Ono Ambulance | Jasa Sewa Ambulance, Kargo Jenazah Murah, Berkualitas, Lengkap

Penulis: Dony Setiawan

Emotional Support Animal Registration – When You Might Need A Pet To Help Find Healing

You have many options for registering your animal that you rely on for emotional support. If you have a loved one they can be registered as your pet. Pets that act as an emotional support animal can bring a significant difference to the lives of thousands. If somebody you care about is looking for an emotional animal to support them, there are a few points to think about before you make the commitment.

Service dogs are guides or pets who provide help to people who have physical disabilities or are injured. This animal may not be trained to do tricks, such as the pulling of a sled, or fetching a ball. They are however excellent in boosting confidence of the patient as well as helping them retain their the independence. Before making a commitment to a service dog, most veterinarians want to verify that the animal is registered and certified as an emotional support animal.

It is possible to adopt an animal with a high emotional animal is lower likely for owners who experience high turnover. However, just because the turn-over rate is higher of pets does not mean the amount of pets being adopted differs. It’s easier to find homes than pets for dogs and cats, as the numbers of unwanted animals is very steady. When you sign up an animal or cat for support animals, you are helping to guarantee that there is always the love and health of your pet and a person to provide it with the best home.

Another reason for obtaining an emotional support animal certificate is that the law requires that it be obtained. It is required to be recognized as an animal that can be a source of emotional support. This is often called the document of instruction and training by a veterinarian for dogs. This is the owner’s permit as well as the registration number. These documents are necessary by the federal law to offer emotional support pets.

Registration and licensure is not the only ones how to register pet as emotional support animal. A very important requirement is the housing letter. This letter is also required under the FWS guidelines. Basically, this letter explains why the animal is needed, how the owner plans on caring for the pet, how the owner plans on keeping the animal, who will be in touch if the pet gets into trouble, as well as any other information the person wants to know. This is the last chance to record all information regarding their four-legged pet. If the person who is sending the form to register an emotional support animal request has concerns, they can call the center directly and inquire for clarification prior to sending the forms out.

For people with handicaps, pets that provide emotional support can be a great option to ease stress and pain. There are many reasons why a person would want to have a pet in his or her life. Many people enjoy spending time with their pets and being together. They may also need a companion to come in on a regular basis to help those with disabilities, or they may just wish to spend time with a fellow helping them to get through the difficult times in their lives.

Although you don’t need to do so, you may send the forms to register your pet to that same address as the FWS office. The reason why you don’t have to mail your application to the local office is because the FWS will contact the local disability assistance organisations to find out whether the animal you wish to adopt meets the requirements. If it does, then the mental health expert contacts the company that applied for the license and provide them with all the required information to process the application. Once the application is processed by the new pet owner, the animal will be notified immediately so that he or she is able to begin caring for the beloved animal.

If you choose to hire an experienced professional who has been certified in mental health care to take care of your pet, then all of this can be done efficiently. While it is fine to look for an animal to take care of but it could be a good idea to look for a therapy animal that will help. A person who is receiving an animal as an emotional support animal can regain their dignity and self-worth once they’ve been released from the restrictions of their handicap. There are many advantages of being registered for an emotional support animal anyone looking to have an animal as a pet companion throughout their life.

Tips Kesehatan Mata Sering Didepan Komputer

Tips kesehatan mata sering didepan computer

Terlalu sering melihat layar komputer atau layar elektronik akan membuat mata kita bekerja lebih keras. Dan bisa berakibat fungsi penglihatan kita semakin menurun, sehingga akhirnya bisa mengganggu aktivitas kita. Oleh karena itu, kita harus menjaga kesehatan mata kita agar selalu bisa menjalankan aktifitas tanpa gangguan. 

Tips kesehatan mata sering didepan komputer

Seperti yang dilansir dari Harvard Health, layar komputer dan layar digital lainnya dapat menyebabkan dua hal, yaitu mata kering akibat jarang berkedip dan mata terasa lelah.

Hal tersebut disebabkan oleh sumber cahaya dari layar barang elektronik yang membuat mata Anda terasa tidak nyaman. Akibatnya, Anda kesulitan mengamati teks dan gambar pada layar komputer, sehingga mengganggu pekerjaan Anda. 

Agar hal tersebut tidak terjadi, kita dapat melakukan tips kesehatan mata sering depan komputer sebagai berikut:

1. Menggunakan kacamata anti-radiasi

Tips kesehatan mata sering depan computer yang pertama, Menurut American Optometric Association, para pengguna komputer disarankan memakai kacamata anti-radiasi yang dibuat khusus untuk melihat layar komputer. Hal ini dikarenakan cahaya dari layar mengandung radiasi yang dapat mengganggu indra penglihatan Anda.

Oleh karena itu, bagi Anda yang sudah menggunakan kacamata, coba periksa kembali apakah kacamata Anda telah memiliki fitur anti-radiasi. Bagi yang tidak menggunakan kacamata untuk kegiatan sehari-hari, Anda bisa memakainya hanya ketika beraktivitas di depan komputer.

2. Mengubah posisi tubuh dan komputer

Tips kesehatan mata sering depan komputer yang kedua, Selain kacamata anti-radiasi, para pengguna komputer juga dapat menjaga kesehatan mata mereka dengan mengubah posisi tubuh saat berhadapan dengan komputer.

Ada beberapa faktor yang berasal dari komputer dan posisi tubuh Anda yang mengakibatkan masalah penglihatan. Mulai dari pencahayaan, letak monitor, posisi kursi, hingga durasi istirahat. 

·         Posisi layar komputer sebenarnya direkomendasikan harus 15-20° di bawah mata Anda, yaitu sekitar 10-13 cm yang diukur dari tengah layar dan 50-70 cm dari mata Anda. 

·         Menutupi sumber cahaya dari luar dengan gorden atau tirai dan memakai lampu meja agar terhindar dari silau. 

·         Posisi duduk pun harus senyaman mungkin dengan mengatur tinggi kursi agar Anda bisa menjejakkan kaki di lantai. Selain itu, mengubah posisi lengan kursi agar Anda tidak menyentuh keyboard ketika mengetik. 

·         Mengistirahatkan mata selama 15 menit setelah menatap layar komputer lebih dari dua jam tanpa istirahat. Setiap 20 menit sekali, usahakan untuk menatap ke arah selain layar selama 20 detik agar mata Anda berganti fokus. 

·         Jangan lupa untuk sering berkedip untuk menjaga permukaan bola mata tetap lembap. 

3. Konsumsi makanan sehat

Tips kesehatan mata sering depan komputer yang ketiga, Supaya mata Anda tetap sehat meskipun sering menggunakan komputer, biasakan mengonsumsi makanan yang sehat. 

Menurut American Academy of Ophthalmology, terdapat empat jenis makanan yang bisa membantu menjaga mata tetap sehat, yaitu:

·            Sayuran berdaun hijau, seperti bayam dan kubis yang mengandung lutein dan zeaxanthin yang tinggi. Keduanya berguna untuk menurunkan berbagai risiko penyakit mata. 

·            Buah-buahan citrus, seperti jeruk dan lemon karena memiliki vitamin C yang berperan sebagai antioksidan pada kesehatan mata Anda. 

·            Kacang-kacangan dan tiram yang mengandung seng, senyawa mineral yang penting untuk kesehatan mata karena membantu Anda melindungi mata dari cahaya. 

·            Jenis ikan yang tinggal di air dingin, seperit salmon, tuna, dan sarden karena mengandung asam lemak omega-3 yang dapat mengurangi risiko penyakit mata di kemudian hari. 

4. Rutin memeriksakan mata ke dokter

Tips kesehatan mata sering depan komputer yang keempat, Tidak hanya memperhatikan asupan makan dan posisi tubuh, Anda pun dianjurkan untuk rutin memeriksakan kesehatan mata ke dokter. Mungkin Anda merasa mata Anda baik-baik saja karena gejala yang terlihat belum terlalu mengganggu. 

Akan tetapi, bisa saja tanpa Anda sadari mata Anda mulai rusak. Oleh karena itu, disarankan bagi para pengguna komputer untuk rutin memeriksakan diri demi menjaga kesehatan mata mereka. 

Hal ini bertujuan agar komplikasi dan penyakit mata lainnya dapat dicegah karena terlalu sering menghadap layar komputer dan digital lainnya.

Menjaga kesehatan mata merupakan hal yang cukup penting untuk semua orang, terutama para pengguna komputer sehari-harinya. Jika Anda sudah mulai merasakan gejala-gejala yang membuat penglihatan Anda terganggu, segera periksakan mata Anda ke dokter agar Anda tahu apa penyebab dan cara penanganannya.

 

Gclub Internet based Online on line casino GCLUB88

Convert Construction Gaming residence is truly a stunning best Microgaming handled casino articulation that offers gotten to secure supplying UK individuals a very good generous £1,000 fresh someon Read More »

Perawatan Pasien Hemodialisa

Perawatan Pasien Hemodialisa

Saat orang tua atau pasangan memiliki gangguan ginjal yang sudah parah, prosedur cuci darah atau hemodialisis adalah salah satu tindakan medis yang harus dijalani. Fungsi prosedur tersebut bagi pasien cuci darah adalah untuk membersihkan darah dari racun dan zat berbahaya, karena ginjal sudah tak mampu lagi untuk melakukannya secara maksimal.

Namun, pasien penyakit ginjal yang butuh cuci darah tetap memerlukan perawatan agar kualitas hidup tetap terjaga. Nah, agar Sahabat Ono dapat membantu dengan maksimal dan turut memelihara kondisi pasien cuci darah, berikut adalah cara perawatan pasien hemodialisa yang bisa dilakukan:

 

Pastikan pasien melakukan kewajibannya

Saat seseorang sudah direkomendasikan untuk melakukan tindakan cuci darah, ada sejumlah kewajiban yang mesti dilaksanakan. Antara lain, mengonsumsi obat-obatan sesuai petunjuk dokter, mematuhi segala pantangan makanan atau minuman, serta datang cuci darah tepat waktu.

Sayangnya, tak semua pasien cuci darah punya kesadaran penuh terhadap kewajiban tersebut. Ada saja yang masih malas cuci darah atau bahkan tidak mengonsumsi obat yang diberikan dokter. Di sinilah peran Anda sebagai keluarga diperlukan. Jika pasien malas cuci darah, mungkin saja karena selama ini tidak ada yang menemaninya. Jadi, sebagai keluarga yang peduli terhadapnya, temani ia saat melakukan tindakan tersebut agar tidak merasa sendirian.

Selain itu, ingatkan pula pasien untuk selalu mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter. Pasang alarm pengingat, dan bila perlu letakkan di tempat yang sudah pasti terlihat olehnya.

 

Bantu pasien membersihkan bagian tubuh tertentu

Cuci darah dengan metode dialisis peritoneal dilakukan oleh sebagian pasien penyakit ginjal. Dalam metode tersebut, dinding perut pasien akan dihubungkan ke kantung berisi campuran mineral, gula dan air menggunakan tabung kateter.

Nah, area pemasangan kateter berisiko mengalami infeksi jika kebersihannya tidak terjaga. Jadi, jangan sampai pasien lupa untuk membersihkannya. Jika perlu, bantulah pasien membersihkan bagian tersebut.

Adapun cara untuk membersihkan area pemasangan kateter adalah:

  • Lepaskan perban secara perlahan tanpa memindahkan posisi kateter. Saat melakukannya, tangan Anda harus bersih, menggunakan sarung tangan dan masker.
  • Gunakan larutan steril untuk membersihkan luka, kateter dan kulit di sekitarnya.
  • Tutup kembali dengan perban yang baru.

 

Ingatkan pasien untuk tertib mematuhi aturan dari dokter

Karena organ dalam sudah tidak dapat berfungsi dengan baik, tentu saja ada pantangan dan anjuran makanan yang mesti dipatuhi pasien. Misalnya, pasien mesti membatasi makanan yang banyak mengandung air, seperti sup, kaldu, semangka, stroberi, jeruk, pir, dan lainnya. Makanan tinggi kalium, fosfor dan natrium (asin) juga mesti dihindari.

Di sisi lain, pasien disarankan untuk mengonsumsi makanan yang tinggi protein. Selain itu, pasien penyakit ginjal yang mesti cuci darah juga wajib memperhatikan pasokan kalori agar sesuai dengan yang dianjurkan oleh dokter.

Nah, agar pasien cuci darah tidak lupa segala peraturan tersebut, buatkanlah catatan dan letakkan di tempat-tempat yang mudah dilihat olehnya. Selain itu, Anda juga bisa membantunya mengingatkan akan segala peraturan tersebut supaya pasien terus patuh.

Pasien cuci darah tetap bisa memiliki kualitas hidup yang baik asalkan selalu mematuhi petunjuk yang diberikan oleh dokter. Kiat merawat pasien hemodialisis yang disarankan di atas bisa Anda lakukan. Jika perlu konsultasikan pada dokter untuk mendapatkan saran-saran terbaik lainnya.

 

Itulah cara perawatan pasien hemodialisa yang bisa Sahabat Ono lakukan. Jika keadaan pasien memburuk dan membutuhkan ambulance untuk mengantar ke rumah sakit, Sahabat Ono bisa menghubungi ke nomor 082315032018 atau bisa mengunjungi kami di website https://onoambulance.com

Perawatan Pasien Hepatitis B

Perawatan Pasien Hepatitis B

Tidak ada seorang pun yang ingin mengalami penyakit hepatitis B. Namun, kabar baiknya, penyakit hepatitis B bisa sembuh. Bahkan, penyakit hepatitis B akut biasanya sembuh sendiri dan tidak memerlukan perawatan medis, hanya memerlukan perawatan hepatitis B di rumah.

Namun, meskipun perawatan hepatitis B bisa dilakukan di rumah, jika gejala hepatitis B akut yang terjadi sangat parah sampai ada gejala seperti muntah atau diare, orang yang terkena mungkin memerlukan pengobatan untuk mengembalikan cairan dan elektrolit.

Jadi Sahabat Ono, berikut ada beberapa cara perawatan hepatitis b yang bisa dilakukan dirumah, diantaranya :

  • Minum banyak cairan untuk mencegah dehidrasi. Kaldu, gelatin, dan jus buah lebih disukai karena minuman tersebut juga menyediakan kalori untuk penderita hepatitis B yang dirawat di rumah. Minum banyak cairan terutama sangat penting agar tubuh penderita hepatitis tidak lemah hingga menjadi tidak bertenaga. Anda juga perlu untuk menjaga asupan nutrisi sebagai bagian dari perawatan hepatitis B di rumah.

 

  • Menjaga asupan nutrisi atau menjaga pola makan juga sangat penting sebagai bagian dari perawatan hepatitis B di rumah. Anda perlu untuk menyediakan makanan-makanan yang mengandung sulfur seperti sayuran hijau dan buah-buahan untuk penderita hepatitis B yang sedang menjalani masa perawatan. Sulfur membantu untuk mendetoksifikasi hati sehingga pemulihan kesembuhan akibat penyakit hepatitis juga bisa menjadi lebih cepat.

 

  • Tanya dokter Anda terkait obat-obatan yang diberikan kepada penderita hepatitis selama masa perawatan. Obat-obat tertentu bisa mempengaruhi fungsi hati, bahkan obat bebas yang dapat dibeli di warung maupun jamu-jamuan sekalipun. Beberapa obat tergantung pada kerja hati, dan kerusakan hati dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk memetabolisme obat ini. Jika Anda berada dalam kondisi meminum obat yang diresepkan, tanyakan pada dokter Anda apakah dosis harus disesuaikan atau jika obat tersebut harus dihentikan sementara.

 

  • Hindari minum alkohol. Individu dengan HBV kronis harus menghindari alkohol selama sisa hidup mereka. Alkohol juga dapat melemahkan fungsi organ lainnya dalam tubuh selain melemahkan fungsi hati, sehingga pasien yang sedang menjalani perawatan hepatitis B sangat dianjurkan untuk menghindari alkohol.

 

  • Cobalah untuk makan makanan yang menyediakan nutrisi yang cukup dan tidak berlebihan. Santai saja dalam menakar makanan yang harus dikonsumsi setiap harinya. Mungkin diperlukan beberapa waktu untuk memulihkan tingkat energi Anda agar kembali normal.

 

  • Hindari olahraga berat berkepanjangan, sampai gejala mulai membaik. Untuk orang yang sedang menjalani perawatan hepatitis B, tentunya Anda harus bisa menjaga kondisi agar penyakit tidak semakin memburuk.

 

  • Hubungi dokter untuk menanyakan dan berdiskusi jika kondisi Anda memburuk atau gejala baru muncul. Perawatan hepatitis B memang bisa dilakukan di rumah. Namun, tetap saja tidak menutup kemungkinan bahwa seorang pasien dengan hepatitis B juga membutuhkan perawatan medis karena timbulnya gejala-gejala hepatitis B yang lebih parah. Maka dari itu, selalu pantau kondisi Anda atau kerabat Anda yang sedang berada dalam perawatan hepatitis B dan segera temukan bantuan medis jika terjadi gejala hepatitis B yang lebih parah.

 

  • Hindari aktivitas yang dapat menyebarkan infeksi ke orang lain (hubungan seksual, jarum suntik, dll).

Itulah cara perawatan pasien hepatitis b dirumah yang bisa Sahabat Ono lakukan. Jika keadaan pasien memburuk dan membutuhkan ambulance untuk mengantar ke rumah sakit, Sahabat Ono bisa menghubungi ke nomor 082315032018 atau bisa mengunjungi kami di website https://onoambulance.com

Merawat Pasien Hepatitis A

Merawat Pasien Hepatitis A

Penyakit hepatitis A disebabkan oleh virus hepatitis A. Virus tersebut disebarkan disebarkan oleh kotoran tinja dan biasanya melalui makanan. Dibandingkan penyakit hepatitis jenis lain, hepatitis A merupakan yang paling ringan.

Sanitasi yang buruk atau kesadaran masyarat tentang kebersihan yang renah bisa menjadi pemicu penyakit hepatitis A. Sebab virus hepatitis A sangat mudah menular, khususnya melalui air dan makanan yang terkontaminasi oleh tinja orang yang terifeksi virus ini. Bila seseorang terjangkit virus hepatitis A, perlu segera pergi ke dokter untuk mendapat perawatan dan penanganan yang tepat.

Untuk pengobatan hepatitis A tak ada yang terlalu spesifik. Infeksi penyakit ini bisa sembuh dalam waktu 1-2 bulan. Dokter juga akan meresepkan obat yang bisa meredakan gejala-gejala yang dialami penderita. Obat yang diberikan umumnya meliputi obat pereda demam, mual, dan muntah. Untuk mengembalikan nafsu makan, penderita perlu diberi nutrisi yang cukup.

Ada beberapa cara merawat untuk pasien hepatitis dirumah, diantaranya :

 

Perbanyak Minum Air Putih dan Cukupi Kebutuhan Nutrisi Tubuh

Cairan tubuh harus dipenuhi. Perbanyak minum air putih dan penuhi kebutuhan nutrisi tubuh. Meski nafsu makan menurun, penting untuk tetap makan agar tidak gampang merasa mual dan muntah. Hindari minuman beralkohol karena organ hati perlu beristirahat agar segera pulih.

 

Gunakan Pakaian Longgar dan Jaga Kebersihan Diri

Untuk mengurangi rasa gatal, gunakan pakaian longgar. Kebersihan diri juga perlu dijaga. Jangan berbagi handuk dan jangan mencampur pakaian dengan milik orang lain. Rutin mencuci tangan dengan air mengalir serta sabun setiap harinya. Bila penderita dirawat di rumah selama proses pemulihan, penting bagi kerabat atau anggota keluarga yang lain untuk senantias menjaga kebersihan rumah.

Mengonsumsi Obat Pereda Nyeri dan Obat Penurun Panas sesuai Resep Dokter

Obat yang dikonsumsi tak bolah sembarangan demi menjaga fungsi hati tetap optimal. Minumlah obat sesuai anjuran dan resep dokter. Biasanya penderita akan diberi obat pereda nyeri dan obat penurn panas. Obat mual juga bisa diberikan untuk mencegah muntah.

Seseorang yang pernah mengidap hepatitis A kecil kemungkinan akan mendapat penyakit ini di kemudian hari. Sebab penderita yang sudah sembuh dari hepatitis A akan mendapat kekebalan tubuh terhadap penyakit ini. Selalu jaga kesehatan dan kebersihan setiap hari agar terhindar dari penyakit hepatitis A ini, ya Sahabat Ono.

Itulah cara perawatan pasien hepatitis a dirumah yang bisa Sahabat Ono lakukan. Jika keadaan pasien memburuk dan membutuhkan ambulance untuk mengantar ke rumah sakit, Sahabat Ono bisa menghubungi ke nomor 082315032018 atau bisa mengunjungi kami di website https://onoambulance.com

Perawatan Pasien Geriatri

cara merawat pasien geriatri

Geriatri merupakan salah satu cabang ilmu kedokteran yang mempelajari keadaan-keadaan fisiologis dan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan orang-orang lanjut usia. Pasien geriatri adalah pasien lansia yang memiliki satu atau lebih penyakit yang mengalami gangguan akibat penurunan fungsi organ, psikologi, sosial, ekonomi dan lingkungan yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

Menurut Kementerian Kesehatan, yang dapat disebut lansia adalah mereka yang berusia di atas 60 tahun atau lebih. Lansia membutuhkan perhatian khusus, karena kemampuan tubuhnya yang tidak lagi sama seperti dulu. Merawat lansia bisa jadi tidak sulit tetapi juga tidak mudah.

Beberapa hal berikut ini penting untuk Sahabat Ono perhatikan dalam merawat lansia, diantaranya :

Ketahui batasan normal

Setiap orang memiliki standar nilai tertentu jika berkaitan dengan kesehatan. Misalnya, jika tekanan darah Anda biasanya 120/80 dan jika tiba-tiba tekanan darah Anda naik ke 130/90, Anda tahu ada sesuatu yang salah dan harus diperhatikan. Hal yang sama juga terjadi pada lansia. Mengetahui angka yang biasa tertera di laporan kesehatan seorang lansia dapat membantu Anda mendeteksi lebih awal jika ada yang tidak beres dengan keadaan lansia.

Itulah cara merawat pasien geriatri dirumah yang bisa Sahabat Ono lakukan. Jika keadaan pasien memburuk dan membutuhkan ambulance untuk mengantar ke rumah sakit, Sahabat Ono bisa menghubungi ke nomor 082315032018 atau bisa mengunjungi kami di website https://onoambulance.com

Perawatan Pasien Epilepsi

Perawatan Pasien Epilepsi

Epilepsi adalah gangguan neurologis, kondisi di mana seseorang kerap mengalami kejang-kejang. Epilepsi atau ayan terbagi menjadi dua yaitu umum dan fokal. Kejang fokal atau parsial hanya memengaruhi satu otak saja dan berlangsung beberapa detik saja.

Semantara kejang umum terjadi lebih kuat dan membuat otot tidak terkendali. Kejang jenis ini dapat berlangsung sampai beberapa menit. Pasien yang mengalami kejang kuat itu akan menjadi bingung atau kehilangan kesadaran, dan kemungkinan tidak ingat apa yang terjadi.

Seseorang yang berada di dekat orang yang epilepsi kadang tidak tahu harus berbuat apa. Maka simak penjelasan berikut untuk mengetahuinya. Beberapa perawatan pasien epilepsi yang perlu dilakukan saat menghadapi orang yang sedang kejang, yaitu :

Tetap bersamanya

Saat melihat seseorang mengejang, jangan tinggalkan orang tersebut. Tetaplah bersamanya, menjaga ia mengejang di tempat yang aman. Tetap tenang, dan ajak ia berkomunikasi.

Menjaga mereka tetap aman

Seseorang yang mengalami kejang dapat terluka jika jatuh atau menabrak sesuatu, jadi pastikan mereka berada di lingkungan yang aman. Jika mereka berjalan atau berkeliaran, arahkan mereka ke tempat yang aman. Jika mereka cenderung akan terjatuh, turunkan dengan hati-hati.

Hindarkan dari benda-benda yang bisa melukai. Bersihkan area kejang dari benda tajam, atau apa pun yang dapat menimbulkan bahaya. Beberapa pasien epilepsi tidak ingin bangun dalam kondisi dikelilingi banyak orang, jadi panggilah satu atau dua orang saja jika membutuhkan bantuan.

Buat tubuh mereka menyamping

Longgarkan pakaian ketat dan letakkan sesuatu yang lembut di bawah kepala mereka. Lalu buatlah mereka menyamping atau dalam posisi miring. Buka mulut mereka agar lebih mudah bernapas dan hal ini juga mencegah tersedak air liur yang jelas akan menghalangi jalur pernapasan.

Jangan menahan kejangan

Menahan kejangan tidak akan menghentikan kejang, dan malah bisa membuat mereka lebih cenderung melukai diri sendiri atau orang lain. Jika mencoba menahan kejang atau getaran yang terjadi maka kemungkinan orang yang kejang-kejang itu akan merespons secara agresif.

Jangan menaruh apapun di mulut mereka

Jangan pernah memberi makan atau minum ke orang yang sedang kejang-kejang. Hal itu sangat berbahaya bagi mereka.

Itulah cara merawat pasien epilepsi dirumah saat mengalami kejang yang harus Sahabat Ono lakukan. Jika keadaan pasien memburuk dan membutuhkan ambulance untuk mengantar ke rumah sakit, Sahabat Ono bisa menghubungi ke nomor 082315032018 atau bisa mengunjungi kami di website https://onoambulance.com

Merawat Pasien di Rumah

Merawat Pasien di Rumah

Biaya perawatan di rumah sakit itu mahal -tergantung juga jenis sakitnya. Selain biaya obat yang harus dibeli, juga biaya rawat inap yang tak jarang cukup mahal. Karena harus membayar perawatan oleh para perawat dan dokter serta lainnya termasuk biaya ruangan.

Tapi, bila memang sakitnya masih tidak perlu harus dirawat di rumah sakit, kita bisa melakukan perawatan di rumah saja yang tentunya tidak membutuhkan biaya semahal apabila dirawat di rumah sakit. Lalu bagaimana cara merawat orang sakit di rumah dengan biaya yang murah dan bisa membuat cepat sembuh ?

Dukungan dari dalam tentu saja adalah pengobatan yang dibutuhkan. Lalu apa bentuk dukungan dari luar ? Selain semangat dari orang-orang terkasih, ternyata penataan ruangan di rumah juga bisa memengaruhi kondisi psikis orang sakit.

Jadi jika ada anggota keluarga yang sedang sakit, tak ada salah mencoba mendesain ulang ruangan di rumah agar mereka nyaman dan mempercepat proses penyembuhan. Berikut cara merawat pasien dirumah khususnya dalam menjaga dan menata rumah agar cepat sembuh dari sakit dan bisa menghemat biaya :

Membersihkan Rumah

Membersihkan ruangan rumah sudah pasti hukumnya wajib. Sebab bila kita membiarkannya kotor, maka kuman tentu banyak bersarang di ruangan itu dan memperparah kondisi badan yang sedang sakit. Bersihkan ruangan dari debu-debu yang menempel secara rutin.

Kita semua tahu, daya tahan tubuh sangat rentan ketika sakit. Jadi ini adalah poin mutlak bahwa rumah yang bersih adalah syarat utama yang harus dilakukan. Jangan enggan dan malas untuk menyapu dan mengepel serta mengelap perabotan di dalam rumah.

Membuka Jendela

Menjaga rumah tetap bersih bukan hanya soal menyapu, mengepel, dan membersihkan perabotan rumah saja, tapi juga biasakan membuka jendela di pagi hari agar udara segar bisa masuk ke dalam rumah.

Udara pagi yang belum tercemar ini akan sangat baik bagi anggota keluarga yang sakit. Setidaknya, bawa mereka yang sakit ini ke teras untuk menghirup udara segar dan menikmati suasana alam di luar rumah sekitar 30-60 menit. Sembari itu, kita juga bisa membersihkan kamarnya.

Sediakan Aromaterapi

Untuk lebih mendukung suasana yang menyenangkan, bisa menaruh aromaterapi di ruangan. Tentu ada banyak macam aromaterapi, baik sintetis maupun alami. Pilih aroma-aroma yang menyegarkan dan menenangkan.

Bisa juga menggunakan aromaterapi alami dari kayu manis, dengan cara memanggangnya terlebih dahulu dan letakkan pada wadah yang sudah disiapkan serta letakkan di sudut ruangan. Tidak hanya itu, kopi yang dianggang juga bisa menjadi pilihan dengan aroma khasnya yang nikmat.

Kedua bahan itu diyakini bisa mendorong suasana hati (mood booster) lebih rileks dan menyenangkan. Bila suasana hati baik, maka besar kemungkinan baginya lebih semangat untuk sembuh.

Putar Musik yang Menyenangkan

Memutar musik favorit mereka yang sakit ini juga bisa semakin mendukung suasana rumah yang menyenangkan. Jika tidak ada jenis musik tertentu yang menjadi kesukaannya, bisa juga dipilihkan jenis musik klasik dan jazz yang relatif lebih tenang dan mengalun santai di telingan.

Tujuan pemasangan musik ini adalah membuat orang yang sakit menjadi lebih rileks pikirannya, sehingga proses penyembuhan dari dalam tubuh yang dilakukan dengan bantuan obat bisa lebih optimal. Namun bila jenis musik favoritnya itu musik rock atau rap, tidak ada salahnya memenuhi keinginannya itu. Toh, tujuan utamanya memang agar sakitnya segera sembuh.

Bersihkan Kamar Mandi

Ketika membersihkan rumah, jangan tanggung-tanggung untuk membuatnya tetap kinclong di area manapun. Bukan hanya kamar tidur dan asea ruang keluarga saja yang harus dibersihkan, tapi ruangan vital seperti kamar mandi juga tidak boleh luput dari sentuhan agar tetap bersih setiap hari.

Menjaga kamar mandi tetap bersih bukan hanya membantu orang yang sakit agar tidak semakin sakit, tetapi juga menjaga anggota keluarga lainnya terhindar dari penyakit yang sama. Ha ini akan semakin ditekankan bagi Anda yang menggunakan kamar mandi sama dengan anggota keluarga yang sakit.

Pasang Lampu Redup

Suasana yang santai dengan lampu redup lebih disarankan ketika menyusun ulang ruangan di rumah saat ada anggota keluarga yang sakit. Selain membuat suasana menjadi lebih rileks, penggunaan lampu redup juga akan lebih menghemat biaya energi.

Lampu yang terlalu terang akan mempengaruhi kondisi psikologi mereka. Karena pencahayaan yang terlalu terang akan membuat mereka lebih silau dan memberikan suasana yang tidak santai.

Kurangi Penggunaan Elektronik

Perlu juga diperhatikan terkait penggunaan alat elektronik. Jangan terlalu banyak menggunakan elektronik di ruangan anggota keluarga yang sedang sakit. Sebab penggunaan alat-alat elektronik yang berlebihan akan mengganggu kondisi mental mereka.

Penjelasan ilmiahnya adalah alat elektronik tersebut memancarkan radiasi yang tentu tidak baik bagi kesehatan. Kondisi ini seolah tidak membolehkan orang sakit untuk istirahat.

Gunakan Warna Cerah

Dengan warna cerah, maka akan memberikan suasana yang ceria. Itu sebabnya banyak rumah sakit yang menggunakan warna-warna cerah dan terkesan ceria. Harapannya para pasien bisa merasa nyaman dan memiliki semangat untuk segera sembuh.

Tidak perlu sampai harus mengecat ulang rumah. Kita bisa bermain warna dengan cara memasang gorden berwarna berbeda. Bisa juga memasang sarung bantal dan guling serta sofa dengan warna-warna yang berbeda dan cerah. Atau menambahkan karpet berwarna terang untuk semakin membuat suasana ruang menjadi lebih semarak.

Itulah cara merawat pasien dirumah khususnya dalam penataan ruangan yang bisa Sahabat Ono lakukan. Jika keadaan pasien memburuk dan membutuhkan ambulance untuk mengantar ke rumah sakit, Sahabat Ono bisa menghubungi ke nomor 082315032018 atau bisa mengunjungi kami di website https://onoambulance.com

Perawatan Pasien Koma

Perawatan Pasien Koma

Koma adalah kondisi hilangnya kesadaran dalam jangka waktu yang lama. Koma bisa disebabkan oleh banyak hal, di antaranya karena cedera atau trauma di bagian kepala, penyakit sistem saraf, penyakit metabolik, infeksi, atau stroke.

Hal-hal tersebut dapat menyebabkan pembengkakan atau perdarahan di bagian otak. Akibatnya, tekanan di rongga kepala jadi meningkat dan menghambat aliran darah berisi oksigen yang menuju ke otak. Kondisi inilah yang membuat seseorang jadi hilang kesadaran hingga mengalami koma.

 

Pasien koma tetap butuh makan dan minum

Manusia membutuhkan makan dan minum untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya setiap hari. Apalagi kalau Anda sedang sakit, Anda tentu membutuhkan asupan makanan yang lebih banyak supaya tubuh cepat pulih dan sembuh. Hal ini berlaku juga untuk orang yang sedang koma. Sekalipun dalam kondisi tidak sadar, pasien koma tetap membutuhkan asupan makanan dan minuman supaya fungsi organ tubuhnya tetap berjalan dengan baik.

Pasien koma makan dan minum melalui cairan infus yang dimasukkan ke dalam pembuluh darah venanya. Cairan infus tersebut mengandung elektrolit, yang terdiri dari garam atau zat lainnya, untuk mencegah pasien koma dari kelaparan atau dehidrasi.

Tergantung dari kondisi pasien, dokter juga dapat membuat tabung nasogastrik untuk memungkinkan pasien koma makan dan minum. Tabung nasogastrik ini dimasukkan melalui hidung, lalu ke tenggorokan, dan berakhir di lambung untuk mengalirkan cairan dan nutrien ke dalam tubuh pasien.

Namun, jenis tabung ini hanya bisa digunakan selama 1-4 minggu saja. Jika lebih dari 4 minggu, maka tabung nasogastrik ini biasanya akan diganti dengan selang PEG.

Selang PEG atau Percutaneous Endoscopic Gastronomy adalah selang makanan permanen yang dimasukkan dari kulit perut langsung ke dalam perut pasien. Lewat selang ini, makanan buatan akan dimasukkan langsung ke dalam lambung untuk dicerna oleh pasien koma.

Itulah cara perawatan pasien koma khususnya dalam pemberian asupan makanan yang bisa Sahabat Ono lakukan. Jika keadaan pasien memburuk dan membutuhkan ambulance untuk mengantar ke rumah sakit, Sahabat Ono bisa menghubungi ke nomor 082315032018 atau bisa mengunjungi kami di website https://onoambulance.com

Scroll to top