• No products in the cart.
View Cart
Subtotal: £0.00

Latest News

Biasanya diminum oleh orang dewasa, dapatkah anak-anak minum minuman berenergi?

Ada berbagai jenis minuman yang dijual bebas di pasaran. Minuman berenergi, misalnya, yang mengandung sejumlah kafein. Sesuai namanya, minuman ini sering dimaksudkan untuk membantu meningkatkan pasokan energi tubuh. Itu sebabnya, minuman berenergi biasanya diminum oleh orang dewasa. Nah, bagaimana jika minuman berenergi ini diberikan kepada anak-anak? Ya atau tidak, ya?

Apa bahan dalam minuman energi?

efek minuman energi pada kesehatan

Orang tua perlu tahu bahan apa yang ada dalam minuman berenergi sebelum memberikannya kepada anak-anak. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, minuman energi adalah jenis minuman yang berguna untuk meningkatkan energi tubuh, bahkan dapat dimaksudkan untuk mencegah kantuk.

Jujur saja, ini karena minuman berenergi memiliki kandungan utama kafein dan gula di dalamnya. Selain itu, minuman berenergi juga dilengkapi dengan berbagai komposisi lainnya.

Mulai dari natrium, ekstrak tumbuhan, bahan herbal seperti ginseng, asam amino, hingga vitamin. Sebenarnya, tidak semua bahan dalam minuman energi buruk untuk dikonsumsi anak-anak.

Hanya saja, ada beberapa bahan dalam jumlah yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Kandungannya adalah gula dan kafein yang merupakan penyumbang energi utama untuk minuman energi ini.

Bisakah minuman berenergi diberikan kepada anak-anak?

Konsumsilah soda diet baik atau buruk

Melihat komposisi bahan dalam minuman energi, Anda mungkin dapat membuat kesimpulan sendiri apakah minuman ini harus diberikan kepada anak-anak atau tidak.

Luncurkan dari halaman Kesehatan Anak StanfordSebenarnya, jika dalam jumlah yang cukup, tidak masalah bagi anak-anak untuk mengonsumsi kafein.

Dalam hal ini, kafein adalah salah satu bahan utama dalam minuman energi. Namun, akan lebih baik untuk tidak membiarkan anak-anak minum minuman berenergi.

Alasannya, tidak menutup kemungkinan bahwa kandungan kafein dalam makanan dan minuman dapat membawa efek buruk bagi kesehatan. Itu sebabnya minuman berenergi biasanya diminum oleh orang dewasa, bukan anak-anak.

Selain itu, kafein memiliki risiko menyebabkan peningkatan tekanan darah, kecemasan, gugup, detak jantung yang cepat, hingga gangguan tidur pada anak-anak.

Hal ini dijelaskan oleh penelitian yang terdapat dalam Jurnal Kedokteran Tidur Cilinical dan Ulasan Neuroscience dan Biobehavioral. Sebenarnya anjuran bagi anak-anak untuk tidak mengonsumsi kafein tidak hanya terbatas pada minuman berenergi.

Kandungan kafein juga hadir dalam berbagai minuman lain. Ambil, misalnya, minuman ringan dan kopi. Dalam hal ini, ada baiknya bagi orang tua untuk membatasi pemberian kafein, termasuk dalam minuman berenergi, untuk anak-anak.

Apa akibatnya jika anak-anak minum minuman berenergi?

gejala kanker darah pada anak-anak

Sebelumnya telah dijelaskan bahwa minum minuman berkafein, terutama yang ada dalam minuman berenergi, dapat menyebabkan berbagai reaksi dalam tubuh anak.

Misalnya gangguan tidur, tekanan darah tinggi, detak jantung lebih cepat, gelisah, dan sebagainya. Reaksi ini dapat terjadi karena kandungan kafein yang bercampur dan berkolaborasi dengan berbagai bahan lain dalam minuman energi.

Bahkan jika kebiasaan anak untuk terus minum minuman berenergi terus berlanjut, itu dapat berisiko menyebabkan masalah yang lebih serius. Misalnya kejang, masalah jantung, hingga berakibat fatal.

Christopher Rausch, direktur Cardiopulmonary Exercise Laboratory di Rumah Sakit Anak Colorado, menjelaskan lebih banyak tentang ini. Menurutnya, tidak sedikit remaja yang mengeluh mengalami detak jantung yang tidak normal (palpitasi) akibat minum banyak minuman berenergi.

Namun, keluhan ketidaknyamanan biasanya secara bertahap hilang ketika anak berhenti minum minuman berenergi. Perlu dipahami bahwa anak-anak dengan kondisi kesehatan tertentu perlu berhati-hati ketika meminum minuman berenergi.

Ini karena kondisi kesehatan tertentu menempatkan anak pada risiko yang lebih tinggi untuk mengalami aritmia jantung. Kondisi ini dapat menyebabkan anak mengalami perubahan denyut jantung atau irama jantung yang tidak normal. Entah terlalu cepat, terlalu lambat, atau bahkan tidak teratur.

Selain memengaruhi kesehatan jantung anak-anak, minuman berenergi juga berdampak pada penambahan berat badan dan kerusakan gigi karena tingginya kandungan gula di dalamnya.

Pos Biasanya diminum oleh orang dewasa, dapatkah anak-anak minum minuman berenergi? muncul pertama kali Halo sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top