Latest News

Bisakah Obat NSAID Digunakan untuk Penyakit Autoimun?

Penyakit autoimun adalah penyakit yang muncul ketika sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melawan virus dan bakteri tidak berfungsi dengan baik. Kondisi penyakit ini muncul secara bertahap dan jika dibiarkan dapat menyebabkan kerusakan tubuh dan bahkan organ Mati. Karena itu, penggunaan obat diperlukan untuk meringankan gejalanya. Lalu, bisakah NSAID digunakan untuk meringankan gejala penyakit autoimun?

Apa itu NSAID?

nsaid
Sumber: Radio Publik Winconsin

NSAID (obat antiinflamasi nonsteroid) atau obat antiinflamasi nonsteroid adalah obat yang biasanya digunakan untuk meredakan sakit dan nyeri ketika mengalami gejala suatu penyakit.

Obat NSAID yang umum digunakan adalah aspirin, ibuprofen, dan sodium naproxen. Banyak NSAID dapat ditemukan di apotek atau supermarket dan dapat diambil tanpa resep dokter. Namun, jika Anda membutuhkan NSAID yang lebih kuat, Anda tentu memerlukan resep dari dokter.

Biasanya, NSAID digunakan untuk mengobati gejala yang berhubungan dengan gangguan muskuloskeletal seperti asam urat, radang sendi, dan nyeri punggung. Terkadang obat ini juga diminum ketika seseorang mengalami sakit yang disebabkan oleh masalah gigi, kram menstruasi, dan sakit kepala akibat flu.

NSAID mengurangi rasa sakit dengan memblokir enzim dalam tubuh untuk memblokir produksi prostaglandin, kumpulan asam lemak alami yang berperan dalam menyebabkan rasa sakit dan peradangan.

Bisakah NSAID digunakan untuk mengobati penyakit autoimun?

Bahkan, obat-obatan NSAID telah sering digunakan dalam pengobatan penyakit autoimun. NSAID bekerja sangat baik untuk mengobati rasa sakit yang disebabkan oleh kerusakan jaringan yang lambat, sehingga penggunaannya dianggap sesuai untuk penyakit ini.

Memang, NSAID tidak dapat menyembuhkan penyakit autoimun. Namun, obat ini dapat meredakan gejala, meminimalkan kerusakan jaringan tubuh, dan mempertahankan fungsi organ.

Berikut ini adalah contoh penggunaan NSAID untuk beberapa penyakit autoimun umum.

Lupus

Lupus bisa disembuhkan

Lupus adalah penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan pada organ tubuh mana pun. Tanda lupus yang paling dikenal adalah pembentukan ruam merah pada wajah yang menyerupai kupu-kupu. Gejala lain termasuk nyeri sendi, nyeri otot, dan demam.

Penggunaan NSAID untuk penyakit autoimun yang satu ini berfungsi untuk mengurangi rasa sakit dan demam. Terkadang, rasa sakit yang disebabkan oleh lupus dapat menyebabkan pembengkakan. Pembengkakan ini nantinya bisa diobati dengan NSAID.

Reumatik

pemeriksaan tubuh rematik

Rematik atau artritis reumatoid juga dapat diobati dengan NSAID. Obat-obatan yang diberikan akan bekerja untuk mengurangi peradangan pada persendian. Obat ini juga mengurangi pembengkakan dan tentu saja rasa sakit yang biasanya menyerang pasien setiap kali penyakit kambuh.

Biasanya, penggunaan obat ini disertai dengan obat lain seperti DMARD (obat anti-rematik pemodifikasi penyakit) yang juga bertindak untuk mengurangi nyeri dan kekakuan sendi. Dosis NSAID akan dikurangi setelah pasien mulai minum obat DMARD.

Sayangnya, NSAID tidak mencegah kerusakan tulang dan kerusakan tulang rawan dan hanya bertujuan untuk membantu mengurangi gejala.

Artritis psoriatik

perawatan rumah arthritis psoriatik

Penderita psoriasis juga mengalami radang sendi juga dapat dibantu dengan pengobatan menggunakan NSAID. Karena fungsinya dapat meredakan rasa sakit, NSAID akan mengurangi gejala seperti kesesatan dan nyeri sendi serta kekakuan.

Namun, NSAID tidak dapat memberikan efek yang signifikan pada pengurangan lesi kulit yang timbul dari psoriasis.

Efek samping NSAID

sakit perut bagian atas

Bahkan, NSAID masih aman jika digunakan sesuai resep dokter. Tapi seperti obat lain, NSAID tentu juga memiliki efek samping yang harus Anda ketahui.

Efek samping yang paling umum dilaporkan dari penggunaan NSAID adalah nyeri perut seperti tukak atau bisul perut. Karena efek ini NSAID disarankan untuk meminumnya setelah makan sehingga makanan ini dapat melindungi lapisan perut dan mencegah rasa sakit atau mual.

NSAID juga dapat meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, dan meningkatkan tekanan darah. Pasien yang juga sudah memiliki kondisi ini tentu memerlukan perawatan khusus dan mengambil dosis dari dokter.

Penderita lupus juga harus hati-hati, pasalnya dalam beberapa kasus obat ini justru dapat meningkatkan gejala.

Terutama pada orang yang memiliki kondisi lupus nephritis di mana ginjal sudah meradang. Penggunaan NSAID tentu harus dipertimbangkan kembali agar tidak memperburuk kondisi karena efeknya bisa mengurangi fungsi ginjal jika digunakan terus menerus.

Karena itu, jika Anda memiliki kondisi autoimun dan ingin menggunakan NSAID, lebih baik berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sehingga perawatan tidak menyebabkan masalah lain bagi kesehatan Anda.

Pos Bisakah Obat NSAID Digunakan untuk Penyakit Autoimun? muncul pertama kali Halo sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top