Latest News

Benarkah mengonsumsi vitamin C secara rutin dapat mencegah anemia?

Anemia adalah kondisi ketika Anda tidak memiliki cukup sel darah merah untuk membawa cukup oksigen ke jaringan tubuh. Anemia bisa disebabkan oleh banyak hal, termasuk kekurangan zat besi, vitamin B12, atau asam folat. Salah satu cara untuk mengatasi anemia adalah dengan mengonsumsi suplemen atau vitamin tambahan. Lantas, suplemen atau vitamin apa saja yang bermanfaat sebagai penambah darah? Simak penjelasannya di bawah ini.

Apa suplemen dan vitamin untuk meningkatkan darah?

Suplemen penambah darah dan vitamin yang dapat mengobati anemia adalah:

1. Suplemen zat besi

Penderita anemia mengonsumsi suplemen saat berpuasa

Anemia biasanya mudah diobati tingkatkan asupan zat besi Anda makanan. Zat besi tinggi pada daging merah, sayuran berdaun hijau, buah-buahan dan kacang-kacangan kering, dan makanan yang diperkaya dengan nutrisi ini.

Namun, diet saja tidak cukup bagi mereka yang kelebihan berat badan rentan terhadap anemia seperti wanita hamil, remaja saat menstruasi, dan mereka yang menderita penyakit kronis. Mereka juga membutuhkan asupan zat besi tambahan dalam bentuk suplemen.

Mengatasi Anemia Selama Kehamilan

Dikutip dari Klinik ClevelandJenis zat besi oral ada banyak yaitu pil, kapsul, tetes, dan tablet. Tujuan mengonsumsi suplemen zat besi oral adalah untuk mengobati gejala anemia dengan meningkatkan kadar zat besi dan hemoglobin dalam tubuh Anda.

Dokter Anda akan memberikan rekomendasi tentang berapa lama Anda harus mengonsumsi suplemen zat besi. Biasanya, Anda masih disarankan untuk mengonsumsi suplemen zat besi selama enam bulan lagi, setelah kadar hemoglobin dan zat besi dalam darah Anda kembali normal.

Meski bermanfaat untuk mencegah anemia, suplemen zat besi berbahaya untuk tubuh saat diminum sembarangan. Ini karena jumlah zat besi yang tinggi akan menjadi racun bagi tubuh.

Mengonsumsi suplemen zat besi tanpa anjuran dokter memiliki risiko overdosis. Dosis tunggal 10-20 miligram dapat menyebabkan gejala keracunan besi seperti mual, muntah, dan sakit perut.

2. Vitamin C

mencegah infeksi virus

Vitamin C membantu penyerapan dan penyimpanan zat besi di hati, sehingga mengonsumsi suplemen vitamin C dapat meningkatkan kadar hemoglobin karena zat besi diubah menjadi sel darah.

Mengonsumsi suplemen vitamin C 25 mg dapat meningkatkan penyerapan zat besi hingga dua kali lipat, sedangkan mengonsumsi 250 mg vitamin C dapat meningkatkan penyerapan zat besi hingga lima kali lipat.

Oleh karena itu, Anda harus selalu memenuhi kebutuhan tubuh akan vitamin C setiap hari, terutama bagi Anda yang mengalami anemia. Kebutuhan vitamin C untuk pria sekitar 90 mg per hari, sedangkan wanita membutuhkan 75 mg vitamin C setiap hari.

Namun, sebenarnya lebih baik mendapatkan asupan vitamin C harian dari sumber makanan segar. Pasalnya, vitamin C yang terkandung di dalam buah bisa bertahan lebih lama di dalam tubuh. Sedangkan vitamin C dari suplemen dapat dengan cepat dikeluarkan melalui urin.

Salah satu hal penting yang harus diperhatikan dalam memanfaatkan kandungan vitamin C pada makanan adalah proses pemasakan. Proses pemasakan yang salah bisa mengurangi hingga 50-80% kandungan vitamin C pada makanan tersebut.

Saat mengolah makanan, Anda perlu tahu cara yang benar. Jangan memasak buah dan sayuran tinggi vitamin C di atas api panas, pastikan tidak terlalu panas (panas rendah) dan tambahkan sedikit air untuk mengurangi jumlah vitamin C yang terbuang.

Suplemen vitamin C dapat dikonsumsi bersamaan dengan suplemen zat besi untuk mengatasi berbagai jenis anemia. Makan makanan tinggi vitamin C bersama dengan makanan tinggi zat besi nabati untuk meningkatkan penyerapan.

3. Vitamin B12

vitamin b12

Vitamin B12 merupakan vitamin yang larut dalam air dan berperan dalam pembentukan sel darah merah, metabolisme sel, fungsi saraf, dan produksi DNA. Anda dapat memenuhi kebutuhan vitamin B12 dengan mengonsumsi makanan sumber vitamin ini, seperti:

  • Unggas
  • Daging sapi
  • Ikan
  • Produk susu

Jika kamu didiagnosis dengan anemia karena kekurangan vitamin B12, dokter Anda mungkin menyarankan agar Anda meningkatkan konsumsi makanan di atas. Namun, pada beberapa kondisi, Anda membutuhkan suplemen vitamin B12 sebagai penambah darah. Suplemen vitamin B12 biasanya direkomendasikan untuk wanita hamil, ibu menyusui, dan vegetarian.

Suplemen vitamin B12 tergolong aman dikonsumsi dengan dosis yang tepat. Klinik Mayo Disebutkan, orang dewasa dianjurkan mengonsumsi suplemen 2,4 mg vitamin B12, namun dosisnya bisa ditingkatkan, sesuai kondisi Anda.

Terlalu banyak vitamin B12 dapat menyebabkan gejala berikut:

  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Gelisah
  • Mual
  • Muntah

4. Asam folat

asam folat adalah

Asam folat penting dalam pembentukan sel darah merah dan pertumbuhan serta fungsi sel yang sehat. Senyawa ini, juga dikenal sebagai vitamin B9, ditemukan dalam makanan berikut:

  • Sayuran hijau
  • Gila
  • Biji-bijian utuh
  • jeruk
  • lemon
  • pisang
  • Melon
  • Stroberi

Dianjurkan agar Anda mengonsumsi 400 mg asam folat, sedangkan wanita yang berencana hamil dianjurkan mengonsumsi 400-800 mg per hari. Jika Anda mengalami anemia karena kekurangan asam folat, Anda mungkin perlu mengonsumsi suplemen tambahan sebagai suplemen pengobatan anemia.

Konsumsi suplemen vitamin B9 dinyatakan aman. Namun, masih ada efek samping yang mungkin Anda alami. Suplemen asam folat yang diminum dapat menyebabkan:

  • Rasa pahit di mulut
  • Mual
  • Nafsu makan hilang
  • Kebingungan
  • Mudah marah
  • Gangguan tidur

Selain itu, suplemen vitamin B9 yang dapat menjadi penambah darah juga dapat menimbulkan gejala alergi pada kulit.

Asupan asam folat yang tinggi dapat mengatasi kekurangan vitamin B12 yang tidak parah. Kekurangan vitamin B12 dan asam folat diatasi dengan mengonsumsi suplemen yang mengandung 100 persen nilai harian vitamin B12 dan asam folat.

Pos Benarkah mengonsumsi vitamin C secara rutin dapat mencegah anemia? muncul pertama kali Halo Sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top