• No products in the cart.
View Cart
Subtotal: Rp0

Latest News

Bagaimana Melindungi Kesehatan Mental Anak-anak Selama Pembelajaran Jarak Jauh Selama Masa Pandemi?

Pandemi COVID-19 telah menyebabkan gangguan besar pada kehidupan sehari-hari anak-anak dari cara bermain hingga belajar. Anak-anak harus beradaptasi dengan pembelajaran jarak jauh dalam jangka waktu yang lama. Menutup sekolah selama pandemi tidak hanya akan mempengaruhi kualitas pembelajaran tetapi juga kesehatan mental anak-anak. Pasalnya, sekolah bukan hanya tempat anak-anak belajar tetapi juga tempat bagi mereka bersosialisasi dan berkembang secara emosional.

Menjaga kesehatan mental anak selama pandemi

Pandemi kesehatan mental anak-anak Pembelajaran jarak jauh

Menjadi sehat secara mental selama masa kanak-kanak berarti mencapai perkembangan emosional serta mempelajari keterampilan sosial yang sehat. Anak yang sehat secara mental memiliki kualitas hidup yang positif dan dapat beradaptasi dengan baik di rumah, di sekolah, dan di komunitasnya.

Gangguan kesehatan mental pada anak umumnya didefinisikan sebagai keterlambatan atau gangguan dalam mengembangkan pemikiran, perilaku, keterampilan sosial, atau regulasi emosional yang sesuai dengan usianya. Masalah-masalah ini membuat anak-anak stres dan mengganggu kemampuan mereka untuk berfungsi dengan baik di rumah, di sekolah, atau dalam situasi sosial lainnya.

Untuk menjaga kesehatan mental anak selama pandemi dan pembelajaran jarak jauh, orang tua bisa mengikuti rekomendasi Ikatan Dokter Indonesia (IDAI) dalam mengenali dan mencegah stres pada anak-anak selama pandemi.

Tanda stres pada anak-anak selama pandemi COVID-19

  • Perubahan perilaku atau gerak tubuh yang tidak biasa.
  • Ketidakstabilan emosi seperti mudah tersinggung, mudah menangis.
  • Tidak bisa tenang.
  • Kecemasan yang berlebihan.
  • Tampak suram.
  • Terlihat sangat sedih.
  • Menarik diri dari lingkungan.
  • Kehilangan kepercayaan diri.
  • Mudah putus asa.
  • Kelekatan yang berlebihan pada pengasuh / orang tua.
  • Gangguan tidur Ini baik sulit tidur, sering terbangun, sulit tidur setelah bangun tidur, atau mimpi buruk.
  • Kesulitan berkonsentrasi.
  • Nafsu makan menurun.
  • Mengompol, pada anak yang biasanya tidak ngompol.

Bagaimana cara mencegah stres pada anak-anak selama pembelajaran jarak jauh selama pandemi COVID-19

  • Berikan perhatian lebih pada anak selama waktu tersebut pandemi COVID-19.
  • Ajak anak-anak untuk berbicara lebih sering.
  • Dengarkan keluhan dan pendapat anak.
  • Libatkan anak-anak dalam diskusi untuk menetapkan agenda selama pandemi.
  • Bermainlah dengan anak itu.
  • Membantu anak dalam belajar, termasuk saat belajar jarak jauh atau on line.
  • Beri anak kesempatan untuk istirahat atau waktu habis sesuai.
  • Dorong dan dampingi anak untuk mengembangkan agenda rutin sehari-hari.
  • Tetap lakukan aktivitas fisik yang cukup.
  • Menjadi orang tua panutan untuk anak dengan menunjukkan sikap tenang, tidak menunjukkan kecemasan, dan bersikap suportif.

Rekomendasi IDAI terkait pembelajaran jarak jauh yang sesuai untuk tumbuh kembang anak

Pandemi kesehatan mental anak-anak Pembelajaran jarak jauh

Selama pandemi seperti ini, ketika anak harus tinggal di dalam ruangan, lamanya anak menatap layar atau waktu layar berisiko meningkat. Ia harus menatap layar baik dari komputer, laptop, atau smartphone untuk melakukan pembelajaran jarak jauh. Anak-anak kembali menghabiskan waktu bermain game atau menonton video di depan layar.

Padahal anak membutuhkan keseimbangan antara aktivitas fisik, waktu layar, dan waktu tidur yang merupakan kebutuhan pokok pertumbuhan dan perkembangan yang optimal.

IDAI merekomendasikan beberapa hal terkait regulasi waktu layar. Waktu layar tidak dapat berdiri sendiri, tetapi merupakan satu kesatuan yang utuh bersama dengan pengaturan aktivitas fisik, pengaturan aktivitas sedentarian, dan pengaturan tidur yang sesuai dengan tahapan usia anak.

Anak usia sekolah

  • Waktu layar: tidak lebih dari 1 – 1,5 jam (90 menit).
  • Diskusikan dengan sekolah, pembelajaran jarak jauh online tidak boleh lebih dari 1,5 jam (90 menit) sehari.
  • Bersikaplah konsisten dalam menetapkan batasan lamanya waktu waktu layar dan jenis media / program yang ditonton.
  • Pastikan menggunakan media atau gadget jangan menjadi kebiasaan sebelum mengerjakan tugas sekolah.
  • Cobalah untuk menemukan keseimbangan antara waktu kreatif dan waktu senggang.
  • Orang tua secara bertahap dapat memberikan kesempatan kepada anak untuk memilih sendiri atau mengatur penggunaan waktu secara bebas waktu layar.
  • Pastikan penggunaan gadget tidak menggantikan waktu tidur, aktivitas fisik, dan aktivitas penting sehari-hari lainnya.
  • Kualitas tidur untuk anak adalah 9-11 jam.

Usia Sekolah Menengah (12-18 tahun)

  • Waktu layar: tidak lebih dari 2 jam.
  • Diskusikan dengan sekolah, yang terbaik adalah jika pembelajaran jarak jauh online tidak lebih dari 2 jam sehari.
  • Pada usia ini, anak memahami konsep keseimbangan waktu, sehingga orang tua dapat membantu mereka mengelolanya waktu layar sesuai jadwal anak sendiri.
  • Kualitas tidur adalah 8-10 jam.

Nasihat umum untuk orang tua / keluarga

  • Jangan biarkan anak menghabiskan waktu menatap layar sendirian, terus memberikan bantuan dan interaksi dengan anak.
  • Berikan hanya konten materi berkualitas (dari gadget) dan cegah anak-anak terpapar materi kekerasan.
  • Matikan semua perangkat gadget saat tidak digunakan.
  • Jangan gunakan gadget untuk menenangkan tingkah laku anak-anak.
  • Bebaskan anak dari gadget yang ada di kamar tidur anak, saat makan, atau saat bermain.
  • Jangan berikan gadget saat proses makan dan satu jam sebelum tidur.
  • Buat aktivitas alternatif untuk membatasi waktu waktu layar dan untuk menenangkan tingkah laku anak-anak.
  • Berpartisipasilah dalam aktivitas fisik bersama secara teratur seperti berjalan-jalan santai, mengendarai sepeda, atau berjalan-jalan ke taman.
  • Orang tua harus menjadi teladan bagi anak, misalnya orang tua juga membatasi waktu waktu layar untuk diri sendiri tidak lebih dari 2 jam per hari.
  • Atur waktu luang dengan menggunakan gadget bersama-sama, seperti di meja makan, atau di dalam mobil untuk mencapai keseimbangan.

Rekomendasi perlindungan anak selama pandemi

Pandemi kesehatan mental anak-anak Pembelajaran jarak jauh

Selama pandemi, anak-anak perlu dilindungi haknya untuk menjaga kesehatan mental dan fisiknya. Untuk memenuhi hal tersebut, orang tua, sekolah dan masyarakat diharapkan dapat menjalankan perannya masing-masing dalam memberikan perlindungan kepada anak.

Di rumah (orang tua / keluarga)

  • Jaga kesehatan anak dan penuhi kebutuhan gizi imunisasi sesuai usia anak.
  • Berikan kesempatan kepada anak untuk melakukan aktivitas fisik di lingkungan dan halaman rumah setiap hari secara rutin dengan tetap menjaga tata tertib kesehatan (memakai masker /pelindung wajah sesuai umur anak, cuci tangan, jaga jarak).
  • Libatkan anak dalam kegiatan rumah tangga sehari-hari sesuai usia anak, misalnya dengan merapikan tempat tidur atau menyapu lantai.
  • Luangkan waktu untuk bermain dengan anak-anak di rumah.
  • Memberikan pemahaman dan contoh kepada anak-anak tentang pentingnya menjaga kesehatan dan protokol kesehatan saat terjadi pandemi.
  • Berikan aturan penggunaan gadget, batasi penggunaannya, periksa pengaturan internet agar konten dewasa tidak dapat diakses oleh anak-anak.
  • Tidak mendisiplinkan anak melalui tindakan fisik yang menyakiti anak, perkataan yang merendahkan anak, dan ancaman yang membuat anak takut.

Sekolah (Guru / Pendidik)

  • Memberikan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan modifikasi kurikulum yang ada agar memudahkan orang tua mendampingi anak belajar di rumah.
  • Memberikan edukasi kepada anak untuk menjaga diri dari perbuatan buruk orang lain terhadap dirinya, misalnya berani berkata tidak atau berteriak saat disakiti.

Publik

  • Perangkat RT / RW membantu memantau kondisi warga atau anak-anak yang sedang menjalani masa social distancing.
  • Pendidikan oleh tokoh masyarakat tentang masalah anak pada masa social distancing, termasuk masalah kekerasan dan penelantaran anak.
  • Masyarakat diimbau untuk membantu dan melaporkan jika ada anak yang mengalami masalah selama masa social distancing.

Jangan ragu untuk segera berkonsultasi ke dokter anak jika tanda stres muncul pada anak Anda.

Pos Bagaimana Melindungi Kesehatan Mental Anak-anak Selama Pembelajaran Jarak Jauh Selama Masa Pandemi? muncul pertama kali Halo Sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top