Penulis: admin

Bolehkah mencuci muka dengan sabun mandi?

Setiap hari wajah Anda terkena debu dan kotoran. Jika tidak dibersihkan, kulit wajah akan terlihat kusam dan berjerawat. Itulah alasan utama mengapa Anda perlu mencuci muka dengan sabun agar tetap bersih. Jadi, bisakah Anda mencuci muka dengan sabun?

Bisakah Anda mencuci muka dengan sabun?

Untuk membersihkan bebas kotoran, Anda harus menggunakan sabun saat mencuci muka. Meski demikian, sabun yang digunakan tidak boleh sembarangan. Sabun yang Anda gunakan haruslah produk pembersih yang diformulasikan untuk kulit wajah.

Sayangnya, ketika pembersih wajah Anda habis atau Anda lupa membawanya saat bepergian, mau tidak mau Anda akan menggunakan sabun sebagai penggantinya. Sebenarnya bisa cuci muka pakai sabun?

Sabun mandi biasanya diformulasikan untuk kulit tubuh, bukan wajah. Kulit wajah lebih sensitif jika dibandingkan dengan bagian kulit lain di seluruh tubuh.

Jadi, sabun mungkin terlalu keras untuk kulit wajah Anda. Oleh karena itu, sabun tidak disarankan untuk mencuci muka.

Sabun mandi biasanya mengandung surfaktan yang lebih tinggi. Tujuannya untuk menghilangkan sebum (minyak) dan kotoran dari tubuh. Saat digunakan pada wajah, surfaktan dapat memecah penghalang kelembapan alami di kulit sehingga tercipta kulit kering.

Selain itu, mencuci muka dengan sabun juga bisa mengganggu pH kulit wajah. Akibatnya, mikroorganisme sehat yang dibutuhkan untuk menjaga daya tahan tubuh kulit pun ikut terganggu.

Jika sabun terus digunakan di wajah, kulit kering memungkinkan iritan menembus lebih dalam ke permukaan kulit dan memicu peradangan.

Memilih sabun yang tepat untuk mencuci muka

sabun sirih

Sabun wajah memiliki pH yang lebih asam, mendekati pH alami kulit wajah. Kandungannya lebih ringan karena umumnya bebas pewarna dan pewangi.

Tak hanya itu, sabun wajah juga didesain untuk berbagai jenis kulit, misalnya kulit kering, kombinasi, berminyak, normal, dan berjerawat. Itulah mengapa sabun untuk mencuci muka tidak sama dengan sabun mandi.

Berdasarkan Akademi Dermatologi Amerika, pembersih wajah terbaik adalah yang bebas dari zat abrasif, seperti alkohol, yang mengikis kulit.

Untuk orang yang punya kulit kombinasi (kering dan berminyak) disarankan menggunakan sabun wajah yang lembut untuk meminimalkan pemborosan minyak alami kulit. Lengkapi dengan penggunaan krim tretinoin pada malam hari dan pelembab untuk menjaga kesehatan kulit.

Sedangkan untuk orang yang punya kulit berminyak dan jerawat, Anda harus memilih pembersih wajah non-comedogenic. Biasanya sabun ini mengandung asam salisilat atau benzoil peroksida. Orang dengan jenis kulit ini mungkin perlu mencuci muka 2 atau 3 kali sehari.

Bagi orang dengan kulit normal, sabun sebaiknya tidak digunakan untuk mencuci muka. Jenis kulit ini cukup dibersihkan dengan pembersih wajah untuk kulit normal. Hindari penggunaan sabun wajah yang berlebihan karena bisa menyebabkan masalah kulit nantinya.

Sedangkan untuk penderita kulit sensitif, pilih pembersih wajah yang bebas pewangi, pewarna, dan alkohol. Gunakan produk perawatan yang menenangkan kulit, seperti polifenol dari teh hijau, kamomil, atau lidah buaya.

Tahukah Anda dampak penggunaan sabun untuk mencuci muka? Jika tidak ingin kulit bermasalah, hindari sabun untuk membersihkan wajah dan cari pembersih wajah yang tepat untuk jenis kulit Anda.

Sumber foto: Loreal Paris.

Pos Bolehkah mencuci muka dengan sabun mandi? muncul pertama kali Halo Sehat.

Daftar Imunisasi Ulang Anak

Imunisasi diperlukan bayi untuk memperkuat daya tahan tubuh agar tidak terjadi infeksi. Oleh karena itu, diperlukan imunisasi lengkap pada bayi. Padahal, ada imunisasi yang harus diulang untuk melindungi bayi dari penyakit. Imunisasi apa yang harus diulang?

Mengapa ada beberapa jenis imunisasi yang harus diulang?

Imunisasi penting bagi bayi, bahkan dari bayi yang baru lahir, untuk meningkatkan daya tahan tubuh bayi dan mencegah bayi tertular berbagai penyakit infeksi. Imunisasi bekerja dengan cara memasukkan virus yang telah dijinakkan agar tubuh dapat mengenali virus tersebut. Jadi, ketika virus masuk ke dalam tubuh, tubuh sudah memiliki bekal untuk melawannya.

Banyak imunisasi harus diulang berkali-kali. Terkadang, satu kali saja tidak cukup untuk memperkuat sistem kekebalan sebagai respons terhadap virus yang masuk. Imunisasi berulang dapat menghasilkan respon imun yang lebih baik. Selain itu, pemberian beberapa imunisasi juga bertujuan untuk memberikan perlindungan tambahan. Beberapa vaksin imunisasi memberikan tingkat perlindungan yang rendah setelah satu kali pemberian, sehingga pemberian selanjutnya dapat memberikan perlindungan yang lebih besar.

Imunisasi apa yang harus diberikan lebih dari satu kali?

Beberapa jenis imunisasi yang harus diulang beberapa kali pada anak adalah:

1. DPT

Imunisasi DPT diberikan kepada anak untuk mencegah penyakit difteri, pertusis, dan tetanus. Imunisasi ini diberikan lima kali. Pertama diberikan pada usia 2 bulan atau sedini usia 6 minggu. Selanjutnya diberikan pada umur 4 bulan 6 bulan. Imunisasi DPT keempat diberikan pada usia 18 bulan dan terakhir diberikan pada usia 5 tahun.

Setelah itu, anak dapat diberikan vaksin Td atau Tdap pada usia 10-12 tahun as pendorong melindungi anak dari tetanus dan difteri. Selanjutnya, pendorong ini dapat diberikan setiap 10 tahun.

2. Hepatitis B (HB)

Imunisasi ini diberikan sebanyak 3 kali agar anak tidak terserang penyakit hepatitis B. Vaksin ini paling baik diberikan pertama kali dalam 12 jam setelah anak lahir. Setelah itu, vaksin hepatitis B kedua diberikan saat bayi berusia 1-2 bulan. Dan, vaksin hepatitis B ketiga diberikan kepada bayi usia 6-18 bulan. Jika pemberiannya digabungkan dengan DPT, imunisasi ini diberikan kepada bayi usia 2, 3, dan 4 bulan.

3. Polio

Vaksin polio diberikan untuk mencegah penyakit polio Pada anak-anak. Vaksin ini diberikan sebanyak 4 kali. Vaksin polio pertama diberikan segera setelah bayi lahir. Setelah itu, vaksin kedua, ketiga, dan keempat diberikan kepada bayi usia 2, 3, dan 4 bulan. Pada usia 18 bulan, vaksin polio pendorong bisa diberikan.

4. Pneumococcus (PCV)

Vaksin ini diberikan untuk melindungi anak dari bakteri penyebab meningitis dan radang paru-paru. PCV diberikan sebanyak 4 kali. Pada anak kurang dari satu tahun, PCV diberikan setiap dua bulan, yaitu pada usia 2, 4, dan 6 bulan. Vaksin PCV keempat diberikan kepada bayi berusia 12-15 bulan.

5. Campak

Vaksin campak diberikan untuk mencegah penyakit campak. Vaksin ini pertama kali diberikan pada bayi usia 9 bulan. Setelah itu dilanjutkan dengan yang kedua kali pada usia 18 bulan dan yang ketiga pada usia 6-7 tahun atau pada saat anak baru masuk sekolah. Vaksin campak kedua tidak perlu diberikan jika anak sudah mendapat vaksin MMR.

6. MMR

Vaksin MMR diberikan untuk mencegah anak terserang penyakit penyakit gondok (penyakit gondok), campak (campak), dan rubella (campak jerman). Jika anak sudah mendapat vaksin campak pada usia 9 bulan, maka vaksin MMR diberikan pada usia 15 bulan (paling sedikit 6 bulan terpisah dari vaksin campak). Pemberian vaksin MMR kedua (pendorong) dilakukan saat anak berusia 5 tahun.

7. Rotavirus

Imunisasi rotavirus diberikan untuk mencegah anak tertular penyakit infeksi akibat rotavirus, seperti penyakit diare. Vaksin rotavirus monovalen yang terdiri dari satu jenis virus diberikan dua kali yaitu pada bayi berumur 6-14 minggu dan setelah 4 minggu pemberian pertama. Sedangkan vaksin rotavirus pentavalent yang terdiri dari beberapa jenis virus diberikan sebanyak tiga kali yaitu pada umur 2 bulan, 4 bulan, dan 6 bulan.

Pos Daftar Imunisasi Ulang Anak muncul pertama kali Halo Sehat.

Cluster Penularan COVID-19 di Perkantoran Terus Meningkat, Ada Apa?

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) sini.

Angka positif COVID-19 di Indonesia terus meningkat, terutama di perkantoran. Hingga Senin (7/9), setidaknya ada 166 kantor yang menjadi cluster (kelompok) penularan COVID-19 di Jakarta. Apa penyebab cluster penularan virus corona ini?

Meningkatnya cluster transmisi COVID-19 di kantor

Transmisi cluster kantor Covid-19

Cluster kantor penularan COVID-19 di Jakarta kini menjadi perhatian. Alasannya sejak masuk normal baru pandemi COVID-19, kasus penularan di kantor terus meningkat dan mengkhawatirkan.

Tim Satgas COVID-19 menyebutkan, hingga Rabu (28/7) terdapat 90 klaster kantor dengan total 459 kasus dengan perincian sebagai berikut.

  • 20 kementerian dengan total 139 kasus.
  • 10 institusi dengan total 25 kasus.
  • Ada 34 cluster di lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Pemprov DKI Jakarta sebanyak 141 kasus.
  • 1 cluster kantor polisi dengan 4 kasus.
  • 8 cluster BUMN dengan 35 kasus.
  • 14 cluster kantor swasta dengan total 92 kasus penularan COVID-19.

"(Sejak transisi normal baru) kurang 416 lebih, sekitar 9 kali lebih tinggi dan inilah yang akhirnya akan kita dapatkan waspada Bahwa dimanapun kita berada harus dipastikan mematuhi protokol kesehatan, ”kata anggota tim ahli Satgas COVID-19 Dewi Nur Aisyah dalam siaran Youtube BNPB, Rabu (29/7).

Pemerintah DKI Jakarta mencatat hingga akhir Agustus 2020 terdapat 166 cluster perkantoran dengan total 1.018 kasus. Kantor kementerian pun tak luput menjadi bagian cluster penularan COVID-19, termasuk Kementerian Kesehatan. Hingga 18 September 2020 terdapat 232 kasus infeksi COVID-19 di Kementerian Kesehatan.

Tingginya cluster penularan di wilayah perkantoran sudah diprediksi oleh Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Ari Fahrial Syam. Saat pemerintah membuka PSBB dan melaksanakannya normal baruIa memprediksi Indonesia akan memiliki 100.000 kasus penularan COVID-19 pada akhir Juli 2020.

Update Jumlah Distribusi COVID-19
Negara: Indonesia<! – : ->

Data Harian

207.203

Dikonfirmasi

<! –

->

147.510

Sembuh

<! –

->

8.456

Mati

<! –

->

Peta Distribusi

<! –

->

Apa yang menyebabkan cluster penularan COVID-19 meningkat?

Mencegah COVID-19 di tempat kerja

Memasukkan normal baru, pemerintah sebenarnya telah menerapkan protokol pencegahan penularan COVID-19 di kantor. Namun dalam praktiknya, protokol tersebut belum mampu mencegah penularan.

Menurut dokter Mikhael Yosia, B.Med.Sci, setidaknya ada tiga faktor penyebab penularan cluster office.

Pertama karena faktor penyakit. Baru-baru ini organisasi kesehatan dunia (WHO) menyatakan bahwa COVID-19 dapat ditularkan melalui udara (di udara), ini berarti transmisi antar rekan kerja menjadi lebih mudah.

"Sudah ada peringatan bahwa penularan bisa lewat di udara, lalu sistem dan sistem ventilasi AC sentral Apa yang harus kami lakukan (AC) di kantor, apakah kami harus memasang filter atau harus disterilkan? "kata Dokter Mike.

"Tentang di udara ini saja masih merupakan faktor ketidaktahuan; tidak tahu apakah itu faktor risiko, ”imbuhnya.

WHO Mengonfirmasi Virus COVID-19 Bertahan di Udara (Airborne)

Kedua karena faktor kepatuhan orang tersebut. Cara paling efektif untuk mencegah tertular COVID-19 adalah menjaga jarak (jarak fisik) dan hindari keramaian. Namun dengan pergi dan beraktivitas di kantor ada banyak kondisi yang membuat Anda sulit untuk menjaga jarak.

“Banyak yang mengabaikannya jarak sosial. Kantor bisa menerapkan protokol, tapi penularan bisa terjadi saat makan siang, saat merokok di ruang merokok, yang pasti tidak memakai masker dan tidak menjaga jarak, "kata Dokter Mike.

Belum lagi risiko penularan COVID-19 saat dalam perjalanan kembali bekerja. Hampir semua moda angkutan umum di Jakarta sulit diimplementasikan jarak psikis.

Transjakarta, misalnya, memiliki tanda silang di kursi untuk memastikan jarak antar penumpang, namun penumpang yang berdiri sulit menjaga jarak. Di jam-jam sibuk, angkutan umum tetap ramai tanpa memperhatikan jarak.

Ketiga adalah masalah kebijakan. Menurut dokter Mike, aturan yang disusun tidak cukup rinci untuk mencegah penularan COVID-19 secara maksimal.

Kenali jarak fisik dan sosial yang dapat mengurangi risiko COVID-19

Bagaimana mencegahnya?

Transmisi Covid-19 di cluster kantor

Dalam protokol pencegahan penularan COVID-19 di kantor yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan, setidaknya ada 23 titik pencegahan. Untuk mencegah transmisi terjadi, semua poin protokol ini harus diikuti dengan hati-hati.

“Harus dipahami dulu, mencegah penularan COVID-19 di kantor tidak bisa hanya dengan mengecek suhu dan rajin cuci tangan. Tapi masih banyak aspek lainnya,” kata Dokter Mike.

Menurutnya, yang bisa dilakukan saat ini adalah perusahaan harus lebih banyak belajar beradaptasi dengan kondisi pandemi. Misalnya, lanjutkan sistem bekerja dari rumah (bekerja dari rumah) bagi karyawan yang dapat melakukan pekerjaannya tanpa harus pergi ke kantor.

Bagi karyawan yang harus masuk kantor, izin cuti kerja karena sakit dibuat lebih fleksibel.

“Karyawan yang merasa tidak enak badan dapat meninggalkan pekerjaan tanpa prosedur yang rumit bahkan pemotongan gaji,” jelas dokter Mike.

Pasalnya, karyawan yang sakit berpotensi menularkan penyakit kepada rekannya dengan mudah.

Penularan COVID-19 juga meningkat di klaster tempat ibadah

Penularan Covid-19 di cluster kantor dan rumah ibadah

Peningkatan kasus penularan COVID-19 tidak hanya terjadi di cluster perkantoran tapi juga di tempat ibadah.

Hingga Rabu (29/7), data Satgas Penanganan COVID-19 mencatat setidaknya ada 9 tempat ibadah cluster penularan COVID-19 di DKI Jakarta. Dari 9 tempat tersebut, sebanyak 114 kasus positif terkonfirmasi.

Dari data yang telah dipublikasikan Dinas Kesehatan DKI, penularan COVID-19 di klaster rumah ibadah di DKI Jakarta terjadi di beberapa lokasi berikut.

  • Asrama Pendeta: 1 cluster dengan 41 kasus.
  • Tahlilan: 1 cluster dengan 29 kasus.
  • Gereja: 3 cluster dengan 29 kasus.
  • Masjid: 3 cluster dengan 11 kasus.
  • Pesantren: 1 cluster dengan 4 kasus.

(function () {
window.mc4wp = window.mc4wp || {
pendengar: [],
formulir: {
on: function (evt, cb) {
window.mc4wp.listeners.push (
{
acara: evt,
panggilan balik: cb
}
);
}
}
}
}) ();

#mc_embed_signup> div {
lebar maksimal: 350 piksel; latar belakang: # c9e5ff; radius batas: 6 piksel; bantalan: 13px;
}
#mc_embed_signup> div> p {
tinggi garis: 1,17; ukuran font: 24px; warna: # 284a75; font-weight: bold; margin: 0 0 10px 0; spasi huruf: -1.3px;
}
#mc_embed_signup> div> div: tipe-n (1n) {
lebar maksimal: 280 piksel; warna: # 284a75; ukuran font: 12px; tinggi garis: 1.67;
}
#mc_embed_signup> div> div: tipe-n (2n) {
margin: 10px 0px; tampilan: flex; margin-bottom: 5px
}
#mc_embed_signup> div> div: tipe-n (3n) {
ukuran font: 8px; tinggi garis: 1,65; margin-top: 10px;
}
#mc_embed_signup> masukan div[type=”email”] {
ukuran font: 13px; lebar maksimal: 240 piksel; melenturkan: 1; bantalan: 0 12px; min-height: 36px; batas: tidak ada; box-shadow: tidak ada; batas: tidak ada; garis besar: tidak ada; radius batas: 0; min-height: 36px; batas: 1px solid #fff; border-right: tidak ada; radius batas kanan atas: 0; radius batas kanan bawah: 0; radius batas kiri atas: 8 piksel; radius batas kiri bawah: 8px;
}
#mc_embed_signup> masukan div[type=”submit”] {
ukuran font: 11px; spasi huruf: normal; padding: 12px 20px; font-weight: 600; penampilan: tidak ada; garis besar: tidak ada; warna-latar belakang: # 284a75; warna putih; box-shadow: tidak ada; batas: tidak ada; garis besar: tidak ada; radius batas: 0; min-height: 36px; radius batas kanan atas: 8px; radius batas kanan bawah: 8px;
}
.category-template-category – covid-19-php #mc_embed_signup .mc_signup_title,
.category-template-category – covid-19-php #mc_embed_signup .mc_signup_description,
.category-template-category – covid-19-php #mc_embed_signup .mc_signup_tnc {
tampilan: tidak ada;
}
.category-template-category – covid-19-php .mc4wp-response {
ukuran font: 15px;
tinggi baris: 26px;
spasi huruf: -.07px;
warna: # 284a75;
}
.category-template-category – covid-19-php .myth-busted .mc4wp-response,
.category-template-category – covid-19-php .myth-busted #mc_embed_signup> div {
margin: 0. 30 piksel;
}
.category-template-category – covid-19-php .mc4wp-form {
margin-bottom: 20px;
}
.category-template-category – covid-19-php #mc_embed_signup> div> .field-submit,
.category-template-category – covid-19-php #mc_embed_signup> div {
max-width: tidak disetel;
padding: 0px;
}

.category-template-category – covid-19-php #mc_embed_signup> masukan div[type=”email”] {
-ms-flex-positif: 1;
flex-grow: 1;
radius batas kiri atas: 8 piksel;
radius batas kiri bawah: 8px;
radius batas kanan atas: 0;
radius batas kanan bawah: 0;
padding: 6px 23px 8px;
batas: tidak ada;
lebar maksimal: 500 piksel;
}

.category-template-category – covid-19-php #mc_embed_signup> masukan div[type=”submit”] {
batas: tidak ada;
radius batas: 0;
radius batas kanan atas: 0px;
radius batas kanan bawah: 0px;
latar belakang: # 284a75;
box-shadow: tidak ada;
warna: #fff;
radius batas kanan atas: 8px;
radius batas kanan bawah: 8px;
ukuran font: 15px;
font-weight: 700;
text-shadow: tidak ada;
padding: 5px 30px;
}

form.mc4wp-form label {
tampilan: tidak ada;
}

Pos Cluster Penularan COVID-19 di Perkantoran Terus Meningkat, Ada Apa? muncul pertama kali Halo Sehat.

COVID-19 dalam Aktivitas Sehari-hari, Penularan dari Makanan ke Berenang

Di tengah pandemi COVID-19 seperti ini, selalu waspada setiap melakukan aktivitas penting untuk menjaga kesehatan. Namun, informasi tentang mode penularan COVID-19 dalam kehidupan sehari-hari terkadang membingungkan bagi sebagian orang. Kebingungan akan virus wabah ini bisa membuat kita gagap atau bahkan sama sekali mengabaikan protokol kesehatan.

Bisakah COVID-19 ditularkan melalui makanan? Apakah COVID-19 dapat ditularkan di kolam renang? Berikut penjelasan ahli pertanyaan seputar penularan COVID-19 dalam kehidupan sehari-hari.

COVID-19 ditularkan melalui tetesan cairan pernafasan seperti air liur (tetesan kecil) yang keluar saat seseorang berbicara, batuk, atau bersin. Virus ini juga bisa ditularkan dengan menyentuh permukaan benda yang sudah terkontaminasi virus kemudian menyentuh area wajah. Belakangan diketahui, virus ini bisa ditransmisikan melalui udara (di udara) dalam kondisi tertentu.

Berapakah risiko penularan COVID-19 saat berenang?

berenang selama covid-19 bisa menjadi jalur penularan

Air kolam renang tidak menularkan COVID-19.

Virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 tidak dapat bertahan hidup di kolam renang yang mengandung kaporit (kaporit). WHO telah memastikan bahwa berenang di kolam yang mengandung klor aman dari penyebaran COVID-19.

Artinya jika ada orang positif yang sebelumnya berenang di sana, orang tersebut selanjutnya tidak akan tertular dengan menyentuh air kolam.

Tapi bukan itu artinya risiko penularan di area kolam renang umum tidak ada. Seseorang dengan COVID-19 masih dapat menularkannya secara langsung, karena itu jaga jarak dari orang lain di kolam atau di luar kolam harus menjadi perhatian utama. Hindari berenang di kolam renang umum yang ramai.

Apakah COVID-19 ditularkan melalui makanan?

penularan layanan pengiriman makanan COVID-19

COVID-19 tidak ditularkan melalui makanan.

WHO dan para ahli mengatakan tidak ada bukti bahwa COVID-19 ditularkan melalui makanan yang kita makan. Administrasi Makanan dan Obat Amerika (FDA) juga menegaskan hal itu COVID-19 tidak ditularkan melalui makanan.

Ini berarti Anda aman menggunakan layanan pengiriman makanan. Meski begitu, kebersihan tetap harus diutamakan. Hindari kontak langsung dengan staf pengiriman, ini untuk melindungi kedua belah pihak dari penularan langsung.

FDA mengingatkan pentingnya empat langkah utama pencegahan penularan COVID-19 atau penyakit lain dari makanan, yaitu bersih, terpisah, dimasak, atau dibekukan.

“Selalu ingat pentingnya mengikuti empat langkah utama keamanan pangan untuk mencegah penularan penyakit melalui keracunan makanan, "tulis FDA di situs webnya.

Bisakah COVID-19 ditularkan di toilet umum?

toilet umum bisa menularkan Covid-19

COVID-19 bisa menyebar melalui toilet umum.

Virus SARS-CoV-2 ada di dalamnya kotoran orang yang terinfeksi. Sehingga bila ia menggunakan WC umum untuk buang air besar, kemungkinan besar virus tersebut masih tertinggal di WC baik di WC maupun menyebar ke permukaan seperti pintu dan dinding.

Toilet umum merupakan salah satu tempat yang berpotensi menularkan COVID-19. Risiko penularan dapat terjadi melalui beberapa hal, yaitu sebagai berikut:

  1. Menyentuh permukaan yang telah terkontaminasi virus, seperti kenop pintu atau tombol flush lalu menyentuh wajah Anda sebelum mencuci tangan.
  2. Virus ada di toilet dan percikan menyebar saat Anda menyiramnya. Jika Anda tidak berhati-hati, mereka dapat memasuki saluran pernapasan Anda dan menginfeksi Anda.

Menurut WHO dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC), belum ada penelitian yang ditentukan untuk menentukan seberapa besar risiko penularan di toilet umum.

Terlepas dari ketidakpastian tersebut, para ahli mengatakan bahwa apapun risikonya, pencegahan penularan COVID-19 harus dilakukan dalam setiap aktivitas sehari-hari yang kita lakukan.

Apakah COVID-19 ditularkan melalui hubungan seksual?

Virus korona ditemukan di sperma

Belum bisa dipastikan, sebaiknya tidak dilakukan.

Sebuah penelitian yang dilakukan di China menemukan adanya virus penyebab COVID-19 dalam sampel sperma orang yang positif. Namun, belum ada penelitian yang menyelidiki potensi penularan seksual.

Apakah COVID-19 ditularkan dari menyusui?

ibu yang terinfeksi covid-19 bisa menyusui langsung tanpa disusui

Ibu yang positif COVID-19 dapat menyusui bayinya secara langsung selama mereka melakukan tindakan pencegahan.

Ibu yang positif diperbolehkan menyusui segera jika gejala COVID-19 tidak ada atau tidak parah. Sebagai langkah pencegahan penularan, ibu diwajibkan untuk mencuci tangan, memakai masker, dan menyeka payudara sebelum menyentuh bayi.

Jika ibu masih khawatir bisa menularkannya kepada bayinya, maka ibu bisa memberikan susu bayinya dengan cara pasteurisasi terlebih dahulu.

Pos COVID-19 dalam Aktivitas Sehari-hari, Penularan dari Makanan ke Berenang muncul pertama kali Halo Sehat.

Mengakui Perawatan Paliatif sebagai Pengobatan untuk Kanker

Kanker termasuk penyakit yang bisa disembuhkan, meski ada beberapa faktor yang menentukan. Perawatan untuk kanker sangat beragam. Mulai dari kemoterapi, radioterapi, operasi untuk perawatan paliatif adalah pilihan. Namun, tahukah Anda seperti apa bentuk pengobatan paliatif? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Apa itu perawatan paliatif?

Perawatan paliatif menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) adalah pendekatan yang meningkatkan kualitas hidup pasien dan keluarga yang menghadapi masalah kesehatan yang mengancam jiwa, melalui pencegahan dan tindakan untuk mengurangi rasa sakit, masalah fisik, sosial, dan spiritual yang dihadapi pasien selama perawatan.

Umumnya pengobatan ini ditujukan untuk penderita kanker dengan stadium lanjut. Dalam perawatan, ahli onkologi akan membantu pasien meredakan gejala dengan meresepkannya obat pereda nyeri kanker tambahan. Kemudian, ahli gizi juga akan memantau diet kanker yang dialami pasien dan mengatasi masalah dalam pemenuhan nutrisi tersebut.

Tak hanya kanker, penderita penyakit kronis lainnya, seperti penyakit Alzheimer, diabetes, HIV / AIDS, dan masalah pada sistem saraf yang tidak bisa disembuhkan juga bisa mengikuti pengobatan ini.

Umumnya perawatan ini dilakukan oleh dokter spesialis pengobatan paliatif atau praktisi medis yang telah mendapatkan pelatihan khusus. Namun, spesialis medis, perawat, ahli gizi, apoteker, terapis, psikolog, pendeta dan psikolog juga terlibat.

Di Indonesia sebenarnya ada ketentuan dari Kementerian Kesehatan yang menyatakan harus ada aplikasi obat paliatif untuk beberapa jenis penyakit serius. Namun hingga saat ini pelaksanaannya masih terkendala berbagai hal sehingga perawatannya belum maksimal.

Apa prosedur perawatan paliatif?

angka kematian akibat kanker menurun

Penyakit kanker yang dialami pasien disebabkan oleh berbagai hal. Dampaknya tidak hanya pada kesehatan, tapi mempengaruhi seluruh aspek kehidupan pasien. Oleh karena itu, pengobatan paliatif dilakukan untuk mengurangi dampak lain yang mungkin timbul akibat penyakit pasien.

Menurut situs tersebut Medline Plus, prosedur yang dilakukan selama perawatan paliatif adalah:

  • Mengatasi gangguan fisik, seperti nyeri, sulit tidur, sesak nafas, tidak nafsu makan, dan rasa mual pada perut. Untuk mengatasinya, dokter spesialis akan melakukan penyuluhan gizi, terapi fisik, dan memberikan teknik cara menarik napas dalam agar tubuh menjadi lebih rileks.
  • Mengatasi gangguan emosi dan sosial, seperti rasa takut, marah, sedih, emosi yang tidak terkontrol, dan depresi. Begitu juga dengan keluarga pasien yang juga merasakan hal yang sama. Dokter spesialis akan melakukan konseling, mengadakan diskusi di antara pasien yang memiliki riwayat penyakit yang sama, dan mengadakan pertemuan keluarga.
  • Mengurangi masalah keuangan yang akan dihadapi karena biaya pengobatan yang cukup besar. Tim perawat harus menjelaskan berapa biaya yang dibutuhkan untuk perawatan sebelum perawatan dilakukan serta memberikan konseling terkait keuangan.
  • Meredakan masalah spiritual dengan membantu pasien menemukan kedamaian, dan biasanya melibatkan pemuka agama masing-masing.

Berbagai jenis perawatan paliatif untuk kanker

5 jenis kanker yang memiliki harapan hidup tertinggi

Berdasarkan Institut Kanker NasionalPenelitian menunjukkan bahwa pengobatan paliatif memberikan manfaat bagi kesehatan, meningkatkan kesejahteraan pasien kanker dan keluarganya, yang pada akhirnya dapat memperpanjang usia harapan hidup pasien.

Oleh karena itu, American Society of Clinical Oncology merekomendasikan agar semua pasien kanker stadium lanjut mengikuti pengobatan paliatif.

Berikut beberapa jenis perawatan paliatif yang dapat dijalani pasien kanker yaitu:

1. Terapi seni

Salah satu jenis perawatan paliatif yang paling populer adalah terapi seni. Dalam terapi ini penderita kanker akan diberikan kesempatan untuk belajar mengekspresikan diri. Tujuannya, untuk mengurangi kecemasan dan menambah ketenangan di hati dan pikiran. Pada penderita kanker, terapi ini juga dapat membantu meredakan nyeri.

Selama terapi Senin, Anda akan melakukan berbagai aktivitas yang bermanfaat jika Anda didampingi oleh terapis, seperti menggambar, melukis, mengukir, merajut, atau membuat kerajinan tangan.

2. Terapi musik

Kanker bisa menimbulkan perasaan sedih, takut, malu, dan berbagai gerakan negatif lainnya. Berdasarkan studi di Laporan onkologi praktis dan radioterapi, Perawatan paliatif dalam bentuk terapi musik dapat membantu pasien mengatasi semua emosi negatif tersebut. Ini karena musik adalah bentuk seni yang paling unik dan paling dasar dan kemungkinan besar memengaruhi spiritual, emosional, sosial, dan fisik pasien.

Dalam terapi ini, penderita kanker akan melakukan berbagai aktivitas, misalnya mendengarkan musik klasik yang menenangkan hati dan pikiran, bernyanyi bersama untuk meningkatkan mood, memainkan alat musik untuk mengatasi stres, atau menulis lirik dan menjadikannya sebuah lagu.

3. Terapi hewan

Munculnya nyeri di area tubuh tertentu adalah satu gejala kanker. Selain minum obat kanker atau pereda nyeri kanker, nyeri juga dapat diredakan dengan perawatan paliatif berupa terapi hewan.

Dalam terapi ini dapat mengurangi stres dan kecemasan serta menggantinya dengan energi positif. Ini memiliki efek mengurangi rasa sakit. Terapi hewan juga dapat menghilangkan rasa kesepian pasien yang interaksinya dengan keluarga dan teman terbatas karena harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Berinteraksi dengan hewan dapat membuka peluang infeksi pada pasien. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena hewan dalam terapi ini dijaga kebersihannya. Anda juga akan diajari menjaga kebersihan saat berinteraksi dengan hewan tersebut.

Berdasarkan melaporkan di jurnal Pengobatan Biopsikososial, Beberapa rumah sakit di Jakarta telah berpartisipasi dengan berbagai organisasi untuk menyelenggarakan program pelatihan selama tiga tahun bagi dokter, perawat, atau apoteker untuk memperdalam pengetahuan dan keterampilan tentang perawatan paliatif.

Jika Anda atau keluarga Anda ingin mencari perawatan suportif untuk kanker atau penyakit kronis lainnya, cobalah berkonsultasi dengan dokter Anda, komunitas kanker, atau menjelajahi internet untuk informasi tentang memilih perawatan paliatif.

Pos Mengakui Perawatan Paliatif sebagai Pengobatan untuk Kanker muncul pertama kali Halo Sehat.

Yang Harus Anda Ketahui Sebelum Menjalani Pemeriksaan MRI

Mungkin dokter Anda meminta Anda untuk melakukan MRI atau pencitraan resonansi magnetik untuk mengetahui dengan pasti kondisi kesehatan Anda. Namun sebelum melakukannya, ada baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu apa yang harus dipersiapkan untuk melakukan pemeriksaan ini.

Apa itu ujian MRI?

Pencitraan resonansi magnetik atau MRI adalah pemeriksaan kesehatan yang menggunakan teknologi magnet dan gelombang radio untuk melihat detail bagian tubuh Anda. Alat ini bisa diibaratkan seperti pemindai, yang dapat melihat dan memeriksa organ dalam Anda. Nyatanya, hampir seluruh bagian tubuh bisa diperiksa dengan melakukan pemeriksaan MRI, seperti:

  • Otak dan tulang belakang
  • Tulang dan sendi
  • Payudara
  • Jantung dan pembuluh darah
  • Berbagai organ dalam tubuh seperti hati, rahim, kandung kemih, atau kelenjar prostat.

Hasil pemeriksaan ini akan membantu tim medis Anda menentukan diagnosis penyakit yang Anda alami dan rencana pengobatan yang harus dilakukan selanjutnya.

Apa saja yang harus disiapkan saat menjalani pemeriksaan MRI?

Sebenarnya tidak ada yang perlu Anda persiapkan untuk melakukan pemeriksaan ini. Ketika Anda datang ke ruang pemeriksaan, dokter atau tim medis Anda akan meminta Anda melepas pakaian Anda dan menggantinya dengan pakaian khusus.

Karena menggunakan teknologi magnet, Anda harus mengeluarkan semua barang yang mengandung besi dan logam dari tubuh Anda. Dalam beberapa kasus, pasien akan diberikan obat yang disuntikkan langsung ke pembuluh darah vena. ini berguna untuk memperjelas gambaran organ tubuh anda.

Apa yang terjadi saat saya menjalani pemeriksaan ini?

Setelah melakukan persiapan sebelum melakukan pemeriksaan MRI, Anda akan diminta untuk berbaring pada bagian alat yang sudah disiapkan. Alat MRI tersebut berbentuk seperti kapsul, jadi saat pemeriksaan Anda akan masuk ke dalam kapsul.

Selama pemeriksaan ini berlangsung, Anda juga harus tetap diam agar alat dapat "membaca" bagian tubuh yang diperiksa. Pemeriksaan ini berlangsung kurang lebih 15-90 menit. Namun jika saat pemeriksaan merasa ada keluhan, maka jangan sungkan untuk menyampaikannya ke tim medis.

Apakah pemeriksaan ini aman untuk saya yang sedang hamil?

Pemeriksaan MRI berbeda dengan sinar X yang menggunakan sinar-x yang dapat membahayakan kesehatan janin dan anak. Pemeriksaan ini cukup aman dilakukan ibu hamil dan anak karena menggunakan teknologi magnet dan tidak menimbulkan rasa nyeri. Karena Anda hanya diminta berbaring beberapa menit dan membiarkan alat tersebut membaca organ Anda.

Lalu, apakah setiap orang diperbolehkan untuk menjalaninya?

Memang pemeriksaan ini cukup aman dilakukan, tidak menimbulkan rasa sakit ataupun efek samping. Tapi bukan berarti semua orang bisa melakukannya.

Bagi Anda yang memiliki pulpen yang ditanamkan pada tulang Anda atau jenis logam lain yang ditanamkan di tubuh, seperti alat pacu jantung, maka pemeriksaan ini tidak dapat dilakukan. Adanya alat logam pada tubuh akan mengganggu cara kerja alat dan hasil pemeriksaan MRI tidak akan maksimal.

Pos Yang Harus Anda Ketahui Sebelum Menjalani Pemeriksaan MRI muncul pertama kali Halo Sehat.

Multivitamin Gummy untuk Dewasa, Benarkah Lebih Sehat?

Sebagai seorang anak, Anda mungkin telah mengonsumsi suplemen multivitamin yang dapat dikunyah yang berwarna-warni dan berbentuk bagus. Rasanya manis seperti buah, jadi Anda lupa minum suplemen, bukan permen. Namun, suplemen gummy multivitamin untuk orang dewasa belakangan mulai beredar. Meski ditujukan untuk orang dewasa, suplemen ini berbentuk permen jelly yang kenyal dan rasanya enak seperti multivitamin anak. Tertarik mencobanya? Simak dulu informasi penting berikut ini.

Apakah orang dewasa masih membutuhkan suplemen multivitamin?

Pada dasarnya masyarakat dari segala usia tetap membutuhkan asupan vitamin yang lengkap. Begitu juga dengan orang dewasa. Vitamin sebenarnya bisa didapatkan dari sumber makanan seperti sayur, buah dan kacang-kacangan. Namun, orang dewasa yang sibuk atau pilihan makanan terbatas mungkin tidak bisa mendapatkan cukup vitamin dari makanan mereka.

Oleh karena itu, suplemen multivitamin bisa menjadi pendamping diet Anda. Namun, bukan berarti suplemen yang Anda konsumsi dapat menggantikan semua kebutuhan nutrisi dan vitamin harian Anda. Anda tetap dianjurkan mengonsumsi makanan yang kaya vitamin, mineral, dan nutrisi penting lainnya.

Apa perbedaan antara suplemen multivitamin bergetah dan multivitamin biasa?

Berbeda dengan multivitamin lain dalam bentuk kapsul atau tablet, multivitamin gummy dapat dikunyah dan dihisap hingga larut di dalam mulut. Multivitamin gummy diproduksi khusus agar orang dewasa dapat dengan mudah mengonsumsi suplemen tanpa merasa ingin minum obat.

Selain itu, beberapa produk suplemen multivitamin tinggi memang berukuran cukup besar sehingga sulit untuk ditelan meski dengan bantuan air. Sementara itu, multivitamin bergetah mudah dikonsumsi kapan saja. Anda bahkan tidak perlu minum air setelah mengonsumsi suplemen khusus dewasa ini.

Bentuk multivitamin gummy, nutrisinya lebih mudah dicerna

Menurut lembaga ilmu gizi di Amerika Serikat, Academy of Nutrition and Dietetics, vitamin dan mineral dalam suplemen bergetah lebih mudah diserap tubuh. Ini karena suplemen bergetah harus dikunyah sampai larut di mulut. Saat mengunyah, mulut menghasilkan enzim yang membantu mencerna dan menyerap nutrisi. Sistem pencernaan Anda bahkan tidak perlu bekerja dua kali lebih keras untuk melumat dan mengekstrak nutrisinya. Jadi tidak ada nutrisi yang terbuang percuma.

Manfaat multivitamin gummy untuk orang dewasa

Meski terlihat seperti permen bergetah, multivitamin yang sedang naik daun ini biasanya mengandung berbagai jenis vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Dalam suplemen gummy multivitamin, terdapat lebih dari sepuluh jenis vitamin esensial. Mulai dari vitamin A, C, D, E hingga vitamin B kompleks seperti B3, B5, B6, B7, B9, dan B12. Biasanya suplemen bergetah juga kaya akan mineral, yaitu selenium dan yodium.

Vitamin ini dibutuhkan untuk merawat sel dan jaringan tubuh Anda. Vitamin C dan E juga kaya antioksidan yang mampu melawan radikal bebas penyebab penuaan dini dan kerusakan sel. Selain itu, sistem kekebalan Anda sangat bergantung pada vitamin C dan E untuk melawan bakteri dan virus penyebab penyakit.

Sedangkan vitamin B kompleks dan mineral baik untuk menjaga keseimbangan hormonal dan metabolisme, meningkatkan daya ingat, dan mencegah penyakit kronis seperti kanker dan penyakit jantung.

Bagaimana dengan kandungan gulanya?

Karena suplemen multivitamin gummy biasanya menawarkan rasa buah yang manis, banyak orang mengkhawatirkan kadar gula. Dalam satu suplemen biasanya mengandung 2 gram gula pasir (setara dengan setengah sendok teh). Sedangkan dalam sehari orang dewasa bisa mengonsumsi gula hingga 6-9 sendok teh.

Dosis yang dianjurkan untuk setiap produk suplemen bervariasi, tetapi Anda biasanya hanya perlu mengonsumsi satu suplemen per hari. Jadi, selama tidak melebihi dosis anjuran tidak perlu khawatir. kadar gula berlebih.

Namun, Anda harus berkonsultasi dengan dokter sebelum mulai mengonsumsi suplemen vitamin. Apalagi jika Anda memiliki kondisi khusus seperti diabetes, sedang hamil, atau sedang menyusui.

Pos Multivitamin Gummy untuk Dewasa, Benarkah Lebih Sehat? muncul pertama kali Halo Sehat.

Scroll to top