehidupan manusia di berbagai belahan dunia. Sebenarnya apa penyebab rasisme?

Penjelasan ilmiah di balik rasisme

menyaksikan kasus intimidasi

Rasisme adalah segala prasangka, diskriminasi, dan penentangan terhadap seseorang dari ras yang berbeda. Seseorang melakukan tindakan rasis karena merasa dirinya superior dibandingkan dengan orang-orang dari kelompok lain.

Rasisme tidak hanya dalam bentuk kebencian, intimidasi atau kekerasan. Anda juga bisa dikatakan rasis melalui cemoohan, intimidasi, atau dengan menghapus orang lain dari kegiatan dan kelompok tertentu hanya karena mereka melihat asal mereka.

Sebenarnya perilaku rasis adalah mekanisme pertahanan diri manusia ketika cemas atau merasa tidak aman (tidak aman). Seseorang bertindak rasis untuk membuat posisinya tampak lebih penting dan berharga di mata orang lain.

Sikap ini tidak hanya muncul. Para ahli menemukan lima tahap yang dialami seseorang ketika rasis, yaitu:

1. Munculnya rasa tidak aman

Penyebab rasisme adalah rasa tidak aman dan hilangnya identitas. Ketika Anda merasa tidak memiliki identitas, Anda akan mencari grup yang memiliki kesamaan dengan Anda. Kesamaan ini bisa dalam bentuk ras, warna kulit, etnis, dan lain-lain.

Berada dalam sekelompok orang yang mirip dengan Anda dapat memberikan keamanan. Kamu tidak lagi merasa kesepian tanpa identitas. Sebaliknya, Anda merasa lebih lengkap dan memiliki tempat dalam masyarakat.

2. Bermusuhan dengan grup lain

Sekarang setelah Anda memiliki identitas Anda, Anda sekarang memiliki identitas kelompok. Namun, identitas ini juga dapat membuat Anda memusuhi orang-orang di luar faksi Anda. Permusuhan muncul karena masing-masing kelompok ingin membuat dirinya lebih kuat.

Anda mungkin menjadi dekat dengan orang-orang dalam kelompok Anda dan lebih menyukai asas itu. Namun, kedekatan itu justru memicu konflik dengan kelompok lain. Bahkan perbedaan kecil dapat memicu ras, agama dan sebagainya.

3. Kehilangan rasa hormat terhadap orang lain

Ketidakamanan yang menjadi penyebab rasisme sekarang membuat Anda sulit untuk menghargai orang lain. Seseorang di kelas Anda mungkin berperilaku baik dengan sesama anggota mereka, tetapi ia dapat dengan mudah menghakimi orang dari kelompok lain.

Rasis hanya ingin berempati dengan kelompok mereka. Ketika berhadapan dengan orang lain, ia hanya melihat perbedaannya. Ini menutupi kesamaan lain yang benar-benar dapat menyatukan Anda dengan orang-orang dari kelompok lain.

4. Stereotip

Pada tahap ini, Anda mulai stereotip. Anda berasumsi bahwa setiap orang dalam kelompok memiliki sifat yang sama, misalnya orang Sunda harus malas, orang kulit hitam pasti penjahat, orang Batak biasanya kasar, dan lain-lain.

Bahkan setiap saat orang memiliki kepribadian yang berbeda. Namun, orang yang terjebak dalam stereotip tidak dapat melihat ini. Ketika bertemu dengan komunitas kulit hitam misalnya, mereka akan segera berprasangka bahwa orang ini pasti memiliki niat buruk.

5. Penempelan dalam kelompok lain

Ini adalah tahap terakhir dari rasisme yang paling berbahaya. Berbagai emosi terpendam yang merupakan penyebab berkumpulnya rasisme di dalam kamu. Kemudian, Anda mengeluarkannya dari orang-orang dari kelompok lain.

Anda sebenarnya merasa kurang, tetapi Anda membukanya dengan membenci orang lain dari berbagai etnis. Dalam beberapa kasus, kebencian ini bisa sangat ekstrem sehingga rasisme menghasilkan penganiayaan atau pembunuhan.

Bagaimana menghindari rasisme

ajari anak teman baik

Manusia akan secara otomatis saling melabeli. Perilaku ini tidak selalu mengkhawatirkan, tetapi akan berbahaya jika berubah menjadi kebencian, terutama jika dipicu oleh kecemasan yang mengakar.

Untungnya, ada beberapa cara Anda dapat menghindari sikap rasis, yaitu:

  • Sadarilah bahwa setiap orang berbeda. Jadi, Anda tidak akan terjebak dalam stereotip.
  • Jika Anda sudah memiliki stereotip, ubah sedikit demi sedikit. Atau, cobalah merespons orang lain dengan cara yang lebih baik.
  • Lihat hal-hal dari sudut pandang orang lain. Jika Anda berada di posisi mereka, bagaimana perasaan Anda?

Penyebab rasisme berasal dari ketakutan akan kelemahan diri sendiri, tetapi tidak semua orang menyadarinya. Beberapa orang sudah melakukannya terjebak dalam pikiran negatif dan akhirnya bertindak rasis.

Rasisme tidak boleh diabaikan karena itu berbahaya. Jika orang-orang terdekat Anda melakukan perilaku ini, cobalah memberi pengertian sedikit demi sedikit. Di balik perbedaan ras, warna kulit, atau agama, pada akhirnya semua orang sama.

Pos Apa Penyebab Rasisme yang Masih Terjadi di Sekitar Kita? muncul pertama kali Halo sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top