Ono Ambulance | Jasa Sewa Ambulance, Kargo Jenazah Murah, Berkualitas, Lengkap

Penulis: Erick

Perawatan Pasien Koma

Perawatan Pasien Koma

Koma adalah kondisi hilangnya kesadaran dalam jangka waktu yang lama. Koma bisa disebabkan oleh banyak hal, di antaranya karena cedera atau trauma di bagian kepala, penyakit sistem saraf, penyakit metabolik, infeksi, atau stroke.

Hal-hal tersebut dapat menyebabkan pembengkakan atau perdarahan di bagian otak. Akibatnya, tekanan di rongga kepala jadi meningkat dan menghambat aliran darah berisi oksigen yang menuju ke otak. Kondisi inilah yang membuat seseorang jadi hilang kesadaran hingga mengalami koma.

 

Pasien koma tetap butuh makan dan minum

Manusia membutuhkan makan dan minum untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya setiap hari. Apalagi kalau Anda sedang sakit, Anda tentu membutuhkan asupan makanan yang lebih banyak supaya tubuh cepat pulih dan sembuh. Hal ini berlaku juga untuk orang yang sedang koma. Sekalipun dalam kondisi tidak sadar, pasien koma tetap membutuhkan asupan makanan dan minuman supaya fungsi organ tubuhnya tetap berjalan dengan baik.

Pasien koma makan dan minum melalui cairan infus yang dimasukkan ke dalam pembuluh darah venanya. Cairan infus tersebut mengandung elektrolit, yang terdiri dari garam atau zat lainnya, untuk mencegah pasien koma dari kelaparan atau dehidrasi.

Tergantung dari kondisi pasien, dokter juga dapat membuat tabung nasogastrik untuk memungkinkan pasien koma makan dan minum. Tabung nasogastrik ini dimasukkan melalui hidung, lalu ke tenggorokan, dan berakhir di lambung untuk mengalirkan cairan dan nutrien ke dalam tubuh pasien.

Namun, jenis tabung ini hanya bisa digunakan selama 1-4 minggu saja. Jika lebih dari 4 minggu, maka tabung nasogastrik ini biasanya akan diganti dengan selang PEG.

Selang PEG atau Percutaneous Endoscopic Gastronomy adalah selang makanan permanen yang dimasukkan dari kulit perut langsung ke dalam perut pasien. Lewat selang ini, makanan buatan akan dimasukkan langsung ke dalam lambung untuk dicerna oleh pasien koma.

Itulah cara perawatan pasien koma khususnya dalam pemberian asupan makanan yang bisa Sahabat Ono lakukan. Jika keadaan pasien memburuk dan membutuhkan ambulance untuk mengantar ke rumah sakit, Sahabat Ono bisa menghubungi ke nomor 082315032018 atau bisa mengunjungi kami di website https://onoambulance.com

Perawatan Pasien Covid

Perawatan Pasien Covid

Dampak dari pandemi COVID-19 yang disebabkan virus corona (korona) terus memukul sejumlah negara. Berbagai upaya terus dilakukan untuk menyelamatkan pasien virus corona. Namun, serangan virus corona yang masif juga membuat kewalahan dokter dan petugas kesehatan lainnya di rumah sakit.

Sebenarnya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengembangkan saran cepat untuk memenuhi kebutuhan mengenai perawatan pasien yang diduga terinfeksi COVID-19 di rumah. Namun yang perlu dicatat, bukan sembarang pasien yang bisa dirawat di rumah. Lalu, bagaiman cara merawat pasien dengan gejala ringan corona di rumah ?

Lantas, seperti apa rekomendasi untuk merawat pasien di rumah? Berikut pedoman yang diterbitkan WHO dan Kementerian Kesehatan RI – Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.

  1. Tempatkan pasien/orang dalam ruangan tersendiri yang memiliki ventilasi yang baik (memiliki jendela terbuka atau pintu terbuka).
  2. Batasi pergerakan dan minimalkan berbagi ruangan yang sama. Pastikan ruangan bersama (seperti dapur dan kamar mandi) memiliki ventilasi yang baik.
  3. Anggota keluarga yang lain sebaiknya tidur di kamar yang berbeda, dan jika tidak memungkinkan, maka jaga jarak minimal 1 meter dari pasien (tidur di tempat tidur berbeda).
  4. Batasi jumlah orang yang merawat pasien. Idealnya satu orang yang benar-benar sehat tanpa memiliki gangguan kesehatan lain atau gangguan kekebalan. Pengunjung/penjenguk tidak diizinkan sampai pasien benar-benar sehat dan tidak bergejala.
  5. Lakukan hand hygiene (cuci tangan) segera setiap ada kontak dengan pasien atau lingkungan pasien. Lakukan cuci tangan sebelum dan setelah menyiapkan makanan, sebelum makan, setelah dari kamar mandi, dan kapanpun tangan kelihatan kotor. Jika tangan tidak tampak kotor dapat menggunakan hand sanitizer, sedangkan untuk tangan yang kelihatan kotor menggunakan air dan sabun.
  6. Jika mencuci tangan menggunakan air dan sabun, handuk kertas sekali pakai direkomendasikan. Jika tidak tersedia, bisa menggunakan handuk bersih dan segera ganti jika sudah basah.
  7. Untuk mencegah penularan melalui droplet, masker bedah (masker datar) diberikan kepada pasien untuk dipakai sesering mungkin.
  8. Orang yang memberikan perawatan sebaiknya menggunakan masker bedah terutama jika berada dalam satu ruangan dengan pasien. Masker tidak boleh dipegang selama digunakan. Jika masker kotor atau basah, segera ganti dengan yang baru. Buang masker dengan cara yang benar (jangan disentuh bagian depan, tetapi mulai dari bagian belakang). Buang segera dan segera cuci tangan.
  9. Hindari kontak langsung dengan cairan tubuh terutama cairan mulut atau pernapasan (dahak, ingus, dan lain-lain) serta tinja. Gunakan sarung tangan dan masker jika harus memberikan perawatan mulut atau saluran napas dan ketika memegang tinja, air kencing, dan kotoran lain. Cuci tangan sebelum dan sesudah membuang sarung tangan dan masker.
  10. Jangan gunakan masker atau sarung tangan yang telah terpakai.
  11. Sediakan sprei dan alat makan khusus untuk pasien (cuci dengan sabun dan air setelah dipakai dan dapat digunakan kembali).
  12. Bersihkan permukaan di sekitar pasien termasuk toilet dan kamar mandi secara teratur. Sabun atau detergen rumah tangga dapat digunakan, kemudian larutan NaOCl 0.5% (setara dengan 1 bagian larutan pemutih dan 9 bagian air).
  13. Bersihkan pakaian pasien, sprei, handuk, dan lain-lain menggunakan sabun cuci rumah tangga dan air atau mesin cuci dengan suhu air 60–90 derajat Celsius dengan deterjen dan keringkan. Tempatkan pada kantong khusus dan jangan digoyang-goyang, kemudian hindari kontak langsung kulit dan pakaian dengan bahan-bahan yang terkontaminasi.
  14. Sarung tangan dan apron plastic sebaiknya digunakan saat membersihkan permukaan pasien, baju, atau bahan-bahan lain yang terkena cairan tubuh pasien. Sarung tangan (yang bukan sekali pakai) dapat digunakan kembali setelah dicuci menggunakan sabun dan air dan didekontaminasi dengan larutan NaOCl 0.5%. Cuci tangan sebelum dan setelah menggunakan sarung tangan.
  15. Sarung tangan, masker, dan bahan-bahan sisa lain selama perawatan harus dibuang di tempat sampah di dalam ruangan pasien yang kemudian ditutup rapat sebelum dibuang sebagai kotoran infeksius.
  16. Hindari kontak dengan barang-barang terkontaminasi lainya, seperti sikat gigi, alat makan-minum, handuk, pakaian, dan sprei)
  17. Ketika petugas kesehatan memberikan pelayanan kesehatan rumah, maka selalu perhatikan APD dan ikut rekomendasi pencegahan penularan penyakit melalui droplet.

Berikut beberapa perawatan pasien Covid tanpa dengan gejala yag masih ringan yang bisa Sahabat Ono lakukan dirumah. Jika keadaan pasien memburuk dan membutuhkan ambulance untuk mengantar ke rumah sakit, Sahabat Ono bisa menghubungi ke nomor 082315032018 atau bisa mengunjungi kami di website https://onoambulance.com

Merawat Pasien Demam Berdarah Tanpa Opname

Merawat Pasien Demam Berdarah Tanpa Opname

Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan utamanya melalui nyamuk Aedes aegypti. Penyakit ini biasanya ditemukan di daerah tropis dan subtropis.

Demam berdarah ringan umumnya ditandai oleh demam tinggi yang mendadak, sakit kepala hebat, rasa sakit di belakang mata, otot, serta sendi, hilangnya nafsu makan, mual, dan ruam pada permukaan kulit. Sedangkan pada demam berdarah yang parah, atau juga dikenal sebagai dengue hemorrhagic fever, dapat menyebabkan perdarahan serius, penurunan tekanan darah yang tiba-tiba (shock), dan kematian.

Merawat pasien demam berdarah dengan berbagai pengobatan rumahan bisa menjadi pilihan untuk menghindari komplikasi dan mengurangi gejala. berikut beberapa perawatan yang bisa dilakukan untuk pasien DBD tanpa harus opname :

Mengonsumsi cairan dalam jumlah banyak

Pasien demam berdarah sebisa mungkin mencukupi asupan cairan. Dari mulai air putih hingga jus buah sebaiknya dikonsumsi oleh pasien. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah dehidrasi karena demam, serta membantu menurunkan demam.

Selain itu, mengonsumsi banyak air juga membantu meringankan gejala seperti kram otot dan sakit kepala karena keduanya timbul akibat dehidrasi. Air juga akan membantu menghilangkan racun berlebih dalam tubuh untuk dikeluarkan melalui urine.

 

Mengonsumsi obat pereda demam dan nyeri

Obat anti Inflamasi dapat menjadi pilihan untuk meringankan nyeri dan menurunkan demam, salah satunya Paracetamol. Periksakan ke dokter untuk mengetahui obat mana yang sebaiknya dikonsumsi.

Mengonsumsi jambu biji dan makanan sehat yang mudah dicerna

Dokter biasanya menyarankan untuk mengonsumsi makanan yang mudah dicerna seperti makanan yang  direbus, sayuran hijau, serta buah-buahan. Salah satu buah yang sudah dikenal manfaatnya untuk mengobati demam berdarah ialah jambu biji. Jambu biji mengandung vitamin C yang dapat membantu mempercepat pembentukan trombosit baru.

Pada pasien demam berdarah, trombosit dalam tubuhnya biasanya berada dalam di bawah ambang normal. Jambu biji mengandung trombinol yang mampu merangsang trombopoietin lebih aktif, sehingga dapat membantu tubuh menghasilkan trombosit yang lebih banyak. Untuk itu mengonsumsi jambu biji bisa menjadi cara efektif untuk membantu meningkatkannya kembali.

 

Melakukan istirahat secara total

Beristirahat secara total atau bed rest sangat dianjurkan untuk pasien demam berdarah jenis apapun. Hal ini dilakukan sebagai cara untuk mempercepat pemulihan.

Perawatan rumahan untuk pasien demam berdarah hanyalah perawatan yang bersifat tambahan sebagai pengganti opname di rumah sakit. Hal ini juga tidak bisa dilakukan sembarangan dan bergantung pada kondisi pasien. Anda tetap perlu mengonsultasikan pada dokter untuk mendapatkan perawatan terbaik.

Berikut beberapa perawatan pasien DBD tanpa harus opname yang bisa Sahabat Ono lakukan dirumah. Jika keadaan pasien memburuk dan membutuhkan ambulance untuk mengantar ke rumah sakit, Sahabat Ono bisa menghubungi ke nomor 082315032018 atau bisa mengunjungi kami di website https://onoambulance.com/

Cara Merawat Pasien Cacar Air

Cara Merawat Pasien Cacar Air

Salah satu penyakit yang kerap mengintai anak-anak yang membuat mereka wajib melakukan istirahat yang tidak sebentar adalah cacar air. Meski orang dewasa juga dapat mengalami penyakit yang disebabkan oleh virus Varicella zoster ini, cacar air lebih banyak dialami oleh anak-anak, yaitu mereka yang berusia di bawah 12 tahun.

Seperti penyakit-penyakit lain yang umum menyerang anak-anak, cacar air juga dapat membuat orangtua khawatir. Terlebih lagi, penyakit ini mudah dan cepat sekali menular, yaitu melalui percikan ludah atau dahak melalui udara, serta kontak langsung dengan ludah, dahak, atau cairan yang berasal dari ruam.

Akibat penyakit ini, maka anak mengalami ruam merah gatal yang kemudian berisi cairan. Ia juga akan mengalami demam dan rasa nyeri pada otot. Nah, jika beberapa gejala tersebut sudah dirasakan, maka perawatan yang bisa dilakukan dirumah antara lain :

Cegah Anak Menggaruk Ruam yang Muncul di Kulit

Rasa gatal yang muncul akibat ruam dan bintil pada permukaan kulit ketika terkena cacar air dapat membuat siapa saja tidak tahan untuk tidak menggaruknya. Apalagi jika cacar air dialami oleh anak-anak, mengontrol diri untuk tidak menggaruk tentu terasa sulit. Padahal, menggaruk ruam dan bintil cacar air dapat menyebabkan infeksi kulit dan bekas luka yang akan terbentuk setelah sembuh.

  • Menggunting kuku anak.
  • Jika terjadi pada bayi, sebaiknya ibu selalu memakaikannya sarung tangan.
  • Memakaikan pakaian yang longgar dan lembut, agar kulit anak bisa bernapas dan tidak mudah tergores.
  • Gunakan losion calamine, krim pelembap, gel pendingin, atau obat antihistamin yang disebut chlorpheniramine untuk membantu mengurangi rasa gatal dan menenangkan kulit.
  • Mandikan anak dengan air hangat . Untuk melindungi bintil cacar agar tidak pecah, jangan gosok dengan handuk saat mengeringkan badan. Tepuk-tepuk perlahan tubuh sampai air menyerap kering.

Berikan Obat Demam atau Pereda Nyeri

Selain memunculkan ruam dan bintil, cacar air umumnya menimbulkan gejala lain seperti demam tinggi disertai rasa nyeri di seluruh tubuh. Untuk meredakan demam dan nyeri yang dialami Si Kecil, ibu bisa memberinya obat demam atau pereda nyeri, contohnya paracetamol, acetaminophen atau ibuprofen. Sebelum memberikan obat, sebaiknya lakukan diskusi terlebih dulu dengan dokter untuk menentukan dosis yang tepat.

Perhatikan Asupan Makanan dan Air Putih

Jangankan cacar air, demam ringan saja kadang membuat Si Kecil lemas dan kehilangan selera makan. Ketika cacar, selain muncul pada permukaan kulit, bintil juga dapat muncul di dalam mulut dan tenggorokan. Menyebabkan rasa panas dan tidak nyaman ketika menelan makanan. Akibatnya, anak mungkin akan menolak ketika diberi makan ataupun minum.

Kondisi ini tidak bisa dibiarkan. Ketika anak tidak mau makan, ibu perlu memberi perhatian lebih dan memastikannya untuk makan dan minum dengan cukup, bagaimanapun caranya. Jika cacar air terjadi pada bayi, pastikan asupan susu dan ASI-nya cukup. Selain mencegah dehidrasi, pemberian air putih yang cukup juga dapat membantu proses penyembuhan cacar air.

Hindari memberikan anak makanan yang memiliki rasa kuat, seperti asin, asam, atau pedas, karena bisa membuat mulut terasa sakit. Makanan yang lembut, halus, dan dingin (seperti sup, puding, agar-agar, kentang tumbuk, dan bubur) bisa jadi pilihan terbaik ketika anak terkena cacar air.

Cegah Penularan di Rumah

Seperti telah disebutkan di awal, bahwa cacar air adalah penyakit yang sangat mudah menular. Ketika anak terkena cacar air, sebaiknya ia jangan keluar rumah. Biarkan anak di rumah dan batasi paparannya dengan orang lain sampai semua lepuh cacar air membentuk koreng dan tidak ada lepuhan baru yang berkembang. Biasanya proses ini membutuhkan waktu sekitar satu minggu.

Namun, anggota keluarga di rumah menjadi target yang paling berpotensi untuk tertular penyakit ini. Oleh karena itu, anggota keluarga lain perlu melakukan hal-hal berikut, untuk mencegah penularan cacar air:

  • Selalu menggunakan masker ketika melakukan interaksi dengan anak.
  • Rajin cuci tangan, terutama setelah kontak dengan anak.
  • Untuk sementara, jangan berbagi barang pribadi, seperti handuk, pakaian, atau sisir, dan tidur sekamar dengan anak yang sedang kena cacar.
  • Pisahkan baju dan seprai anak saat dicuci.
  • Segera menyeka benda atau permukaan yang terkena kontak langsung anak dengan menggunakan cairan antiseptik.

Cara Merawat Pasien Alzheimer

Cara Merawat Pasien Alzheimer

Cara merawat pasien alzheimer harus membutuhkan tenaga kehati-hatian, dan kesabaran ekstra. Sebab, pengidap Alzheimer umumnya cepat lupa atau pikun, dan sulit sekali mengingat kejadian yang baru saja terjadi. Berikut adalah tips-tips penting cara merawat pasien alzheimer.

Cara merawat pasien alzheimer yaitu seperti:

 

Kebersihan Gigi dan Penampilan

  • Gunakan sikat gigi dengan sudut kemiringan tertentu, memiliki gagang panjang, atau sikat gigi elektrik untuk membantu menyikat gigi penderita Alzheimer.
  • Jika penderita Alzheimer sering lupa menyikat gigi, coba sikat gigi Anda untuk mengajaknya membersihkan gigi bersama.
  • Apakah penderita Alzheimer ingin mencoba memakai riasan wajah? Tawarkan bantuan untuk membubuhkan bedak dan lipstiknya. Tidak perlu menawarkan riasan mata yang biasanya lebih rumit.
  • Untuk penderita Alzheimer pria, bantu mencukur kumis atau jenggot dengan pencukur elektrik.

Memandikan Penderita Alzheimer

  • Hindari potensi terjatuh. Gunakan perlengkapan mandi, seperti kepala shower yang pendek, keset lantai dari karet, dan bangku kecil.
  • Jika Anda memiliki bathtub, tawarkan mandi dengan spons.
  • Jika Anda akan turut memandikan penderita Alzheimer, jelaskan semua tahap mandi yang akan dilakukan.
  • Menyetel musik yang menenangkan/lembut.
  • Sebisa mungkin, berikan penderita Alzheimer privasi saat mandi. Tutup bagian pundak dan daerah selangkangan dengan handuk. Gosok lembut kulit mereka dengan spons sambil ditutupi dengan handuk.
  • Jika penderita Alzheimer memiliki masalah kecemasan sewaktu mandi, berikan handuk kecil untuk dipegang demi menyibukkan perhatiannya.

Membantu Mengenakan Pakaian

  • Sediakan pakaian dalam urutan yang disukai oleh penderita Alzheimer. Tawarkan satu per satu pakaian untuknya.
  • Beli beberapa setel pakaian kesukaan mereka, terutama yang mudah dipakai untuk sehari-hari.
  • Pilih pakaian yang mudah dipakaikan, contohnya bawahan dengan pinggang karet atau sandal.
  • Hindari tali sepatu, kancing, dan ikat pinggang/gesper.

Tips saat Makan

  • Usahakan sesi makan yang simpel dan tenang. Matikan televisi dan radio.
  • Pindahkan benda-benda yang tidak diperlukan dari meja makan.
  • Hidangkan makanan satu demi satu.
  • Gunakan piring berwarna solid dan kontras dengan warna permukaan meja atau alas piring. Ini akan memudahkan penderita untuk membedakan makanan, piring, dan meja.
  • Ingatkan penderita Alzheimer untuk mengunyah dan menelan.
  • Sabar dan berikan waktu bagi penderita untuk makan dengan puas.
  • Coba makanan jenis finger food, misalnya roti lapis tuna, brokoli rebus, kupasan jeruk, dan sebagainya.
  • Jika kesulitan menelan, sajikan makanan lunak, seperti keju, telur orak-arik, atau bubur.

Ragam Aktivitas

  • Untuk meningkatkan rasa percaya diri, libatkan penderita Alzheimer dalam rutinitas sederhana sehari-hari. Misalnya, membersihkan debu, menyortir kaus kaki, melipat pakaian, membaca resep, atau membantu takaran saat Anda memasak.
  • Tetap ajak penderita Alzheimer bergerak aktif, seperti berjalan bersama setiap hari atau bersepeda statis.
  • Bermain permainan kata, puzzle, atau berbincang-bincang tentang peristiwa sehari-hari. Ini bisa membantu dalam mengasah daya pikir dan memori.
  • Mendengar musik (dan bermain “menebak lagu”), untuk bernostalgia dan membuat suasana hatinya senang.
  • Lebih sensitif terhadap penderita Alzheimer jika dia merasa frustrasi atau sedih karena aktivitas tertentu. Tawarkan aktivitas lain atau coba lagi beberapa waktu kemudian.
  • Lakukan aktivitas yang bisa membuatnya senang dan bermakna untuk penderita Alzheimer.

 

 

7 Qualified Tips For Babysitting Infants

Can you speculation what possible future remains for your young children? Have a tendency try to make an important problem of developing an important occupation decision just based mostly along people’s ideas as well as right after their footsteps. Read More »

Tips Perawatan Kulit Dirumah

Tips Perawatan Kulit Dirumah

Dirumah saja memang cenderung membuat kita malas melakukan berbagai hal, termasuk merawat kulit. Padahal menjaga kesehatan kulit dengan perawatan merupakan hal yang tak boleh dilewatkan. Supaya kulit tetap sehat, bersih, lembut, cerah, glowing, dan tidak mengalami penuaan dini.

Berikut adalah berbagai tips perawatan kulit dirumah, yang bisa kita lakukan, yaitu:

Mencuci wajah dua kali sehari

Tips perawatan kulit dirumah yang pertama yaitu, dengan mencuci wajah dua kali sehari. Meski berada di rumah saja dan kulit tidak terpapar polusi dan makeup, kita harus tetap rajin membersihkan wajah ya Ladies. Sebab debu-debu di dalam rumah masih bisa menyumbat pori-pori yang bisa menyebabkan komedo dan jerawat.

Ladies bisa mencuci wajah dengan cleansing gel yang ringan untuk mengangkat minyak berlebih serta kotoran pada kulit. Bilas dengan air biasa untuk mengurangi peradangan, menghilangkan sembap dan membuat wajah lebih fresh.

Jangan lupa eksfoliasi

Tips perawatan kulit dirumah yang kedua yaitu, Satu yang tak kalah penting dalam menjaga kesehatan dan kecantikan kulit saat bekerja dari rumah adalah melakukan eksfoliasi kulit. Hal ini dilakukan untuk mengangkat seluruh sel kulit mati pada wajah sekaligus untuk mencerahkan wajah.

“Kebanyakan orang mungkin malas melakukan eksfoliasi, namun ini merupakan tahapan penting dalam rutinitas skin care karena membantu proses peremajaan kulit,” ungkap Rafael Castro, makeup artist Marquee Salon dari Dubai seperti dikutip dari Harper’s Bazaar.

Saat ini, ada banyak produk eksfoliasi wajah yang telah disesuaikan dengan kondisi kulit. Ladies bisa melakukan eksfoliasi wajah setidaknya satu hingga dua kali dalam seminggu.

Maskeran tiga kali seminggu

Tips perawatan kulit dirumah yang ketiga yaitu, maskeran tiga kali seminggu. Menggunakan masker juga salah satu langkah penting dalam merawat kulit. Selain untuk membuat wajah tampak lebih cerah, masker juga bisa membuat kulit jadi lebih kenyal. Jika bosan dengan masker yang itu-itu saja, Ladies bisa meluangkan waktu untuk membuat masker yang khasiatnya tak kalah efektif dengan masker kemasan pada umumnya. Misalnya saja, masker putih telur untuk mengencangkan pori-pori, masker madu untuk melembapkan kulit, hingga masker pepaya untuk mengurangi kerutan pada wajah. Lakukan secara rutin setidaknya tiga kali seminggu.

Gunakan serum dan krim malam secara rutin

Tips perawatan kulit dirumah yang keempat yaitu, gunakan serum dank rim. Di rumah saja bukan berarti kita bisa melewatkan penggunaan serum dan krim malam ya Ladies. Sebab kedua skin care tersebut bisa membantu kita mengatasi tanda-tanda penuaan dini. Tak hanya itu, serum juga bisa membuat proses regenerasi sel kulit rusak jadi lebih cepat dan kulit jadi lebih glowing.

Pilih pelembap yang ringan

Tips perawatan kulit dirumah yang kelima dengan menggunakan pelembap ringan. Setelah memakai serum, jangan lupa mengaplikasikan pelembap supaya kulit tetap terhidrasi dengan baik dan tidak kering. Kamu juga bisa memilih pelembap dengan formula ringan supaya tidak menyumbat pori-pori dan menyebabkan komedo atau mengandung hyaluronic acid untuk hidrasi yang maksimal.

Tetap pakai sunscreen

Tips perawatan kulit dirumah yang keenam, yaitu gunakan sunscreen. Walaupun sedang berada di dalam rumah dan tidak terpapar sinar matahari langsung, sunscreen atau tabir surya tetap sangat penting digunakan. Di dalam rumah, kamu masih berpotensi untuk terpapar matahari, terlebih lagi kamu harus menatap layar laptop yang akan memancarkan sinar biru (blue light) yang mampu membuat kulit cepat keriput bila tak ada perlindungan sunscreen.

“Sinar UV dari matahari tetap dapat masuk melalui sela-sela jendela rumah Anda. Untuk itu, penggunaan sunscreen tetap harus dilakukan meskipun kamu berada di dalam rumah dan tidak beraktivitas di luar rumah,” tutur ahli kecantikan Jody Levine, MD yang berbasis di New York seperti dikutip dari New Beauty.

Tips Perawatan Kulit Untuk Bayi

Tips Perawatan Kulit Untuk Bayi

1. Jangan terlalu sering memandikan bayi

Tips perawatan kulit untuk bayi yang pertama, yaitu jangan dimandikan terlalu sering. Dimandikan terlalu sering dapat menyebabkan kulit bayi kehilangan minyak alami serta kandungan lainnya, yang sebenarnya dapat memberikan perlindungan terhadap bakteri dan bahan iritan lainnya

2. Pilih produk perawatan kulit yang sesuai

Tips perawatan kulit untuk bayi yang kedua, yaitu Gunakanlah sabun dan shampoo yang formulanya telah dibuat sesuai dengan usia bayi Anda. Pastikan juga produk yang digunakan untuk merawat kulit bayi sangat sedikit atau bahkan sama sekali tidak mengandung pewarna, pewangi, alkohol serta bahan kimia lainnya yang dapat berbahaya bagi kulit bayi. Oleh karena itu, cermatilah dulu label komposisi di kemasannya.

3. Hindari berlebihan pakai bedak bayi

Tips perawatan kulit untuk bayi yang ketiga, yaitu bedak bayi merupakan salah satu produk perawatan kulit yang sering digunakan. Akan tetapi, Anda perlu hati-hati dalam menggunakannya, bahkan sebisa mungkin menghindarinya. Sebab bedak bayi mengandung partikel yang amat halus sehingga dapat dengan mudah terhirup oleh bayi. Efeknya mungkin tidak baik untuk kesehatannya. Jika Anda menggunakan bedak bayi, gunakan secara tipis pada kulit bayi Anda.

4. Jaga kelembapan kulit bayi

Tips perawatan kulit untuk bayi yang keempat, yaitu Kulit bayi sangat rentan kering. Oleh karena itu, Anda harus tetap merawat kulit bayi agar kondisinya tetap lembap. Salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu dengan memakai pelembab khusus bayi setelah mandi. Gunakan pelembap sesering mungkin jika diperlukan, terutama jika cuaca panas dan udara lembap kering.

5. Jangan takut terkena sinar matahari

Tips perawatan kulit untuk bayi yang kelima, yaitu Penggunaan tabir surya tidak direkomendasikan untuk bayi di bawah usia 6 bulan karena belum terbukti aman untuk kulit bayi pada usia tersebut. Akan tetapi, jangan takut untuk membawa bayi jalan jalan keluar rumah pada siang hari ketika matahari sedang terik. Pastikan saja sinar matahari tidak langsung mengenai kulit bayi Anda.

Anda dapat membuka penutup stroller serta memakaikan pakaian dan topi pada bayi Anda untuk menghalangi sinar matahari. Ketika bayi Anda sudah menginjak usia 6 bulan, Anda dapat memilih tabir surya yang mengandung bahan inorganic seperti zinc oxide dan titanium oxide karena bahan tersebut tidak menyebabkan iritasi pada kulit bayi.

6. Bersihkan area lipatan

Tips perawatan kulit untuk bayi yang keenam, yaitu Ketika mengoleskan pelembap, pastikan kulit bayi Anda tidak basah. Lotion pelembap dapat mengendap di bagian lipatan kulit yang tipis sehingga rentan mengalami ruam. Ruam juga sering terjadi pada bayi yang menginjak usia 3 bulan ketika bayi sering meneteskan air liurnya. Untuk mencegah ruam kemerahan, bersihkan sudut bibir bayi Anda setidaknya dua kali sehari. Disarankan untuk menggunakan air bila ada susu atau makanan yang tersisa menempel di sekitar bibir.

7. Jaga kebersihan popok bayi Anda

Tips perawatan kulit untuk bayi yang ketujuh, yaitu tetap jaga kebersihan pada popok bayi. Pastikan popok bayi Anda tetap kering. Selain itu, secepatnya atasi ruam popok pada bayi Anda dan berikan pengobatan yang tepat sesuai dengan penyebabnya.

8. Waspada gejala eksim

Tips perawatan kulit untuk bayi yang kedelapan, yaitu Ruam kemerahan yang sering terjadi pada kulit bayi salah satunya disebabkan oleh eksim. Biasanya gejalanya berupa ruam kemerahan kering dan gatal yang sering muncul pada pipi dan dahi. Kebanyakan kasus eksim pada bayi dapat diobati dengan obat yang dijual dengan bebas. Tetapi apabila gejalanya tidak membaik, sebaiknya Anda segera berkonsultasi dengan dokter spesialis anak.

Tips Perawatan Kulit Berminyak

Tips Perawatan Kulit Berminyak

Untuk Anda yang memiliki jenis kulit berminyak, jangan sampai salah melakukan perawatannya agar kulit tetap bersih dan bebas jerawat. Berikut tips perawatan kulit berminyak yang bisa Anda lakukan:

  • Pilih pembersih wajah yang tepat

Tips perawatan kulit berminyak yang pertama yaitu, Cucilah wajah setidaknya 2 kali sehari. Gunakan pembersih wajah yang khusus untuk kulit berminyak. Agar bebas dari kotoran dan bakteri penyebab jerawat, Anda bisa memilih pembersih wajah dengan kandungan antibakteri yang lembut dan bebas alkali, seperti montaline C40. Selain itu, pembersih wajah dengan kandungan panthenol atau vitamin B5 juga bisa menjadi pilihan karena dapat mengurangi produksi minyak berlebih, sehingga membantu mengatasi masalah kulit berjerawat . Tidak hanya itu, dua bahan tersebut juga dapat menghidrasi kulit , melembapkan, menjaga elastisitas kulit, dan membantu regenerasi kulit, sehingga membuat kulit terlihat halus.

  • Rutin menggunakan scrub

Tips perawatan kulit berminyak yang kedua yaitu Pemilik kulit berminyak disarankan untuk rutin membersihkan wajah menggunakan scrub setidaknya 2 kali dalam seminggu. Scrub bisa membersihkan wajah hingga ke dalam pori-pori, sekaligus mengangkat sel kulit mati pada wajah. Namun, hindari menggosok terlalu keras, karena dapat menyebabkan iritasi.

  • Gunakan krim wajah

Tips perawatan kulit berminyak yang ketiga yaitu Setelah dibersihkan, gunakanlah krim wajah khusus untuk kulit berminyak. Untuk menjaga kelembapan kulit tanpa menambah produksi minyak, pilih krim wajah yang bersifat mattifying. Akan lebih baik lagi jika menggunakan krim wajah mattifying yang mengandung vitamin, aloe vera dan asam hialuronat (hyaluronic acid). Sehingga meski produksi minyak berkurang, kandungan tersebut tetap dapat memberi nutrisi dan menjaga kelembapan kulit wajah.

Untuk pemilik wajah berminyak, Anda tetap dapat tampil dengan kulit yang bersih dan menawan. Lakukan perawatan dengan produk pembersih wajah yang tepat secara rutin. Bila perlu, konsultasikan ke dokter kulit untuk mendapat rekomendasi perawatan kulit berminyak yang tepat, sesuai kondisi kulit Anda.

 

Tips Perawatan Kulit Bayi

Tips Perawatan Kulit Bayi

Cara merawat kulit bayi tidaklah sulit. Menjaga serta merawat kesehatan kulit bayi sangat penting dan sangat wajib dilakukan oleh setiap orang tua, agar bayi tidak mudah terkena iritasi kulit, seperti biang keringat misalnya. Kulit bayi juga sangat rentan dan sangat sensitif terhadap berbagai hal, misalnya paparan sinar matahari, polusi udara, dan hal-hal lainnya yang membuat kulit bayi menjadi bermasalah. Kulit juga berfungsi sebagai pertahanan tubuh, maka harus dijaga dengan baik dan benar agar kulit bayi tetap halus, lembut dan juga sehat.

Berikut adalah tips perawatan kulit bayi, yang bisa orang tua lakukan yaitu:

  1. Tips perawatan kulit bayi yang pertama ialah, memandikan bayi dengan air yang hangat. Cobalah air hangat di telapak tangan Bunda. Pastikan suhunya jangan terlalu panas maupun terlalu dingin. Tambahkan beberapa tetes Baby Oil ke dalam air hangat untuk mandi. Baby Oil ini berfungsi untuk melembabkan kulit bayi. Bunda bisa menggunakan natural baby oil yang mengandung Aloe Vera yang memberikan rasa nyaman, melembabkan. Serta Olive Oil, dan Vitamin E membantu menutrisi kulit bayi.
  2. Tips perawatan kulit bayi yang kedua ialah Gunakan sabun pH yang seimbang 4,5 sampai dengan 5, pH ini sangat cocok untuk kulit bayi. Dengan menggunakan pH yang ringan ini akan bisa menjaga tekstur kulit bayi. Bunda bisa menggunakan, cusson and smooth baby lotion yang menjaga kelembaban kulit bayi Bunda, mengandung Almond Milk untuk melembabkan kulit, serta Rose Oil dengan keharuman yang memberikan kenyamanan untuk si bayi bunda. Gosok secara perlahan ketubuh bayi secara menyeluruh. Bersihkan sela-selakulit bayi dengan hati-hati.
  3. Tips perawatan kulit bayi yang ketiga ialah Keringkan tubuh bayi dengan teknik menepuk-nepuk lembut tubuh bayi dan juga untuk mengeringkannya, jangan menggosok-gosok kulit bayi dikarenakan akan membuat kulit bayi menjadi rentan dan juga sensitif.
  4. Tips perawatan kulit bayi yang keempat ialah Berikan bedak khusus bagi bayi. Pastikan bedak tidak mengandung bahan parabean. Bunda bisa menggunakan soft and smooth baby powder, mengandung bahan alami seperti Almond Milk yang menutrisi dan melembabkan kulit. Serta kandungan Rose Oil dengan keharuman dan memberikan rasa nyaman pada kulit bayi. Jangan berikan bedak pada bagian-bagian leher, ketiak, pangkal paha dan kelamin. Dikarenakan, ketika bayi berkeringat, bedak akan bercamput dengan keringat dan menjadikannya biang keringat atau iritasi pada kulit bayi yang menimbulkan kemerahan pada bayi.
  5. Tips perawatan kulit bayi yang keempat ialah Lindungi bayi dari paparan sinar matahari, tetapi jangan biarkan paparan sinar matahari masuk langsung ke kulit bayi, apalagi sinar matahari pada siang hari. Kecuali, untuk sinar matahari pagi, itu banyak manfaatnya bagi bayi. Gunakan pelembab atau body lotion khusus untuk bayi, yang mempunyai komposisi alami yang tidak berbahaya. Bunda bisa gunakan salah satunya yaitu, Soft and smooth baby lotion, selain mengandung Almond Oil untuk melembabkan kulit, dan Rose Oil untuk keharuman dan rasa nyaman pada kulit, lotion ini juga mempunyai pH yang seimbang. Pelembab ini juga berfungsi melindungi kulit bayi yang terlalu kering. Agar kulit anak Bunda tampak halus dan lembut.

Nah, demikianlah tips perawatan kulit bayi. Banyak macam-macam jenis kulit pada bayi, orang tua harus lebih pintar merawat bayi dan memilih macam-macam jenis cream yang baik untuk kulit bayi yang mudah sensitif.

Scroll to top