• No products in the cart.
View Cart
Subtotal: Rp0

Latest News

Bisakah saya menambahkan MSG (Micin) ke Makanan Bayi?

MSG (monosodium glutamat) Micin alias sering ditambahkan ke makanan sehingga rasanya lebih enak. Namun, penambahan mikin ke dalam makanan masih menimbulkan pertanyaan, terutama jika dikonsumsi oleh bayi dan anak-anak. Sebenarnya, bisakah orang tua memberikan micin tambahan untuk makanan bayi? Ayo, cari tahu jawabannya di ulasan berikut.

Bisakah saya menambahkan micin tambahan ke makanan bayi?

Makanan yang ditambahkan ke micin biasanya jauh lebih gurih, karena mecin sebenarnya terdiri dari garam.

Meskipun rasanya lebih enak di lidah, penggunaan micin masih menimbulkan kekhawatiran karena bisa menyebabkannya otak menjadi lambat (berpikir lambat). Setelah diselidiki lebih lanjut, ternyata berita itu tidak menunjukkan bukti kuat. Namun, orang masih khawatir menggunakan micin. Apalagi jika penyedap makanan ditambahkan ke makanan anak-anak dan bayi. Jadi, tidak apa-apa?

Luncurkan halaman Klinik Mayo, Badan Pengawas Obat dan Makanan di Amerika Serikat (FDA) menyatakan bahwa MSG aman untuk dikonsumsi. Dengan ketentuan, level MSG pada semua produk harus terdaftar pada kemasan. Orang tua juga dapat menambahkan micin ke makanan untuk bayi, menurut halaman Parenting.

Tambahkan micin ke dalam makanan tingkatkan nafsu makan anak jadi dia ingin terus makan. Selain itu, kandungan mineral micin juga dibutuhkan oleh tubuh untuk mendukung kinerja organ dan jaringan, seperti ginjal, otot, otak, dan hati.

Aturan pemberian micin untuk makanan bayi

Pesan micin membuatnya lambat

Meskipun micin dapat ditambahkan ke makanan anak-anak, orang tua tetap harus bijak dalam menggunakannya. Harap dicatat bahwa bumbu ini juga mengandung natrium, seperti halnya garam.

Berdasarkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, aman atau apakah penggunaan micin tergantung pada kebutuhan dan batas aman. Jika dikonsumsi terlalu banyak, kadar dalam tubuh akan tinggi dan dapat menyebabkan masalah kesehatan di kemudian hari.

Selain natrium, mikin yang juga mengandung glutamat, secara alami juga ada dalam makanan. Beberapa makanan yang mengandung glutamat termasuk susu, telur, daging, ikan, ayam, kentang, jagung, tomat, brokoli, jamur, anggur, kecap, dan keju.

Jadi, jika Anda ingin menambahkan micin tambahan ke makanan bayi, Anda perlu tahu seberapa amannya. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan bahwa batas aman untuk asupan mikin adalah 120 mg / kg berat badan per hari.

Konsultasikan dengan dokter anak atau ahli gizi Anda untuk mengetahui batasan aman untuk menggunakan micin sesuai dengan usia anak Anda.

Nah, selain batas aman, Anda juga perlu mewaspadai alergi MSG pada bayi. Reaksi sensitif ini terhadap penyedap makanan menyebabkan berbagai gejala, seperti sakit kepala, gatal, pilek, pembengkakan wajah, atau gangguan pencernaan.

Selain gejala, Anda mungkin menemukan anak Anda menjadi lelah dan rewel setelah makan makanan yang mengandung micin ekstra.

Kiat untuk menghindari penggunaan micin yang berlebihan

materi alternatif pesan

Agar asupan mikin anak tidak berlebihan, Anda dapat mengganti dengan mikin bumbu alami -> ini harus diberikan hyperlink ke http://yankes.depkes.go.id/read-bahayakah-mgs-bagi-tubuh-5679.html yang lain, seperti bawang putih, bawang, lada, ketumbar, kunyit, jahe, atau lengkuas.

Jangan lupa membaca kemasan produk makanan bayi dengan hati-hati. Tujuannya adalah untuk mengetahui berapa banyak konten MSG dalam makanan ini. Pilih makanan kemasan yang tidak mengandung MSG atau mengandung kadar yang lebih rendah.

Sumber foto: Perawatan Kinder

Pos Bisakah saya menambahkan MSG (Micin) ke Makanan Bayi? muncul pertama kali Halo sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top