Penulis: Dony Setiawan

How to Write My Paper Affordable

Many of us, especially students, dream about writing my paper cheap. Still, the notion of writing a paper without spending an excessive amount of money can be very intimidating. If it is possible to stick to the directions I have supplied, you Read More »

Perawatan Pasien Hemodialisa

Perawatan Pasien Hemodialisa

Saat orang tua atau pasangan memiliki gangguan ginjal yang sudah parah, prosedur cuci darah atau hemodialisis adalah salah satu tindakan medis yang harus dijalani. Fungsi prosedur tersebut bagi pasien cuci darah adalah untuk membersihkan darah dari racun dan zat berbahaya, karena ginjal sudah tak mampu lagi untuk melakukannya secara maksimal.

Namun, pasien penyakit ginjal yang butuh cuci darah tetap memerlukan perawatan agar kualitas hidup tetap terjaga. Nah, agar Sahabat Ono dapat membantu dengan maksimal dan turut memelihara kondisi pasien cuci darah, berikut adalah cara perawatan pasien hemodialisa yang bisa dilakukan:

 

Pastikan pasien melakukan kewajibannya

Saat seseorang sudah direkomendasikan untuk melakukan tindakan cuci darah, ada sejumlah kewajiban yang mesti dilaksanakan. Antara lain, mengonsumsi obat-obatan sesuai petunjuk dokter, mematuhi segala pantangan makanan atau minuman, serta datang cuci darah tepat waktu.

Sayangnya, tak semua pasien cuci darah punya kesadaran penuh terhadap kewajiban tersebut. Ada saja yang masih malas cuci darah atau bahkan tidak mengonsumsi obat yang diberikan dokter. Di sinilah peran Anda sebagai keluarga diperlukan. Jika pasien malas cuci darah, mungkin saja karena selama ini tidak ada yang menemaninya. Jadi, sebagai keluarga yang peduli terhadapnya, temani ia saat melakukan tindakan tersebut agar tidak merasa sendirian.

Selain itu, ingatkan pula pasien untuk selalu mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter. Pasang alarm pengingat, dan bila perlu letakkan di tempat yang sudah pasti terlihat olehnya.

 

Bantu pasien membersihkan bagian tubuh tertentu

Cuci darah dengan metode dialisis peritoneal dilakukan oleh sebagian pasien penyakit ginjal. Dalam metode tersebut, dinding perut pasien akan dihubungkan ke kantung berisi campuran mineral, gula dan air menggunakan tabung kateter.

Nah, area pemasangan kateter berisiko mengalami infeksi jika kebersihannya tidak terjaga. Jadi, jangan sampai pasien lupa untuk membersihkannya. Jika perlu, bantulah pasien membersihkan bagian tersebut.

Adapun cara untuk membersihkan area pemasangan kateter adalah:

  • Lepaskan perban secara perlahan tanpa memindahkan posisi kateter. Saat melakukannya, tangan Anda harus bersih, menggunakan sarung tangan dan masker.
  • Gunakan larutan steril untuk membersihkan luka, kateter dan kulit di sekitarnya.
  • Tutup kembali dengan perban yang baru.

 

Ingatkan pasien untuk tertib mematuhi aturan dari dokter

Karena organ dalam sudah tidak dapat berfungsi dengan baik, tentu saja ada pantangan dan anjuran makanan yang mesti dipatuhi pasien. Misalnya, pasien mesti membatasi makanan yang banyak mengandung air, seperti sup, kaldu, semangka, stroberi, jeruk, pir, dan lainnya. Makanan tinggi kalium, fosfor dan natrium (asin) juga mesti dihindari.

Di sisi lain, pasien disarankan untuk mengonsumsi makanan yang tinggi protein. Selain itu, pasien penyakit ginjal yang mesti cuci darah juga wajib memperhatikan pasokan kalori agar sesuai dengan yang dianjurkan oleh dokter.

Nah, agar pasien cuci darah tidak lupa segala peraturan tersebut, buatkanlah catatan dan letakkan di tempat-tempat yang mudah dilihat olehnya. Selain itu, Anda juga bisa membantunya mengingatkan akan segala peraturan tersebut supaya pasien terus patuh.

Pasien cuci darah tetap bisa memiliki kualitas hidup yang baik asalkan selalu mematuhi petunjuk yang diberikan oleh dokter. Kiat merawat pasien hemodialisis yang disarankan di atas bisa Anda lakukan. Jika perlu konsultasikan pada dokter untuk mendapatkan saran-saran terbaik lainnya.

 

Itulah cara perawatan pasien hemodialisa yang bisa Sahabat Ono lakukan. Jika keadaan pasien memburuk dan membutuhkan ambulance untuk mengantar ke rumah sakit, Sahabat Ono bisa menghubungi ke nomor 082315032018 atau bisa mengunjungi kami di website https://onoambulance.com

Perawatan Pasien Hepatitis B

Perawatan Pasien Hepatitis B

Tidak ada seorang pun yang ingin mengalami penyakit hepatitis B. Namun, kabar baiknya, penyakit hepatitis B bisa sembuh. Bahkan, penyakit hepatitis B akut biasanya sembuh sendiri dan tidak memerlukan perawatan medis, hanya memerlukan perawatan hepatitis B di rumah.

Namun, meskipun perawatan hepatitis B bisa dilakukan di rumah, jika gejala hepatitis B akut yang terjadi sangat parah sampai ada gejala seperti muntah atau diare, orang yang terkena mungkin memerlukan pengobatan untuk mengembalikan cairan dan elektrolit.

Jadi Sahabat Ono, berikut ada beberapa cara perawatan hepatitis b yang bisa dilakukan dirumah, diantaranya :

  • Minum banyak cairan untuk mencegah dehidrasi. Kaldu, gelatin, dan jus buah lebih disukai karena minuman tersebut juga menyediakan kalori untuk penderita hepatitis B yang dirawat di rumah. Minum banyak cairan terutama sangat penting agar tubuh penderita hepatitis tidak lemah hingga menjadi tidak bertenaga. Anda juga perlu untuk menjaga asupan nutrisi sebagai bagian dari perawatan hepatitis B di rumah.

 

  • Menjaga asupan nutrisi atau menjaga pola makan juga sangat penting sebagai bagian dari perawatan hepatitis B di rumah. Anda perlu untuk menyediakan makanan-makanan yang mengandung sulfur seperti sayuran hijau dan buah-buahan untuk penderita hepatitis B yang sedang menjalani masa perawatan. Sulfur membantu untuk mendetoksifikasi hati sehingga pemulihan kesembuhan akibat penyakit hepatitis juga bisa menjadi lebih cepat.

 

  • Tanya dokter Anda terkait obat-obatan yang diberikan kepada penderita hepatitis selama masa perawatan. Obat-obat tertentu bisa mempengaruhi fungsi hati, bahkan obat bebas yang dapat dibeli di warung maupun jamu-jamuan sekalipun. Beberapa obat tergantung pada kerja hati, dan kerusakan hati dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk memetabolisme obat ini. Jika Anda berada dalam kondisi meminum obat yang diresepkan, tanyakan pada dokter Anda apakah dosis harus disesuaikan atau jika obat tersebut harus dihentikan sementara.

 

  • Hindari minum alkohol. Individu dengan HBV kronis harus menghindari alkohol selama sisa hidup mereka. Alkohol juga dapat melemahkan fungsi organ lainnya dalam tubuh selain melemahkan fungsi hati, sehingga pasien yang sedang menjalani perawatan hepatitis B sangat dianjurkan untuk menghindari alkohol.

 

  • Cobalah untuk makan makanan yang menyediakan nutrisi yang cukup dan tidak berlebihan. Santai saja dalam menakar makanan yang harus dikonsumsi setiap harinya. Mungkin diperlukan beberapa waktu untuk memulihkan tingkat energi Anda agar kembali normal.

 

  • Hindari olahraga berat berkepanjangan, sampai gejala mulai membaik. Untuk orang yang sedang menjalani perawatan hepatitis B, tentunya Anda harus bisa menjaga kondisi agar penyakit tidak semakin memburuk.

 

  • Hubungi dokter untuk menanyakan dan berdiskusi jika kondisi Anda memburuk atau gejala baru muncul. Perawatan hepatitis B memang bisa dilakukan di rumah. Namun, tetap saja tidak menutup kemungkinan bahwa seorang pasien dengan hepatitis B juga membutuhkan perawatan medis karena timbulnya gejala-gejala hepatitis B yang lebih parah. Maka dari itu, selalu pantau kondisi Anda atau kerabat Anda yang sedang berada dalam perawatan hepatitis B dan segera temukan bantuan medis jika terjadi gejala hepatitis B yang lebih parah.

 

  • Hindari aktivitas yang dapat menyebarkan infeksi ke orang lain (hubungan seksual, jarum suntik, dll).

Itulah cara perawatan pasien hepatitis b dirumah yang bisa Sahabat Ono lakukan. Jika keadaan pasien memburuk dan membutuhkan ambulance untuk mengantar ke rumah sakit, Sahabat Ono bisa menghubungi ke nomor 082315032018 atau bisa mengunjungi kami di website https://onoambulance.com

Merawat Pasien Hepatitis A

Merawat Pasien Hepatitis A

Penyakit hepatitis A disebabkan oleh virus hepatitis A. Virus tersebut disebarkan disebarkan oleh kotoran tinja dan biasanya melalui makanan. Dibandingkan penyakit hepatitis jenis lain, hepatitis A merupakan yang paling ringan.

Sanitasi yang buruk atau kesadaran masyarat tentang kebersihan yang renah bisa menjadi pemicu penyakit hepatitis A. Sebab virus hepatitis A sangat mudah menular, khususnya melalui air dan makanan yang terkontaminasi oleh tinja orang yang terifeksi virus ini. Bila seseorang terjangkit virus hepatitis A, perlu segera pergi ke dokter untuk mendapat perawatan dan penanganan yang tepat.

Untuk pengobatan hepatitis A tak ada yang terlalu spesifik. Infeksi penyakit ini bisa sembuh dalam waktu 1-2 bulan. Dokter juga akan meresepkan obat yang bisa meredakan gejala-gejala yang dialami penderita. Obat yang diberikan umumnya meliputi obat pereda demam, mual, dan muntah. Untuk mengembalikan nafsu makan, penderita perlu diberi nutrisi yang cukup.

Ada beberapa cara merawat untuk pasien hepatitis dirumah, diantaranya :

 

Perbanyak Minum Air Putih dan Cukupi Kebutuhan Nutrisi Tubuh

Cairan tubuh harus dipenuhi. Perbanyak minum air putih dan penuhi kebutuhan nutrisi tubuh. Meski nafsu makan menurun, penting untuk tetap makan agar tidak gampang merasa mual dan muntah. Hindari minuman beralkohol karena organ hati perlu beristirahat agar segera pulih.

 

Gunakan Pakaian Longgar dan Jaga Kebersihan Diri

Untuk mengurangi rasa gatal, gunakan pakaian longgar. Kebersihan diri juga perlu dijaga. Jangan berbagi handuk dan jangan mencampur pakaian dengan milik orang lain. Rutin mencuci tangan dengan air mengalir serta sabun setiap harinya. Bila penderita dirawat di rumah selama proses pemulihan, penting bagi kerabat atau anggota keluarga yang lain untuk senantias menjaga kebersihan rumah.

Mengonsumsi Obat Pereda Nyeri dan Obat Penurun Panas sesuai Resep Dokter

Obat yang dikonsumsi tak bolah sembarangan demi menjaga fungsi hati tetap optimal. Minumlah obat sesuai anjuran dan resep dokter. Biasanya penderita akan diberi obat pereda nyeri dan obat penurn panas. Obat mual juga bisa diberikan untuk mencegah muntah.

Seseorang yang pernah mengidap hepatitis A kecil kemungkinan akan mendapat penyakit ini di kemudian hari. Sebab penderita yang sudah sembuh dari hepatitis A akan mendapat kekebalan tubuh terhadap penyakit ini. Selalu jaga kesehatan dan kebersihan setiap hari agar terhindar dari penyakit hepatitis A ini, ya Sahabat Ono.

Itulah cara perawatan pasien hepatitis a dirumah yang bisa Sahabat Ono lakukan. Jika keadaan pasien memburuk dan membutuhkan ambulance untuk mengantar ke rumah sakit, Sahabat Ono bisa menghubungi ke nomor 082315032018 atau bisa mengunjungi kami di website https://onoambulance.com

Perawatan Pasien Geriatri

cara merawat pasien geriatri

Geriatri merupakan salah satu cabang ilmu kedokteran yang mempelajari keadaan-keadaan fisiologis dan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan orang-orang lanjut usia. Pasien geriatri adalah pasien lansia yang memiliki satu atau lebih penyakit yang mengalami gangguan akibat penurunan fungsi organ, psikologi, sosial, ekonomi dan lingkungan yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

Menurut Kementerian Kesehatan, yang dapat disebut lansia adalah mereka yang berusia di atas 60 tahun atau lebih. Lansia membutuhkan perhatian khusus, karena kemampuan tubuhnya yang tidak lagi sama seperti dulu. Merawat lansia bisa jadi tidak sulit tetapi juga tidak mudah.

Beberapa hal berikut ini penting untuk Sahabat Ono perhatikan dalam merawat lansia, diantaranya :

Ketahui batasan normal

Setiap orang memiliki standar nilai tertentu jika berkaitan dengan kesehatan. Misalnya, jika tekanan darah Anda biasanya 120/80 dan jika tiba-tiba tekanan darah Anda naik ke 130/90, Anda tahu ada sesuatu yang salah dan harus diperhatikan. Hal yang sama juga terjadi pada lansia. Mengetahui angka yang biasa tertera di laporan kesehatan seorang lansia dapat membantu Anda mendeteksi lebih awal jika ada yang tidak beres dengan keadaan lansia.

Itulah cara merawat pasien geriatri dirumah yang bisa Sahabat Ono lakukan. Jika keadaan pasien memburuk dan membutuhkan ambulance untuk mengantar ke rumah sakit, Sahabat Ono bisa menghubungi ke nomor 082315032018 atau bisa mengunjungi kami di website https://onoambulance.com

Perawatan Pasien Epilepsi

Perawatan Pasien Epilepsi

Epilepsi adalah gangguan neurologis, kondisi di mana seseorang kerap mengalami kejang-kejang. Epilepsi atau ayan terbagi menjadi dua yaitu umum dan fokal. Kejang fokal atau parsial hanya memengaruhi satu otak saja dan berlangsung beberapa detik saja.

Semantara kejang umum terjadi lebih kuat dan membuat otot tidak terkendali. Kejang jenis ini dapat berlangsung sampai beberapa menit. Pasien yang mengalami kejang kuat itu akan menjadi bingung atau kehilangan kesadaran, dan kemungkinan tidak ingat apa yang terjadi.

Seseorang yang berada di dekat orang yang epilepsi kadang tidak tahu harus berbuat apa. Maka simak penjelasan berikut untuk mengetahuinya. Beberapa perawatan pasien epilepsi yang perlu dilakukan saat menghadapi orang yang sedang kejang, yaitu :

Tetap bersamanya

Saat melihat seseorang mengejang, jangan tinggalkan orang tersebut. Tetaplah bersamanya, menjaga ia mengejang di tempat yang aman. Tetap tenang, dan ajak ia berkomunikasi.

Menjaga mereka tetap aman

Seseorang yang mengalami kejang dapat terluka jika jatuh atau menabrak sesuatu, jadi pastikan mereka berada di lingkungan yang aman. Jika mereka berjalan atau berkeliaran, arahkan mereka ke tempat yang aman. Jika mereka cenderung akan terjatuh, turunkan dengan hati-hati.

Hindarkan dari benda-benda yang bisa melukai. Bersihkan area kejang dari benda tajam, atau apa pun yang dapat menimbulkan bahaya. Beberapa pasien epilepsi tidak ingin bangun dalam kondisi dikelilingi banyak orang, jadi panggilah satu atau dua orang saja jika membutuhkan bantuan.

Buat tubuh mereka menyamping

Longgarkan pakaian ketat dan letakkan sesuatu yang lembut di bawah kepala mereka. Lalu buatlah mereka menyamping atau dalam posisi miring. Buka mulut mereka agar lebih mudah bernapas dan hal ini juga mencegah tersedak air liur yang jelas akan menghalangi jalur pernapasan.

Jangan menahan kejangan

Menahan kejangan tidak akan menghentikan kejang, dan malah bisa membuat mereka lebih cenderung melukai diri sendiri atau orang lain. Jika mencoba menahan kejang atau getaran yang terjadi maka kemungkinan orang yang kejang-kejang itu akan merespons secara agresif.

Jangan menaruh apapun di mulut mereka

Jangan pernah memberi makan atau minum ke orang yang sedang kejang-kejang. Hal itu sangat berbahaya bagi mereka.

Itulah cara merawat pasien epilepsi dirumah saat mengalami kejang yang harus Sahabat Ono lakukan. Jika keadaan pasien memburuk dan membutuhkan ambulance untuk mengantar ke rumah sakit, Sahabat Ono bisa menghubungi ke nomor 082315032018 atau bisa mengunjungi kami di website https://onoambulance.com

Merawat Pasien di Rumah

Merawat Pasien di Rumah

Biaya perawatan di rumah sakit itu mahal -tergantung juga jenis sakitnya. Selain biaya obat yang harus dibeli, juga biaya rawat inap yang tak jarang cukup mahal. Karena harus membayar perawatan oleh para perawat dan dokter serta lainnya termasuk biaya ruangan.

Tapi, bila memang sakitnya masih tidak perlu harus dirawat di rumah sakit, kita bisa melakukan perawatan di rumah saja yang tentunya tidak membutuhkan biaya semahal apabila dirawat di rumah sakit. Lalu bagaimana cara merawat orang sakit di rumah dengan biaya yang murah dan bisa membuat cepat sembuh ?

Dukungan dari dalam tentu saja adalah pengobatan yang dibutuhkan. Lalu apa bentuk dukungan dari luar ? Selain semangat dari orang-orang terkasih, ternyata penataan ruangan di rumah juga bisa memengaruhi kondisi psikis orang sakit.

Jadi jika ada anggota keluarga yang sedang sakit, tak ada salah mencoba mendesain ulang ruangan di rumah agar mereka nyaman dan mempercepat proses penyembuhan. Berikut cara merawat pasien dirumah khususnya dalam menjaga dan menata rumah agar cepat sembuh dari sakit dan bisa menghemat biaya :

Membersihkan Rumah

Membersihkan ruangan rumah sudah pasti hukumnya wajib. Sebab bila kita membiarkannya kotor, maka kuman tentu banyak bersarang di ruangan itu dan memperparah kondisi badan yang sedang sakit. Bersihkan ruangan dari debu-debu yang menempel secara rutin.

Kita semua tahu, daya tahan tubuh sangat rentan ketika sakit. Jadi ini adalah poin mutlak bahwa rumah yang bersih adalah syarat utama yang harus dilakukan. Jangan enggan dan malas untuk menyapu dan mengepel serta mengelap perabotan di dalam rumah.

Membuka Jendela

Menjaga rumah tetap bersih bukan hanya soal menyapu, mengepel, dan membersihkan perabotan rumah saja, tapi juga biasakan membuka jendela di pagi hari agar udara segar bisa masuk ke dalam rumah.

Udara pagi yang belum tercemar ini akan sangat baik bagi anggota keluarga yang sakit. Setidaknya, bawa mereka yang sakit ini ke teras untuk menghirup udara segar dan menikmati suasana alam di luar rumah sekitar 30-60 menit. Sembari itu, kita juga bisa membersihkan kamarnya.

Sediakan Aromaterapi

Untuk lebih mendukung suasana yang menyenangkan, bisa menaruh aromaterapi di ruangan. Tentu ada banyak macam aromaterapi, baik sintetis maupun alami. Pilih aroma-aroma yang menyegarkan dan menenangkan.

Bisa juga menggunakan aromaterapi alami dari kayu manis, dengan cara memanggangnya terlebih dahulu dan letakkan pada wadah yang sudah disiapkan serta letakkan di sudut ruangan. Tidak hanya itu, kopi yang dianggang juga bisa menjadi pilihan dengan aroma khasnya yang nikmat.

Kedua bahan itu diyakini bisa mendorong suasana hati (mood booster) lebih rileks dan menyenangkan. Bila suasana hati baik, maka besar kemungkinan baginya lebih semangat untuk sembuh.

Putar Musik yang Menyenangkan

Memutar musik favorit mereka yang sakit ini juga bisa semakin mendukung suasana rumah yang menyenangkan. Jika tidak ada jenis musik tertentu yang menjadi kesukaannya, bisa juga dipilihkan jenis musik klasik dan jazz yang relatif lebih tenang dan mengalun santai di telingan.

Tujuan pemasangan musik ini adalah membuat orang yang sakit menjadi lebih rileks pikirannya, sehingga proses penyembuhan dari dalam tubuh yang dilakukan dengan bantuan obat bisa lebih optimal. Namun bila jenis musik favoritnya itu musik rock atau rap, tidak ada salahnya memenuhi keinginannya itu. Toh, tujuan utamanya memang agar sakitnya segera sembuh.

Bersihkan Kamar Mandi

Ketika membersihkan rumah, jangan tanggung-tanggung untuk membuatnya tetap kinclong di area manapun. Bukan hanya kamar tidur dan asea ruang keluarga saja yang harus dibersihkan, tapi ruangan vital seperti kamar mandi juga tidak boleh luput dari sentuhan agar tetap bersih setiap hari.

Menjaga kamar mandi tetap bersih bukan hanya membantu orang yang sakit agar tidak semakin sakit, tetapi juga menjaga anggota keluarga lainnya terhindar dari penyakit yang sama. Ha ini akan semakin ditekankan bagi Anda yang menggunakan kamar mandi sama dengan anggota keluarga yang sakit.

Pasang Lampu Redup

Suasana yang santai dengan lampu redup lebih disarankan ketika menyusun ulang ruangan di rumah saat ada anggota keluarga yang sakit. Selain membuat suasana menjadi lebih rileks, penggunaan lampu redup juga akan lebih menghemat biaya energi.

Lampu yang terlalu terang akan mempengaruhi kondisi psikologi mereka. Karena pencahayaan yang terlalu terang akan membuat mereka lebih silau dan memberikan suasana yang tidak santai.

Kurangi Penggunaan Elektronik

Perlu juga diperhatikan terkait penggunaan alat elektronik. Jangan terlalu banyak menggunakan elektronik di ruangan anggota keluarga yang sedang sakit. Sebab penggunaan alat-alat elektronik yang berlebihan akan mengganggu kondisi mental mereka.

Penjelasan ilmiahnya adalah alat elektronik tersebut memancarkan radiasi yang tentu tidak baik bagi kesehatan. Kondisi ini seolah tidak membolehkan orang sakit untuk istirahat.

Gunakan Warna Cerah

Dengan warna cerah, maka akan memberikan suasana yang ceria. Itu sebabnya banyak rumah sakit yang menggunakan warna-warna cerah dan terkesan ceria. Harapannya para pasien bisa merasa nyaman dan memiliki semangat untuk segera sembuh.

Tidak perlu sampai harus mengecat ulang rumah. Kita bisa bermain warna dengan cara memasang gorden berwarna berbeda. Bisa juga memasang sarung bantal dan guling serta sofa dengan warna-warna yang berbeda dan cerah. Atau menambahkan karpet berwarna terang untuk semakin membuat suasana ruang menjadi lebih semarak.

Itulah cara merawat pasien dirumah khususnya dalam penataan ruangan yang bisa Sahabat Ono lakukan. Jika keadaan pasien memburuk dan membutuhkan ambulance untuk mengantar ke rumah sakit, Sahabat Ono bisa menghubungi ke nomor 082315032018 atau bisa mengunjungi kami di website https://onoambulance.com

Tips Menjaga Kesehatan Di Musim Hujan

Tahun Baru 2020 disambut dengan turunnya hujan deras hingga banjir di wilayah Jabodetabek. Untuk mengantisipasi timbulnya penyakit yang kerap muncul di musim hujan dan banjir seperti flu, pilek, masuk angin, demam, dan diare maka daya tahan tubuh harus ditingkatkan.
Menjaga tubuh tetap sehat di musim hujan tidaklah sulit. Ini 10 cara agar tetap sehat saat hujan.

1. Selalu Sedia Payung

Agar tetap sehat di musim hujan, pastikan tubuh dan pakaian yang dikenakan selalu kering. Jangan lupa membawa payung kemanapun kamu pergi, meskipun cuaca sedang cerah, karena hujan deras bisa turun kapan saja. Jika perlu pakailah jas atau jaket anti angin dan air ketika bepergian.

2. Lengkapi Asupan Nutrisi

Sangat penting memenuhi kebutuhan gizi agar tubuh tetap sehat dan tak mudah terserang penyakit kala hujan. Makanlah buah-buahan beraneka warna yang kaya antioksidan untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Jangan lupa konsumsi nutrisi lengkap seperti karbohidrat, protein, lemak, serat vitamin dan mineral.

3. Rajin Cuci Tangan

Untuk menjaga tubuh dari penyakit flu, pilek serta batuk, rajin-rajinlah cuci tangan menggunakan sabun setiap kali selesai beraktivitas. Gosokkan sabun ke sela-sela jari tangan, telapak tangan, dan punggung tangan. Keringkan dengan handuk setelah dibilas.

4. Minum Banyak Air Putih

Usahakan tubuh tetap terhidrasi agar sistem imun tetap terjaga. Minumlah air putih minimal 6-8 gelas sehari, lebih disarankan air hangat. Seperti dilansir Asia One, air putih hangat membantu melancarkan sirkulasi darah sehingga daya tahan tubuh meningkat.

5. Hindari Terlalu Sering Menyentuh Wajah

Tangan merupakan ‘alat’ paling efektif untuk menyebarkan kuman dan virus. Maka dari itu agar tubuh tetap sehat di musim hujan, hindari menyentuh wajah ketika berada di tempat umum, terutama hidung, mata dan mulut. Bawalah selalu tisu atau sapu tangan supaya tangan kamu tak bersentuhan langsung dengan wajah.

6. Hindari Jajanan Kaki Lima

Makan gorengan, cimol, cilok atau tahu bulat mungkin sangat menggoda di musim hujan ini. Tapi kamu justru harus menghindarinya. Makanan yang dijual di pinggir jalan dan dalam tempat terbuka lebih rentan terpapar debu, kotoran dan bakteri. Jangan dulu menyantap camilan tersebut untuk menjaga kesehatan di musim hujan.

7. Hindari Gigitan Nyamuk

Populasi nyamuk biasanya meningkat di musim hujan, dan beberapa jenis bisa menyebarkan penyakit, seperti demam berdarah. Untuk mengontrol dan menghindari gigitan nyamuk, bersihkan tempat-tempat yang paling sering jadi sarangnya, seperti kolong tempat tidur, tirai jendela, kamar mandi, juga pot bunga. Selalu sediakan losion antinyamuk atau rebus serai agar aromanya membuat nyamuk menjauh.

8. Minum Teh Herbal

Bahan-bahan herbal seperti jahe, kencur, kayu manis, cengkeh dan daun mint bisa memberi kehangatan sekaligus menjaga imunitas tubuh. Kamu bisa meracik sendiri teh herbal dengan memasukkan berbagai rempah tersebut ke dalam air teh panas, atau merebusnya terlebih dahulu.

9. Oles Minyak Kayu Putih

Minyak kayu putih memiliki khasiat menghangatkan tubuh, melegakan pernapasan dan membuat tubuh lebih relaks yang tentu bisa berdampak pada kesehatan secara keseluruhan. Oleskan minyak kayu putih di perut, dada, telapak kaki dan tengkuk leher.

10. Perbanyak Asupan Vitamin C

Vitamin C merupakan antioksidan terbaik untuk daya tahan tubuh. Perbanyak asupan vitamin C dengan mengonsumsi jeruk, jambu biji, stroberi, brokoli juga pepaya. Mencukupi kebutuhan vitamin C akan menjaga tubuh tetap sehat di musim hujan.

TIPS KESEHATAN PADA SAAT CUACA EKSTRIM

Musim kemarau panjang yang melanda Dompu dalam beberapa bulan belakangan, kemudian memasuki masa peralihan dari kemarau ke musim hujan membuat tubuh harus ekstra fit menghadapi cuaca ekstrim. Masa transisi dari musim kemarau ke musim hujan ini cenderung membuat daya tahan tubuh menurun dan mudah diserang virus atau bakteri. Berikut tips hidup sehat menghadapi cuaca ekstrim dari Anisa, perawat Puskesmas Ranggo di Kecamatan Pajo yang dihimpun oleh Info Dompu.

  • Banyak Minum Air Putih

Minum air putih sangat penting untuk memenuhi kebutuhan cairan dalam tubuh. Air putih karena tidak mengandung zat yang bersifat deuretik, dan tidak mengandung bahan pengawet serta pewarna. Disarankan remaja dan orang dewasa perlu mengkonsumsi Air putih sebanyak 8 gelas per hari. Minum Air Putih yang banyak dianjurkan pada siang hari. Juga perlu dihindari untuk minum air es secara berlebihan ketika di siang hari.

  • Banyak Mengkonsumsi Buah dan Sayur

Makanan yang kaya akan kandungan antioksidan yaitu sayuran dan buah-buahan sangat penting untuk menangkal radikal bebas dalam tubuh sehingga dapat menekan kerusakan dalam sel serta mendukung sistem imunitas.

  • Melakukan Olahraga

Luangkan waktu sekitar 30 menit untuk melakukan olahraga secara teratur 3 kali seminggu, karena dapat membuat tubuh kebal terhadap penyakit dan infeksi.

  • Menjaga kebersihan Tubuh dan Rumah

Menjaga kesehatan diri penting bagi kekebalan tubuh, seperti membiasakan diri untuk mencuci tangan sebelum makan karena hal ini merupakan satu cara yang baik untuk menangkal berbagai penyakit. Selain itu penting juga untuk menjaga kebersihan makanan dan minuman agar Higienis. Tak lupa juga untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

  • Istirahat yang Cukup

Istirahat yang cukup dapat menjaga kesehatan serta daya tahan tubuh dari berbagai penyakit. Istirahat yang cukup dapat membantu mengoptimalkan fungsi imunitas sehingga daya tahan tubuh menjadi meningkat. Sebaiknya Hindari Begadang dan Maksimalkan untuk tidur 8 jam sehari.

 

Tips Cara Kesehatan Jantung

Penyakit kardiovaskuler adalah penyakit non-menular penyebab kematian terbesar di hampir seluruh bagian dunia. Menerapkan gaya hidup sehat dapat membantu mencegah penyakit jantung.

Berdasarkan data WHO, penyakit kardiovaskuler merenggut 17,7 juta nyawa setiap tahun. Dari total angka kematian ini, lebih dari setengahnya disebabkan oleh penyakit jantung koroner dan stroke. Kematian yang disebabkan oleh penyakit jantung diperkirakan akan terus meningkat mencapai 23,3 juta jiwa pada tahun 2030.

Berikut adalah 9 kebiasaan yang wajib Anda terapkan mulai hari ini untuk menjaga kesehatan jantung. Semua tips ini pun masih bisa dilakukan oleh orang-orang yang sudah memiliki penyakit jantung.

  1. Perhatikan gejala yang mungkin timbul

Tidak hanya untuk orang-orang yang berisiko terkena penyakit jantung, mewaspadai setiap perubahan dalam tubuh pada dasarnya wajib dilakukan oleh setiap orang untuk berjaga-jaga.

Salah satu cara mudah untuk melakukannya adalah dengan menuliskan perubahan atau sensasi yang timbul setiap kali Anda merasakannya. Misalnya kesulitan menarik napas, sesak saat berbaring atau saat beraktivitas, timbul bengkak pada kaki dan tangan, dan gejala lainnya. Beritahu dokter jika Anda merasakan gejala tersebut.

  1. Rutin olahraga

Olahraga rutin dapat membantu meningkatkan kebugaran jantung dan paru-paru, menurunkan kolesterol dan tekanan darah, hingga menjaga berat badan tetap sehat. Olahragalah setidaknya 30 menit sehari, minimal 5 hari seminggu.

Tidak ada batasan jenis olahraga apa yang bisa dan harus dilakukan untuk mencegah penyakit jantung. Semua olahraga pada dasarnya baik. Anda dapat berjalan kaki, jogging, naik sepeda, berenang, yoga, atau bahkan tinju.

Jika Anda tak biasa berolahraga, cek dulu dengan dokter untuk melihat apakah ada batasan tentang apa yang boleh dan tak boleh Anda lakukan.

Aktivitas fisik pun tak terbatas hanya dengan olahraga. Saat Anda berada di kantor, jadwalkan istirahat pendek untuk bangkit, gerakkan kaki dan tangan Anda, dan lakukan pemanasan ringan untuk memompa jantung Anda. Pergi makan siang ke tempat yang agak jauh dengan jalan kaki, jangan melulu hanya makan di meja kerja.

  1. Rutin cek tekanan darah

Rutin mengecek tekanan darah setiap hari dapat mencegah penyakit jantung. Pada umumnya, tekanan darah bisa dibilang normal ketika menunjukkan angka di bawah 120/80 mmHg. Saat angka sistolik (angka atas) Anda berada di antara 120-139, atau jika angka diastolik (angka bawah) berkisar di 80-89, ini artinya Anda memiliki “prehipertensi”.

Meskipun angka ini belum bisa dianggap hipertensi, tetap saja ini di atas angka normal. Semakin tinggi nilai tensi darah, semakin Anda berisiko hipertensi di kemudian hari. Hipertensi itu sendiri membuat Anda berisiko terkena serangan jantung dan stroke.

Gunakan obat hipertensi yang diresepkan dokter apabila tekanan darah sudah lebih tinggi dari seharusnya. Segeralah ke dokter jika tekanan darah Anda berubah.

  1. Batasi asupan kolesterol

Cara ideal untuk menjaga tekanan darah adalah dengan mengendalikan asupan lemak jenuh dan kolesterol selalu dalam batas wajar. Jika kadar kolesterol LDL Anda sudah lebih dari 200 mg/dL, sebaiknya Anda berhati-hati.

Kadar kolesterol jahat LDL yang terlalu tinggi dapat menyebabkan masalah jantung. Jika Anda sudah mengalami serangan jantung, targetkan LDL Anda menjadi 70 mg/dL atau di bawahnya.

Hindari atau batasi makanan yang dapat meningkatkan kolesterol darah, seperti daging berlemak, sosis dan daging burger, mentega, krim, hingga kue, biskuit, cokelat, dan permen. Intinya, batasi garam, lemak, dan gula. Perbanyak makan makanan berserat dan ikan.

Terkadang diet dan olahraga saja tidak cukup untuk menurunkan kolesterol pada beberapa orang. Dokter dapat meresepkan obat penurun kolesterol untuk kasus seperti ini.

  1. Perbanyak minum air putih

Rajin minum air putih dapat membantu menjaga kesehatan jantung.

Pengidap penyakit jantung, perlu menanyakan kepada dokter apakah ia perlu membatasi jumlah cairan yang diminum setiap hari. Perlu diingat, bukan hanya berapa banyak yang diminum. Sumber cairan lain juga perlu diperhitungkan, seperti es krim, agar, dan sup.

Jika memang perlu membatasi cairan, timbanglah berat badan setiap pagi. Peningkatan berat badan yang cepat bisa menjadi pertanda bahwa cairan menumpuk di dalam tubuh.

  1. Perbanyak makan buah dan sayur

Makanan tinggi serat dapat membantu menurunkan kolesterol serta tekanan darah. Makanan berserat juga membantu mengelola berat badan yang sehat. Kita bisa mendapatkan asupan serat dari sayuran, buah-buahan, gandum, dan kacang-kacangan.

Alpukat, apel, pir, dan pisang termasuk kelompok buah-buahan yang tinggi serat. Sementara itu, brokoli, wortel, dan bayam termasuk dalam sayuran yang tinggi kandungan seratnya. Gandum utuh, kacang merah, kacang kedelai, dan beras merah juga termasuk bahan pangan kaya serat. Susu rendah lemak atau bebas lemak juga baik untuk kesehatan.

Anda masih boleh makan daging dan seafood, namun pilih daging yang tidak berlemak sebagai sumber protein hewani Anda.

  1. Belajar mengelola stres

Stres adalah hal yang wajar terjadi. Masalahnya bukanlah apa yang menyebabkan stres, tapi bagaimana kita meresponnya. Saat kita sedang berada di bawah tekanan, tubuh memproduksi adrenalin yang akan membuat jantung bekerja lebih keras. Tekanan darah bisa meningkat sebagai akibatnya.

Stres kronis dapat berujung pada serangan jantung jika tidak dikelola dengan baik. Untuk mencegah penyakit jantung yang dipicu oleh stres, Anda harus pintar-pintar mengelola emosi. Jika stres sudah dirasa berlebihan, curhatlah pada seseorang, baik orang terdekat maupun konselor profesional.

Anda juga dapat mencoba meditasi, yoga, atau teknik pernapasan dalam.

  1. Berhenti merokok

Jika Anda seorang perokok, berhentilah merokok. Merokok dapat meningkatkan tekanan darah dan merusak pembuluh darah. Oleh karena itu, berhenti merokok dan/atau menghindari paparan asap rokok dapat membantu pencegah penyakit jantung.

  1. Konsumsi obat secara teratur (bagi yang sudah punya penyakit jantung)

Terkadang, perubahan gaya hidup saja tidak cukup mencegah penyakit jantung. Anda mungkin harus minum obat penurun tekanan darah atau kolesterol untuk mengurangi risiko serangan jantung.

 

Scroll to top