• No products in the cart.
View Cart
Subtotal: Rp0

Latest News

Berbagai Penyebab Hiperpigmentasi Kulit dan Cara Mengatasinya

Mungkin Anda memiliki kulit yang lebih gelap daripada bagian lain. Kondisi ini biasanya secara medis disebut hiperpigmentasi. Jadi, apa saja penyebab hiperpigmentasi kulit? Lihatlah ulasan berikut.

Jenis hiperpigmentasi kulit dan penyebabnya

Sebenarnya, penyebab utama hiperpigmentasi adalah jumlah melanin di kulit bertambah. Melanin adalah zat yang berfungsi memberi warna atau pigmen. Jadi, jika angkanya meningkat, warna kulit akan lebih gelap dari bagian lain.

Nah, ada beberapa hal yang dapat menyebabkan melanin terlalu banyak diproduksi di dalam tubuh.

1. Melasma

Melasma adalah jenis hiperpigmentasi kulit yang disebabkan oleh perubahan hormon. Umumnya, kondisi ini terjadi pada wanita hamil, karena pada saat itu, perubahan hormon terjadi di dalam tubuh. Perubahan ini mempengaruhi produksi melanin. Dengan demikian, salah satu penyebab hiperpigmentasi kulit, terutama pada wanita, adalah kehamilan.

Melasma adalah jenis hiperpigmentasi yang mengubah warna kulit dalam jumlah besar di area tertentu, seperti penampilan plak kehitaman di area wajah atau perut.

Namun, bukan berarti melasma hanya bisa terjadi pada wanita, karena pria juga bisa mengalami melasma. Terlepas dari kehamilan, melasma juga dapat terjadi jika Anda menggunakan pil KB

2. Lentigo

Jenis lain dari hiperpigmentasi kulit adalah lentigo. Penyebab hiperpigmentasi adalah kulit yang terlalu sering terkena sinar matahari. Ketika Anda pergi keluar dan matahari terasa sangat kuat, tubuh Anda secara otomatis akan menghasilkan lebih banyak melanin untuk melindungi kulit Anda dari paparan sinar matahari jangka panjang.

Biasanya, ini ditandai dengan munculnya bintik-bintik hitam atau ada bagian kulit yang warnanya lebih gelap daripada bagian kulit lainnya.

Umumnya, kondisi ini terjadi di wajah dan juga di tangan. Hiperpigmentasi kulit ini biasanya akan melebar atau bertambah banyak seiring bertambahnya usia.

Ukurannya bisa bervariasi, mulai dari 0,2 hingga 2 sentimeter. Lentigo biasanya berwarna gelap, memiliki bentuk tidak beraturan, dan garis-garis yang terlihat atau batas yang jelas sehingga kulit terlihat bergaris-garis.

3. Peradangan pada kulit

Hiperpigmentasi kulit juga dapat terjadi karena peradangan kulit. Biasanya, ada beberapa bagian kulit yang warnanya lebih gelap daripada bagian kulit lainnya setelah peradangan.

Peradangan kulit yang dimaksud meliputi munculnya jerawat, eksim, lupus, atau terjadinya cedera pada kulit. Umumnya orang yang mengalami penyebab hiperpigmentasi kulit yang satu ini adalah orang dengan kulit gelap.

4. Hiperpigmentasi karena penyakit Addison

Ada juga kondisi kesehatan yang bisa menjadi penyebab hiperpigmentasi, meskipun itu bukan penyakit kulit. Penyakit Addison adalah suatu kondisi yang menyerang kelenjar adrenalin, tetapi dapat menyebabkan hiperpigmentasi di beberapa bagian tubuh. Penyakit ini biasanya menyebabkan hiperpigmentasi di area yang mudah terkena sinar mataharisaya.

Biasanya, bagian kulit yang mengalami hiperpigmentasi karena penyakit ini adalah lipatan kulit, bibir, lutut dan siku, jari kaki, dan pipi bagian dalam. Penyakit ini biasanya ditandai dengan mual, muntah, diare, penurunan berat badan, sakit perut, pusing, dan kelelahan.

5. Hiperpigmentasi karena penggunaan obat-obatan

Padahal, penggunaan obat-obatan juga bisa menjadi penyebab hiperpigmentasi kulit. Obat-obat ini termasuk obat antimalaria atau antidepresan trisiklik. Dalam kasus menggunakan obat-obatan ini, warna kulit yang berbeda biasanya berubah menjadi warna keabu-abuan.

Di sisi lain, penggunaan obat-obatan yang dioleskan atau dioleskan pada kulit juga bisa menjadi penyebab hiperpigmentasi, jadi Anda harus lebih berhati-hati saat menggunakan berbagai obat topikal atau salep.

Cara mengatasi hiperpigmentasi kulit

Meskipun ada banyak kondisi yang dapat menyebabkan hiperpigmentasi kulit, itu tidak berarti bahwa kondisi ini tidak dapat diatasi. Ada banyak cara yang bisa Anda terapkan sendiri dalam mengatasi kondisi ini.

1. Gunakan tabir surya saat bepergian

Jika Anda harus terkena sinar matahari untuk waktu yang lama, Anda harus menggunakannya tabir surya yang mengandung SPF 30 atau lebih tinggi. Penggunaan tabir surya akan sangat berguna untuk membantu menjaga Anda dari paparan sinar matahari, sebagai salah satu penyebab hiperpigmentasi kulit.

2. Gunakan salep

Penggunaan salep atau salep memang bisa menjadi penyebab hiperpigmentasi kulit, namun persiapan obat ini juga dapat digunakan untuk mengatasinya. Anda bisa menggunakan salep untuk mengobati kondisi asalkan mengandung bahan yang tepat.

Gunakan salep yang mengandung bahan-bahan berikut jika Anda ingin mengatasi masalah hiperpigmentasi ini.

  • asam azelaic
  • corticocyroid
  • hidrokuinon
  • asam kojik
  • retinoid seperti tretinoin
  • vitamin C

3. Gunakan lidah buaya

Karena kehamilan adalah penyebab satu jenis hiperpigmentasi kulit, Anda dapat menggunakan Aloe atau Aloe lidah buaya untuk mengatasi kondisi ini.

Mengapa? Alasannya, satu penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Cosmetic and Laser Therapy menyebutkan penggunaan itu lidah buaya dapat membantu mengurangi melasma pada wanita hamil.

Aloesin, salah satu zat alami yang ditemukan di dalamnya lidah buaya berpotensi mencerahkan kulit yang mengalami hiperpigmentasi dengan menghalangi produksi melanin di kulit.

Meski begitu, belum ada yang bisa membuktikan bahwa lidah buaya sebenarnya bisa menyembuhkan hiperpigmentasi kulit.

4. Gunakan cuka sari apel

Cuka apel juga dianggap mencerahkan bagian kulit yang mengalami hiperpigmentasi. Untuk menggunakannya, Anda bisa mencampurkan cuka apel dengan air dalam wadah.

Kemudian, oleskan ke bagian kulit yang lebih gelap dan biarkan selama dua hingga tiga menit. Setelah selesai, bilas dengan air hangat. Lakukan ini dua kali sehari sampai Anda mendapatkan hasil yang Anda harapkan,

5. Gunakan ekstrak teh hijau

Ekstrak teh hijau juga bisa digunakan untuk mengatasi masalah hiperpigmentasi kulit. Ternyata, selain bermanfaat sebagai antioksidan dan mengatasi peradangan, ekstrak teh hijau juga bisa digunakan untuk mengobati melasma dan mengurangi terbakar sinar matahari.

Celupkan teh hijau ke dalam air matang selama tiga hingga lima menit. Lalu, lepaskan teh hijau dan diamkan sampai tidak terlalu panas. Jika lebih hangat, Anda bisa menggosokkan teh pada kulit yang gelap dan melakukannya dua kali sehari sampai kondisi kulit Anda membaik.

6. Gunakan produk susu

Anda juga dapat menggunakan berbagai jenis susu untuk mengobati penyebab hiperpigmentasi kulit. Susu memang dapat digunakan secara efektif untuk mencerahkan kulit karena kandungan asam laktatnya.

Anda bisa menggunakannya dengan mencelupkan kapas ke dalam susu. Kemudian gosok kapas pada kulit yang lebih gelap dua kali sehari dan lakukan setiap hari.

Pos Berbagai Penyebab Hiperpigmentasi Kulit dan Cara Mengatasinya muncul pertama kali Halo sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top