• No products in the cart.
View Cart
Subtotal: Rp0

Latest News

Atasi Sesak Nafas pada Bayi dengan Metode Berikut

Bayi lebih rentan terhadap berbagai masalah kesehatan daripada orang dewasa. Salah satunya adalah kondisi sesak napas yang sering membuat orang tua khawatir. Namun, Anda tidak perlu panik karena ada beberapa tips mudah untuk mengatasi kondisi sesak napas pada bayi.

Penyebab sesak napas pada bayi

Sebelum mengetahui cara mengatasi sesak napas pada bayi, Anda harus terlebih dahulu tahu apa yang menyebabkan kondisi ini pada bayi Anda.

Secara umum, bayi memang memiliki bentuk dan suara pernapasan yang berbeda dari orang dewasa. Ini karena struktur organ pernapasan bayi masih belum sempurna.

Bayi memiliki saluran pernapasan yang cenderung lebih kecil dan sempit, sehingga penyumbatan lebih mudah. Selain itu, bagian dalam dada bayi masih lunak karena terdiri dari tulang rawan.

Hal-hal ini menyebabkan pernapasan bayi mungkin terdengar lebih cepat, butuh jeda lebih lama di antara setiap napas, dan disertai dengan suara yang tidak wajar.

Dilaporkan dari Garis Kesehatan, bayi baru lahir biasanya bernafas sebanyak 30-60 tarikan per menit. Saat memasuki usia 6 bulan, angka itu berkurang menjadi 25-40 kali per menit. Sementara itu, orang dewasa bernapas 12-20 kali per menit.

Namun, jika bayi menunjukkan tanda-tanda pernapasan yang tidak alami, seperti terlalu cepat atau terlalu lambat, orang tua perlu mewaspadai kondisinya.

Berikut ini beberapa jenis gangguan pernapasan pada bayi dan penyebabnya:

1. Takipnea transien

Jika ada keanehan atau sesak napas pada bayi, umumnya itu disebabkan oleh suatu kondisi yang disebut takipnea transien.

Kondisi ini disebabkan oleh adanya cairan residu di paru-paru. Saat bayi masih dalam kandungan, paru-paru bayi dipenuhi dengan cairan. Dalam kondisi normal, cairan akan sepenuhnya diserap melalui sistem limfatik dan pembuluh darah ketika bayi lahir.

Kondisi ini biasanya hanya terjadi sesaat dan akan menghilang seiring dengan pertumbuhan bayi.

2. Kelompok

Kelompok adalah jenis infeksi virus yang menyebabkan peradangan pada trakea dan laring bayi. Kondisi ini juga dapat menyebabkan sesak napas pada bayi.

3 Desah (mengi)

Desah atau mengi ditandai dengan suara siulan saat bayi menarik napas. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh penyakit lain, seperti pneumonia, asma, atau adanya alergi.

4. Stridor

Mirip dengan mengi, stridor menyebabkan sesak napas pada bayi diikuti dengan suara tinggi. Penyebab stridor yang paling umum adalah laryngomalasia, yaitu penyempitan saluran pernapasan.

Cara mengatasi sesak napas pada bayi

Saat bayi Anda kehabisan napas, jangan panik dan cobalah tetap tenang agar Anda dapat mengatasi kondisi ini sebagai pertolongan pertama. Beberapa tips yang bisa Anda lakukan, termasuk:

1. Selalu membaringkan tubuh bayi

Cara pertama untuk mengatasi sesak napas pada bayi adalah memperhatikan posisi tubuhnya.

Usahakan untuk menghindari posisi tengkurap saat bayi tidur. Ini penting untuk mencegah risiko sindrom kematian bayi mendadak.

Meskipun alasan pastinya tidak diketahui, posisi tengkurap dipercaya dapat memperburuk kondisi sesak napas pada bayi karena dapat menyumbat saluran pernapasan bagian atas, menyebabkan penumpukan karbon dioksida, dan menurunkan kadar oksigen.

2. Ganti pakaian bayi

Terkadang, sesak napas yang terjadi pada bayi bisa disebabkan oleh kenaikan suhu tubuh dan bayi terasa panas.

Karenanya, cobalah ganti pakaian bayi Anda dengan bahan-bahan yang lebih nyaman dan memperlancar sirkulasi udara.

3. Jauhkan bayi dari alergen

Jika sesak napas terkait dengan kondisi alergi, segera hindari bayi dari hal-hal yang dapat memicu alergi, seperti debu, asap, atau makanan tertentu untuk mengatasi kondisi ini.

Selalu jaga kebersihan rumah dari debu dan kotoran, terutama pada benda-benda yang mudah berdebu seperti karpet, sofa, dan boneka. Akan lebih baik jika Anda menginstal pembersih udara untuk meningkatkan kualitas udara di rumah.

4. Jangan memaksa bayi untuk minum

Mungkin terlintas dalam pikiran Anda untuk memberi bayi minum yang mengalami sesak napas untuk mengatasi kondisi ini.

Namun, saat masalah pernapasan, memberinya risiko menyebabkan cairan masuk ke saluran pernapasan atau paru-paru. Kondisi ini dapat memperburuk sesak napas yang dialami bayi, bahkan berpotensi menyebabkan komplikasi kesehatan lainnya.

Jika Anda tidak yakin tentang penyebab bayi mengalami sesak napas atau cara mengatasinya, segera hubungi dokter Anda untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Pos Atasi Sesak Nafas pada Bayi dengan Metode Berikut muncul pertama kali Halo sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top