• No products in the cart.
View Cart
Subtotal: Rp0

Latest News

Benarkah Rokok Menyebabkan Pembekuan Darah?

Ada berbagai risiko gangguan kesehatan akibat rokok yang sudah banyak diketahui. Salah satu yang mungkin jarang diketahui adalah pembekuan darah pada perokok. Walaupun penggumpalan atau gumpalan darah normal, namun gangguan kesehatan dapat terjadi jika ada penggumpalan darah yang tidak normal. Namun, benarkah merokok menyebabkan pembekuan darah yang tidak normal?

Proses merokok menyebabkan penggumpalan darah

Gumpalan darah atau gumpalan merupakan respon tubuh saat seseorang mengalami cedera. Seketika, darah menggumpal atau menggumpal untuk menghentikan pendarahan dari luka. Namun, penggumpalan darah bisa jadi tidak normal. Perokok adalah salah satunya kelompok berisiko tinggi pembekuan darah yang tidak normal.

Rokok telah terbukti merusak tubuh manusia. Kandungan rokok yang terdiri dari nikotin, tar, karbon monoksida, dan lainnya disebut berbahaya dan dapat menyebabkan penggumpalan darah pada tubuh manusia.

Saat masuk ke dalam tubuh, zat berbahaya di dalam rokok ini membuat sel darah lebih lengket dari biasanya. Kandungan ini juga merusak lapisan pembuluh darah.

Dengan begitu, darah akan sangat mudah menempel di dinding, yang akhirnya membentuk gumpalan. Proses pembekuan darah ini kemudian disebut trombus.

Ketika trombus terjadi, darah yang seharusnya mengalir ke organ vital menjadi tersumbat dan terbatas. Beberapa organ yang mungkin terpengaruh, seperti jantung, otak, kaki, bahkan paru-paru.

Gejala terjadi penggumpalan darah

Pembekuan darah terbagi menjadi dua jenis. Ketika terjadi di arteri, seperti di jantung atau otak, itu disebut gumpalan atau trombosis arteri. Jenis penggumpalan darah ini bisa menyebabkan stroke atau serangan jantung.

Seseorang yang mengalami kondisi ini memerlukan penanganan darurat, terutama jika mengalami gejala seperti nyeri dada, sesak napas, terkulai di bagian bawah wajah, atau tiba-tiba mengalami kelumpuhan di beberapa bagian tubuh.

Jenis kedua, yaitu saat terjadi penggumpalan darah di pembuluh darah vena. Jenis ini memang terjadi dengan sangat lambat, namun tetap mengancam penderitanya.

Kasus paling serius dari penggumpalan darah di vena, yaitu ketika gumpalan darah terbentuk di kaki yang disebut trombosis vena dalam (DVT) atau trombosis vena dalam. Jika tidak segera diobati, penyakit ini bisa menyerang paru-paru, yang disebut penyakit ini emboli paru.

Gejala yang dirasakan pada setiap jenis bekuan darah berbeda-beda, tergantung lokasi bekuan darah tersebut.

  • Tangan atau kaki

Pada kondisi ini, gejala yang Anda rasakan, seperti bengkak, nyeri, nyeri pada kaki atau tangan, sensasi hangat, atau perubahan warna kulit hingga kemerahan.

  • Jantung

Penggumpalan darah di jantung bisa menyebabkan serangan jantung. Kondisi ini bisa menyebabkan nyeri dada atau nyeri berat, pusing, dan sesak napas.

  • Perut

Gejala yang mungkin dirasakan pada penggumpalan darah di daerah ini, seperti sakit perut dan bengkak. Namun perlu juga diperhatikan bahwa gejala tersebut tidak selalu disebabkan oleh pembekuan darah. Gejala ini juga bisa terjadi karena virus di perut atau keracunan makanan.

  • Otak

Gumpalan di otak bisa menyebabkan stroke. Gejala yang Anda rasakan, yaitu sakit kepala yang tiba-tiba dan parah, beserta gejala lainnya yaitu tiba-tiba kesulitan berbicara atau melihat.

  • Paru-paru

Gumpalan darah di paru-paru dikenal sebagai emboli paru. Gejala kondisi ini antara lain sesak napas mendadak, nyeri dada, atau detak jantung cepat. Masalah pernapasan seperti batuk darah juga menjadi salah satu gejalanya.

Rokok dapat menyebabkan pembekuan darah yang tidak normal yang dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Untuk menghindarinya, disarankan untuk segera berhenti merokok. Jika Anda membutuhkan bantuan, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter bagaimana berhenti merokok yang tepat untukmu.

Pos Benarkah Rokok Menyebabkan Pembekuan Darah? muncul pertama kali Halo Sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top