• No products in the cart.
View Cart
Subtotal: Rp0

Latest News

Bagaimana proses pemasangan braces atau braces?

Gigi yang kurang rapi tidak hanya membuat wajah Anda kurang menarik, tetapi juga menyimpannya masalah kesehatan mulut. Pasang sanggurdi atau kawat gigi adalah salah satu solusi untuk Anda. Berikut tahapannya selangkah demi selangkah dalam proses pemasangan kawat gigi.

Prosedur memasang kawat gigi atau kawat gigi

1. Konsultasi ke dokter gigi

Sebelum memasang kawat gigi, Anda harus berkonsultasi dulu ke dokter gigi. Dokter gigi akan melakukan pemeriksaan fisik dan meminta Anda melakukan rontgen untuk melihat kondisi gigi Anda. Dari hasil pemeriksaan tersebut, dokter gigi akan menilai apakah Anda membutuhkan kawat gigi atau tidak.

Dokter gigi akan mendiskusikan dengan Anda pilihan perawatan yang tepat dan perkiraan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk terapi. Setelah itu, buat janji temu untuk kawat gigi berikutnya.

2. Prosedur memasang kawat gigi

Sebelum Anda memasang kawat gigi, permukaan gigi Anda akan dibersihkan, dihaluskan dan dikeringkan agar merekat dengan baik. Pistol lem kemudian akan dioleskan ke permukaan gigi Anda. Setelah itu kawat gigi akan disiapkan.

Ada kawat gigi di sana mengurung yang berfungsi sebagai "jangkar" untuk kawat gigi. Mengurung lem juga akan ditempel, kemudian ditempelkan pada gigi anda di tempat yang telah ditentukan. Lem berlebih akan dihilangkan. Lem akan terkena cahaya berkekuatan tinggi sehingga lem menjadi keras sehingga kawat gigi tidak mudah lepas.

Proses ini memakan waktu kurang lebih 20-30 menit tergantung parahnya kondisi gigi Anda.

3. Apa yang Anda rasakan selama proses pengadukan

Setelah kawat gigi, Anda akan merasa tidak nyaman karena pencabutan kawat gigi akan menimbulkan rasa sakit terutama 4-6 jam setelah prosedur. Nyeri akan berlangsung selama 3-5 hari dan setelah itu akan mulai berkurang. Dokter akan memberi pereda nyeri untuk mengurangi rasa sakit.

Anda juga disarankan mengonsumsi makanan lunak agar tidak menimbulkan rasa sakit yang berlebihan.

4. Pengendalian rutin

Kontrol rutin ke dokter gigi perlu dilakukan bagi anda yang memasang kawat gigi. Seiring waktu, kawat gigi bisa menjadi longgar, sehingga tidak cukup kuat untuk mengubah posisi gigi.

Dianjurkan agar Anda melakukan pemeriksaan rutin untuk melihat perkembangan gigi Anda serta mengencangkan kawat gigi Anda setiap 3-10 minggu tergantung pada jenis kawat gigi yang Anda gunakan. Kawat gigi modern memiliki daya tahan yang lebih baik sehingga tidak memerlukan kontrol rutin yang sering.

5. Penghapusan kawat gigi dan perawatan setelah pelepasan

Setelah dokter gigi memastikan bahwa terapi telah selesai, kawat gigi akan dilepas. Perlahan lem yang keras akan terurai dengan hati-hati. Lem sisa yang masih menempel di permukaan gigi akan dibersihkan dengan hati-hati.

Setelah melepas kawat gigi, Anda diharuskan menggunakan alat yang disebut gaji. Alat ini digunakan di dalam mulut untuk mencegah gigi Anda kembali ke posisi semula. Gaji harus digunakan selama 6 bulan tanpa dilepas, setelah 6 bulan punggawa bisa digunakan hanya pada malam hari saat tidur.

Waktu terbaik untuk memasang kawat gigi

Menurut Dr. Thomas J. Salinas, D.D.S, dikutip dari Klinik Mayo, Biasanya kawat gigi bisa dimulai pada anak sama sekali Gigi susunya hilang. Anda dapat mulai berkonsultasi dengan dokter gigi saat anak Anda berusia tujuh tahun untuk mengevaluasi penggunaan brace.

Namun, konsultasi ini tidak berarti bahwa anak akan langsung dipasangkan dengan kawat gigi. Ini dilakukan untuk mengetahui masalah apa yang menyebabkannya gigi berantakan agar dokter bisa menentukan jenis perawatan apa yang paling tepat dan efektif.

Secara umum gigi permanen akan tumbuh sempurna pada usia 8 hingga 14 tahun. Saat itulah pemasangan behel sudah bisa dilakukan.

Thomas menambahkan, waktu terbaik untuk memasang kawat gigi bergantung pada tingkat keparahan dan penyebab kerusakan gigi. Dengan kata lain, memang tidak ada waktu atau usia yang pasti mengenai kapan memasang kawat gigi. Beberapa anak bahkan mulai menggunakan sanggurdi pada usia enam tahun.

Bisakah orang dewasa juga menggunakan sanggurdi?

Orang dewasa dapat memasang dan melakukan perawatan menggunakan kawat gigi karena berbagai alasan. Mulai dari kondisi medis hingga kosmetik.

Berdasarkan Asosiasi Ortodontis Amerika dikutip dari Health.harvard.edu, satu dari lima orang yang memasang behel berusia di atas 18 tahun.

Namun, jika Anda berniat memasang kawat gigi, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan:

  • Gigi dewasa tidak akan tumbuh lagi, sehingga beberapa perubahan struktur gigi tidak dapat dilakukan tanpa operasi.
  • Proses pemasangan atau perawatan menggunakan kawat gigi bisa memakan waktu lebih lama dibandingkan pada anak-anak. Meskipun proses rumah tangga bervariasi dari orang ke orang, rata-rata orang dewasa membutuhkan waktu dua tahun.
  • Jika penggunaan kawat gigi dibarengi dengan perawatan gigi lainnya, Anda perlu memeriksakan diri ke dokter gigi lebih sering agar tidak terjadi efek samping, misalnya seperti penyakit gusi.

Hal-hal penting yang harus diketahui sebelum memasang behel

Kawat gigi dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada awal pemasangan. Namun, kawat gigi dapat membantu Anda mengatasi berbagai masalah gigi dan mulut. Nah, berikut hal-hal yang harus Anda ketahui sebelum memasang kawat gigi.

1. Rata-rata orang memakai kawat gigi selama dua tahun

Umumnya orang memakai kawat gigi selama dua tahun. Namun durasi penggunaan behel untuk setiap orang bisa berbeda-beda. Ini tergantung dari kondisi masing-masing gigi Anda.

Ada beberapa pilihan untuk metode terapi gigi yang lebih cepat. Namun, biasanya opsi ini tidak disarankan kecuali gigi Anda benar-benar sehat dan kuat. Selain itu, terapi ini biasanya lebih menyakitkan dibandingkan terapi kawat gigi pada umumnya.

Pasalnya, metode terapi ini melibatkan operasi kecil pada rahang Anda. Jadi, meski terapi hanya berlangsung sekitar enam bulan, proses penyembuhannya malah semakin tidak nyaman.

2. Cobalah untuk tidak berganti dokter gigi

Penggunaan kawat gigi yang lama membuat Anda berisiko berganti dokter gigi. Oleh karena itu, sebelum memasang kawat gigi, sebaiknya pertimbangkan terlebih dahulu apakah Anda bisa rutin pergi ke dokter gigi yang sama dalam jangka waktu yang lama.

Setelah kontrak lama diputus, Anda harus membuat kontrak baru dengan dokter gigi berikutnya. Sekali lagi, kebanyakan dokter gigi dengan senang hati melanjutkan perawatan yang Anda lakukan dengan dokter gigi sebelumnya.

Namun, ada juga dokter gigi yang meminta Anda memulai terapi lagi dari awal meski sudah memasang kawat gigi sebelumnya. Ini tentu saja akan lebih mahal, yang tidak murah.

3. Kawat gigi plastik transparan belum tentu baik untuk Anda

Banyak pasien, terutama anak-anak dan remaja, menginginkan kawat gigi plastik transparan atau "tak terlihat ". Memang ada behel plastik khusus yang tidak begitu terlihat saat dipasang. Namun, tidak semua pasien disarankan untuk menggunakan behel plastik ini.

Akan lebih baik jika mengikuti anjuran dokter gigi daripada memaksa menggunakan kawat gigi plastik transparan. Jika dipaksakan, hasilnya mungkin tidak maksimal. Anda juga harus kembali ke jenis kawat gigi yang sesuai dengan kebutuhan gigi Anda.

4. Nyeri setelah memasang kawat gigi normal

Rasa sakit saat memasang kawat gigi mungkin menghantui pikiran Anda. Namun, Anda pasti akan merasa tidak nyaman dengan kawat gigi baru Anda. Proses pemasangan kawat gigi sendiri bisa menyakitkan dan tidak nyaman akibat tekanan dari kawat gigi untuk memperbaiki atau merapikan gigi.

Namun, jangan khawatir. Dokter gigi akan memberikan pereda nyeri untuk membantu Anda mengurangi nyeri. Ketidaknyamanan ini akan hilang dalam beberapa minggu. Anda akan mulai merasa nyaman dengan kawat gigi setelahnya.

Pos Bagaimana proses pemasangan braces atau braces? muncul pertama kali Halo Sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top