• No products in the cart.
View Cart
Subtotal: Rp0

Latest News

Bisakah Sidik Jari Seseorang Dapat Berubah?

Sidik jari adalah identitas unik karena semua orang memilikinya sidik jari yang berbeda. Tidak ada satu pun orang di dunia ini yang memiliki pola sidik jari yang sama atau sama seperti orang lain. Jadi, bisakah sidik jari seseorang berubah? Ayo, cari tahu jawaban berikut.

Fungsi sidik jari manusia

Sidik jari terdiri dari kurva, garis, dan gelombang yang membentuk pola.

Jika Anda memperhatikan kulit jari, akan ada lengkungan yang membentuk pola. Anda dapat melihat polanya dengan jelas, ketika jari sedikit dicelupkan ke dalam cat dan ditempelkan di atas kertas. Pola yang muncul di jari adalah apa yang Anda ketahui sebagai sidik jari.

Sidik jari ini mulai terbentuk di dalam rahim, yaitu selama trimester pertama. Menurut penelitian di jurnal Ilmu, sidik jari berfungsi untuk meningkatkan kemampuan indera perasa. Ini dibuktikan dengan meningkatnya stimulasi sel-sel pacini yang merupakan ujung saraf di kulit yang mendeteksi tekstur.

Selain itu, sidik jari juga digunakan sebagai penanda identitas seseorang. Fungsi ini dapat membantu penegak hukum menemukan data pribadi asli seseorang, bahkan jika ia mengubah penampilannya. Bahkan, sidik jari juga dapat digunakan sebagai "kunci" untuk mengakses sesuatu, seperti ponsel dan teknologi lainnya.

Jadi, bisakah sidik jari berubah?

pola sidik jari

Sidik jari dapat mengidentifikasi seseorang dengan sempurna, karena polanya berbeda untuk setiap orang. Selain itu, pola sidik jari juga tidak berubah meskipun orang tersebut terus bertambah usia seiring waktu.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa seseorang akan terus memiliki pola sidik jari yang sama sepanjang hidupnya.

Meski polanya permanen, kulit di jari-jari bisa rusak. Ini bisa terjadi karena berbagai hal yang memengaruhi lapisan kulit terluar (epidermis), seperti:

  • Kegiatan yang mengubah lapisan, mis. Kontak yang terlalu lama dengan air, seperti mencuci
  • Menembus sesuatu melalui kulit di dalamnya
  • Kulit yang terpapar Terbakar atau memiliki masalah kulit tertentu

Semua faktor ini akan membuat perubahan sidik jari, tetapi hanya bertahan sebentar. Jika luka dirawat dan aktivitas yang merusak lapisan kulit dihindari, kulit akan pulih dan sidik jari akan kembali ke pola yang sama.

Jika lukanya cukup parah, goresan baru dapat terbentuk pada kulit jari. Stroke memang akan memengaruhi sidik jari. Namun, keunikan sidik jari sebelumnya tetap sehingga masih bisa dikenali.

Sidik jari tidak berubah, tetapi bisa hilang

Sidik jari seseorang tidak akan mengalami perubahan permanen, tetapi dapat hilang, dilaporkan dari halaman Scientific American. Kasus ini dialami oleh seorang pria berusia 62 tahun dari Singapura.

Setelah diselidiki, hilangnya sidik jari pada pria itu disebabkan oleh perawatan kanker yang dia jalani. Pria itu menggunakan capecitabine untuk menyembuhkan kanker.

Obat capecitabine dan beberapa obat kanker lainnya diketahui memicu terjadinya sindrom erythrodysesthesia palmoplantar atau sindrom kaki tangan. Sindrom ini dapat menyebabkan pembengkakan, penebalan kulit, ruam, kesemutan, dan sensasi terbakar di tangan dan kaki.

Dalam kasus yang parah, ketahanan dapat muncul dan kulit akan terkelupas. Gejala parah ini dapat merusak penampilan kulit sehingga sidik jari hilang atau sulit dideteksi. Untung,

Pos Bisakah Sidik Jari Seseorang Dapat Berubah? muncul pertama kali Halo sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top