Latest News

Bisakah transmisi COVID-19 melalui toilet dan benda-benda yang bersentuhan dengan pasien?

COVID-19 tidak sepenuhnya dipahami oleh para ilmuwan. Studi tentang virus SAR-CoV-2 masih dilakukan oleh para peneliti dari berbagai bidang ilmu pengetahuan. Salah satu penelitian terbaru dari Singapura menerbitkan pasien COVID-19 yang positif luas yang dapat mencemari kamar tidur dan kamar mandi mereka. Apakah ini berarti bahwa transmisi COVID-19 dapat melalui toilet dan lokasi yang bersentuhan dengan pasien positif?

Penularan COVID-19 melalui toilet dan benda yang bersentuhan dengan pasien positif

transmisi COVID-19 toilet-19 di Indonesia

Jurnal Asosiasi Medis Amerika (JAMA) mengeluarkan fakta baru bahwa pasien yang positif terkena coronavirus ini dapat mencemari kamar dan kamar mereka.

Penelitian ini dilakukan setelah banyak kasus di Cina di mana virus SARS-CoV-2 menyebar secara luas di rumah sakit, menginfeksi puluhan pekerja, perawat, dan pasien dengan penyakit lain.

Hal ini membuat para ilmuwan percaya bahwa ada bentuk penularan lain, yaitu kontaminasi dari pasien positif ke lingkungan mereka. Meskipun hasilnya tidak jelas sejauh mana penularan COVID-19 dari pencemaran lingkungan, misalnya virus yang tertinggal di toilet, ini terjadi pada orang lain.

Dalam penelitian tersebut para peneliti di Pusat Nasional untuk Penyakit Menular (NCID) dan Laboratorium Nasional DSO mengamati kasus tiga pasien yang dirawat di ruang isolasi.

Mereka melakukan pengujian pada peralatan yang digunakan oleh pasien. Di kamar pasien satu dan dua melakukan pembersihan dan penyemprotan desinfektan secara teratur dan berkala. Sedangkan sampel dari ruang pasien 3 diambil sebelum pembersihan rutin dilakukan.

Sebagai informasi, ketiga pasien ini berada dalam penyakit ringan sedang. Pasien 1 dan dua batuk, demam, dan sedikit sesak napas, pasien 3 hanya batuk.

Objek seperti toilet dan wastafel dari kamar pasien 3 terbukti terkontaminasi dengan COVID-19, tetapi potensi penularannya belum diketahui. Yang diuji adalah kursi, rel tempat tidur, jendela kaca, lantai, dan sakelar lampu, wastafel, gagang pintu, dan toilet.

Hasil tes sampel udara terbukti negatif, tetapi sampel (mengepel) diambil dari lubang udara positifmenunjukkan bahwa tetesan yang sarat virus dapat dibawa oleh aliran udara dan ditangkap dalam ventilasi.

Dua kamar yang diuji setelah pembersihan tidak memiliki hasil positif.

"Kontaminasi lingkungan yang signifikan oleh pasien dengan (Covid-19) melalui tetesan pernapasan dan pembuangan tinja menunjukkan lingkungan sebagai media penularan yang potensial. Ini juga menunjukkan perlunya kepatuhan yang ketat terhadap kebersihan lingkungan dan tangan," catat para penulis.

Sebelumnya sebuah penelitian menunjukkan kemungkinan penularan COVID-19 terjadi melalui kotoran manusia di toilet. Ini disimpulkan setelah para peneliti menemukan virus SARS-CoV-2 telah terdeteksi pada tinja dari beberapa pasien yang didiagnosis dengan COVID-19.

Kontaminasi virus SARS-CoV-2 dapat dihilangkan dengan membersihkan

Transmisi toilet COVID-19

Sampel positif ini menunjukkan bahwa pelepasan virus COVID-19 dalam feses atau toilet dapat menjadi rute penularan yang potensial.

Hasil negatif dari sampel kamar yang telah dibersihkan menunjukkan bahwa tindakan pembersihan atau disinfektan cukup untuk membasmi virus di lingkungan.

Virus SARS-CoV-2 yang melekat pada lingkungan dapat dibunuh dengan membersihkan permukaan dua kali sehari. Langkah-langkah sederhana ini sudah cukup, tetapi dengan syarat bahwa mereka dilakukan dengan patuh.

Dengan fakta ini, para peneliti menekankan orang untuk memperhatikan kebersihan lingkungan dan benda yang mereka gunakan. Misalnya dengan secara rutin membersihkan benda-benda kebutuhan sehari-hari. Seperti meja kerja, benda-benda di kamar mandi dan toilet, dan juga yang lainnya.

Para peneliti mengatakan penyakit mematikan yang sebenarnya hanya akan lebih dipahami dari waktu ke waktu. Termasuk penelitian ini juga membutuhkan studi lebih lanjut.

Pos Bisakah transmisi COVID-19 melalui toilet dan benda-benda yang bersentuhan dengan pasien? muncul pertama kali Halo sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top