• No products in the cart.
View Cart
Subtotal: Rp0

Latest News

Apakah Berat Badan Naik Setelah Menopause? Rupanya Ini Penyebabnya

Setiap wanita akan menghadapi perubahan berbeda setelah mengalami mati haid. Bagi beberapa wanita, perubahan setelah menopause juga termasuk penambahan berat badan secara tiba-tiba. Perubahan ini diduga terkait dengan kondisi hormonal, usia, gaya hidup, hingga genetika. Jadi, apa penyebabnya?

Penyebab kenaikan berat badan setelah menopause

Secara umum, ada dua faktor yang menyebabkan kenaikan berat badan setelah menopause. Faktor-faktor ini adalah sebagai berikut:

1. Perubahan hormon

Hormon Estrogen Rendah pada Wanita, Apa Tanda dan Gejalanya?

Seiring bertambahnya usia, produksi hormon progesteron menurun. Sementara itu, jumlah hormon estrogen meningkat dengan cepat.

Kondisi ini terjadi karena terganggunya sinyal antara ovarium dan kelenjar di otak yang mengatur pelepasan hormon reproduksi.

Begitu mendekati menopause, siklus menstruasi mulai menjadi tidak teratur. Produksi telur menjadi lebih sedikit.

Estrogen yang tinggi sekarang berkurang karena ovarium tidak lagi menghasilkan sebanyak sebelumnya. Ini dianggap sebagai penyebab kenaikan berat badan setelah menopause.

menstruasi abnormal

Pertama, rendahnya estrogen dapat mengurangi laju metabolisme. Ini berarti lebih banyak kalori yang disimpan dalam tubuh daripada yang dibakar. Kelebihan kalori bisa berubah menjadi lemak.

Kedua, rendahnya estrogen dapat mengurangi efektivitas tubuh dalam memetabolisme gula darah menjadi energi.

Sama seperti kalori, kelebihan glukosa juga dapat meningkatkan penyimpanan lemak dalam tubuh. Merujuk pada penelitian yang terdapat dalam Ulasan ObesitasKondisi ini terjadi terutama di perut.

Ketiga, hasil studi hewan seperti yang dilaporkan oleh WebMD menunjukkan bahwa hewan yang memiliki jumlah estrogen rendah cenderung makan lebih banyak dan tidak aktif bergerak.

Gabungan ketiga kondisi ini yang pada akhirnya menyebabkan penambahan berat badan.

2. Faktor selain hormon

risiko obesitas

Meskipun efeknya sangat besar, perubahan dalam jumlah estrogen bukan satu-satunya faktor yang menyebabkan kenaikan berat badan setelah menopause.

Seringkali, kenaikan berat badan sebenarnya disebabkan oleh faktor-faktor seperti berikut ini:

Massa otot berkurang

Seiring bertambahnya usia, massa otot akan berkurang sementara lemak justru bertambah. Kondisi ini membuatnya lebih sulit bagi wanita yang sudah melewati masa menopause untuk mempertahankan berat badan.

Keturunan

Jika Anda memiliki saudara atau orang tua gemuk, Anda cenderung mengalami kondisi yang sama.

Kurang tidur

Gejala menopause dapat mengganggu istirahat, bahkan memangkas jam tidur. Kurang tidur dapat memengaruhi metabolisme tubuh dan memicu kenaikan berat badan.

Tidak cukup bergerak

Wanita menopause tidak lagi memiliki energi yang besar untuk berolahraga. Kurangnya kebiasaan berolahraga ketika Anda masih muda juga bisa membuat Anda enggan berolahraga ketika Anda sudah tua.

Akibatnya, tubuh tidak membakar cukup kalori sehingga berat badan bertambah setelah menopause.

Pola makan yang tidak sehat

Pola makan yang tidak sehat sejak usia muda akan berlangsung selama bertahun-tahun jika tidak diperbaiki. Dampaknya adalah kelebihan berat badan, obesitas, kenaikan berat badan setelah melewati masa produktif.

Menopause akan memberikan tantangan tersendiri, baik dari segi fisik maupun emosional. Kumpulan gejala, penghentian menstruasi, hingga kenaikan berat badan setelah menopause tentu memberi dampak yang tidak bisa diremehkan.

Meskipun sulit dihindari, Anda dapat meminimalkan dampaknya dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, berolahraga, dan memenuhi kebutuhan istirahat Anda.

Kebiasaan baik ini juga akan membantu Anda menghadapinya perubahan yang terjadi selama dan setelah menopause.

Pos Apakah Berat Badan Naik Setelah Menopause? Rupanya Ini Penyebabnya muncul pertama kali Halo sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top