• No products in the cart.
View Cart
Subtotal: Rp0

Latest News

Benarkah makanan darat dan laut tidak boleh dimakan bersama?

Anda mungkin pernah mendengar anggapan bahwa makan bersama makanan darat dan laut bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Kebiasaan ini dikatakan menyebabkan sakit perut, gangguan pencernaan, hingga keracunan makanan. Jadi, benarkah itu?

Asal usul larangan makan makanan darat dengan makanan laut

Sumber: The Washington Post

Larangan & # 39; & # 39; makan makanan darat bersama dengan makanan laut sebenarnya dimulai dengan urutan agama dan adat istiadat.

Dalam agama-agama tertentu, misalnya, ikan dan daging merah termasuk dalam dua kategori makanan yang tidak bisa dimakan bersama.

Di beberapa kelompok masyarakat, larangan makan makanan darat dengan makanan laut telah dibentuk menjadi aturan turun-temurun.

Di sisi lain, ada juga orang yang percaya bahwa mengonsumsi keduanya pada saat yang sama dapat menyebabkan masalah kesehatan.

Ini berdasarkan perbedaan waktu pencernaan darat dan makanan laut.

Sebagai gambaran, perut membutuhkan sekitar 45 hingga 60 menit untuk mencerna ikan. Sementara itu, untuk mencerna ayam membutuhkan waktu 1,5 hingga 2 jam dan 3 jam untuk mencerna daging sapi.

Awalnya, waktu pencernaan yang berbeda ini dianggap memiliki efek besar pada pencernaan.

Berdasarkan waktu pencernaan makanan yang bervariasi, makanan laut seperti ikan harus dicerna sebelum ayam dan sapi.

Makanan yang dicerna lebih lama akan disimpan di dalam lambung dan dianggap mengurangi pH asam lambung.

Tidak hanya itu, perut juga harus menghasilkan lebih banyak enzim untuk memecah daging yang dicerna lebih lama. Akibatnya, kondisi di perut menjadi tidak seimbang.

Hal ini membuat orang yang mengonsumsi makanan darat dan laut bersama dianggap lebih berisiko mengalami gangguan pencernaan. Misalnya sakit perut, mulas, kembung, hingga peningkatan asam lambung.

Apakah ini terbukti benar?

sistem pencernaan

Faktanya, sistem pencernaan tidak bekerja seperti ini.

Ini karena tubuh manusia telah berevolusi untuk mencerna makanan utuh yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, dan nutrisi lain juga.

Saat Anda mengonsumsi beberapa jenis makanan secara bersamaan, perut Anda akan menghasilkan berbagai enzim untuk mencerna semua nutrisi di dalamnya.

Enzim pencernaan dapat bekerja secara efektif jika pH lambung tetap asam, yaitu 1 hingga 2.5.

Masuknya makanan darat dan laut bersama-sama mungkin dapat mengubah pH lambung menjadi 5 untuk sesaat.

Namun, dinding lambung mampu menghasilkan asam lambung dan menurunkan nilai pH lagi dalam waktu cepat.

Selama nilai pH tetap asam dan semua enzim berfungsi dengan baik, perut akan selalu bekerja secara optimal.

Organ ini dapat mencerna ikan, ayam, atau daging sapi dengan baik tanpa terpengaruh oleh waktu pencernaan yang berbeda.

Ada waktu untuk memisahkan makanan darat dari makanan laut

Anda dapat mengonsumsi makanan darat bersama dengan makanan laut.

Namun, ada kalanya Anda perlu memisahkan kedua makanan ini, yaitu saat menyimpan dan mengolahnya dan jika memang demikian alergi terhadap makanan laut.

Saat memasak dan menyimpan tanah dan makanan laut, selalu tempatkan keduanya dalam wadah terpisah.

Anda bisa membungkusnya dengan plastik atau menyimpannya dalam kotak dengan penutup.

Saat memproses makanan, pisahkan makanan yang dimasak dari bahan mentah.

Alasannya, meninggalkan makanan matang dekat dengan makanan mentah dapat menyebabkan keracunan makanan.

Bagi Anda yang memiliki alergi terhadap makanan laut, selalu sajikan makanan laut dalam wadah yang berbeda dari makanan dasar.

Setelah waktu makan, simpan keduanya dalam wadah yang berbeda dan tutupi dengan tudung makanan untuk mencegah makanan dari kotoran.

Pos Benarkah makanan darat dan laut tidak boleh dimakan bersama? muncul pertama kali Halo sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top