Latest News

Bayi Terus Menangis? Ini Penyebabnya dan Cara Mengatasinya

Bayi umumnya akan terus menangis dan sangat rewel saat lapar atau tidak mengganti popok, kemudian hanya akan menjadi tenang dan tenang setelah kebutuhan mereka terpenuhi. Namun terkadang si kecil tetap menangis kencang meski sudah disusui. Jika si kecil mengalaminya, Anda mungkin akan bingung dan bertanya-tanya mengapa bayi menangis setelah menyusu. Berikut penyebab bayi menangis sepanjang waktu dan cara mengatasinya yang perlu diketahui.

Penyebab bayi menangis

bayi kurang gizi

Tahukah Anda bahwa menangis adalah bahasa bayi? Mengutip dari Klinik Mayo, tangisan bayi merupakan salah satu cara si kecil berkomunikasi dengan orang dewasa. Berikut penyebab bayi menangis terus menerus:

1. Bayi lapar

Jika sudah memberikan ASI sejak 3 – 4 jam yang lalu, maka si kecil akan bangun dan mulai menangis, mungkin ia merasa lapar. Beri si kecil susu dan dia akan berhenti menangis sebagai satu perawatan bayi baru lahir.

2. Bayi Anda lelah

Jika si kecil mulai terlihat malas beraktivitas, tidak mau diajak bermain, sering menguap lalu menangis, itu artinya dia lelah dan ingin tidur.

Sebelum tidur, jangan juga bersihkan badan bayi agar dia tidur dengan nyaman.

3. Bayi merasa tidak nyaman

Alasan si kecil menangis bisa jadi karena popoknya terlalu basah, terlalu panas, atau dingin untuk mengganggu jam tidur untuk bayi. Coba cek kondisi popok dan pakaian bayi Anda, apakah ada yang membuatnya tidak nyaman.

4. Bayi Anda kesakitan

Bayi Anda akan tiba-tiba menangis sekuat orang dewasa atau anak-anak jika ia merasakannya ada rasa sakit di tubuhnya

Anda bisa mengecek tubuh si kecil, apakah ada ruam popok yang membuatnya sakit atau mengalami suhu tinggi karena demam.

5. Bayi merasakan rangsangan yang berlebihan

Kalau suara di kamar sangat bising, ada banyak orang, atau ada banyak orang yang berusaha menarik perhatian bayi anda, mungkin ia menangis karenanya. Pindahkan bayi Anda ke lingkungan yang lebih tenang.

6. Bayi merasa kesepian

Jika bayi Anda tidur, Anda tinggalkan dia di tempat tidurnya sendiri, dan dia mulai menangis ketika dia bangun, mungkin dia merasa kesepian dan dia tidak suka ditinggal sendirian. Peluklah bayimu dan berikan cinta.

7. Bayi merasa takut

Jika si kecil tiba-tiba menangis saat digendong oleh orang asing, itu menandakan bahwa si kecil sedang merasa takut.

Jelaskan kepada orang tersebut bahwa bayi perlu didekati terlebih dahulu agar dia tidak merasa takut dan menangis saat digendong.

8. Bayi merasa bosan

Jika bayi Anda duduk di kursi bayi, Anda tidak memperhatikannya dan sibuk makan atau mengobrol, dan dia mulai menangis, mungkin bayi Anda sedang bosan. Beri dia perhatian dan mainan untuk menghilangkan kebosanannya.

9. Bayi menangis karena kolik

Sakit perut bisa membuat bayi menangis berkepanjangan. Dokter menduga kolik adalah sejenis kondisi di mana bayi mengalami masalah pencernaan.

Penyebab kolik tidak diketahui. Bayi bisa terus menangis meski dalam keadaan sehat dan sudah diberi makanan yang cukup.

Saat bayi kolik, sangat sulit menenangkan bayi untuk berhenti menangis. Namun tak perlu khawatir, kolik ini hanya berlangsung hingga bayi mencapai usia 4 bulan.

10. Bayi menangis karena terlalu banyak gas di perut

Terlalu banyak gas di perut bisa membuat bayi menangis setelah menyusu. Hal ini bisa disebabkan karena bayi banyak menelan udara saat menyusui, terutama saat menggunakan botol susu.

Akibatnya perut bayi akan terasa kembung karena dipenuhi udara sehingga membuat tidak nyaman dan tidak nyaman. Itu sebabnya dia terus menangis meski sudah tidak lapar lagi.

Sedangkan jika ASI diberikan, lebih sedikit udara yang masuk ke perut bayi.

Sebagai solusinya, jaga tubuh bayi dalam posisi tegak setelah menyusu, sembari membelai lembut punggungnya. Cara ini bisa membantu mengeluarkan gas di perut bayi sedikit demi sedikit.

11. Bayi menangis karena GERD

Penyakit gastroesophageal reflux (GERD) lebih sering terjadi pada orang dewasa. Namun ternyata, bayi juga bisa mengalaminya apalagi jika Anda sering mendapati si kecil merasa tidak nyaman dan sering menangis setelah menyusu.

Penyebab GERD pada bayi karena susu yang baru diminumnya, benar-benar naik kembali ke kerongkongan. Biasanya, perut memiliki cincin otot (sfingter) yang tugasnya menahan asam lambung agar tidak naik kembali.

Namun, kerusakan terus berlanjut sfingter lambung bisa menyebabkan asam lambung naik dalam jumlah banyak, melewati dada dan kerongkongan.

Kondisi ini kemudian menimbulkan gejala berupa mual, perut kembung, nyeri dada, dan berbagai perasaan tidak enak lainnya pada tubuh bayi.

12. Alergi makanan

Bayi yang masih menyusui biasanya tidak bisa mengonsumsi bahan makanan tertentu secara langsung.

Hanya saja, bayi masih berisiko mengalami alergi makanan jenis tertentu dan intoleransi laktosaTerutama dari makanan dan minuman yang baru saja dikonsumsi ibu.

Susu, telur, jagung, kafein adalah beberapa sumber makanan dan minuman yang dikatakan berisiko menyebabkan alergi pada bayi.

Jika bayi Anda terus menangis setelah menyusu, sebaiknya perhatikan makanan dan minuman apa yang baru saja Anda konsumsi. Konsultasikan lebih lanjut dengan dokter Anda mengenai kemungkinan alergi yang dialami bayi Anda.

13. Bayi menangis karena tumbuh gigi

Si kecil yang sedang tumbuh gigi biasanya akan terus menangis setelah menyusu. Ini karena ia merasakan nyeri pada gusi akibat gesekan dengan puting.

Apa yang dapat Anda lakukan untuk menghentikan tangisan bayi Anda?

Bayi menangis karena batuk

Jika Anda tidak tahu mengapa bayi Anda menangis, mulailah dengan memenuhi kebutuhan dasarnya. Beri dia susu, ganti popoknya, pastikan dia tidak kedinginan atau kepanasan, dan pakaiannya nyaman.

Sudah melakukan itu tapi masih menangis? Beberapa cara lain bisa dicoba, seperti:

1. Membedong bayi dengan longgar

Bedong sudah termasuk dalam perlengkapan bayi baru lahir apa yang dibutuhkan si kecil. Berada di bedong dapat mencegah tubuh bayi bergetar, sehingga membuatnya merasa lebih aman dan nyaman.

Selain itu, cara ini juga dapat membantu bayi tertidur dengan lebih tenang dan nyenyak.

Namun, ada momen yang harus diperhatikan telanlah si kecil dan ketahui Bagaimana cara yang tepat untuk membedong bayi. Peregangan bayi yang terlalu kencang bisa merusak persendian kaki bayi.

Bahkan sampai merusak tulang rawan dari rongga pinggul yang mengarah ke displasia pinggul, yaitu terganggunya pembentukan sendi panggul saat femur terlepas dan tidak tepat di rongga pinggul.

Tidak hanya itu, menarik bayi terlalu kencang juga bisa membuatnya sulit bernapas dengan benar. Cukup meregangkan si kecil dengan longgar seperti selimut, sehingga ia merasa hangat dan aman.

2. Tempatkan bayi meringkuk

Di dalam rahim, bayi menghabiskan sebagian besar waktunya dalam posisi meringkuk. Nah, itulah mengapa menggendong atau membaringkan bayi dalam posisi meringkuk bisa membuat bayi merasa lebih nyaman.

Posisi ini dilakukan dengan menggendong bayi di samping tubuh, tepatnya di bawah lengan Anda. Hanya tempatkan bayi Anda dalam posisi ini jika dia terus menangis.

Sedangkan dalam kondisi normal, selalu letakkan bayi dalam posisi telentang.

3. Buat suara yang menenangkan

Dalam rahim, bayi terbiasa mendengar detak jantung ibu yang suaranya konstan berulang kali. Detak jantung ibu akan berbunyi dengan ritme yang sama dan ini akan menenangkan bayi.

Jadi, jika sewaktu-waktu si kecil menangis, Anda bisa membuat atau memainkan suara yang menenangkan. Misalnya menggendong bayi di dada, mendengarkan suara tetesan air hujan, mendengarkan suara lembut ibu sebagai lagu pengantar tidur.

Selain itu, Anda juga dapat mencoba menciptakan suara & # 39;kebisingan putih & # 39; untuk menenangkan bayi. & # 39;Kebisingan putih & # 39; merupakan kombinasi suara dari berbagai frekuensi. Misalnya suara kipas angin atau sekedar bunyi “ssshhh”.

4. Ayunkan bayi

Gerakan berirama seperti mengayun atau mengayun bayi Anda secara terus menerus akan mengingatkannya pada saat ia masih di dalam perut Anda. Jika semakin ketat bayi itu menangis, maka Anda harus menjadi lebih kuat serta mengayunkan si kecil.

Anda bisa mengayun-ayunkan tubuh bayi sambil menangis sambil:

  • Saat bepergian
  • Di kursi goyang
  • Bayi itu diletakkan di ayunan khusus
  • Jalan-jalan di keranjang bayi

Namun ingat, Anda harus berhati-hati saat mengayunkan si kecil. Sambil mengayun bayi, Anda bisa menyanyikan lagu dengan tempo lambat dan suara lembut.

5. Sentuhan lembut

Sentuhan bisa merangsang rasa nyaman di otak bayi. Itu sebabnya, jangan pernah anggap remeh pengaruhnya sentuhanmu agar si kecil merasa lebih nyaman.

Meski begitu, terkadang bayi Anda juga membutuhkan lebih dari sekedar sentuhan untuk membuatnya nyaman, seperti menepuk punggung atau memijatnya dengan lembut.

Sentuhan lembut ini juga berlaku saat itu mandikan bayi yang baru lahir yang bisa membuatnya sangat nyaman.

6. Biarkan dia menghisap sesuatu

Isap empeng, jari, atau puting susu adalah cara untuk menenangkan bayi yang menangis. Namun, pastikan ini adalah langkah terakhir yang Anda ambil jika beberapa metode yang disebutkan di atas tidak berhasil.

7. Pijat atau usap perut

Pijatan lembut bisa membuat bayi lebih tenang dan bisa Anda lakukan pijat bayi di rumah. Gunakan minyak pijat khusus untuk bayi, sebaiknya yang bebas pewangi dan sangat ringan kulit bayi.

Namun perlu diingat, Anda juga harus berhati-hati saat memijat si kecil, setiap kesalahan bisa berakibat buruk baginya.

Terkadang bayi menangis juga menandakan bahwa ia lapar atau merasa tidak nyaman karena popoknya perlu diganti. Jadi, selain melakukan ketiga hal tersebut, pastikan Anda tahu apa arti tangis si kecil.

Jika si kecil lapar, segera berikan ASI. Dengan begitu, bayi Anda biasanya akan berhenti menangis setelah Anda memberinya makan.

Hal yang harus diperhatikan saat bayi menangis

bagaimana menenangkan bayi yang menangis

Menangis adalah cara alami bayi Anda untuk berkomunikasi dan menyampaikan perasaan tidak nyaman atau membutuhkan sesuatu. Kebanyakan bayi menangis karena sulit menyesuaikan diri dengan kehidupan di luar kandungan.

Selama 9 bulan bayi terbiasa dengan suasana rahim. Kehadiran cahaya, warna, tekstur, suara, serta sensasi baru seperti lapar atau lapar akan sangat mengganggu mereka.

Oleh karena itu, menciptakan sensasi yang menyerupai kondisi di dalam kandungan merupakan cara terbaik untuk menenangkan bayi yang menangis.

Suara tangis bayi bernada tinggi seringkali membuat stres, tetapi Anda harus tetap waspada. Mengutip dari NHS, hindari menggelengkan kepala bayi karena dapat menyebabkan kerusakan pada otak bayi.

Namun, jika si kecil terus menangis meski sudah berusaha menenangkannya dengan berbagai cara di atas, jangan ragu untuk menghubungi dokter.

Terutama jika Anda juga mengamati beberapa tanda atau gejala yang tidak biasa pada bayi Anda.

Pos Bayi Terus Menangis? Ini Penyebabnya dan Cara Mengatasinya muncul pertama kali Halo Sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top