Latest News

Bisakah Ibu Hamil Makan Telur Setengah Matang?

Telur bisa menjadi pilihan makanan untuk memenuhi kebutuhan protein ibu hamil. Selain harga terjangkau, telur dapat juga dengan mudah diolah menjadi berbagai hidangan, misalnya telur rebus, telur sisi cerah, atau telur orak. Namun, bisakah wanita hamil makan telur yang setengah matang? Ayo, cari tahu jawaban berikut.

Bisakah wanita hamil makan telur yang setengah matang?

makan telur

Wanita hamil perlu menjaga tubuh yang sehat dengan memperhatikan makanan yang dikonsumsi.

Pasalnya, makanan menyediakan nutrisi yang mendukung kesehatan wanita hamil serta perkembangan janin.

Di sisi lain, makanan juga dapat memiliki efek buruk jika terkandung di dalam atau terkena patogen (kuman).

Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan oleh ibu hamil dalam memilih makanan adalah tingkat kedewasaan.

Menurut Asosiasi Kehamilan Amerika, makanan mentah merupakan hal yang tabu bagi ibu hamil, salah satu contohnya adalah telur.

Telur mengandung protein, vitamin A, vitamin B, selenium, fosfor, dan asam folat. Pada wanita hamil, nutrisi ini menjaga sel-sel tubuh tetap sehat dan mencegah bayi dari cacat tabung saraf.

Sayangnya, wanita hamil hanya diperbolehkan makan telur yang dimasak daripada mentah atau kurang matang.

Beberapa organisasi kesehatan memberikan lampu hijau bagi wanita hamil untuk makan telur mentah yang dimasak atau tidak lengkap. Namun syaratnya, sel telur harus dipasteurisasi terlebih dahulu.

Namun, menemukan telur yang benar-benar dipasteurisasi di Indonesia tidaklah mudah.

Alih-alih makan telur mentah atau setengah matang membuat Anda khawatir, Louise Silverton, Kepala Kebidanan di Royal College of Midwives, mengatakan kepada BBC tindakan terbaik.

Menurutnya, kelompok yang rentan terhadap infeksi sebaiknya tidak mengkonsumsi Telur mentah, telur setengah matang, atau makanan lain yang mengandung telur mentah.

Kelompok rentan yang dimaksud adalah orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti wanita hamil, anak-anak, orang tua, dan orang yang memiliki masalah kesehatan tertentu.

Alasannya adalah karena telur atau makanan yang tidak dimasak dengan sempurna memungkinkan bakteri hidup di dalamnya.

Jika memasuki tubuh wanita hamil, keracunan makanan bisa terjadi.

Dampaknya ibu hamil mengonsumsi telur setengah matang

obat sakit kepala untuk wanita hamil

Dikutip dari FDAtelur mentah atau setengah matang mengandung bakteri Salmonella. Bakteri yang masuk ke tubuh wanita hamil bisa menyebabkan sakit perut dan diare.

Selain itu, wanita hamil juga dapat mengalami mual perut, demam, dan sakit kepala yang muncul dalam 6 hingga 72 jam setelah telur mentah atau kurang matang dikonsumsi.

Gejala-gejala ini dapat berlangsung selama 4 hingga 7 hari. Dalam kasus yang parah, bakteri ini dapat menyebabkan infeksi parah, menyebabkan kematian pada janin.

Tidak hanya keracunan, ternyata mengonsumsi telur mentah juga kurang bermanfaat. Telur mentah mengandung avidin yang ternyata bisa mengganggu penyerapan biotin (vitamin B7) di usus.

Selain itu, asam amino dalam telur juga tidak terserap dengan baik oleh tubuh saat dikonsumsi dalam kondisi mentah.

Jika wanita hamil ingin mendapatkannya manfaat telur, Makanan ini harus dikonsumsi saat dimasak.

Saat dimasak, pastikan tekstur kuning lebih keras dan kuning susu, terutama ketika Anda membuat telur sisi cerah. Untuk dimasak di kedua sisi, jangan lupa untuk membalik telur.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah penyimpanan telur dan kebersihan tangan.

Simpan telur di lemari es untuk mencegah bakteri berkembang biak. Cuci tangan saat memproses makanan dan juga sebelum makan.

Selain menghindari makan telur mentah atau setengah matang, ibu hamil juga perlu menghindari ikan dan daging yang tidak dimasak dengan benar.

Pos Bisakah Ibu Hamil Makan Telur Setengah Matang? muncul pertama kali Halo sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top