• No products in the cart.
View Cart
Subtotal: Rp0

Latest News

Bernapas melalui hidung atau mulut, apa bedanya?

Manusia menghirup oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida melalui hidung. Namun, bila hidung tersumbat atau berair sebagai akibatnya dingin, Anda menjadi "terpaksa" harus bernapas melalui mulut. Anda juga cenderung bernapas melalui mulut tanpa disadari akibat kelelahan setelah berolahraga, misalnya. Lantas, apa efeknya pada tubuh yang akan berbeda jika kita bernapas melalui hidung atau dengan mulut?

Apa yang terjadi ketika manusia bernapas melalui hidungnya

Bernapas melalui hidung dinilai lebih sehat, bukan tanpa alasan. Hidung adalah organ utama penciuman manusia dan bertindak sebagai pintu keluar masuk udara ke dalam tubuh.

Makanya, organ ini merupakan benteng pertama tubuh untuk menyaring benda asing dari luar ke dalam tubuh, antara lain kuman, polusi, dan racun dari udara yang dihirup.

Di dalam hidung, terdapat bulu-bulu halus yang bertugas membersihkan udara dari partikel asing. Setelah melalui proses penyaringan, udara akan bergerak melalui saluran hidung dan menjadi lebih hangat dan lembab sebelum tiba paru-paru.

Bersamaan dengan itu, organ hidung yang disebut konka akan melembabkan dan menghangatkan udara sebelum disalurkan ke faring.

Pemanasan suhu ini bertujuan untuk melancarkan jalan nafas dan saluran udara jaga kebersihan paru-paru dan tidak mengering dengan udara. Aliran udara yang lebih hangat menjaga elastisitas paru-paru agar dapat menyerap dan menyimpan oksigen dengan lebih baik

Pernapasan hidung menciptakan lebih banyak tekanan udara, sehingga pernapasan Anda melambat. Ini sebenarnya membebaskan lebih banyak waktu sehingga paru-paru dapat menyimpan lebih banyak oksigen.

Manfaat bernapas dengan hidung

sistem pernapasan manusia

Semua urutan mekanisme sistem pernapasan melalui hidung itu menurunkan risiko alergi, aspirasi (paru-paru mengambil benda asing), serang asma, demam, amandel bengkak, dan masalah pernapasan kronis lainnya.

Dijelaskan dalam ulasan ilmiah Manfaat Kesehatan Pernapasan HidungBernapas dengan hidung merangsang produksi oksida nitrat yang dapat meningkatkan kemampuan paru-paru untuk menyerap oksigen dan mengedarkannya ke seluruh jaringan dan organ tubuh.

Oksida nitrat juga membantu sistem kekebalan melawan infeksi dan penyakit yang disebabkan oleh jamur, virus, parasit, dan bakteri.

Itulah mengapa bernapas melalui hidung lebih dianjurkan daripada bernapas melalui mulut. Namun, bukan berarti Anda tidak boleh bernapas melalui mulut sama sekali. Apalagi jika ada gangguan kesehatan yang mengganggu proses pernapasan dengan hidung.

Yang terjadi saat manusia bernapas melalui mulut

Pernapasan oral tidak disarankan. Cara ini hanya disarankan jika hidung tersumbat, atau jika Anda menginginkannya atau tidak setelah melakukan olahraga berat untuk menghirup lebih banyak udara.

Bernapas melalui mulut memang membantu paru-paru mendapatkan lebih banyak oksigen lebih cepat daripada melalui hidung. Dengan begitu, udara bisa langsung disalurkan ke otot-otot tubuh.

Namun jika dilakukan secara terus menerus cara ini berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan.

Seperti yang dijelaskan dalam studi di jurnal Layngoscope, bernapas dengan mulut bisa berdampak buruk bagi kesehatan karena tidak ada organ atau bagian khusus di dalam mulut yang bertugas menghangatkan, menyaring, dan melembabkan udara yang masuk.

Akibatnya udara yang masuk ke mulut langsung mengalir ke jalan nafas tanpa disaring dan dilembabkan. Keadaan ini rentan menimbulkan berbagai gangguan pernapasan dan kesehatan tubuh secara umum akibat infeksi bakteri, virus, jamur, dan parasit.

Selain itu, terlalu sering bernapas melalui mulut akan mengeringkan bagian dalam mulut. Mulut kering (xerostomia) bisa mempercepat pertumbuhan bakteri. Itu sebabnya orang yang sering bernapas lewat mulut cenderung bermasalah bau mulut dan rentan terhadap masalah gigi dan mulut lainnya.

Efek negatif lainnya jika Anda terbiasa bernapas melalui mulut daripada melalui hidung dalam jangka panjang adalah suara serak, rasa lelah setelah bangun tidur, dan lingkaran hitam di bawah mata.

Tips membiasakan diri bernapas melalui hidung

teknik meditasi

Bagi Anda yang sering bernapas menggunakan mulut, mungkin sudah saatnya mengurangi kebiasaan ini. Hal ini bisa dimulai dengan lebih banyak bernapas dengan hidung di siang hari agar Anda menjadi lebih terbiasa.

Berikut beberapa strategi yang dapat membantu Anda menggunakan hidung sebagai alat pernapasan.

  • Biasakan untuk selalu tutup mulut, kecuali saat berbicara, makan, atau berolahraga.
  • Lakukan meditasi atau beberapa pose yoga yang dapat membantu Anda berlatih pernapasan menggunakan hidung.

Bagaimana kalau menutup mulut saat tidur?

Biasanya, tidur adalah salah satu momen di mana Anda secara tidak sadar bernapas menggunakan mulut. Ini karena ketika Anda tidur, mulut secara otomatis akan terbuka dan mengambil lebih banyak peran sebagai alat bantu pernapasan daripada hidung.

Penyanyi kenamaan Andien pernah mencoba trik menggunakan mouth tape saat tidur agar lebih terbiasa menggunakan hidung untuk bernapas. Dengan menggunakan plester, mulut akan terkunci sehingga tubuh “dipaksa” untuk bernapas menggunakan hidung.

Meski bisa membuatmu bernafas dengan hidung, Tidak ada penelitian yang benar-benar menunjukkan bahwa tidur dengan penutup mulut lebih bermanfaat.

Jika Anda tergoda untuk melakukan ini, cobalah berkonsultasi dengan dokter Anda terlebih dahulu. Pasalnya, tidak semua orang diperbolehkan dan cocok melakukan hal tersebut, terutama mereka yang memiliki kondisi medis tertentu.

6 Teknik Pernapasan Berbeda Yang Layak Dicoba Agar Tidur Lebih Cepat dan Lebih Ngantuk

Konsultasikan ke dokter jika Anda sering bernapas melalui mulut

Seperti yang telah disebutkan, tanda orang yang terbiasa bernapas melalui mulut meskipun tidak masuk angin adalah tidur mendengkur, mulut kering, bau mulut, suara serak, dan kelelahan.

Jika Anda mengalami gejala tersebut, segera pergi ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Tidak banyak orang yang mengetahui bahwa kecenderungan bernafas melalui mulut dapat mengindikasikan adanya penyumbatan pada saluran nafas melalui hidung. Ini termasuk alergi, masuk angin, sinusitis, polip hidung, asma, hingga masalah mental (stres, gangguan panik, atau gangguan kecemasan kronis).

Membiasakan bernapas dengan hidung baik untuk tubuh karena dapat menghasilkan oksigen dengan kualitas yang lebih baik. Namun, terkadang Anda juga perlu bernapas melalui mulut saat saluran hidung bermasalah.

Pos Bernapas melalui hidung atau mulut, apa bedanya? muncul pertama kali Halo Sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top