Ono Ambulance | Jasa Sewa Ambulance, Kargo Jenazah Murah, Berkualitas, Lengkap

Latest News

Bahaya Minum "Miras" Obat Batuk Oplosan dan Minuman Energi

Tidak jarang karena ingin mabuk dengan cara yang murah dan cepat, banyak orang yang sengaja mencari cara untuk menjadi bandel. Daripada membeli minuman keras harga tidak murah dan akses sulit, mereka sebenarnya "mengambil inisiatif" membuat minuman campuran. Salah satu tren dalam minuman campuran yang populer di Indonesia adalah campuran obat batuk cair dengan minuman energi atau bahkan dengan spiritus. Jadi, apa efek dari minum minuman campuran untuk tubuh?

Kenali kandungan alkohol yang dicampur dengan obat batuk dan minuman berenergi

Obat batuk cair dan minuman berenergi umumnya aman dikonsumsi bila digunakan sesuai dengan instruksi.

Obat batuk cair biasanya mengandung dekstrometorfan atau DXM yang bekerja secara efektif untuk meredakan gejala flu dan batuk berdahak.

Namun, minum terlalu banyak dosis (baik disengaja atau tidak) dapat membuat Anda merasa santai karena Anda mengantuk dan kesal. Kebanyakan menggunakan dekstrometorfan juga dapat menyebabkan halusinasi.

Efek ini kemudian membuat sebagian orang menyalahgunakan fungsi obat untuk mabuk. Efek jazzed dari mengambil obat batuk dosis tinggi untuk keracunan dapat berlangsung selama 30 menit hingga 6 jam setelah Anda minum. Fenomena penyalahgunaan batuk sering disebut sebagai "robotripping".

Sementara itu, mminuman energi umumnya mengandung kafein hingga gandakan kandungan kafein dari secangkir kopi. Minuman berenergi biasanya mengandung 80 hingga 141 mg kafein per 8 ons, setara dengan lima ons kopi.

Nah, kandungan kafein dalam campuran minuman energi ini bisa memberikan sensasi antusiasme, kesegaran, dan kecanduan bagi mereka yang mengkonsumsinya.

Bahaya alkohol bercampur dengan obat batuk dan minuman berenergi

Obat batuk dicampur dengan minuman berenergi dengan tujuan mabuk dapat berbahaya bagi kesehatan Anda.

Pada dasarnya, jika seseorang terbiasa minum obat batuk yang mengandung DXM dalam jumlah banyak, tubuh mereka akan menjadi kecanduan sehingga keinginan muncul untuk terus membutuhkan lebih banyak. Ini sama dengan risiko overdosis obat.

Selain itu, sebagian besar obat batuk cair yang mengandung dekstrometorfan mengandung bahan aktif lain seperti antihistamin, analgesik dan dekongestan. Mengkonsumsi terlalu banyak zat ini dapat menyebabkan kerusakan hati, serangan jantung, stroke, dan kematian.

Tidak ketinggalan juga bahwa minuman berenergi yang mengandung kafein tinggi berpotensi menyebabkan keracunan kafein. Keracunan kafein dapat menyebabkan komplikasi kardiovaskular, pencernaan, dan kejang.

Bahkan, beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa overdosis kafein dalam minuman energi berisiko melumpuhkan otak, terutama bagi remaja.

Pos Bahaya Minum "Miras" Obat Batuk Oplosan dan Minuman Energi muncul pertama kali Halo sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top