Latest News

Apakah Anak Tunarungu Benar-Benar Bisu?

Telinga adalah salah satu bagian tubuh yang sangat penting dalam membantu anak-anak melatih keterampilan komunikasi. Setiap suara yang ditangkap oleh penerima telinga akan membuat anak lebih mudah ketika belajar tentang hal-hal di sekitarnya. Kehilangan pendengaran pada anak-anak tentu akan mengganggu kemampuan mereka untuk berbicara. Terus anak tuli pasti juga bisu?

Benarkah anak-anak tunarungu jelas bisu?

bisu anak tuli
Sumber: Audiologi REM

Secara umum, anak-anak tuna rungu memang kesulitan ketika berbicara. Bahkan jika mereka berbicara dengan lancar, masih ada beberapa huruf atau kata-kata yang sulit diucapkan, terutama dalam huruf konsonan. Seringkali pengucapan mereka tidak sejelas pengucapan orang-orang dengan fungsi pendengaran yang baik.

Namun, ini tidak berarti bahwa anak-anak yang tuli juga harus dilahirkan bisu. Keterampilan berkomunikasi juga dipengaruhi oleh kondisi tuli setiap anak.

Ada dua jenis kondisi yang tuli, yaitu gangguan pendengaran sensorineural dan gangguan pendengaran konduktif.

Gangguan pendengaran sensorineural adalah suatu kondisi di mana seseorang memiliki gangguan pendengaran permanen. Situasi ini terjadi ketika ada kerusakan pada sel-sel kecil seperti rambut dari telinga bagian dalam. Bisa juga karena ada kerusakan pada saraf pendengaran yang melemahkan saraf ketika mengirim sinyal yang membawa informasi tentang suara ke otak.

Sementara, gangguan pendengaran konduktif adalah suatu kondisi yang muncul ketika ada hambatan atau gangguan di telinga bagian luar dan tengah yang mencegah suara memasuki telinga bagian dalam. Gangguan pendengaran ini biasanya bersifat sementara, tetapi bisa permanen tergantung pada seberapa parah dan penyebabnya.

Tidak hanya saat lahir, seseorang bisa kehilangan pendengaran setelah mengetahui bahasanya. Pada anak-anak tuli yang mengalami kasus ini, mereka mungkin masih memiliki keterampilan berbicara yang lebih baik dan jelas tidak bisu.

Lain halnya jika kondisi tuli yang dimiliki seorang anak sudah ada sejak lahir. Anak-anak dengan kondisi ini akan mengalami kesulitan belajar berkomunikasi karena mereka tidak dapat mendengar semua suara di sekitar mereka atau suara mereka sendiri sejak lahir. Itulah sebabnya perkembangan bahasa mereka tertunda.

Latih anak-anak yang tuli akan komunikasi

Memang, dengan indera pendengaran yang tidak berhasil, mengajar anak untuk berbicara akan lebih sulit. Mereka akan membutuhkan lebih banyak waktu untuk memahami kata-kata dan artinya, dan penggunaannya untuk membentuk kalimat.

Biasanya, anak-anak tuli juga cenderung menggunakan kalimat yang lebih pendek dan sederhana untuk berkomunikasi dan itu tidak berarti bahwa mereka bisu.

Latih anak-anak tuli untuk menyampaikan masih harus dilakukan. Tanpa perawatan yang tepat, gangguan pendengaran dini tentu akan mempengaruhi kehidupan masa depan mereka, baik masalah akademik di sekolah dan kehidupan sosial mereka.

Oleh karena itu, kehadiran pengasuh yang bekerja dengan ahli patologi akan membantu membimbing anak untuk terus berlatih. Dengan bantuan para profesional ini, mereka akan memberikan terapi wicara yang tepat untuk anak.

Biasanya terapis akan menambahkan permainan mendengarkan ke sesi untuk membantu anak maju dalam terapi.

Mungkin ada asumsi bahwa anak-anak dengan tuli yang lebih parah tidak akan dapat berbicara atau akan bisu. Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa mereka dapat mulai mengembangkan kemampuan berbicara.

Pos Apakah Anak Tunarungu Benar-Benar Bisu? muncul pertama kali Halo sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top